
[Mulmed⬆: Amara]
🎶Song: Life-Hillsong Worship. 🎶
(Buat kalian yang mau bacanya tambah seru denger lagu itu yaa hehehe:d saran doang dari Author kok wkwkwk)
Author Pov.
"Dimana Mycle?? ".
Crystal mengerutkan keningnya semakin dalam, ia tambah bingung dengan sikap Amara yang baru saja sadar dari pingsanya, mengapa gadis itu menanyakan seseorang bernama Mycle?? Siapa Mycle??.
"Kau bicara apa Amara?? Siapa Mycle?? ". Tanya Crystal penasaran.
"Mycle adalah suamiku, dimana dia?? ". Tanya Amara lagi. Nampaknya ia sangat khawatir dengan seseorang bernama Mycle itu.
"Dan kau?? Siapa kau?? ". Tanya Amara memicingkan matanya menatap Crystal dengan serius.
" Kau tidak ingat aku?? ". Tanya Crystal yang dijawab gelengan pelan dari Amara.
Crystal menghela nafasnya panjang, mungkin saja Amara sudah kembali mengingat kehidupan lamanya yang Crystal tidak tahu seperti apa, tapi yang ia bingung sekarang, bagaimana membantu Amara menemukan keluarga lamanya?? Sedangkan ia saja tidak tahu tempat Amara berasal.
" Aku Crystal, aku yang sudah menolongmu dan merawatmu saat adik adik ku menemukanmu didalam jurang". Ucap Crystal membuat Amara berfikir sejenak, mengingat ingat kejadian sebelum ia tidak sadarkan diri.
Yass!! Amara berhasil mengingatnya, sebelum ia memejamkan matanya, terakhir yang ia lihat adalah 'dia'. Malik.
"Apa kau bisa antarkan aku kembali ke istana?? ". Tanya Amara membuat Crystal menyengrit bingung.
" Istana?? ".
*******
" Alpha kumohon cukup!! Lihatlah Luna Clora, beliau sudah tidak sadarkan diri, berhentilah bertarung dan bantu kami!! ". Ucap salah satu kepala Omega yang sudah paru baya itu, beliau memang sudah berada di Black Moon Pack dari bertahun tahun lamanya saat Clora dan Bov resmi menjadi seorang Alpha dan Luna, dia adalah Andin, wanita paru baya yang sudah Clora anggap sebagai ibunya sendiri.
Bov tidak mendengarkan perkataan Andin, melihat Clora istrinya tidak sadarkan diri, Bov semakin menjadi jadi, ia semakin tergila gila untuk menghabisi Mycle, sedangkan para Warrior dan Darvin juga Darco yaitu Beta dari Bov sudah sedari tadi mencoba memisahkan Bov dan juga Mycle tapi mereka tidak berhasil, kekuatan serigala coklat milik Bov seakan bertambah, melihat serigala hitam milik Mycle sudah berbaring lemah membuat mereka tambah khawatir, bagaimana kalau Bov tanpa sengaja membunuh Mycle yang jabatanya sekarang adalah Alpha dari Black Moon Pack.
Sedangkan Amara sedari tadi hanya bisa menangis tanpa henti, ia tidak bisa berbuat apa apa, tapi melihat lelakinya sudah tergeletak lemah, ia tidak bisa diam lagi, Amara berlari kearah serigala Bov yang siap ingin kembali mencakar serigala hitam milik Mycle, tapi tiba tiba saja tubuhnya terlempar hingga menabrak pohon besar, bunyi patahan tulang terdengar saat itu juga.
"Arghh!! ". Erangan keluar dari mulut Amara, ia merasa tulang tulang pada tubuhnya seakan terlepas, darah segar berhasil keluar dari pucuk kepalanya, sampai akhirnya pandangannya memudar dan, gelap.
Bov tidak sengaja mendorong Amara kuat saat ada orang yang memegangnya, ia tidak sadar jika itu adalah Amara, menantunya, Mycle yang melihat itupun memelototkan matanya, ditambah melihat darah segar yang keluar dari kepala gadis itu membuatnya semakin sakit, ia tidak bisa berbuat apa apa sekarang. Ditambah gadisnya itu sekarang sudah memejamkan matanya tak berdaya.
Mycle berganti shift kembali menjadi manusia, dengan tubuh yang sudah babak belur dan berdarah darah Mycle mencoba berjalan kearah gadisnya yang sudah memejamkan matanya, para Maid dan Omega perempuan pun dengan cepat menghampiri Luna mereka itu, dress putih yang dikenakan Amara sudah kotor dengan darah gadis itu.
Mycle mengambil alih kepala Amara dan diletakanya kepala gadisnya itu dipangkuanya, tidak terasa air bening berhasil lolos dari ekor matanya, Mycle menangis.
Bov yang melihat itu hanya bisa terdiam, nafasnya masih ter sengal sengal, Bov pun berganti shift kembali menjadi manusia sama dengan Mycle, ia pun menghampiri Clora yang pingsan.
Para Warrior, Maid dan Omega nampak cemas, mereka tidak menyangka hal ini bisa terjadi, kedua Alpha besar Black Moon Pack baru saja berkelahi didepan mata mereka, dan sekarang? Kedua Luna mereka tidak sadarkan diri, mereka berharap kepada Dewi Bulan untuk melindungi kedua Luna mereka, dan memperbaiki hubungan buruk antara Bov dan juga Mycle.
******
Gadis itu mengerjap ejapkan matanya yang sangat berat berkali kali, mencoba untuk menerima pantulan cahaya dari lampu yang ada didepanya, tanganya tanpa sengaja memegang keningnya yang masih terasa sakit, bau obat obatan menyeruak ke indra penciumanya.
Saat matanya berhasil terbuka sempurna, yang dilihatnya pertama kali adalah ruangan serba putih itu, dari aroma nya ia bisa menebak kalau ini dirumah sakit, tapi bukan rumah sakit seperti pada umumnya, rumah sakit ini terlihat berbeda, dari desainnya rumah sakit ini lebih terlihat seperti kamar hotel.
Amara berusaha menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri, tapi saat menoleh kekiri nya, gadis itu melihat seorang lelaki yang sedang tertidur dengan menggenggam tanganya yang bebas infus, pria itu terlihat mulai membuka matanya saat merasakan tangan yang di genggamnya bergerak.
Pria itu dengan cepat terduduk tegak, melihat gadis yang ada didepanya ini membuka mata membuatnya tersenyum lebar, wajah pria itu terlihat sangat pucat sekali, bibirnya sangat putih, rambutnya acak acakan, ada beberapa luka lembam diwajahnya, kemeja yang pria itu pakai pun terlihat kusut, keadaanya sangat buruk.
Amara terkejut saat melihat air mata lolos dari ekor mata Mycle, pria itu menangis sambil tersenyum manis, keadaanya yang kacau membuatnya merasa bersalah, tangannya yang terinfus mencoba menggapai rambut pria dihadapanya itu, dielus nya rambut halus Mycle yang terlihat sangat berantakan.
Pria itu menciumi tanganya berkali kali dengan mengucap kata 'maaf' sebanyak banyaknya.
Amara tersenyum dan menarik dagu Mycle kearah wajahnya, diciumnya sekilas bibir pucat Mycle dengan lembut.
"Maaf kan aku sayang". Ucap Mycle parau, ia masih meneteskan air matanya membuat tangan Amara basah.
"Sshhhttttt Mycle, kau tidak bersalah, akulah yang bersalah, karena aku kau harus bertengkar den-". Ucapan Amara terhenti saat jari telunjuk Mycle menempel didepan bibirnya.
Ditatap nya wajah cantik Amara, kemudian ia kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Amara, diciumnya bibir mungil itu, beberapa detik selanjutnya Amara membalas ciuman Mycle dengan lembut, membuka mulutnya membiarkan Mycle masuk lebih dalam ke mulutnya, bermain didalam sana.
Tapi tiba tiba saja gadis itu membuka matanya lebar saat sesuatu bisikan seseorang membuatnya terkejut bukan main.
"Jangan bermesra mesraan dulu untuk saat ini sayang!!! Lanjutnya rencana selanjutnya, gadis itu sudah ingat semuanya, ia sedang berusaha kembali ke istana dan merebut semua yang sudah ada ditangan mu, jangan biarkan ini terjadi!!! ".
********
"Jadi kau tinggal di istana?? ". Tanya wanita baya itu yang dijawab anggukan oleh gadis cantik didepanya ini.
" Apa kau keturunan putri raja?? ". Tanya Crystal penasaran.
Amara menggeleng cepat.
" Tidak Crystal, aku adalah istri dari seorang Alpha, aku adalah Luna". Ucap Amara membuat Crystal mengerutkan keningnya bingung.
"Apa itu Alpha?? Kau bilang namamu Amara, mengapa sekarang menjadi Luna?? ". Tanya Crystal membuat Amara terkekeh.
"Hmmm, cukup panjang untuku jelaskan Crystal, nanti pada saat aku sudah pulih dan kembali ke istana, kau akan aku ajak, hmmm dan mungkin akan tinggal disana". Ucap Amara lembut sambil menampilkan senyum manisnya.
" Tapi Amara, apa keluargamu akan mengizinkan aku tinggal diistanamu?? ". Tanya Crystal ragu membuat Amara kembali terkekeh. Membuat Bella wanita baya itu ikut terkekeh.
"Tentu saja boleh, suamiku orang baik, aku yakin dia akan mengizinkan mu untuk tinggal bersama kami, lagi pula aku juga tidak akan bosan selama di istana karna ada kamu, aku Mycle akan senang". Ucap Amara tersenyum, tapi tiba tiba saja senyumnya memudar dan berganti dengan raut wajah sedih.
Tiba tiba saja gadis itu meneteskan air matanya.
" Aku rindu suamiku ibu, aku yakin sekarang dia sedang mencariku, aku yakin dia sangat khawatir kepadaku". Jawab Amara sambil menunduk, ia memang sudah memanggil Bella Ibu sejak berkenalan dengan wanita baya yang cantik itu.
Mendengar keluhan Amara Bella dengan senang hati mendekap gadis cantik itu dalam pelukan hangatnya, memberi kekuatan kepada Amara, pelukan Bella membuat Amara sedikit tenang, ada desiran aneh didalam tubuhnya saat Bella memeluknya seerat ini.
Crystal yang melihatnya hanya ikut tersenyum, ibunya itu memang seperti malaikat yang berupa wanita baya cantik seperti ibunya.
"Hmmm Amara, maaf, kalau Mycle mu itu khawatir dan mencarimu, bukankah harusnya ia sudah menemukan mu?? Dari yang sudah kutanya kepada orang orang desa, letak istanamu tidak jauh dari desa kami, kita hanya beda kawasan dan hanya dibatasi dengan jurang yang tinggi, sedangkan suami mu itu kan adalah raja yang mempunyai banyak prajurit untuk mencari ratu mereka yang hilang, tapi mengapa ia belum menemukanmu hingga sekarang?? ". Ucap Crystal membuat Amara melepaskan pelukan ya dari Bella dan menatap Crystal bingung.
" Memangnya kau menemukanku kapan?? ". Tanya Amara penasaran.
" Oh ya Tuhan aku sampai lupa kalau kau lupa ingatan, jadi aku menemukanmu sekitar 1 bulan yang lalu, kau sudah tinggal bersamaku di gubuk ini dengan waktu 1 bulan lebih, tapi sebelum kau pingsan dan jadi lupa ingatan seperti ini, itu terjadi saat aku sedang menyusulmu keatas bukit, setelah dari bukit karna malam sudah semakin larut kita memutuskan untuk pulang". Ucap Crystal bercerita, membuat Amara mendengarkan dengan baik setiap kata yang keluar dari mulut gadis manis itu.
"Dan saat perjalan menuju desa, kita bertemu dengan segerombolan serigala yang sangat banyakk..... Sekali". Lanjutnya sambil melebarkan kedua tanganya seolah memberi contoh banyaknya serigala yang ia dan Amara lihat malam itu.
" Kemudian kita dikepung, dan disalah satu dari mereka, ada satu serigala yang berbeda, serigala itu berwarna hitam, beda dengan serigala lainya yang berwarna abu abu, serigala hitam itu jauh lebih besar!! Dan kau tahu?? Yang membuat ku merinding itu ketika kau menyentuh serigala besar itu, sungguh aku sangat takut jika serigala itu menerkam mu, tapi nyatanya tidak, ia seakan menikmati sentuhan mu, dan yang membuatku tidak percaya, serigala itu menangis, dan tiba tiba saja semua serigala lainya mengaung sangat kencang membuat bulu kuduk ku berdiri, dan dengan cepat aku menarikmu untuk pergi dari sana, tapi saat dijalan tiba tiba saja kau memegangi perutmu dan..... Pingsan". Ucap Crystal panjang lebar, membuat Amara terdiam seperti patung.
Semua kata demi kata yang Crystal ceritakan membuat Amara semakin yakin kalau serigala hitam besar itu adalah Mycle, tidak terasa air matanya kini kembali turun membasahi pipi mulusnya, ia benar benar sangat rindu kepada sosok Mycle nya.
"Aku sudah memutuskan, aku akan kembali ke istana malam ini! ". Ucap Amara mantap membuat Crystal diam berfikir sejenak sebelum akhirnya ia mengangguk dan tersenyum.
" Aku dengan senang hati akan mengantarkanmu". Ucapnya membuat Amara senang, ia tidak nyesal sama sekali bertemu dan ditolong oleh gadis baik seperti Crystal, dengan gerakan cepat Amara memeluk Crystal.
Bella yang melihat itu hanya tersenyum senang, ia seperti merasakan kini mempunyai 2 orang anak gadis yang sangat cantik dan berhati lembut seperti Crystal dan Amara.
*******
Langit yang sebelumnya cerah kini sudah berganti menjadi gelap, dan Mycle masih setia menunggu gadisnya itu dikamar mereka, ia tidak pernah sedikitpun melangkahkan kakinya keluar kamar, ia tetap stay dikamar bernuansa klasic itu. Yaitu kamarnya dan Amara.
Semenjak kejadian kemarin malam Mycle memutuskan mogok berbicara dengan Bov, Clora bahkan Diana yang tidak tahu apa apa.
Tapi saat mendengar cerita dari para Omega Diana cukup terkejut, pasalnya selama Black Moon Pack ini kedua Alpha yang terkenal kuat tidak pernah bertengkar sampai sehebat ini, bahkan sekedar menampar pun tidak pernah, yang Diana tahu, ayahnya Bov itu cukup sayang dengan Mycle, bahkan ia rela menurunkan tahta nya ke putra bungsunya itu.
Tapi saat mendengar kejadian kemarin Diana cukup sedih, ditambah melihat ibunya Clora yang sekarang masih terus menerus menangis, entah apa yang membuatnya menangis, ia tidak membuka suaranya sama sekali, Diana ingin rasanya marah dan maki maki Mycle adiknya yang bodoh itu, tapi mau bagaimana lagi, didepan kamar Mycle dan Amara di letakan beberapa Warrior untuk berjaga, itu adalah printah Mycle langsung.
"Apa tidak sebaiknya kau meminta maaf kepada Ayah Mycle?? Aku tidak ingin melihatmu seperti ini terus, semua ini salahku, aku sedih melihatmu yang tidak berbicara sama sekali dengan Ayahmu". Ucap Amara melas.
" Ssssttt sayang, berganti menyalahkan dirimu, ini sudah tugasku melindungimu, kau tidak salah disini, aku hanya ingin menjagamu untuk saat ini, kondisi mu belum pulih, aku hanya ingin terus berada disampingmu sampai kau kembali seperti biasa". Balas Mycle sambil terus menciumi punggung tangan Amara.
Amara hanya tersenyum mendengar setiap kata kata manis yang keluar dari mulut pria didepanya itu.
Disisi lain, tepatnya diluar istana, para Warrior melihat ada seseorang yang mengenakan jubah berwarna abu abu, merasa sangat misterius, gerbang istana pun ditutup, takut kalau itu adalah penyusup.
Orang itu semakin dekat berjalan kearah istana, tapi saat sudah berjarak 10 meter, terlihat jelas bahwa itu adalah sebuah perempuan, wajahnya tidak terlalu jelas terlihat karna ini sudah malam, hanya cahaya dari bulan purnama lah yang menerangi seisi hutan.
Wanita itu semakin mendekat, para Warrior dengan siap berdiri di depan istana, salah satu dari mereka mendekat untuk memastikan, saat sudah tepat berada di depan gadis itu, ia cukup terkejut karna orang yang dilihatnya adalah Amara, Luna mereka.
Tapi bagaimana bisa??
*****
Pintu kamar Mycle dan Amara terbuka, seseorang telah masuk dan melihat dua pasangan itu dengan mata yang berkaca kaca. Siapa wanita yang sedang dipeluk suaminya?? Secepat itu Mycle melupakanya?? Lalu untuk apa dirinya berusaha untuk bisa pulang ke istana dengan tujuan untuk melepas rindu.
"Mmm.. Mycle?? ". Ucapnya terbata bata.
Merasa namanya dipanggil ia pun menoleh, terkejut bukan main saat melihat siapa orang yang memanggilnya, begitu pun dengan gadis yang masih setia menumpahkan air matanya, ia terkejut bukan main saat melihat wanita yang berbaring diatas ranjangnya dan Mycle.
" Aaaa.. Aakuu adaa duaa..??! ".
*********
WAJIB BACA!!
Hoaaaammmmm, hmmmm gimana gimana?? Seneng ga aku up cuma selang sehari doang?? -__- hehehe salah emot😘😘
Apa sih yang ga buat para readers tercinta aku?? 😚😚
Hmmm berhubung aku up cuma selang sehari, jadi mungkin untuk part selanjutnya bakal agak lama, mungkin minggu depan, harinya aku gak tau hari apa yang jelas mungkin minggu depan, karna di part ini aku udah ngetik banyak banget buat kalian....
Jadi mungkin sampe sini cukup dulu teka teki nya hehehee
Buat kalian yang penasaran, ayo ayo comment sebanyak banyaknya biar aku semangat lagi dan mungkin akan berubah fikiran buat UP lebih cepat lagi hehehehe😁
Jangan lupa juga untuk Vote dan Comment yaaa, karna aku butuh banget itu dari kalian:(
OIYA aku ada bonus pic buat kalian

Itu pic Mycle sama Amara waktu acara penobatan Mycle jadi Alpha, gimana gimana?? Cocok ga mereka?? Hehehehe😁

Nahhh kalo ini Crystal, buat kalian yang penasaran paras cantik Crystal, seperti ini😍😍
Cantik ga?? Cantik lagi pasti wkwkwk ga beda jauh sama Amara yaa😁
Yaudah segitu dulu ya gengs....
See u next part😘😘❤