My Alpha's King

My Alpha's King
37



(**Budayakan vote sebelum membaca😊)


Sebelumnya maafin Author yaa kalo up nya lamaaa:(


Ps: Cerita ini panjang bangettt, buat kalian yang bacaa, aku minta bacanya pelan pelan ya, biar bisa kalian pahamin, makasih**.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Author Pov


"Tidak secepat itu Amara!! Hahahaha". Athena msngeluarkan satu mantra yang membuat tubuh Alex serigala hitam itu kembali terangkat, pandangan Cara pun mengarah kepada serigala hitam besar yang ada diatas itu, Alex sudah tidak sadarkan diri.


"Selanjutnya?? Kau bisa tebak apa yang akan terjadi??". Ucap Athena menyeringai jahat.


Amara membulatkan matanya, rupanya Athena sekarang sedang mencoba mengancamnya.


Amara memikirkan bagaimana caranya membebaskan Mycle dari tangan wanita iblis didepan ya itu.


Amara memejamkan matanya, mencoba untuk berfikir sesuatu.


"Dewi Bulan, kumohon tolonglah aku". Batin nya berteriak.


Amara merasakan gravitasi yang berbeda, ia merasakan sesuatu yang aneh, tubuhnya seperti melayang, ia membuka matanya perlahan, dan berapa terkejutnya saat menyadari bahwa kini dirinya sedang mengapung di udara.


"Mustahil!!, bagaimana bisa serigala putih itu terbang!!? ". Batin Athena marah.


Athena tidak tinggal diam, mulutnya kembali menyebutkan mantra yang tiba tiba saja membuat semua benda yang ada didalam sini berterbangan, angin semakin tertiup sangat kencang.


Amara mengendalikan kekuatan yang ada pada tubuhnya, ia sendiri tidak mengerti bagaimana menggunakan kekuatan kekuatan ini, ia hanya manusia biasa sebelumnya, untuk berganti shift dengan Cara saja Amara masih belajar, bagaimana bisa semudah itu ia mengendalikan shir sihir ini.


Cara perlahan mengeluarkan cahaya cahaya putih yang berkilauan, entah dorongan dari mana, tubuhnya menegak, layaknya seperti manusia biasa.


Cara tidak mengerti ini semua, tubuhnya sudah dikendalikan oleh Amara sekarang.


"Bagaimana bisa?? Aku sama sekali tidak berbuat apa apa". Ucap Amara melalui mndlink.


" Ini semua datang padamu Amara, aku yakin kau pasti bisa, percayalah, pelan pelan kau bisa mengendalikannya, ingatlah sesuatu yang kau rasa cukup kuat untuk membuat keyakinanmu menyelesaikan ini semua". Ucap Cara membuat Amara terdiam.


Amara masih melihat Mycle yang melayang di udara sama sepertinya dan tidak sadarkan diri. Ingin rasanya ia menghampiri Mycle dan memastikan bahwa pria itu hanya pingsan, tidak terjadi sesuatu yang membahayakan.


Amara bingung melakukan apa, dibawah sana ia melihat Athena yang masih dalam posisinya, mulutnya masih berbicara mengeluarkan beberapa mantra yang membuat keadaan semakin mencekam, Cahaya yang awalnya putih kini kembali berubah menjadi merah perlahan lahan.


Amara mengerti sekarang, kekuatan pada Athena hanya bisa berlaku saat bulan purnama merah itu muncul, dan akan melemah saat sinarnya tidak terlihat.


Amara kembali merencanakan tindakan selanjutnya, ia hanya seorang diri, fikirannya masih ragu, entah ia bisa menyelesaikan ini semua sendirian, atau tidak.


"Ingatlah baik baik Amara, Perbaiki ingatanya Hancurkan sihirnya? Padamkan api nya Dinginkan jiwanya ".


Amara mengingatnya, ia mengingat kata kata itu, dua kali dirinya diperingatkan akan kata kata itu lagi, mungkin memang benar, itu adalah petunjuk untuknya menyelesaikan ini semua.


"Perbaiki ingatannya". Itu yang pertama, Amara kembali mengingat semua tentang mimpi mimpi yang mendatanginya, memutar kembali seperti kaset kaset yang sudah lama tidak ia putar, ia mencoba menggabungkan semua menjadi satu.


"Garden". Ucapnya pelan tiba tiba, Amara sungguh tidak sadar mengucapkan nama itu barusan, tetapi ini cukup membantu, ia kembali mengingat memori tentang pria bernama Garden itu.


Tapi saat sedang terfokus, tiba tiba saja serangan mendadak datang menimpanya, tiba tiba saja ia merasakan sesuatu yang tajam menghantam tubuhnya, sakit, tetapi tidak ada darah ataupun luka sedikitpun ditubuhnya.


"Cara, apa kau baik baik saja?? ". Tanya Amara sedikit khawatir.


"Sedikit sakit Amara, kaki ku seperti tergilir". Ucap Cara sambil meringis kecil, Amara sedikit tidak tega, ia berniat bertukar shift dengar Cara, tapi bagaimana, baju dia kan sudah robek saat berganti dengan tubuh Cara yang besar ini.


"Hahahahahaha". Amara menoleh, disana Athena sedang tertawa jahat kearahnya.


Athena mengenakan tudung hitam untuk menutupi kepalanya, matanya berubah menjadi putih seluruhnya, membuat Amara sedikit ngeri melihatnya, Athena benar benar sudah seperti iblis sungguhan.


Cara serigala putih itu masih terbaring, Amara bingung harus melakukan apa, sebelumnya kekuatannya itu sangat menonjol, tetapi mengapa sekarang sangat sulit untuk keluar, dalam hati Amara tidak berhenti meminta tolong pada Dewi Bulan.


Amara tidak bisa membiarkan Cara terus berusaha untuk bangkit, bagaimanapun juga serigala itu sudah terluka untuknya.


Amara memejamkan matanya didalam tubuh Cara, mencoba sekali lagi berfikir bagaimana ia bisa menyelesaikan ini semua dengan tubuhnya sendiri, tanpa menggunakan tubuh Cara.


Athena menaruh curiga saat melihat Cara serigala itu hanya diam saja, ia tidak akan membiarkan Amara kembali menghambat rencananya, ia menoleh kearah Mycle yang masing melayang di udara karena mantra nya.


Ia melebarkan jubah hitamnya sehingga terlihat seperti sayap kelelawar yang bersiap ingin terbang.


Amara masih berusaha keras mencoba untuk bertukar shift dengan Cara, mengapa untuk melakukan itu saja susah sekali, Amara hampir frustasi karena ini hanya akan memakan waktunya, tapi tiba tiba saja tulah tulang pada tubuhnya merasakan sesuatu yang berbeda, dalam hati ia tersenyum, ini berhasil.


Cahaya putih itu kembali keluar dari sekitar tubuh Amara, cahaya yang berkilauan membuat kegiatan Athena teralihkan, kesilauan cahaya Amara cukup membuat rencananya sedikit terganggu.


Cahaya itupun perlahan kembali memudar, dan semakin menghilang, bersamaan dengan terlihatnya Amara yang sudah berubah wujud kembali menjadi manusia seperti biasa, luka pada tangan dn bagian tubuh yang lainya karena ulah Athena sudah hilang, kulitnya utuh seperti sebelumnya bahkan terlihat lebih bersih dan mulus.


Pakaian yang dikenakan ya pun sangat indah, sebuah dress berwarna putih bersih yang terlihat begitu pas melekat pada tubuhnya, Amara terlihat sangat cantik.


οΏΌ


Athena yang melihat itu kembali menggeram, Amara sungguh sudah mengacaukan semuanya.


Amara kembali membuka matanya perlahan, dilihatnya Athena yang menatap tajam kearahnya, tetapi dibalas dengan tatapan yang sangat lembut bak malaikat oleh Amara.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


"Kalian jangan sampai lengah dari hewan hewan itu, berusaha lah untuk bisa menghabiskan mereka semua tanpa tersisa, aku akan mencoba untuk menyusul Mycle kedalam sana". Ucap Bov memberi intruksi melalui mndlink kepada seluruh warrior nya.


"Aku akan mendampingimu Alpha". Ucap Darco membuat Bov menoleh.


" Tidak perlu Darco, kau tetaplah disini, aku tidak ingin para warrior istana banyak yang tewas, aku ingin kau yang mengawasi mereka semua disini, biarkan aku sendiri yang akan menyusul Mycle". Ucap Bov memerintah, Darco sebenarnya sedikit ragu untuk membiarkan Alpha nya itu pergi seorang diri, tapi apa datanya yang tidak bisa membantah.


Dalam tubuh wolf nya Darco mengangguk, dan Bov melihat itu, ia pun membalas dengan anggukan singkat, kemudian serigala besar coklat itu mulai masuk kedalam istana tua dan menyeramkan yang sebelumnya telah dimasuki oleh Mycle.


Ia menelusuri setiap lorong istana menyeramkan ini, mencoba menggunakan naluri nya untuk mengetahui keberadaan Mycle, sampai tiba lah dirinya menelusuri lorong berwarna merah, yang menurutnya mempunyai keadaan yang sangat berbeda dari melewati lorong lainya.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Istana ini, ruangan ini, tamanya, halaman, pintu, semua yang ada disini, ini adalah istananya, bagaimana bisa?? Siapa yang membawanya kembali kesini??


Mycle mengedarkan pandangannya keselilingnya, ini adalah salah satu ruangan besar yang terdapat diistananya, ruangan ini dahulu lebih sering digunakan untuk dirinya bermain dengan Clora dan Bov pada usianya berumur sangat kecil.


οΏΌ


Ruangan ini tempat dimana dirinya diceritakan tentang kehidupan suku werewolf oleh ayahnya, dan disini untuk pertama kalinya Mycle dilatih untuk menjadi seorang calon Alpha dan pemuda werewolf yang tangguh, ruangan ini adalah saksi pertumbuhannya yang drastis.


Mycle ingat itu.


Ia melangkahkan kakinya menelusuri setiap penjuru ruangan, semuanya masih tetap sama, sangat mirip dengan dulu disaat dirinya masih sangat kecil sekali.


"Ayah!! Apa sore ini kau jadi mengajarkanku bagaimana cara terbang?? ". Teriak seseorang anak kecil, yang tiba tiba saja berlarian memasuki ruangan, Mycle menoleh kepada anak kecil itu, memperhatikan setiap gerak geriknya.


"Ayah!! ". Teriaknya lagi.


"Jangan berteriak seperti itu Make, apa kau ingin ketahuan dengan ibumu, hmm?? ". Ucap suara berat itu, Mycle mengenalnya, itu suara Bov, ayahnya.


Dan benar, pria paru baya baru saja ikut memasuki ruangan itu, berjalan mendekati anak kecil cowok yang ia yakini itu adalah dirinya sendiri.


Mycle sedikit bingung dengan semua ini, mengapa ia bisa berada di masa lalu seperti ini?? Dan mengapa kenangan ini terputar kembali?? Untuk apa??


"Ayah, memangnya, kita kaum serigala bisa terbang?? ". Tanya Mycle kecil ketika Bov sudah mendudukan bokongnya disalah satu kursi yang berada tepat disamping jendela besar.


" Tentu saja bisa nak". Jawab Bov tersenyum membuat Mycle kecil menatapnya berbinar, ia langsung membayang kan dirinya ini terbang ke angkasa bersama burung burung diatas sana, menyentuh awan awan putih yang lembut itu, dan hinggap bebas dibeberapa pohon apel atau buah buahan yang lainya, mungkin akan sangat menyenangkan sekali.


"Apa ayah bisa mengajarkan aku untuk terbang?? ". Tanya Mycle antusias.


Bov terkekeh melihat anak laki lakinya yang kecil ini terlihat sangat antusias sekali untuk terbang.


" Kemari Make". Ucap Bov memanggil, Mycle dengan senang hati menghampiri ayahnya itu, Bov memberi isyarat dengan menepuk nepuk paha nya membuat Mycle naik dan duduk nyaman diatas pangkuan ayahnya itu.


"Lihatlah kesana Mycle". Ucap Bov menunjuk kearah langit cerah melalui jendela, Mycle mengikuti arah telunjuk Bov, ia menatap langit sore yang cerah hari itu, angin ber hembusan menerpa pepohonan sangat lembut, burung burung itu seakan sedang memamerkan kebahagiaan yang dengan berterbangan bebas didepannya.


"Aku ingin seperti burung burung itu ayah". Ucap Mycle tiba tiba.


Bov tersenyum, ia mengecup lembut puncak kepala anaknya yang satu itu.


" Apa kau tahu cerita orang dulu?? Tentang sebuah keluarga yang tinggal dirumah pohon tertinggi yang ada di tengah hutan?? ". Tanya Bov yang dijawab celengan oleh Mycle.


"Apa kau mau mendengarnya?? ". Tanya Bov lagi dan dijawab anggukan antusias oleh Mycle.


" Alkisah, ada sebuah keluarga kecil, yang tinggal di salah satu rumah pohon yang sangat tinggi ditengah hutan, bahkan saking tingginya pohon itu melewati awan". Ucap Bov mulai bercerita.


"Hiduplah seorang pemuda yang tinggal bersama anak dan istrinya, mereka membangun keluarga bahagia yang humoris, mereka membangun rumah mereka diatas sana karena mereka bisa terbang bebas kemanapun dan setinggi apapun yang mereka mau, mereka hidup dengan sangat bahagia diatas rumah pohon yang tinggi itu".


"Di pagi hari mereka terbangun untuk mencari makan, mereka terbang bebas dan menghinggapi beberapa pohon untuk mengambil buah buah yang ada dipohon itu, terus seperti itu setiap harinya, mereka tidak kelaparan, mereka tidak kehausan, dengan sayap yang mereka punya, mereka bisa hidup tercukupi, sampai tiba disuatu malam yang sangat menyeramkan".


Mycle mendengarkan dengan serius cerita yang keluar dari mulut ayahnya itu, menurutnya ceritanya sangat menarik, karena cerita ini menceritakan tentang manusia yang bersayap.


"Malam dimana suatu badai terjadi, hujan angin dan petir mengamuk di malam itu, bergabung menjadi satu, dan dengan jahatnya mereka menghancurkan beberapa pohon di hutan, salah satunya, pohon dimana keluarga kecil itu tinggal". Cerita Bov jeda, sampai akhirnya ia melanjutkan kembali.


" Pemuda itu panik, didalam dikiranya ia hanya memikirkan bagaimana caranya untuk menyelamatkan anak dan juga istrinya, dan ditengah badai yang menerpa mereka, sekuat tenaga pemuda itu membawa anak dan juga istrinya untuk turun ke bawah sana, dengan susah payah ia merentangkan sayap selebar lebarnya untuk ia menurunkan anak dan istrinya dengan selamat".


"Dan petir dengan jahatnya melukai sayap pemuda itu hingga robek dan tidak bisa untuk terbang kembali, karena sayapnya yang tidak bisa digunakan untuk mendarat dengan mulus, alhasil keluarga kecil itu jatuh dengan cepat kebawah, menghantam keras bebatuan yang ada dibawah sana".


"Lalu apa yang terjadi dengan mereka Ayah?? ".


" Mereka hidup bahagia nak". Jawab Bov tersenyum.


"Hidup bahagia?? Bukankah mereka mati?? Mereka menghantam baru besar dibawah sana, itu berati mereka mati ayah, apa mereka bahagia hidup mereka berakhir?? ".


"Nak, mereka berakhir dibumi, tetapi mereka kembali hidup abadi dialam sana, jauh diluar langit biru itu, dan disana jauh lebih indah, ayah yakin mereka akan sangat bahagia lebih dari kehidupan dibumi". Ucap Bov membuat Mycle menoleh kembali keatas langit yang kini sudah berubah menjadi lebih redup karena akan berganti gelap.


" Apa aku harus berakhir dibumi jika aku ingin pergi ke langit disana?? ". Tanya Mycle membuat Bov tersenyum.


" Tidak perlu mempunyai sayap jika kau ingin terbang keatas sana, tidak perlu sengaja berakhir jika kau ingin pergi keatas langit biru disana, cukup kau bermimpi, kita semua pasti akan kesana nak, kau, Ayah, ibu, Diana dan juga Malik, kita pasti akan bertemu disana, tetapi masa depanmu masih panjang, kau masih bisa hidup ratusan tahun lagi".


"Banyak orang yang membutuhkanmu disini Mycle, banyak yang menyayangi disini, salah satunya Ayah, Ayah sangat menyayangimu, jika suatu saat nanti Ayah yang akan lebih dahulu keatas sana, Ayah akan menceritakan lebih banyak lagi kehidupan bahagia diatas sana, dan Ayah akan menunggumu dan juga ibu serta kakak kakak mu disana, dan kita juga akan hidup bahagia selamanya disana Mycle".


Bov tersenyum, Mycle menatap ayahnya itu dari bawah, ia memeluk erat ayahnya, menenggelamkan dalam dalam kepalanya didada bidang milik Bov, mencium dalam dalam aroma khas ayahnya itu.


"Aku tidak ingin Ayah yang lebih dahulu kesana, jangan sendirian Ayah, nanti saja, kita akan bersama sama kesana". Ucap Mycle kecil.


Bov membalas pelukan anaknya itu, mencium kembali puncak kepala Mycle berkali kali.


"Ayah sangat menyayangimu".


Dan tiba tiba saja cahaya putih itu menghampirinya.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Amara hanya tersenyum menatap Athena yang sudah dipenuhi dengan emosi.


" Aku bukan hanya akan menghancurkan rencanamu Thenea, tetapi juga kau! ". Ucap Amara tenang dan itu berhasil membuat Athena semakin berapi api.


Athena mengangkat sebelah tangannya keatas, bersamaan dengan itu tubuh Alex serigala hitam itu tergeser hingga ketengah tengah dimana cahaya bulan purnama merah itu menyorot.


Amara yang melihat itu dengan cepat melakukan sesuatu, mulutnya mengucapkan sebuah kalimat dengan sendirinya, sebuah kalimat yang membuat tubuh Alex dikelilingi dengan chaya chaya putih berkilauan, dan perlahan tubuh itu turun kebawah.


Athena yang melihat itu dengan cepat mengeluarkan kembali mantranya membuat suatu gelombang besar yang menutupi Mycle.


"Aww". Ringis Amara saat merasakan sesuatu yang perih pada tanganya, ia melihat tubuh Alex kembali terangkat, ia kembali mengucapkan kalimat yang sebelumnya ia gunakan untuk menurunkan Mycle, tetapi itu tidak lagi berhasil, cahaya putihnya kembali terlempar karena menabrak gelombang hitam yang mengelilingi Mycle.


Athena tersenyum puas.


"MOX!!! ". Teriak Athena nyaring membuat benda benda yang berterbangan diatas semua berjatuhan, dan bersamaan dengan itu Malik yang juga terjatuh, tetapi dengan cepat Amara kembali mengucapkan kalimat yang membuat tubuh Malik dengan cepat ditangkap oleh cahaya putih milik Amara sehingga tubuhnya tidak menghantam lantai dasar dengan kencang.


"ARGHHHHHH". Mycle meringis kesakitan diatas sana membuat pandangan Amara teralihkan, ia melihat Athena yang tersenyum senang dengan tangan yang terus berputar dengan asap hitam yang berkumpul seperti bola.


" Apa yang kau lakukan padanya Athena??!! ". Teriak Amara khawatir, ditambah rintisan Mycle yang semakin kencang, kedengarannya sangat kesakitan sekali dan Amara tidak tega, ia bingung harus melakukan apa kali ini.


Amara memejamkan matanya dan berteriak dalam hati meminta dan berharap mulutnya kembali mengucapkan sebuah kalimat yang akan mengeluarkan kekuatan untuk menolong Mycle diatas sana.


"Aaaaauuuuuuuuuuu ".


Athena dan Amara dengan kompak menoleh kesumber suara yang baru saja megaung itu, dan itu adalah Bov.


"Ayah?? ". Ucap Amara pelan.


Athena menghentikan aksinya, ia tersenyum senang, tanganya ia kebas kibaskan seolah terdapat debu yang tersisa disana.


Serigala coklat itu menoleh keatas, tepat disana ia melihat Mycle yang masih meronta kesakitan, dan itu berhasil memancing Bov.


Matanya kini berubah menjadi hitam pekat, menandakan kalau ia benar benar sedang marah besar, Bov berlari dan melompat untuk menyerang Athena yang masih tersenyum kepadanya.


"Ayah jangan!!! Ini berbahaya!! ". Teriak Amara yang hanya dihiraukan oleh Bov, serigala hitam itu mencoba untuk mencakar habis gabisa Athena, tetapi ia selalu saja menembus tubuh Athena yang sekarang terlihat transparan.


Bov menggiring kesal, dasar wanita iblis.


"Sakit". Ucap Athena tiba tiba.


Dan bersamaan dengan itu sebuah kalimat kembali terucap dimulut Amara, membuat lapisan cahaya putih yang menghalangi Bov. Merasa sihirnya terhalangi Athena menoleh marah kearah Amara.


Amara tersenyum senang, ia mengerti menggunakan sihirnya sekarang.


"Fayles". Ucap Amara sambil memejamkan matanya, sesuatu yang tajam berhasil mengenai Athena membuat wanita itu meringis, emosinya kepada Amara semakin bertambah.


Athena menyerang Amara dengan sihirnya, mengumpulkan semua kekuatannya kemudian ia arahkan kepada Amara, dan Amara berhasil menghindar sehingga sihir Athena meleset ke belangnya dan menabrak tembok tua istana ini hingga hancur.


Bov yang melihat Amara mempunyai kekuatan sehebat itu tidak percaya. Tidak ada sejarahnya keturunan Luna akan sehebat Amara.


Athena tidak mau kalah, ia kembali mengumpulkan seluruh kekuatan yang ada dan siap untuk mengarahkan semuanya kepada Amara.


"ARGHHHHH!!! ". Ringis Mycle lagi semakin kencang, reflek membuat Amara menoleh khawatir kearah suaminya itu, Athena tersenyum senang, Amara lengah, ia mendorong sihirnya itu pada Amara sehingga membuat Amara tersungkur kebelakang dan menghantam tembok sangat kencang.


Amara kesakitan, bersamaan dengan itu sihirnya yang sedang melindungi Bov dan juga Malik menghilang.


"Panas". Ucap Athena membuat Bov meringis kesakitan tak kalah jauh dari ringis anak Mycle, ia merasa tubuhnya seperti terbakar, tulang tulangnya terasa seperti patah, seluruh tubuhnya sangat panas, pernafasan ya tercekat, ini sangat menyiksanya.


Amara mencoba untuk bangkit, pandangan kabur, pendengaran sedikit samar samar, ia masih mendengar suara ringisan itu, ringisan yang semakin mengencang.


Amara harus melakukan apa ini, ia sudah sangat bingung sekali, ia meneteskan air matanya, merasa gagal untuk menolong orang orang yang disayangnya.


"Ibu, Ayah, Dewi Bulan, tolong aku". Ucap Amara pelan, ia merasakan tubuhnya seperti baru saja terisi oleh sebuah energi yang sangat kuat, ia merasa sangat enteng.


Pandangan yang kabur kini sudah kembali jelas, dan ia dapat melihat Bov yang terbakar disana, ia melotot tidak percaya dengan apa yang sudah Athena lakukan kepada Bov.


" ATHENA!!!! ". Teriak Amara penuh emosi.


Athena menoleh, dan betapa terkejutnya ia melihat Amara yang sudah berada diatas dengan sayap besar yang ada dibelakang tubuh gadis itu, sayap putih yang sangat indah.


Tanpa pikir panjang Amara mendekat kearah Athena, mengumpulkan semua kkekuatanya, menyerang Athena tanpa ampun.


Athena meringis kesakitan saat kekuatan Amara masuk dan menusuk tepat ke jantungnya.


"Aku tidak akan kalah darimu Amara!! ". Ucap Athena yang rupanya masih mencoba melawan Amara.


Amara menghindar tiap kali sihir Athena ingin mengenainya, ia mendekat kembali kearah Athena, mengucapkan satu mantra yang membuat tubuh Athena terikat.


Athena meringis kesakitan, tubuhnya seperti dicekik kencang oleh tali yang Meililit ditubuhnya.


Amara berdiri tepat diatas Athena, memandang Athena penuh emosi.


"Kau adalah wanita iblis!! ".


" ARGHHHHH". Teriak Athena bertambah sakit.


"Kau wanita yang tidak beruntung! ".


" Kau wanita yang tidak akan pernah mendapatkan cinta, dari orang yang kau sayangi, Garden!! ".


"ARRRGGGHHH HENTI KANNN!!! ".


" Kau wanita terkutuk!! Kau sebuah ciptaan yang gagal!! ".


"Kau wanita jahat yang dengn tega membunuh wanita tidak bersalah seperti Syifana dan ibunya, kau menggunakan tubuh malang gadis itu hanya untuk memenuhi dendam!! ".


"Kau tidak pantas abadi!! ".


"Kau harus mati!! ".


"AAAARRRGHHHH!!! ". Teriak Athena nyaring, bersamaan dengan itu tubuhnya terbakar.


Amara memandang malang Athena yang memberontak didalam api itu.


Amara menoleh kebelakang nya, ia melihat Mycle yang sudah dbawah dan tidak sadarkan diri, Bov yang juga sudah terbaring dengan tubuh yang hangus, dan Malik yang juga tidak sadarkan diri.


Satu cairan bening lolos begitu saja dari matanya.


Ia telat, ia telat menolong orang orang yang disayangnya.


Amara mendekat kearah Mycle yang masih memejamkan matanya, perutnya tidak bergerak, Amara tidak merasakan nafas pria itu, apakah Mycle??


Tidak!! Amara menggeleng kuat, Mycle tidak mungkin pergi, Mycle tidak mungkin tega meninggalkanya.


"Dewi bukan, kumohon, kumohon jangan seperti ini, kumohon!! ". Ucap Amara yang sudah menangis, ia mengedarkan pandangannya, ia sungguh merasa hancur sekarang.


Amara memandang Mycle penuh kesedihan, tangannya terangkat menyentuh wajah pria itu, seketika bayangan wajah Mycle yang tersenyum kepadanya tertampang tiba tiba di depan ya, wajah pria itu yang tertawa, dan khawatir, dan tertidur Damai seperti ini, terlihat jelas didepan matanya.


Amara merasa hancur sekarang, semuanya sudah tidak tersisa lagi, ia mengambil salah satu tangan Mycle, menggenggamnya erat.


"Kumohon bangunlah Mycle, kumohon bangunlah, bukalah matamu, kumohon, tidak ada lagi pemimpin Black Moon Pack selain dirimu sekarang, kumohon bangunlah!! ". Teriak Amara frustasi, ia menumpahkan seluruh air matanya.


Mengapa kekuatannya menghilang?? Mengapa kekuatannya melemah?? Mengapa kekuatannya tidak muncul disaat ia sedang membutuhkan nya untuk menolong Mycle dan juga Bov.


Amara terjatuh, ia memeluk Mycle dengan sangat erat, menyalurkan rasa sakit dan sesak pada hatinya, bagaimana nasib buah hati mereka, mengapa Tuhan secepat ini mengambil orang orang yang disayangnya.


Amara tidak bisa melakukan apa apa lagi selain penyesalan dan kesedihan yang dirasakan ya.


Tetapi saat sedang menangis seperti itu tiba tiba saja ia merasakan sesuatu mengelus lembut rambutnya, Amara terdiam, apa dia sungguh merasakan sentuhan itu??


Ia perlahan mengangkat kepalanya, menoleh kearah Mycle yang kini sedang menatapnya dengan mata biru laut indah milik pria itu, Amara kembali menumpahkan air matanya.


"Aaaa--apa ini sss--ssungguh kau?? ". Ucap Amara terbata.


Bibir pucat milik Mycle tersenyum, kepalanya mengangguk lemah.


" Ini aku sayang". Ucapnya pelan.


Amara tidak percaya ini, ia tersenyum senang, Air matanya semakin deras turun, air mata kebahagiaan, air mata tanda syukurnya, Tuhan masih memberinya kesempatan untuk berbahagia bersama orang yang disayangnya, yaitu Mycle.


Amara kembali memeluk Mycle sangat erat, menumpahkan rasa rindunya kepada pria dihadapanya ini.


Mycle membalas pelukan Amara, menghirup dalam dalam aroma manis khas istrinya itu, ia bersyukur dalam hati karena masih diberikan kesempatan untuk berbahagia dibumi, ia juga bahagia, karena kini, ayahnya, Bov, mantan Alpha yang kuat, sudah terbang diatas sana.


Mycle tersenyum.


"Selamat tinggal Ayah, Aku akan menagih janjimu untuk menceritakan semua keindahan diatas sana melalui mimpiku".


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


**JENG JENG JENG JENG.....


SIAPA YANG GASABAR NUNGGU CERITANYA TAMAT???


Udah puas blm nihh?? Bentar lagi ceritanya tamat lhoo, ada satu pesan yang mau disampaikan???? Hehehehe..


Aku gamau negatif Panang panjang ah, udah capee, segini aja duluuu


Aku cuma mau kasih tauuu, ini cerita udah ada diujung, buat kalian yang udah muak sama konflik nyaaaa


SELAMATTTTπŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Karena konfliknya udah selesai sampe siniii.....


Kalo kau tahu kelanjutan cerita merekaaa, bakalan happy ending atau sad ending, tungguin next part nya yaaπŸ˜‰


Udah segini aja dari Author...


Jangan lupa Vote and Comment nyaaaa Aaaaa


YANG SIDER TUNJUKAN WUJUD KALIANN


see u next part all😘😘**



Selamat tinggal Bov:(πŸ€—πŸ₯€πŸŒΉπŸŒΉ