My Alpha's King

My Alpha's King
Epilog



**TOLONG BANGET YG SIDER YAA ADOH! :)


Wajib kasih tau jam berapa kalian baca!!


Selamat Membaca Gengss... Semoga menikmati ❤**


Pasca melahirkan 20 menit yang lalu, Amara kini masih belum sadarkan diri, dokter sudah memindahkan Amara ke kamar rawat biasa kemudian membawa kedua anak kembar Mycle dan Amara ke ruangan khusus bayi.


Mycle tidak henti hentinya tersenyum dan mengucap syukur melihat kedua anaknya disebrang kaca, melihat kedua anaknya yang nampak sehat, ia juga bersyukur Amara baik baik saja setelah melahirkan, memang wanita itu kini tidak sadarkan diri, tetapi itu hanya sementara karena Amara hanya kecapean.


Mova Culles.



Ares Culles.



Mycle menoleh saat merasa pundaknya disentuh seseorang.


"Tampan sekali kedua anakmu itu Mycle". Ucap Diana tersenyum melihat kedua anak adiknya itu dibalik kaca.


Mycle tersenyum mendengar ucapan Diana.


"Memangnya kau mengetahui yang mana bayi ku?? ". Tanya Mycle terkekeh membuat Diana mengerutkan alisnya. Memang benar, didalam ruangan bayi itu ada banyak bayi bayi lainya yang juga baru saja terlahir, teemasuk kedua anak kembarnya itu.


"Kau fikir aku tidak mengetahuinya begitu?? Bahkan harumnya pun sangat tercium olehku Mycle!! Kau tidak boleh lupa untuk tidak menyepelekan kemampuan hidungku ini!".


"Hahahaha, ya ya ya, kau memang punya indra penciuman yang sangat kuat". Jawab Mycle membuat Diana ikut terkekeh.


"Semoga saja aku bisa menyusul kalian berdua". Ucap Diana tiba tiba.


"Ya semoga saja Dewi Bulan mendengar doa mu itu". Ucap Mycle membuat Diana mengerutkan bibirnya kesal, Mycle hanya terkekeh melihatnya.


Setelah cukup lama memperhatikan bayi kembar itu, kini Mycle dan Diana memutuskan untuk melihat keadaan Amara yang ternyata masih tidak sadarkan diri.


Saat memasuki ruangan disana Diana dan Mycle melihat Clora yang tertidur di sofa kamar ruang rawat Amara, Mycle menatap kasihan ibunya itu, biasanya jika dalam keadaan seperti ini, Bov lah yang dengan baik hati menggantikan Clora untuk menjaga Amara.


Sama dengan Mycle, Diana pun mempunyai fikiran yang sama, tapi mau bagaimana lagi, mereka harus sudah terbiasa dengan setiap situasi tanpa ayahnya itu mulai saat ini.


Ckleekk


Suara pintu kamar mandi didalam ruangan terbuka, membuat Mycle dan Diana kompak menoleh kearah seseorang yang baru saja keluar dari dalam kamar kecil itu.


"Kau??". Tanya Mycle dengan wajah yang berubah menjadi mulai tidak suka melihat kehadiran Malik disini. Ya, orang itu adalah Malik, kakak nya.


Malik memasang wajah datar seperti biasanya, tidak kaget melihat reaksi adiknya yang satu itu tiap kali bertemu dengannya.


Mengingat kejadian tempo hari, Mycle merasa ketidak sukaanya dengan sang kakak sudah selesai, karena ia merasa sedikit sakit melihat Malik yang tergantung diatas sana tidak berdaya karena perbuatan Athena.


Malik menatap Diana yang terdiam melihat kedua adiknya itu.


"Apa kau akan masih lama disini?? ". Tanya Malik dingin, Diana hanya menjawab dengan anggukan kecil.


"Kalau begitu aku akan kembali ke istana, mate ku sudah menungguku sejak tadi". Ucap Malik membuat Mycle merasa bingung, namun tidak dengan Diana.


"Mengapa tidak kau ajak saja Helen kesini?? Kau ini bagaimana, dia itu kan mate mu, seharusnya kau harus selalu disampingnya!! ". Ucap Diana sedikit mengomeli.


Malik menghela nafasnya gusar.


"Apa kau lupa Helen mempunyai trauma yang seperti apa?? Yah, kau memang lupa, tidak usah dibahas lagi, aku akan kembali ke istana, setelah itu aku akan memberitahu David untuk menjemput mu". Ucap Malik kemudian mulai berjalan keluar ruangan dengan sebelumnya menatap sekilas Mycle yang sudah kebingungan.


Setelah kepergian Malik, Mycle menoleh kearah Diana yang nampak seperti biasa saja, mengerti dengan arti tatapan adiknya itu, Diana mengajak Mycle untuk duduk di salah satu sofa kosong di dalam ruangan, mereka duduk sedikit menjauh dari Clora karena tidak ingin menggangu tidur sang ibu.


"Kau merasa bingung dengan apa yang kami bicarakan tadi ya?? ". Tanya Diana yang dijawab anggukan polos dari Mycle, Diana terkekeh melihat wajah adiknya itu.


"Hahahaha kau ini, dengarkan aku, apa kau selama ini tidak sadar?? Kau terlalu sibuk dengan anakmu dan Amara, semenjak kandungan Amara kian membesar, kau hanya meluangkan waktumu dengannya sampai sampai kau tidak tahu apa yang sudah terjadi disekelilingmu". Ucap Diana membuat Mycle terdiam, ia membenarkan ucapan Diana itu, karena memang Mycle sedikit lebih ovrprotektif kepada Amara saat kandungnya semakin membesar.


Mycle melakukan hal itu karena ia tidak mau hal hal yang tidak diinginkan nya seperti yang lalu terulang kembali, oleh karena itu ia menjadi lebih mementingkan Amara disegala macam sutuasi.


Diana dan Clora mengerti Mycle yang seperti itu, mereka memaklumi kekhawatiran Mycle kepada Amara, karenanya Clora dan Diana membiarkan Mycle tidak ikut masuk dalam urusan disekitarnya.


"Tepat saat Malik dibawa kerumah sakit dan dirawat disana, ia koma selama 2 bulan, karena itu ia tidak menghadiri pemakaman ayah dan juga ia tidak membantu menenangkan Ibu yang sangat terpukul saat itu". Ucap Diana mulai bercerita.


"Waktu berjalan semakin cepat, tidak terasa Ibu sudah kembali seperti biasanya, Malik pun sudah sadar dari komanya, tetapi ia memutuskan untuk tidak kembali ke istana, karena ia ingin mencari ketenangan tersendiri, ia kembali ke kota, tinggal di salah satu apartemen milik ayah disana, kebiasaanya mulai berubah dikota, ia menjadi sering mudah marah, berkunjung ke club bahkan hampir setiap hari". Ucap Diana membuat Mycle terdiam mencerna semuanya.


"Aku dan ibu tidak merasa keberatan dengan itu, karena untuk melarang pun kami tidak bisa, sampai akhirnya aku menemukan Mate ku, David, Alpha dari salah satu pack terpencil, tidak terkenal memang, tapi aku merasa bahagia bisa memeiliki mate sepertinya, sifatnya sangat mirip dengan Ayah, aku selalu merasa terlindungi bila didekatnya".


Diana tersenyum mengingat pertama kali ia bertemu dengan David, disaat itu lah ia baru kembali merasakan yang namanya cinta, tapi kali ini sungguhan, tidak ada paksaan seperti dulu.


Mycle ikut turut bahagia Diana mempunyai mate, ia pun sudah mengetahui itu sebelum sebelumnya, yang menjadi pertanyaanya, mengapa Malik bisa menemukan mate nya, dan mempunyai istana sendiri??


Diana cukup mengerti dengan setiap mimik wajah Mycle, ia pun kembali menceritakanya.


"3 bulan setelah itu, Malik tiba tiba saja menemukan seorang wanita, yang ia rasa adalah mate nya, seorang wanita cantik yang berstatus baru saja bercerai dari suaminya, ia berasal dari keluarga sederhana, Malik yang sudah mengetahui bahwa wanita itu adalah mate nya pun mencoba untuk bisa mendapatkan Helen".


" Sampai akhirnya berhasil, Malik dapat menaklukan hati wanitanya itu, Malik membawa Helen sementara untuk tinggal bersamanya di apartemen".


"Helen menceriakan semua segala kehidupannya kepada Malik, dan Malik mendadak merasa kasihan, Helen yang dahulu mempunyai keluarga bahagia dengan suaminya dan anak yang dikandungnya, tapi itu semua kandas begitu saja karena kecelakaan yang dialaminya, ia kehilangan anak dikandungnya, dan karena tidak bisa lagi mengandung, suaminya pun meninggalkanya begitu saja, dari situlah Malik bertekat akan menjaga Helen sedemikian mungkin".


"Oleh karena itu, Helen mengalami trauma setiap kali ia melihat seorang wanita hamil dan melahirkan, karena itu Malik tidak membawa Helen kesini". Lanjut Diana yang dijawab anggukan kecil oleh Mycle.


"Dan satu hal yang harus kau tahu, sebelum rencana pengangkatan mu sebagai Alpha, ternyata ayah pun memberi salah satu tahtanya kepada Malik, yaitu tahta peninggalan Andreas, kakek kita, seorang Alpha terkuat sepanjang masa, seorang Alpha yang tidak kenal kekalahan".


Mycale sedikit terkejut mendengarnya, jadi selama ini banyak yang ia tidak tahu dari ayahnya itu, bahkan soal pack milik kakek nya pun ia tidak tahu.


" Lalu, mengapa ayah bersikap seolah Malik tidak pantas mendapat posisiku untuk menggantikan ayah menjadi Alpha Black Moon Pack, dan kenapa ayah tidak menceritakan ini lebih awal??membiarkan aku dan Malik mempunyai hubungan tidak baik itu,bahkan sampai sekarang!!". Ucap Mycle dengan nada sedikit dinaikan.


"Ayah tidak mungkin berbuat tidak adil kepada anak anaknya Mycle, apa kau lupa, sejak kecil, kita semua selalu mendapat kan apapun yang sama dan seimbang, karena Ayah tidak ingin kita merasa terlupakan".


" Ayah sengaja menyembunyikan ini semua karena ia tidak ingin kau dan Malik justru malah akan berlomba lomba untuk memperebutkan sesuatu yang seharusnya sudah kalian dapatkan masing masing, ayah sengaja menobatkan Malik sebagai Alpha dari Gold moon pack secara diam diam, asal kau tahu, Malik pun tidak mengetahui apapun tentang dirinya yang sebenarnya adalah seorang Alpha, ia mengetahui itu semua karena membaca surat wasiat ayah yang diserahkan dari ibu setelah ayah meninggalkan kita semua".


"Kenapa ayah begitu banyak menyimpan rahasia?? ". Batin Mycle bertanya tanya.


" Sungguh rumit untuk dicerna, tetapi aku mengerti semuanya". Ucap Mycle membuat Diana terseyum.


"Kau memang harus mengerti ini semua, bukan hanya kau, aku dan Malik pun merasakan hal yang sama bingungnya saat mengetahui fakta ini semua".


" Apa ibu mengetahui soal ini?? ". Tanya Mycle yang dijawab anggukan pelan oleh Diana.


Mycle menghela nafas panjang, ternyata ibunya pun ikut menutup nutupi ini semua dari mereka.


Mycle menoleh kearah Clora yg masih memejamkan mata nya damai, ia berdiri dari duduknya, berjalan kearah Clora, mengecup sekolah kening ibunya itu lembut.


Diana yang melihat itu hanya tersenyum, dalam hati ia terus berdoa agar kedua adiknya, Mycle dan Malik, akan segera berdamai dan mereka akan kembali seperti dulu.


"Ugghh". Suara le Tuhan seseorang membuat Mycle dan Diana spontan menoleh kearah bangkar Amara, mereka melihat gadis itu kini sudah membuka matanya, Mycle dengan cepat berjalan kearah Amara.


" Sayang?? Kau sudah sadar?? Apa ada yang sakit?? Huh??!! ". Tanya Mycle dengan nada yang sangat khawatir.


" Aku haus". Ucap Amara lemah, dengan gerakan cepat Mycle meraih gelas berisi air yang terdapat diatas meja disamping bangkar Amara dan memberikannya kepada gadis itu.


Amara meneguk setengah air digelar itu, ia menghela nafas panjang, rasa nyeri di daerah kewanitaannya terasa sangat sakit sekali.


Mycle tersenyum, mengelus lembut puncak kepala istrinya itu.


Amara menoleh kearah Mycle yang tersenyum kepadanya.


"Anak kita??! ". Tanya Amara.


"Mova dan Ares, dua jagoan kita, kuberikan nama yang seperti kita buat sebelumnya". Ucap Mycle membuat Amara tersenyum senang.


"Apa kedua putraku sehat?? ". Tanya Amara penasaran.


" Tentu sayang, sangat sehat dan tampan tentu saja sepertiku". Ucap Mycle membuat Amara dan Diana terkekeh.


Amara menoleh kearah Diana yang tepat berada disamping Mycle.


"Ah, ada kau rupanya, maaf aku tidak menyadarinya". Ucap Amara merasa tidak enak karena tidak menegur Diana yang ternyata ada didekatnya.


" Tidak apa Amara, beristirahatlah". Ucap Diana lembut sambil tersenyum.


"Kau tahu?? Anak anakmu itu memang sungguh tampan, bahkan melebihi ayahnya ini, dan aku yakin mereka kelak akan mendapatkan mate yang sangat cantik, sama cantiknya dengan dirimu". Ucap Diana membuat Amara ikut tersenyum senang.


"Dan juga cantik seperti tante nya". Ucap Amara membuat Diana terkekeh.


Mereka bertiga banyak berbincang, sampai Clora terbangun dari tidurnya, waktu terus berjalan, seluruh warga Black Moon Pack ikut turut berbahagia dengan kehadiran dua malaikat kecil keturunan Luna dan Alpha Black Moon Pack.


🖤🖤🖤🖤


Pintu kayu itu terbuka perlahan, wangi khas ruangan itupun langsung tercium olehnya, wangi yang selalu sering tercium olehnya dulu, kembali lagi sekarang.


Mycle menatap ragu untuk memasuki ruangan ini, memang sebenarnya tidak ada yang melarangnya untuk masuk, hanya saja, ia sedikit takut untuk membuka kembali luka lamanya itu, tetapi kali ini, rasa penasarannya lah yang mendominasi sehingga membuatnya berani menginjakkan kaki keruangan ini.


Mycle melangkahkan kakinya perlahan masuk lebih dalam, kembali menutup pintu, tangannya sibuk meraba tembok di samping pintu itu guna mencari saklar lampu ruangan itu, ketika sudah menemukannya, Mycle pun segera memencet saklar agar lampu menyala dan menerangi ruangan ini.


Setelah lampu menyala, penglihatan nya semakin jelas, matanya mengelilingi seluruh isi ruangan tersebut, masih sama seperti sebelumnya, hanya saja sedikit berdebu karena memang tidak ada satupun orang yang menginjakan kaki keruangan ini ketika terakhir sangat pemilik ruangan tersebut tiada.


Mycle berjalan menuju meja besar yang terdapat beberapa tumpukan kertas dan buku buku tebal berdebu disana. Juga terdapat sebuah kotak besar bewarna coklat keemasan yang entah isinya apa dan Mycle belum berminat untuk membukanya, ia masih ingin mengelilingi ruangan ini terlebih dahulu.


Semuanya benar benar masih sama, tidak ada yang berubah sedikitpun dari pertama kali ia memasuki ruangan ini.


Mycle pun kembali berjalan kearah meja besar itu, ia sedikit membersihkan bangku yang berada dibawah meja tersebut, bangku itu sudah dipenuhi banyak sekali debu debu sehingga membuat debu itupun berterbangan karena Mycle memukul bangku keras.


Tidak peduli dengan sisa sisa debu dibangku itu, Mycle pun mulai mendudukan bokongnya disana.


Ia memperhatikan dengan sangat detail semua benda benda yang terdapat diatas meja kerja itu, dari beberapa tumpukan kertas, buku, kuas dan tinta, kemudian beberapa bingkai foto, lampu dan masih banyak lagi.


Tanganya terulur mengambil salah satu bingkai yang menampilkan dia figur sepasang kekasih yang sangat bahagia kelihatanya didalam foto itu, Mycle tersenyum melihatnya. Ia kembali meletakan bingkai itu di tempat semula dan beralih ke bingkai lainnya.


Melihat semua foto yang terdapat dibingkai tersebut membuatnya seperti bernostalgia dan kembali merasakan Bov masih ada disisi nya.


Mycle mengalihkan perhatiannya dari foto foto tersebut kepada buku buku tebal yang bertumpuk itu, ternyata itu hanyalah beberapa buku pengetahuan kuno yang didalamnya menggunakan bahasa Yunani, dan Mycle tidak mengerti itu, ia tidak tertarik dengan buku buku, ia mengalihkan pandangannya ke tumpukan kertas kertas yang warnanya sedikit kekuningan, mungkin efek lama tidak disimpan dengan baik.


Mycle mengambil kertas-kertas itu, melihat lihat isinya, tidak ada yang menarik, sama, semua hanya tentang pengetahuan yang terbuat dari bahasa Yunani kuno.


Tapi saat sedang membalik balik kertas, tiba tiba saja satu amplop kuning tua jatuh kebawah.


Merasa tertarik dengan amplop itu Mycle pun menaruh kembali kertas kertas tadi dan mengambil amplop yang jatuh dibawahnya.


Amplop itu terlihat seperti masih baru, tidak ada debu sedikitpun di amplop itu, dan kertasnya pun masih sangat kaku dan bersih, tidak lapuk dan kekuningan seperti kertas kertas dan amplop lainya.


Mycle dengan ragu membuka amplop tersebut, tetapi ternyata isi kertas di amplop itu juga menggunakan bahasa Yunani kuno, dan kalimat yang ada didalam kertas itupun cukup panjang, Mycle merasa tertarik untuk mengartikan isi surat amplop itu, ia pun memilih membawa amplop tersebut sebelum keluar ruangan ini.


🖤🖤🖤


Keadaan Black Moon Pack sekarang lebih membaik, semua warga senang menyambut kehadiran dia buah hati Mycle dan Amara, begitupun dengan menyambut buah hati Darvin dan Crystal.


Amara senang mendengar bahwa Crystal pun tengah mempersiapkan kelahiran buah hatinya diwaktu dekat ini, Amara jadi merasa kalau nanti anak anaknya pun jadi tidak merasa kesepian karena akan mempunyai teman baru.


Amara senang mendengar Malik dan Mycle yang sudah berdamai, ia juga turut bahagia mengetahui Malik mempunyai pendamping hidup yang sangat baik dan cantik seperti Helen, Helen adalah wanita yang sangat smart dan juga cukup ceria, Helen juga mudah cocok dengan orang yang baru dikenalnya, Amara pun merasa seperti sudah sangat lama mengenal Helen walau nyatanya ia baru bertemu dengan wanita itu sekali.


Waktu terus berjalan, bebarengan dengan berlanjutnya perubahan yang terjadi di Black Moon Pack.


Tidak ada yang tahu semua akan menjadi seperti apa,tidak ada yang bisa menebak rencana Tuhan selanjutnya untuk kehidupan Mycle dan keluarganya,tetapi ia cukup berbahagia dan bersyukur untuk nikmat yang diberikan Tuhan 2 tahun ini.


Sedikit cerita tentang isi surat didalam amplop yang ditemukan ya didalam ruangan Bov 2 tahun sebelumnya.


Setelah membawa surat itu, Mycle meminta salah seorang penterjemah Yunani untuk mempertjemahkan isi surat itu, dan isinya cukup membuat menjawab semua pertanyaan yang masih tergantung dipikiran tentang semua yang terjadi secara tiba tiba menurutnya.


Buat kalian yang penasaran isi suratnya, kita kira begini.



Setelah membaca surat itu, Mycle tidak memusingkan apa apa lagi tentang semua perjalanan hidup, kejutan kejutan lainya masih ada di depan sana, entah kejutan bahagia atau kesedihan nantinya, dan dengan membaca surat itu Mycle tahu, kehidupan tidak perlu ditakuti, melihat seseorang yang kita sayangi bahagia, itu adalah hadiah special dalam hidup kita.


Waktu masih terus berjalan, selama 2 tahun ini dua buah hatinya dan Amara pun tumbuh menjadi dua anak kembar yang sangat lucu dan menggemaskan.


Banyak orang yang membayang bayangkan betapa tampan nya dua anak kembar yang tak ber identik itu saat besar nanti.


Mova Culles, anak tampan yang sangat ceria, periang dan baik hati, tapi sayang memiliki sikap yang amat sangat dingin.


Mova selalu bersikap dewasa bila ia mengalami suatu masalah, Mova tidak banyak berlaku seperti anak kecil pada umumnya, yang mana selalu menangis dan merengek jika menginginkan sesuatu, tetapi ia selalu berusaha bagaimana caranya agar ia bisa mendapatkan sesuatu tersebut.


Mova identik memiliki kesamaan yang hampir sama seperti Mycle, memiliki iris mata bewarna biru laut, rambut berwarna pirang dan juga kecerdasan yang diatas rata rata tentunya.


Disisi lain, Ares Culles, kembaran dari Mova, ia adalah anak tampan yang memiliki sifat sangat polos sekali seperti ibunya, juga ia memiliki sifat periang yang selalu bersikap ramah kepada siapapun yang berbuat baik kepadanya.


Ares mempunyai sifat berbeda dengan Mova, jika sesuatu yang diinginkan Mova ia harus berusaha terlebih dahulu, berbeda dengan Ares, jika ada sesuatu yang sangat ia inginkan, ia harus mendapatkan itu saat itu juga bagaimanapun caranya, cukup keras kepala memang, tapi itulah Ares.


Tetapi kedekatan mereka terbalik, Mova yang lebih melekat kepada Amara dan Ares yang begitu lebih menempel kepada Mycle, entah bagaimana itu bisa terjadi, itu berjalan begitu saja.


Tetapi Amara dan Mycle sama sekali tidak keberatan dengan sikap kedua anak mereka, bagaimanapun Ares dan Mova adalah buah hati mereka, mereka tidak bisa membeda bedakan Ares dan Mova yang cukup memiliki sifat berbeda, mereka bersyukur karena Ares dan Mova masih mematuhi ucapan mereka dan hormat kepada yang lebih dewasa diatas mereka.


Area dan Mova kini tumbuh menjadi seorang remaja pada umumnya, di umur yang terbilang beranjak dewasa, Mycle dan Amara mulai sedikit merubah tata mengajar dan berbicara kepada dua anak kembar tak ber identik itu.


Kalau yang dulu Mycle selalu berbicara dengan lembut, manis dan juga selalu tenang pada Ares dan Mova kecil, kini cara berbicara itu sudah terganti dengan nada yang sedikit tegas, menentang dan berwibawa.


Mycle melakukan hal itu bukan semata mata ingin membuat kedua anaknya takut, ia hanya ingin anak laki lakinya tumbuh dengan keberanian yang perlahan akan tertanam di kedua tubuh anak kembarnya itu, Mycle juga memberi beberapa pengetahuan tentang sejarah werewolf kepada dua anaknya itu, karena memang diumur Ares dan Mova yang terbilang cukup, memng waktunya Mycle hars memberi tahu itu semua.


Hari berganti menjadi bulan, kemudian berganti kembali menjadi tahun, seperti itu terus, tetap berjalan, tetapi tidak dengan kehidupan Mova dan Ares, diumur ke 20 tahun, mereka berhenti bertambah umur, Amara cukup bahagia mengetahui hal itu, ia bahagia karena bisa hidup bahagia lebih lama lagi bersama suami dan kedua anak kesayangan mereka.



Mengetahui umur kedua anaknya yang masih akan sangat panjang membuat Amara antusias melihat setiap perubahan yang terjadi kepada Ares dan Mova, Amara tahu, setelah ini kedua anaknya itu akan tahu wolf mereka masing masing, juga mate mereka.


Masih banyak dan panjang kisah mereka ini, tetapi cukup sekian yang bisa Author ceritain ke kalian semua, karena ini lapak masih berjudul tentang Amara dan Mycle, bukan tentang kedua anak mereka Ares dan Mova.


Jadi mohon maaf bila kalian masih sangat tergantung, doa kan saja Author biar bisa cepet cepet ke next story tentang kehidupan Ares dan juga Mova, tapi itu buat yg minat pengen tahu aja kisah selanjutnya hehehehe.


🖤🖤🖤🖤


Best Moment.


Wangi harum yang tercium dari bunga bunga mawar itu menyeruak memenuhi indra penciuman kedua pasangan yang sedang asyik menikmati waktu yang kini terbilang cukup berjarak.


Mycle dan Amara sengaja menyisihkan waktu mereka berdua saat ini, karena memang akhir akhir ini mereka selalu diberi jarak waktu kebersamaan, karena waktu mereka kini lebih sering habis untuk mengurus sesuatu yang benar benar sangat penting.


Tetapi Amara cukup bersyukur, ia masih bisa melihat wajah tampan yang tertidur tenang disampingnya pagi pagi sekali saat ia membuka matanya, ia juga masih bersyukur bisa merasakan pelukan hangat itu disetiap tidurnya.


Tetapi hari ini ia lebih bersyukur karena memiliki waktu luang yang sangat banyak sekali dengan pria tampan disampingnya itu.


Amara tersenyum senang, entah mengapa kehidupan nya kini menjadi seperti di surga, ia tidak berhenti hentinya mengucap syukur kepada Dewi Bulan yang sudah memberikan mutiara mutiara berharga dan juga indah disekeliling nya.


Mutiara mutiara itu adalah keluarganya.


"Mengapa sejak tadi kau menatapku seperti itu huh?? Apa arti tatapanmu itu?? ". Suara berat itu membuat Amara tersadar dari lamunannya.


Ia masih menampilkan senyum manisnya kepada sang suami, menatap lekat lekat iris mata biru laut yang indah itu dengan lembut.


Tetapi yang ditatap hanya memasang ekspresi bingung, dan detik berikutnya Mycle meniup kedua mata abu Amara membuat mata abu abu itu berkedip berulang kali.


Amara memasang muka sinis menatap pria bermata biru laut itu didepanya.


"Apa kau tidak suka bila kutatap seperti itu?? Apa kau tidak senang mendapat tatapan manis seperti itu dariku??! ". Ucap Amara meninggikan suaranya.


Mycle yang mendengar itu terkekeh geli, wanitanya ini sungguh lucu, entah mengapa ia selalu merasa begitu gemas dan jatuh cinta setiap kali melihat wajah polos istrinya itu walau mereka terbilang cukup lama sekali bersama sama.


" Hahaha, jadi tatapan tadi itu adalah tatapan manismu padaku begitu?? ". Tanya Mycle membuat Amara mengajar sebelah alisnya.


"Tapi sayangnya kau tidak menyukai tatapan manisku itu, jadi aku tidak akan memberinya lagi padamu". Ucap Amara membuang mukanya menatap ratusan mawar putih yang indah itu disampingnya.


" Hei sayang, lihat aku". Ucap Mycle menarik dagu Amara dan menghadapkan wajah cantik itu kearahnya.


"Kau ini tidak bisa ya diberi sedikit lelucon seperti tadi, apa kau anggap aku ini serius hmm?? ".


Amara memutar bola matanya malas, Mycle selalu seperti ini, menggunakan lelucon tidak menarik miliknya itu untuk membuatnya merasa kesal, seharusnya pria itu senang dan bahagia diberi tetapan intens yang menurutnya sangat manis itu, tetapi ia malah bersikap seolah tatapan yang diberinya itu konyol, sangat menyebalkan.


"Lelucon mu itu sungguh sangat menyebalkan, dan akan selalu seperti itu". Ucap Amara, kemudian ia kembali menoleh kepada Mycle yang masih menatapnya dengan senyuman.


"Dan kau ini, kau memang sangat berubah ya, kau menjadi lebih suka mengerjai ku dan meledek ku seperti tadi, mana Mycle yang kukenal sangat manis dan juga lembut, kau selalu saja seperti ini, bersikap seolah kau--".


Cuupp.


Ucapan Amara terhenti karena tiba tiba saja sesuatu yang kenyal itu menyentuh bibirnya.


Mycle tersenyum melihat wajah terkejut istrinya, sangat lucu sekali, ia suka yang seperti ini.


"Bagaimana?? Manis bukan?? ". Tanya Mycle tersenyum, Amara tersadarkan, ia memundurkan sedikit duduknya dari Mycle, memasang wajah kesal andalannya.


Mycle tidak mau kalah, ia kembali mendekat kearah Amara sehingga membuat gadis itu kebingungan akan mundur kemana lagi sedangkan belakangnya sudah penuh dengan mawar mawarmawar berduri.


Mycle menempati wajahnya tepat di depan wajah Amara sehingga ia dapat menatap intens mata abu cantik itu, sedangkan Amara masih sedikit bingung untuk melakukan apa, Mycle selalu bersikap seenaknya, walaupun mereka sudah bersama sama cukup lama, tapi tetap saja, Amara akan merasa mati beku bila Mycle melakukan hal seperti ini.


Amara mengedipkan matanya berkali kali guna mengontrol wajahnya yang pasti terlihat konyol jika sedang seperti ini, ia sangat panas dingin saat merasakan deru nafas Mycle yang menerpa wajahnya.


Mycle semakin mendekatkan wajahnya ke arah Amara, semakin dekat sehingga hidung mancung mereka bersentuhan, dan bibir kenyal mereka pun itu bersentuhan lembut.


Amara memejamkan matanya, menikmati kehangatan ini, ia sangat senang, entah mengapa Mycle bisa tahu bahwa Amara sangat merindukan hal hal seperti ini.


Mycle menjauhkan bibirnya itu dari bibir ranum didepanya, walaupun dalam hatinya ia sangat ingin menghabisi bibir imut itu.


Mycle tersenyum melihat Amara yang merona.


"Aku ingin tunjukan sesuatu padamu". Ucap Mycle membuat Amara menaikan kedua alisnya bingung.


Mycle mengangkat tangan kanan milik Amara,membawa pergelangan tangan gadis itu mendekat kemulutnya.


Amara semakin merasakan panas yang menjelajar keseluruh tubuhnya saat merasakan hisapan dan gigitan kuat di pergelangan tangannnya itu, ia meringis kecil saat merasakan sesuatu yang perih.


Mycle tersenyum puas, ia menghapus sisa darah dibibirnya karena baru saja mengigit tangan milik gadisnya itu.


"Darahmu selalu terasa sangat manis, persis seperti pertama kali aku menandaimu". Ucap Mycle tersenyum.


Amara membalas senyuman itu.


"Lihatlah". Ucap Mycle mengarahkan pandangan matanya ke pergelangan tangan Amara yang baru saja dihisap dan digigitnya itu, Amara pun menoleh kearah tanganya dan betapa terkejutnya ia melihat sesuatu yang terukir di pergelangan tangannya itu.



"Bagaimana bisa?? ". Tanya Amara menoleh kepada Mycle yang hanya menatapnya sambil terus tersenyum.


" Apapun bisa kulakukan sayang". Ucap Mycle membuat Amara semakin terheran, tetapi tidak bisa dipungkiri ia merasa senang, tatto wolf ditanyanya ini sungguh indah, ia sangat menyukainya.


"Apa kau bisa memberikannya lagi disini?? ". Tanya Amara tiba tiba sambil menunjuk pundak kanan bagian belakangnya.


Mycle yang mendengar pertanyaan itu seketika tertawa, gadisnya itu benar benar sungguh menggemaskan.


" Bagaimana kalau aku berikan disini??". Ucap Mycle sambil mengarahkan tatapan mata vulgar nya itu pada dada Amara. Amara yang menyadari itu segera memberikan tatapan ganasnya.


"Kau ini mesum sekali!!!". Ucap Amara meninggikan suaranya membuat Mycle semakin tertawa keras.


" Tidak salah bila aku mesum kepadamu sayang, karena kau ini miliku". Ucap Mycle membuat Amara merasakan pipinya kembali memanas.


Mycle tersenyum senang melihat Amara yang nampak menyukai tatto wolf yang didiberikanya itu.


"Itu bukan hanya sekedar hadiah yang kuberikan kepadamu, tetapi aku ingin kau ingat satu hal, dengan tatto yang ada ditanganmu itu, kau harus ingat bahwa aku, Mycle Culles, adalah Alpha's King mu". Ucap Mycle tersenyum.


Amara pun ikut tersenyum, ia mendekatkan wajahnya kearah Mycle, mengecup lembut kuping kiri milik Mycle lembut.


"I will always remember My Alpha's King". Bisiknya pelan, Amara tersenyum senang.


🖤🌑🖤🌑


**The END.


Haii semuaa.... Kembali lagi sama akuu Author Mu Alpha's King yang kalian rindu rindukan hehehe (ngarep bgt cian)


Btw maaf banget ya semuaa, aku lama banget ga nongol nongol lagi ya ampunnnnnn, padahal kalian tuh nungguin banget kelanjutannya:(


Abis mau gimana lagi, sumpah ya akutuh gak ada waktu terus buat ngetik atau ngerevisi ceritanya, beneran deh, kayaknya nyari waktu luang tuh susah bangett ges sumpahh


Apa lagi nih ya, tugas tugas akhir sekolah aku tuh banyak banget, apa lagi aku bakal UAS, akh sumpah pokonya kalo ngomongin soal tugas yaaa, ga keitung deh selama liburan ini hufft


LAH?? KOK JADI CURHAT???


Ya pokonya langsung ke intinya aja, jadi cerita ini habis sudah sampai disini! Maksud aku cerita kisah Mycle dan si Amara ini yaa semua wkwkwk kalo buat si kembar, duh aku gak tau deh yaa dilanjutin apa tidak


Sesuai permintaan pembaca sajah☺


Tapi kalo emang ada squel nya, ya mungkin soon kali ya aku kabarin ke kalian, karena aku ngejar waktu sibuk dulu, nanti mungkin selesai lebaran aku bakal kasih info lebih lanjut deh yaa


Btw buat kalian yang jalanin puasa


SEMANGAT YA PUASANYA!! 😚


Jangan sampe ada bolong bolong kek aku ehehehehe


Terus juga aku mau kalian spam komen pokonya disini gimana buat part ini, masih kurang, atau nge bingungin atau apa ya terserah kalian dehhh


JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN!!


aku author MAK pamit UNDUR DIRI..


BABAY😚😚😚❤


See U🖤🖤🖤**