
Jangann lupaa Vote sebelum membaca gengs😉
🎶My Love-Sia🎶
(Dengerin ya gengs lagunya sambil baca, dijamin seru)
"Tenanglah kakaku sayang, biarkan wanita itu datang kembali ke istana ini, aku akan membuatnya menyesal karna sudah berani kembali kedalam kehidupan Mycle, cintaku, aku akan membuatnya Menyesal!!! Hahahahaha". Ucap Wanita itu dengan seringai
******
Mycle Pov.
"Mmm.. Mycle?? ".
Merasa ada yang memanggilku, dengan cepat aku menoleh kearah pintu, dan berapa terkejutnya aku melihat siapa orang yang baru saja memanggil namaku itu, oh Dewi Bulan, apakah ini mimpi??
Amm.. Amara ada dua??!!
Sungguh aku sangat bingung sekarang, Amara yang masih berdiri di pintu itu langsung saja meneteskan air matanya sangat deras, dan diapun sama terkejutnya denganku saat melihat wanita yang berada dibawah ku.
" Aaaa.. Aakuu adaa duaa..??!". Ucapnya parau.
Aku masih tidak percaya ini, aku menoleh kearah Amara yang berada dibawah ku, tetapi wajahnya terlihat sangat biasa, ia tidak menunjukan ekspresi apapun diwajahnya, dengan cepat aku berdiri, menoleh ke kanan dan kekiri, sungguh kepalaku rasanya ingin pecah, mana Amaraku sesungguhnya??!!
Author Pov.
Mycle terlihat sangat frustasi sekali saat menyaksikan kalau gadis nya itu ada dua, antara percaya dan tidak, ini seperti mimpi menurutnya, ia memegang keningnya yang terasa berputar.
"Mycle?? ". Suara lembut itu memanggilnya, Mycle menolehkan kepalanya kearah Amara yang masih setia berdiri diambang pintu, dengan air mata yang juga masih setia mengalir dari mata cantik gadis itu.
"Mycle?". Namanya dipanggil untuk yang kedua kalinya oleh Amara yang berbeda yang kini duduk manis diatas kasur mereka, mana Amara yang ia kenal??!!! Oh Dewi Bulan, rasanya Mycle ingin mati saja saat ini.
"Mycle aku Amara!! Aku matemu!!! ". Ucap Amara yang berdiri diambang pintu dan kini mulai berjalan mendekat kearah Mycle dengan air mata yang semakin deras keluar dari mata abunya. Mycle hanya terdiam beku ditempat, tubuhnya seketika menghangat saat Amara yang menggunakan dress biru dongker itu mendekat, mata abunya terlihat sangat tulus saat menatapnya.
Amara berhanti tepat didepan wajah tampan suaminya itu, Amara sangat terkejut, melihat Mycle yang kini berubah drastis, rambut yang sudah panjang dan acak acakan, rahangnya yang dipenuhi oleh bulu bulu halus, matanya yang hitam pekat, Amara sungguh prihatin dengan keadaan Mycle saat ini, ia kembali meneteskan air matanya saat kembali ke kenyataan kalau selama ini yang bersama suaminya adalah wanita lain dengan wujud yang merupai dirinya.
Mycle menatap lekat iris mata abu milik gadis didepan ya ini, ia berhasil menemukan kenyamanan disana, mata itu seakan menghipnotis nya dalam waktu sekejap.
"Shitt!! Ini tidak boleh dibiarkan!! Rencanaku belum selesai sampai disini, aku harus bertindak". Batin gadis itu.
Tiba tiba saja lengan Mycle ditarik kebelakang oleh gadis yang berupa Amara itu, gadis itu menampilkan senyum sinis diwajahnya, Mycle yang melihat itu menaikan sebelah alisnya.
Tiba tiba saja gadis itu menunduk dan mengeluarkan cahaya merah diseluruh tubuhnya, perlahan cahaya merah itu menghilang dan Mycle cukup terkejut saat melihat perubahan rambut gadis itu yang sekarang berwarna hitam lekat, beda dengan Amara yang berwarna coklat muda.
Perlahan gadis itu mengangkat kepalanya dan wajahnya berhasil terlihat, membuat Mycle membulatkan matanya tidak percaya.
"Ff.. Fana?? ". Ucapnya tergagap.
Gadis itu hanya tersenyum, mendekat kearah Mycle, menatap tajam iris mata hitam pekat milik Mycle beberapa detik, ia kembali menyeringai jahat dan perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Mycle hingga hidung mereka bersentuhan, kemudian bibir merekapun menempel dengan sangat mulus.
Deg!
Seketika tubuhnya melemas, ia merasakan sakit yang teramat dalam dilubuk hatinya, seperti berbagai benda tumpul baru saja menancap didadanya, pandangannya mengabur akibat air matanya yang sudah terkumpul menutupi iris mata abu nya.
Tiba tiba saja tubuhnya dibalik dengan seseorang, Clora. Itu Clora.
Amara berhasil meneteskan air matanya dihadapan Clora, hatinya sangat hancur sekarang, perjuanganya untuk kembali kepelukan Mycle ternyata sia sia. Clora seakan merasakan apa yang gadis cantik didepannya ini rasakan. Clora dengan cepat memeluk Amara dengan sangat erat, tubuh Amara bergetar hebat dengan isakan nya yang mengencang.
Beberapa menit setelah itu Bov masuk kedalam kamar Mycle dan Amara sedikit tergesa gesa, Bov datang bersama dengan Darwin dan Diana juga Darco Bertanya. Bov cukup terkejut dengan pemandangan didepannya ini, percaya atau tidak percaya, ini semua nyata, bukan mimpi. Bukan hanya Bov, Diana, Darvin juga Darco tidak kalah terkejutnya dengan Bov.
Bov melihat istrinya itu sedang memeluk Amara menantunya yang sedang menangis. Merasa lelah karna terus menerus menangis, apalagi dengan tubuh yang sudah sangat melemas, Amara tidak bisa bertahan lebih lama lagi untuk menopang tubuhnya, tiba tiba saja tubuhnya ambruk begitu saja, bersamaan dengan kegelapan yang mendatangi nya.
*******
Kabut tebal berwarna putih ini mengelilinginya, membuatnya tidak bisa melihat apapun disekitarnya, sedang dimana ia sekarang saja tidak tahu, tubuhnya memutar melihat ke Seliling yang hanya kosong tidak ada apapun karna saking tebalnya kabut putih ini.
Amara berjalan pelan kedepanya, mencoba mencari jalan untuk keluar dari kabut ini. Saat sedang berjalan tiba tiba saja kakinya tersandung benda kaca yang sangat keras seperti batu. Kaca itu terlihat sangat indah, ukiran disekeliling kaca itu sangat cantik membuat Amara tertarik untuk mengambilnya.
Saat kacanya kini sudah berada ditangannya ia menghadapkan kaca itu ke wajahnya, ia mengerutkan alisnya bingung saat melihat kalung yang melingkar indah dileher jenjang nya, kalung ini?? Kalung yang pernah datang di mimpinya.
Kalung putih ber liontin bulan itu tiba tiba saja berkilauan seperti berlian, bersamaan dengan itu kaca yang ia pegang pun berkilauan, mereka seakan seperti benda yang berpasangan, Amara merasa sangat bingung sekarang, apa yang terjadi dengan kalung dan kaca ini?? Dan mengapa tiba tiba ada kalung ini yang melingkar di lehernya??
"Kau sangat cantik sayang". Ucap seseorang dibelakangnya, Amara berbalik tetapi tidak ada siapapun disana, masih sama, kabut putih itu menghalangi penglihatannya.
" Siapa disana??!". Teriak Amara merasa geram sendiri dengan kabut yang menutupi sekitarnya. Ia baru sadar, ternyata kaca dan kalung nya itu sudah tidak berkilauan seperti tadi, bertepatan dengan itu cahaya berwarna biru langit itu berkilauan didepan sana, semakin lama semakin mendekat kearahnya, antara takut dan tidak, tetapi Amara tidak menggerakan tubuhnya sama sekali, dia hanya menyilangkan tanganya depan wajah karna kesilauan cahaya biru itu sangat menusuk ke matanya.
Amara merasa seperti hawa dingin memasuki tubuhnya, ia semakin bingung sekarang dirinya itu sedang ada dimana, Amara menyipitkan matanya saat melihat kabut tebal itu mulai memudar dan memperlihatkan pemandangan pantai dimalam hari yang sangat indah.
"Pantai ini lagi?? ". Batinya semakin bingung.
Ia mulai merasa seperti dejavu saat ini.
" Kau tidak perlu bingung sayang, Amara, dengarkan aku baik baik". Ucap seseorang wanita, suaranya sangat lembut sekali, tetapi Amara tidak bisa melihat wujud wanita itu, yang ia lihat hanya ombak yang beriringan menabrak pasir pinggiran pantai termasuk kakinya.
"Siapa kamu?? ".
Wanita itu tertawa, bukan tertawa jahat, melainkan tertawa yang benar benar sangat amat lembut, bahkan Amara pun bisa membayangkan wujud cantik wanita itu hanya dengan mendengar suaranya.
" Simpanlah kalung itu baik baik Amara, pergunakan dengan baik, kalung itu yang akan menjagamu, perbaiki ingatanya, hancurkan sihirnya, padamkan api nya, dinginkan jiwanya, hanya dengan kalung itu kau mampu melakukanya, kembalilah sayang, jangan menyerah begitu saja, di keberhasilan mu nanti, ada seorang bidadari cantik yang menunggumu". Ucap wanita itu lagi, Amara mendengarkan dengan baik.
Perbaiki ingatanya? Hancurkan sihirnya? Padamkan api nya?? Dinginkan jiwanya? Apa yang dimaksud oleh wanita itu?? Amara masih sangat bingung dengan ucapaan yang ia dengar sangat lembut, dan kalung ini?? Amara memegang liontin berbentuk bulan itu, ia tidak boleh melepaskan kalungnya, kalung ini. Kalung ini sangat penting baginya.
*******
Flashback On.
Beberapa menit setelah itu Bov masuk kedalam kamar Mycle dan Amara sedikit tergesa gesa, Bov datang bersama dengan Darwin dan Diana juga Darco Bertanya. Bov cukup terkejut dengan pemandangan didepannya ini, percaya atau tidak percaya, ini semua nyata, bukan mimpi. Bukan hanya Bov, Diana, Darvin juga Darco tidak kalah terkejutnya dengan Bov.
Bov melihat istrinya itu sedang memeluk Amara menantunya yang sedang menangis. Merasa lelah karna terus menerus menangis, apalagi dengan tubuh yang sudah sangat melemas, Amara tidak bisa bertahan lebih lama lagi untuk menopang tubuhnya, tiba tiba saja tubuhnya ambruk begitu saja, bersamaan dengan kegelapan yang mendatangi nya.
Clora yang tidak siap menjaga keseimbangan itu hampir saja ikut terjatuh menahan tubuh Amara yang melemas, mata gadis itu sudah terpejam, bersamaan dengan itu ciuman pada Mycle dan Juga Fana terlepas, Bov yang melihat istrinya itu hampir saja terjatuh dengan cepat berlari dan menopang tubuh istri dan juga menantunya.
Bov melihat wajah Clora yang juga sudah dipenuhi oleh air mata, ia tahu istrinya itu saat ini sedang hancur melihat sikap anaknya yang benar benar berubah 180 derajat dari Mycle yang biasa ia kenal.
Diana mendekat kearah Mycle, tanpa aba aba wanita cantik yang sudah masuk kepala 3 itu menampar pipi kanan Mycle dengan sangat kencang, menimbulkan suara yang juga kencang, membuat Clora lemas melihat kedua Anaknya kini terlihat seperti orang lain, yang ia tahu Mycle sangat menyayangi Diana begitupun juga Diana yang menyayangi Mycle, kaka beradik itu selalu terlihat seperti Anak dan Ibu, dan kini?? Oh Dewi Bulan, Clora bahkan tidak pernah membayangkan ini sampai terjadi.
Mycle menoleh kearah Wanita didepannya itu, seperti tidak mempan baginya tamparan barusan, ia hanya menatap datar Diana yang wajahnya sudah merah padam menahan emosi.
"Apa yang terjadi dengan kau Mycle???!!!! ". Teriak Diana bahkan urat urat pada lehernya sangat terlihat jelas, Bov dan Clora tahu anaknya itu sedang sangat emosi.
Mycle yang melihat kearah Diana tiba tiba saja merenggangkan urat urat pada wajahnya yang tadinya terlihat, ia seperti merasa bersalah, tapi lagi lagi ego nya lebih mendominasi.
Mycle menatap seluruhnya, dari Diana, Clora, Bov yang masih menopang tubuh Amara, hingga Darvin dan juga Darco. Setelah itu Mycle mengucapkan sesuatu yang membuat Diana dan Bov semakin berapi api.
"Kalian bisa keluar dari kamarku dan Fana?? ". Ucapnya dengan santai, Diana membulatkan matanya, ia mengepalkan tanganya sampai sapai tidak terasa kukunya berhasil melukai kulit telapak tanganya.
Diana memandang tajam Fana yang berada di samping Mycle.
" APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN KEPADA ADIKU??!! ". Teriak Diana lagi kali ini lebih dari sebelumnya, Mycle yang melihat itu lantaran berdiri di depan Fana seolah melindungi barang berharganya, iris mata merahnya memandang Diana tajam.
Diana tau itu bukan mata adiknya, begituan Clora dan juga Bov.
" Lihat Amara Mycle!!! Dia sedang membutuhkan mu!! Kau tidak ingat siapa yang sudah bersama mu selama ini?? Itu-".
"Fana! ". Ucap Mycle memotong perkataan Diana.
" Fana yang sejak dulu selalu berada disampingku, Fana kecilku, Dewi Bulan salah telah memilih gadis itu menjadi mateku, dari awal aku sudah sangat berharap bahwa Fana lah yang menjadi mateku!! ". Ucap Mycle penuh penekanan.
Diana membulatkan matanya tidak percaya, bagus saja Amara saat ini sedang terlelap dialam bawah sadarnya, ia tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan Amara saat mendengar perkataan Mycle barusan.
Diana menatap mata Mycle tajam seperti menantang.
Tangan Mycle melayang siap menyentuh pipi mulus Diana, tapi suara berat membuatnya menghentikan aksi tanganya.
" Jangan berani beraninya kaumenyentuh kulit anakku!! ". Ucap Bov datar namun penuh dengan penekanan, wajahnya pun sudah sangat merah dan mengeluarkan beberapa urat, dengan tanganya yang masih setia menggendong Amara ala Bridal Stly.
" Malam itu, harusnya kubunuh saja dirimu! ". Ucap Bov kemudian berlalu meninggalkan kamar anaknya itu yang sekarang mungkin sudah tidak ia anggap sebagai Anak.
Satu tetes air berhasil lolos dari mata Biru laut milik Diana, ia sangat tidak bisa menerima ini semua, keluarganya sudah kacau berkeping keping sekarang. Ia menatap Mycle tajam beberapa saat, kemudian berbalik menatap lembut Clora.
" Ayoo ibu". Ucap Diana menuntun Clora keluar dari kamar Mycle dengan gadis iblis itu. Clora sempat menolehkan kembali wajahnya kearah Mycle. Tidak, anaknya itu tidak salah, itu bukan Mycle, Clora tahu itu.
Tinggalah Darvin dan juga Darco yang masih setia berdiri diambang pintu. Mycle menatap Darvin tajam.
"Darvin!! ".
" Iya Alpha?? ". Jawab Darvin, walaupun sikap Alpha nya itu tidak bisa ia bilang benar, keterkejutan nya sama seperti yang Diana, Bov dan Clora rasakan, tetapi tugasnya disini adalah berdiri di Mycle Alpha nya, terlebih lagi ia adalah Beta nya, Darvin sudah bertahun tahun lamanya bersama Mycle, ia bisa pastikan ini hanya sesaat, Luna nya hanya Amara, ia yakin tidak ada yang beres, ia akan membantu Alpha dan Luna nya itu, ia akan mencari tahu dibalik ini semua.
" Beritahu Warrior untuk berjaga di depan kamarku!! Jangan biarkan salah satu dari mereka masuk, aku sedang tidak mau diganggu!! Kau mengerti??!! ". Ucap Mycle keras, yang dijawab anggukan pelanggan oleh Darvin.
" Mengerti Alpha". Setelah itu Darvin keluar dari ruangan, ia segera memerintahkan beberapa warrior nya untuk berjagas ssuai permintaan Mycle barusan.
Gadis itu kembali menaikan sebelah sudut bibirnya.
"Aku berhasil Ayah!! Hahahahahaha, rencana kita berjalan dengan sangat mulus, aku akan adakan pesta malam ini!! Hahahaha". Batinya bersorak bahagia.
Flashback Off.
********
Yahh gimana gengs?? Mycle nya kok jadi berubah gini ya?? 😭terus apa yang harus dilakukan Clora, Bov dan Diana untuk membuat Mycle kembali seperti dulu??
Lalu bagaimana dengan nasib Amara?? Huhuhuhu 😭
Bantu nebak kelanjutan nya yaa gaissss.....
Oiyaa, jangan lupa Votmment nya ya para readers ku tersayang💕💕
Jangan bosen sama cerita akuu!!! Setiap partnya bakal selalu menarik sensasi kalian hehehehe😄
Sabar nunggu next partnya yaa👌
Comment sebanyak banyaknya biar aku bisa next up, oke??
See u All❤❤
Bonus Pic.

Ini pic Mycle waktu pertama kali bawa mobil untuk mengantar Amara pulang, gimana?? Ada yang kangen Mycle dulu?? ☹️ hehehehe:v.