My Alpha's King

My Alpha's King
28



(****Budayakan vote dulu sebelum baca ya gais;)


🎶Everyday I Love You-Boyzone🎶


(Lebih kane denger salah satu lagu yang dipake di pernikahan Darvin dan Crystal nih)


Author Pov**.


Semua mata memandang kagum dua gadis yang sekarang sudah menginjakan kaki jenjang mereka dilantai dasar tepat diatas karpet merah bertaburan bunga, Amara dan Crystal tidak henti hentinya menebarkan senyum cantik mereka kepada semua orang yang kini terang terangan menatap mereka kagum.


Amara menuntun Crystal kearah panggung dimana sudah ada Darvin dan wakil saksi khusus untuk pernikahan para Hewolf dan Shewolf, Crystal perlahan menaiki panggung dengan gaun yang terseret dibelakangnya, Amara dengan senang hati membantu Crystal dengan memegang buntut gaun Crystal yang panjang itu. Setelah Crystal berada diatas panggung, Darvin dengan senang hati mengulurkan tanganya kearah Crystal.


Setelah selesai Amara berjalan menuju Clora dan Diana yang berada tepat disamping panggung, juga ada Bov disana.


Saksi nikah itu mempersilahkan untuk para hadirin duduk dengan arahan tanganya, mereka semua pun dengan serempak mendudukan bokong mereka masing masing dikursi yang sudah mereka tempati.


Crystal dan Darvin mulai menghadap ke Saksi Nikah mereka atau biasa orang sebut penghulu/pendeta, tapi di suki werewolf tidak ada seperti itu, mereka hanya akan bersumpah atas nama Dewi Bulan didepan saksi nikah mereka.


Darvin menghela nafas panjang, dia membelokan badanya kearah Crystal, dan kini mereka sedang berhadap hadapan, gugup bagi Crystal, karna untuk pertama kalinya ia merasa jatuh cinta dan langsung dinikahi seperti ini, sungguh sangat menakjubkan baginya.


"Atas nama Dewi Bulan dan Tuhan kami, Saya Darvin Wislent, mengklaim kau Alexander Crystalia untuk menjadi istri saya".


" Atas nama Dewi Bulan dan Tuhan kami, saya Alexander Crystalia mengklaim kau Darvin Wislent untuk menjadi suami saya".


"Untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya". Ucap Darvin menatap lekat manik mata hazel milik Crystal.


" Pada waktu susah maupun senang".


"Pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai".


"Sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Dewi Bulan, dan inilah janji setiaku yang tulus". Ucap Darvin dan Crystal bersamaan, membuat riuh tepuk tangan menggema ke sudut ruangan Aula istana Black Moon Pack yang besar ini.


Crystal sungguh merasa bahagia sebahagia bahagianya, ia tidak menyaka semua terjadi secepat ini. Satu cairan bening lolos dari ujung kelopak mata Crystal, ia tidak bisa berkata apa apa lagi untuk mewakili rasa bahagianya hari ini.


Darvin mendekatkan wajahnya kepada wajah Crystal, bibir mereka perlahan bersentuhan, membuat suara sorak dan tepuk tangan kembali terdengar dengan lebih histeris kali ini, karna mereka baru pertama kali menyaksikan salah satu rakyat Black Moon Pack menikah dengan selayaknya seperti manusia biasa, ternyata sangat indah dan mengagumkan.


Setelah acara janji suci Darvin kepada Crystal, semua para tamu pun berhamburan bebas arah, dari yang mulai berbincang bincang, mencicipi makanan, dan mengucapkan selamat kepada kedua pengantin baru itu dan masih banyak lagi.


"Apa kau tidak ingin menemui Mycle Amara?? ". Tanya Clora tiba tiba membuat Amara menoleh.


Amara terdiam sejenak, kembali mengingat pria itu, hatinya kembali terasa sakit, ia tidak ingin menemui atau melihat Mycle untuk hari ini, walaupun dirinya sempat melihat sekilas pria itu saat sedang turun tangga tadi, tapi dengan cepat Amara memalingkan wajahnya ke sembarang arah.


Amara bergeleng pelan sambil tersenyum menatap Clora.


" Tidak ibu, tidak untuk saat ini, biarlah berjalan sebagaimana seharusnya, aku tidak apa apa". Ucap Amara lembut sambil mengelus pelan tangan Clora yang menggenggam tangannya.


"Sabar ya sayang, percayalah kata kata ku, ini tidak akan berlangsung lama". Ucap Clora yang dijawab anggukan oleh Amara.


"Kalau begitu aku permisi ingin menemui Luna dari pack lain, apa kau ingin ikut?? Kau ini juga Luna Amara, kau harus banyak mengenal Luna Luna lainya disini". Ajak Clora yang dijawab gelengan cepat oleh Amara.


"Tidak ibu, hmmm, maaf, mungkin lain kali?? Aku ha-".


"Hahaha, baiklah baiklah, aku mengerti sayang, yasudah kalau begitu aku tinggal terlebih dahulu tidak apa apa?? ". Tanya Clora lembut dengan senyum manis diwajahnya.


" Iya ibu". Jawab Amara membuat Clora mengangguk kemudian berjalan kearah para kumpulan wanita wanita yang bergaya tidak beda jauh denganya, ya Amara sudah bisa menebak kalau itu adalah para Luna.


Setelah perginya Clora Amara berjalan kearah meja besar yang berisikan berbagai macam minuman minuman segar diatas meja itu, warna nya pun juga berbagai macam, Amara mengambil salah satu minuman berwarna oranye itu yang bisa ia tebak dari aroma nya adalah jeruk.


Amara meneguk setengah gelas jus jeruk itu, tenggorokan nya memang sejak tadi terasa sangat kering kini sudah segar dengan air jeruk yang mengalir deras ditenggorokan nya. Namun tiba tiba saja suara seseorang membuat Amara tersedak dan terbatuk batuk.


"Sepertinya kau sangat haus ya". Suara berat itu tiba tiba saja muncul membuat Amara terkejut, walaupun dia tidak mengenal siapa pemilik suara itu, tapi tetap saja, ia dibuat terkejut dengan orang pemilik suara berat tersebut.


" Uhuk uhuk, uhuk uhuk".


Merasa bersalah orang itupun menepuk nepuk pelan punggung Amara yang langsung menyentuh kulit mulus gadis itu karna memang gaun yang dipakai oleh Amara cukup terbuka, apa lagi dengan bagian belakang yang sangat terbuka mengexpose punggungnya yang putih dan mulus itu.


Amara melepaskan tangan pria itu dengan gerakan menjauh, sadar dengan apa yang sudah dilakukannya pria itupun dengan cepat meletakan kedua tanganya kebelakang.


"Maaf kalau saya sudah lancang, Luna". Ucapnya membuat Amara menoleh menatap pria itu.


Pria yang tingginya mungkin setara dengan Mycle, dan kemeja putih berbalut jas hitam dengan dasi yang tertata rapih, kkemudian rambut coklatnya yang ditata serapih mungkin, hidung mancung dan... Mata hijau daunya. Sangat indah.





"Heii". Tegur pria itu membuat Amara tersadar akan lamunannya, ia jadi salah tingkah sekarang, kenapa juga ia harus memperhatikan lelaki didepan ya ini dengan sangat serius, dan bodohnya lagi ia sempat memuji mata indah milik cowo itu.


Pria itu terkekeh melihat Amara yang salah tingkah, kini gadis manis didepanya itu sedang menundukan kepalanya dengan kedua tangan yang masih setia memegang gelas berisi jus jeruk yang sudah hampir habis.


"Hmmm sebelumnya, Luna, perkenalkan, nama saya Dayren Garden, saya adalah Alpha dari salah satu pack terpelosok dikota ini, dan hmm, kau tidak perlu memberi tahu namamu karna aku sudah mengetahuinya ". Ucapnya sopan dan menampilkan senyum manisnya.


Amara memberanikan mengangkat kepalanya menatap pria bernama Dayren itu yang juga sedang menatapnya sekarang.


"Cantik". Satu kata lolos dari bibir milik Dayren.


"Hah?? ". Amara mengerutkan keningnya bingung, barusan pria itu bilang apa?? Amara tidak bisa mendengar dengan jelas.


"Hah?? Hahahaha, sudah sudah lupakan, kau ini memang sangat lucu sekali ya, wajahmu ternyata tidak bohong, wajah cantikmu itu cocok dengan sikapmu yang polos seperti ini". Ucap Dayren tiba tiba, entah ini memuji atau memang ingin modus saja, Amara tidak tahu itu, yang jelas, kata kata pria didepan ya barusan, tidak ngaruh apa apa kepadanya, beda dengan Mycle yang mengatakan itu kepadanya.


Amara berniat ingin meninggalkan tempat karna ia merasa risih bertemu dengan seseorang yang belum ia kenal, walaupun orang itu tahu namanya, tapi tetap saja, Amara kan tidak mengenal pria itu.


Tapi belum dua langkah lengannya ditahan dengan tangan berotot milik pria bernama Dayren itu.


Amara berbalik, menatap sinis pria dihadapanya ini.


"Maaf tuan, sebelumnya saya tidak mengenal anda, walaupun anda sudah tahu nama saya tapi tetap saja saya tidak ingin terlalu mempercayai orang asing seperti anda, jadi. Mohon lepaskan tangan saya! ". Ucap Amara menatap Dayren tajam.


Yang ditatap hanya menampilkan senyum manisnya lagi dan lagi, membuat Amara bingung dengan pria itu, bukanya melepaskan tanganya karna sudah diperingatkan, tapi pria itu masih tetap saja memegang tanganya dengan senyum yang masih setia terlukis diwajah tampanya.


"Tuan Dayren, saya minta lepaskan tangan saya!! ". Minta Amara lagi dengan sedikit membentak.


"Oh ayolah Luna Amara, saya hanya ingin mengenalmu lebih akrab, saya lihat anda punya sifat yang asik untuk dijadikan teman, tolong jangan berfikir buruk dulu tetang saya".


Amara memandang bingung Dayren, untuk apa juga pria itu ingin mengenalnya lebih dekat, selama ini juga Amara tidak pernah memiliki sahabat atau teman laki laki, ia tidak terbiasa.


"Maaf tuan, saya tidak bisa, jadi tolong lepaskan tangan saya". Ucap Amara lagi tapi tidak di ubris juga oleh Dayren, dengan sekuat tenaga Amara memaksa menarik tanganya dari genggaman Dayren, dan berhasil.


Dayren mengangkat kedua tanganya keatas tanda nyerah.


"Oke, tidak apa apa untuk hari ini mungkin kau tidak ingin mengenalku lebih dalam". Ucapnya kemudian mendekatkan wajahnya tepat kedepan kuping Amara.


"Tapi ingat Amara, suatu saat kau akan butuh aku, percayalah.......permisi". Ucapya berbisik, bahkan sampai hembusan nafas hangat milik pria itu bisa Amara rasakan dilakukan lehernya. Setelah mengatakan itu, pria tersebut berjalan pergi meninggalkan Amara yang sekarang kebingungan dengan sikap pria aneh barusan.


Dari kejauhan Amara dan Dayren tidak sadar ada pasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka tidak suka.


*******


Mycle mengepalkan kedua tanganya, geram melihat ada seorang lelaki yang berani beraninya menyentuh miliknya, apa lagi dengan terang terangan seperti itu didepannya.


Fana yang merasakan otot otot pada tangan Mycle mengeras pun menoleh bingung.


"Kau kenapa sayang??". Tanya nya lembut.


" Hmmm, tidak apa apa". Jawab Mycle berbohong, entah kenapa, saat ini ia merasakan sangat beda, tidak seperti biasanya, kenapa juga ia harus tidak suka melihat wanita yang tidak ia cintai disentuh orang lain?? Mengapa juga ia sempat mengucapkan kalau wanita itu adalah miliknya, sejak kapan?? Jelas jelas miliknya saat ini adalah Fana, gadis cantik disamping nya ini, bukan wanita itu.


Mycle kembali meredam emosinya, ia mencoba mengontrol kekesalannya melihat kelakuan lekaki itu yang semakin menjadi, bahkan kini laki laki itu mencoba mendekati wajahnya kearah wanita itu.


Mycle melepaskan kedua kancing kemejanya yang serasa mencekik nya.


Dengan sangat tiba tiba Mycle menarik lengan wanita itu dengan sangat keras, menyeretnya secara paksa, banyak pasang mata memandang mereka bingung, Clora dan Bov yang menyadari itupun terkejut, mau apa Mycle dengan Amara?? Apa yang akan dilakukan anaknya itu kepada mate nya sendiri???


Fana yang melihat itu hanya tersenyum senang, ia membiarkan ini terjadi sebagaimana mestinya, memang ini adalah tujuan dari rencananya.


"Ya, hancurkanlah dia Mycle hahahahaha, memang ini yang sangat kutunggu tunggu".


Clora dan Bov dengan cepat mengejar Mycle yang kini sudah membawa Amara keluar dari Aula menuju dalam istana, Fana yang melihat itu memberi tatapan tidak suka, karna lagi lagi Bov dan Clora mengganggu rencananya.


" Apaa apaan ini, pria dan wanita tua bangka itu selalu saja mengikut campuri urusanku, lihat saja kalian berdua, aku akan membuat kalian duduk dikursi goyang seperti seharusnya ".


******


Amara yang mendapat perlakuan kasar secara tiba tiba dengan Mycle itupun terkejut, tanganya terasa kebas karna terlalu digenggam kencang dengan Mycle, ia belum siap mengikuti langkah besar Mycle yang tiba tiba saja membawanya keluar Aula, ia diseret secara paksa, dan itu sangat menyakitkan. Apa lagi dengan heels yang ia pakai saat ini, itu membuatnya menjadi lebih susah untuk berjalan cepat.


Amara hanya bisa menangis mendapat perlakuan seperti ini oleh Mycle, apa lagi di hadapan banyak orang seperti ini, banyak pasang nata yang memandang iba Amara, dan itu sangat memalukan sekali, rasanya Amara ingin lari saja dari sini, perlakuan Mycle sekarang tidak bisa untuk Amara maafkan.


"Mycle lepaskan aku!!!! ". Teriaknya entah sudah berapa kali tapi tetap saja lagi lagi Mycle tidak menjawab dan masih terus menyeret Amara menuju lantai dua, dan mereka sekarang kini sudah berada didalam istana.


Mycle menyeret Amara semakin kencang menuju kamar mereka yang berada di lantai atas, saat sudah sampai, ia melepaskan paksa genggaman tanganya pada Amara, ia dapat melihat tangan gadis itu yang memar hingga berwarna biru pada pergelangan tanganya.


Amara hanya bisa menangis, ia bingung dengan sikap Mycle ini, memang dirinya salah apa?? Menegur bahkan berbicara dengan pria itu saja tidak.


Mycle berjalan kearah pintu kamar yang masih terbuka, membanting pintu itu dengan sangat kencang kemudian menguncinya.


Ia berbalik kembali berjalan kearah Amara yang masih saja menangis sesenggukan, matanya sudah merah sembab, tubuh gadis itu bergetar, Mycle bisa merasakannya.


"SIAPA YANG MENYURUHMU MEMAKAI PAKAIAN TERBUKA SEPERTI INI???!!!! ". Teriak Mycle memenuhi seisi ruangan yang luas itu.


Amara bergetar hebat saat mendengar hentakan Mycle barusan, rasanya bagai tersambar petir disiang bolong, Amara merasakan tubuhnya melemas. Tapi ia berusaha menahanya, kembali mencerna pertanyaannya Mycle barusan, ia menoleh, menatap pria yang kini sedang menatapnya marah.


" Apa urusanya denganmu?? Hah?? Apa pedulimu Mycle???!!! Apa aku pernah bertanya kepadamu atas perilaku mu yang manis itu kepada Fana???!!  Apa pernah aku menegur kelakuan mu yang menyakitkan hatiku??!! Apa pernahh???!! Bahkan mempermasalahkan nya seperti ini saja tidak pernahh!!! Aku hanya bisa menangis dan menangis, kau menyiksaku Mycle, apa kau tidak menyadari itu??!! ". Teriak Amara mensejajarkan dengan teriakan Mycle barusan.


Muka Amara sudah merah padam akibat emosi nya yang meluap luap, tubuhnya bergetar hebat, hatinya terasa bertambah nyeri dan sakit. Amara menatap Mycle yang kini tersenyum sinis, ia mendekat kearah Amara yang masih menatapnya tajam dengan air mata yang terus saja mengalir.


Mycle mengangkat kasar dagu Amara untuk mengarahkan wajah gadis itu ke wajahnya.


"Dengar gadis polos! Memang itu yang menjadi rencanaku. Menyakitimu! Dan kau lihat apa?? ". Jedanya, kemudian mendekatkan bibirnya kearah kuping Amara membuat Amara memejamkan matanya, ia sangat merindukan nafas Mycle yang sangat dekat seperti ini, wangi mint langsung menyeruak kedalam indra penciuman ya. Tapi satu kata yang keluar dari bibir Mycle membuat Amara membuka matanya lebar.


"Aku berhasil membuatmu hancur Amara!! Aku berhasil. Hahahahaha, aku sangat bahagiaa!! ". Teriaknya sambil tertawa kencang, Amara tidak bisa berkata apa apa lagi kali ini, Mycle yang ia kenal sekarang benar benar seperti iblis. Bahkan lebih dari iblis. Amara berlari kearah pintu, tapi saat melewati Mycle pria itu dengan cepat menarik tangan Amara, menahanya dengan kencang seperti sebelumnya, dan itu membuat Amara kembali meringis kesakitan.


"Mau kemana kau?? Kembali memamerkan tubuhmu itu??!!! Hah??! Dengar sialan!! TUBUHMU HANYA PUNYA AKU!!! ". Teriak Mycle kemudian mengangkat tubuh Amara dan dibanting nya tubuh mungil itu diatas ranjang berkurang king size milik mereka.


Amara hanya bisa menangis dan menangis sekarang, ia pasrah dengan perlakuan Mycle terhadapnya, bahkan sekarang pria iblis yang pernah ia cintai itu sudah berada tepat diatasnya. Mengunci badanya yang tidak berdaya, Mycle mulai mencium kasar leher jenjang Amara, mengikutinya kasar sehingga mengeluarkan darah segar dari sana.


Merasa tidak kuat menahan ini semua, Amara memejamkan matanya untuk meredakan rasa sakit di sekujur tubuhnya, sampai tubuhnya sekarang tidak merasakan apa apa lagi. Ya, Amara pingsan.


*******


"Bov bagaimana ini?? Kita harus menolong Amara!! ". Ucap Clora sesenggukan, sejak melihat Amara diseret dengan Mycle tadi, ia dan Bov langsung mengejar langkah mereka yang cepat. Tapi belum sempat menolong Amara, Mycle sudah lebih dulu membawa Amara kedalam kamar mereka dan membanting pintunya cukup keras, setelah itu Clora dan Bov tidak mendengar apa apa lagi dari dalam sana. Ya memang kamar Mycle dan Amara adalah salah satu kamar yang kedap suara.


Kini Clora hanya bisa menangis membayangkan nasib malang Amara didalam sana bersama anak lelakinya yang kini sudah dirasuki iblis. Bahkan Mycle sekarang tidak seperti Mycle yang biasanya, matanya lebih sering memerah. Clora sangat tahu itu bukanlah anaknya.


"Tenanglah sayang, Mycle tidak akan melakukan sesuatu yang membahayakan untuk Amara, percaya padaku, Amara pasti akan baik baik saja". Ucap Bov sambil mengelus lembut punggung Clora yang bergetar.


" Tidak Bov!! Setelah apa yang selama ini Mycle lakukan kepada Amara, aku tidak yakin ia tidak melakukan apa apa!!! Kau hanya kasih aku kalimat penenang itu kan. Dengan bilang Amara akan baik baik sajaa??!! Tapi kalau nyatanya ia kenapa kenapa didalam sana bagaimana Bov??!! ". Teriak Clora suaranya sudah sangat serak bersamaan dengan nangisnya uang semakin mengencang.


Bov tidak bisa berkata kata lagi.


" Kalau terjadi apa apa ddengan Amara Aku akan bunuh anak itu, tidak akan mengingat siapa statusnya sekarang, tidak lagi". Ucap Bov membuat Clora membulatkan matanya.


"Dewi Bulan, tolong lah kami semua..... Jangan sampai merenggangkan satu nyawa didalam istana ini, kumohon". Batin Clora menangis.


*******


Sejak tadi gadis itu hanya mondar mandir memikirkan rencananya selanjutnya. Yang buat ia bingung, sekarang Mycle melakukan sesuatu yang diluar rencananya itu, Mycle tidur dengan Amara, dan itu bukan salah satu dari rencananya, rencana nya adalah Mycle menyiksa perlahan gadis polos itu dan kemudian membuatnya mati. Tapi ternyata tidak sampai disana, Mycle hanya memperlakukan kasar Amara dan sekarang?? Pria itu menidurkan Amara. Dan itu malah membuatnya kesal, tidak ini tidak boleh dibiarkan, Mycle hanya miliknya sekarang!.


"Apa yang harus aku lakukan sialan!!! ". Teriaknya Frustasi.


Fana mendudukan bokongnya kasar diatas kasur berukuran king size yang selama satu bulan ini ia tempatkan bersama Mycle. Tapi sekarang, pria nya itu kembali berbaring dikasur milik gadis polos itu. Dan Fana tidak ingin itu berlangsung lama.


Sangat lama ia memikirkan rencana yang akan dibuatnya, sampai tiba tiba senyuman sinis terukir diwajah cantiknya.


"Aku tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Ya, ini sudah saatnya. Bersiap siaplah sayang".


****


Amara mengerjap ejapkan beberapa kali matanya yang terasa berat itu, tubuhnya tidak bisa digerakan, sangat berat dan terasa sangat sakit, pada bagian Leger, bibir dan juga selangkangannya sangat perih. Setelah apa yang dilakukan Mycle saat itu, ia tidak mengingatnya lagi, bahkan untuk membayangkan ya saja tidak bisa, ia harap dirinya sudah mati saat membuka mata, tapi ternyata..... Dia masih hidup.


Amara berhasil membuka sempurna matanya yang sembab dan memerah, sesuatu mengganjal dilakukan lehernya membuatnya tidak bisa menoleh bebas.


Ia menatap bingung pada tangan kekar yang melingkar diperut kecilnya, tangan itu merengkuh perutnya sangat kencang, Amara kembali meneteskan air matanya, ia tahu siapa pemilik tangan itu, rasanya mustahil bisa melihat kembali tangan itu melingkar di perutnya setelah apa yang sudah terjadi kepada pemilik tangan itu selama ini.


Amara berusaha menolehkan kepalanya menyamping untuk melihat wajah seseorang yang kini tenggelam pada lekukan leher jenjangnya. Entah sekarang ia harus merasa bahagia atau sedih melihat kini pria yang masih sangat dicintai nya kembali, kembali kedalam pelukannya, kembali menyentuhnya.


Amara masih terus meneteskan air matanya yang semakin deras terjun bebas ke pipi mulusnya.


Merasa ada pergerakan, Mycle mengerjapkan matanya mencoba mengumpulkan nyawa nya, menyadari pria itu bergerak Amara pun kembali memejamkan matanya kembali untuk pura pura tertidur.


Mycle menoleh kearah gadis polos didepanya ini, dia tersenyum puas karena sudah menandainya, sadar dengan posisinya sekarang Mycle dengan cepat bangkit dari tidurnya, ia turun dari kasur king size miliknya dengan gadis itu, badan sixpack nya itu langsung terlihat jelas karena memang ia hanya menggunakan celana bahan hitam miliknya dengan bagian atas yang terbuka bebas. Saat akan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, suara seseorang terdengar di kupingnya.


"Maaf Alpha, saya ingin memberikan berita kepada Anda tentang perusahaan dikota".


" Ada apa?? ".


"Perusahaan dari California sudah tiba di bandara 2 jam yang lalu Alpha, mereka segera berangkat menuju perusahaan kita, mereka akan mengadakan Deadline sekarang Alpha".


Mycle nampak berfikir sejenak.


" Baiklah, saya segera ke kota sekarang, siapkan mobil, saya membawa istri saya".


"Baik Alpha".


Setelah percakapan itu Mycle memutuskan mndlink obrolan itu secara pihak, kemudian niatnya untuk berjalan kekamar mandi terutung, ia berjalan kearah lemari besarnya yang berada dikamar ini, dia mengambil beberapa kemeja dan jas nya dari dalam sana. Amara yang sedikit membuka matanya untuk mengintip Mycle dapat melihat laki laki itu yang sedang memilih beberapa jas dan juga kemejanya. Amara kembali memejamkan matanya saat melihat Mycle berbalik dan berjalan keluar kamar.


Amara menatap kepergian Mycle dengan bingung, pria itu pergi begitu saja tanpa berpamitan denganya, bahkan menoleh kepadanya pun tidak, Amara kembali merasakan sakit pada hatinya. Ia berjalan dengan sekuat tenaga nya menuju balkon, ia menahan perih pada selangkangannya dan masih terus berjalan, saat sudah sampai balkon Amara memegang pembatas balkon, menghirup dalam dalam udara pagi yang masih khas ini, bau dedaunan langsung masuk kedalam indra penciuman ya.


Tapi saat menoleh kebawah, badanya terasa kembali melemas dan matanya sudah mulai berkaca kaca kembali, Mycle sedang berjalan dengan tangan yang merengkuh posesif pinggang seorang gadis.


Amara tersenyum lirih, ternyata gadis itu masih ada disini.


Amara menghapus kasar air mata pada pipinya, ia tidak boleh selalu mengalah seperti ini lagi sekarang. Ia harus bisa melawan.


"Kau bersamaku Dewi Bulan, aku yakin itu, tolonglah. Bantu aku... ".


Saat ingin membalikan badanya kembali kedalam, perutnya tiba tiba saja terasa nyeri.


" Akhhhh". Ringisnya sambil meremas kecil perutnya itu.


"Ya Tuhan, kenapa akhir akhir ini perutku sangat sakit sekali?? ...... Atau jangan jangan aku??".


*******


See u next part All 😘😘💕**