
(**Budayakan Vote terlebih dahulu sebelum membaca)
PS Author: tolong comment sebanyak banyaknya ya di part ini, aku lagi butuh banget comment an kalian buat ngetik next part, terimakasih:) π**
π€π€π€π€
Author.
Pintu besar berwarna silver itu terbuka, menampilkan seorang wanita cantik menggunakan dress berwarna merah maroon selutut itu dengan rambut yang dibiarkan tergerai dengan lengkungan lengkungan dibagian bawahnya. Gadis itu berjalan cepat kearah pria yang terduduk rapih di sofa besar dengan wajah tegasnya, pria itu tersenyum saat melihat gadis kecilnya yang baru datang itu.
"Putri kecil ayah!! ". Ucap Alornd membuka tangannya lebar lebar saat Fana baru saja memasuki kembali istana besar ini yang sudah 1 bulan lebih itu ia tinggalkan.
Fana tersenyum gembira, dan dengan senang hati wanita cantik itu memeluk sang ayah yang sudah membuka tangannya lebar lebar, Alornd memeluk Fana dengan sangat erat, mencium dalam dalam aroma khas anak gadisnya itu, ia memang sudah sangat merindukan Fana dan tidak sabar menunggu kepulangan gadis cantik itu.
Fana melepaskan pelukannya pada Alornd, masih dengan senyum manis diwajahnya, Fana berpindah tempat menjadi duduk di salah satu sofa kosong didepan Alornd.
" Bagaimana sayang?? Rencana Mu berhasil kali ini, hmm?? ". Tanya Alornd dengan senyum sinis nya membuat Fana pun ikut tersenyum sinis.
"Berjalan sangat mulus ayah". Jawab Fana membuat Alornd tertawa sangat bahagia sampai sampai membuat urat pada kening dan lehernya tercetak jelas.
"Hahahaha, aku sangat senang mendengarnya sayang, aku benar benar sangat penasaran dengan wajah menyebalkan Bov itu saat masalah ini menimpa keluarganya, hahahaha, aku sangat yakin ia tidak bisa berbuat apa apa, kau memang anak gadis ayah yang sangat cerdas Fana". Ucap Alornd menyentuh dagu Fana lembut membuat gadis itu pun tersenyum malu.
"Sabarlah ayah, ini masih belum mencapai Finish kita, masih ada beberapa rencana yang belum kulakukan kepada mereka, dan itu adalah puncaknya, aku yakin kali ini akan kembali berjalan dengan sangat lancar hahahahaha". Ucap Fana sambil tertawa jahat diakhir kalimatnya, Alornd yang melihat itupun ikut sangat senang.
"Oh ya Ayah, dimana kakak?? Apa dia sudah melakukan apa yang kau perintahkan?? ". Tanya Fana membuat Alornd menghentikan tawanya kemudian terdiam sebentar dan menjawab.
" Ah, tentu saja sayang, Thomas sudah melakukan tugasnya, kau tenang saja, begitu kau sampai di sana, acara ritual kematian gadis itu akan segera dimulai". Ucap Alornd membuat Fana kembali tersenyum sinis dan mengangguk sambil berkata.Β "Good! ".
π€π€π€π€
"Letakan tubuh gadis itu di atas batu yang sudah ku sediakan, kemudian bawalah barang barang yang sudah kalian ambil dari goa itu, kunci pintu istana ini sekencang mungkin, upacara harus segera dilakukan sebelum bulan purnama merah malam ini berakhir, jaga portal istana, jangan biarkan siapapun masuk terlebih lagi Mycle dan keluarganya". Ucap lelaki itu yang langsung dijawab anggukan oleh para Warrior warrior nya.
Lelaki itupun kembali melanjutkan langkahnya mendekat kearah batu besar yang terdapat seorang gadis cantik berbaring disana, gadis itu masih setia memejamkan matanya Damai, wajahnya yang tenang sempat membuat hati laki laki itu berdesir hangat, tapi ia buang jauh jauh rasa itu dan kembali memasang wajah sinis nya menatap gadis didepannya itu.
"Sedang bermimpi indah apa kau di sana Amara?? Hahaha, nikmatilah mimpimu itu, karena sebentar lagi mimpi buruk akan mendatangimu, apa kau sedang memimpikan mantan mate mu itu hah?? Hahahaha, kau memang sangat menyedihkan ya, memimpikan seseorang yang kau cintai tetapi orang itu tidak mencintaimu kembali, sungguh sangat sedih".
Amara samar samar mendengar suara berat itu yang lumayan dekat dengannya, telinganya menangkap jelas suara itu, tetapi matanya belum bisa terbuka sempurna, masih terpejam tenang dan terlihat seperti orang yang tertidur.
Terdengar suara langkah kaki mendekat kearahnya, kemudian disusul dengan sentuhan lembut yang sangat terasa dileher nya, Amara sedikit menahan geli saat leher nya itu disentuh oleh seseorang yang tidak ia ketahui itu siapa.
"Bagian mana yang siap kau berikan kepadaku untukku tandakan Amara??". Ucap pria itu lagi membuat jantung Amara berdetak cukup kencang, tetapi ia masih berusaha untuk tenang dengan terus memejamkan matanya.
" Tenang saja, rasanya tidak akan sakit seperti Mycle menandai mu, aku hanya akan ambil sedikit darahmu Amara, aku membutuhkan darahmu untuk menghidupkan kembali adikku ,aku juga akan mengambil seluruh kekuatan yang ada pada tubuhmu untuk membangkitkan raga gadis yang kucintai".
Amara merasa sangat ketakutan sekarang, ingin rasanya ia menangis dan melarikan diri dari sini saat ini juga, tetapi ia tidak bisa, seseorang mencoba untuk menahannya, ia tidak boleh gegabah dengan melarikan diri disaat tubuhnya selemah ini, ia tidak bisa melakukan itu semua sendirian.
"Apa kau tahu mengapa aku melakukan ini semua?? Padahal jelas kau pasti menilai ku dengan sangat baik Amara, hahahaha, karena gadis polos seperti mu ini sangat mudah untuk dibodohkan, satu yang perlu kau tahu!! Aku melakukan ini semua, murni untuk membalaskan dendam mu pada pack bodoh itu, BLACK MOON PACK!!! ". lanjut Thomas dengan meninggikan suaranya diakhir kalimat membuat Amara tidak bisa menahan rasa ketakutannya.
Satu cairan bening lolos dari ujung matanya, matanya masih terpejam Damai, Amara sangat khawatir kalau pria itu melihat air matanya, dalam hati Amara berdoa agar pria didepan ya itu cepat cepat menghilang dan ia akan berusaha untuk melarikan diri dari sini.
Cleelkk
Suara pintu ruangan terbuka membuat Thomas menoleh kebelakang, dan datanglah sosok pria yang sudah puluhan tahun bersamanya.
Pria itu berjalan mendekat kearah di mana Thomas berdiri.
"Malam Alpha, perintah mu sudah kupenuhi semua, akan kupastikan upacara malam ini akan berjalan degan lancar". Ucap seorang pria lagi yang terdengar ditelinga Amara membuat ia kembali berfikir keras siapa suara pria kedua itu, ingin sekali ia membuka matanya dan melihat kedua pria didekatnya ini.
"Bagus, sekarang tinggal kita tunggu adikku Fana". Ucap Thomas menyeringai jahat.
"Dewi bulan, kumohon tolonglah aku". Batin Amara menangis.
π€π€π€π€
Clora melangkahkan kakinya menuju kamar dimana sejak kejadian itu anaknya kini tidak pernah mau meninggalkan kamar tersebut. Ya, itu kamar Mycle dan Amara, sebelumnya yang kamar itu hanya sering terisi oleh Amara, kini terbaik, sudah dua hari kamar ini hanya terisi oleh Mycle.
Sejak kejadian Mycle melarikan diri dari Corfu untuk mencari Amara, semua orang di istana termasuk Bov dan Darvin mencoba untuk menyusul Mycle, dan berhasil, Mycle ditemukan dengan keadaan yang sudah sangat kacau, rambutnya yang berantakan, bajunya yang sobek dan juga wajahnya yang sangat kotor dan dipenuhi dengan air mata, Bov sebenarnya sangat tidak tega dengan anak laki lakinya itu, bahkan ia bersumpah akan melenyapkan gadis iblis yang sudah datang dalam keluarganya dan membuat semuanya menjadi kacau.
Pintu besar kamar itu terbuka, tetapi tidak membuat pria yang berada didalamnya tersadar, pria itu masih dalam keadaan yang sama, yaitu duduk di tepi kasur berukuran king size miliknya dengan memegang sebuah bingkai foto yang terdapat sosok gadis cantik didalam bingkai tersebut, siapa lagi jika bukan Amara.
Clora menatap iba anak laki lakinya yang kini masih menjabat sebagai Alpha itu dari kejauhan, ia sebenarnya tidak ingin mengganggu dulu Mycle yang masih dalam keadaan sedih, tetapi ia juga tidak bisa terus terusan membiarkan Mycle seperti itu, tanggung jawab anak itu pada Black Moon Pack dan juga Amara masih berjalan, Mycle tidak boleh berdiam diri seperti itu terus.
Clora mulai melangkahkan kakinya mendekat kearah dimana Mycle berada, keberadaan Clora masih tidak membuat Mycle tersadar dalam posisinya, ia masih terus memandang kosong bingkai yang menampilkan figur Amara disana.
Clora sudah berdiri tepat disamping Mycle, matanya ikut mengarah kepada gadis cantik yang ada didalam bingkai itu, saat melihat Amara dibingkai itu Clora pun merasakan sangat sedih, ia sendiri sebenarnya masih belum Terima dengan kehilangan Amara yang entah ada dimana sekarang, tetapi ia tidak boleh egois, Mycle lebih butuh orang orang disekitarnya saat ini.
"Mycle?? ". Panggil Clora sambil menyentuh pundak kanan Mycle, masih tidak ada perubahan, Mycle sama sekali tidak menolehkan kepalanya kearah Clora.
Helaan nafas panjang terdengar dari Clora, ia mencoba untuk tetap berusaha membuat Mycle keluar dari situasi seperti ini.
"Mau sampai kapan kau seperti ini terus Make?? Tidak ada gunanya, ini semua adalah hasil ulah mu sendiri, semua ini berantakan karena ulah mu sendiri Mycle, dan kau lah juga yang harus merapihkan ya, tidak seperti ini caranya, bersembunyi dan terus merutuki kesalahanmu, tidak ada hasilnya Mycle". Ucap Clora kembali, mencoba untuk membuat otak kosong anaknya itu kembali berkerja.
Mycle masih terdiam, walaupun sebenarnya ia berfikir keras tentang omongan yang keluar dari mulut ibunya itu.
"Kau ingin Amaramu kembali, tetapi kau tidak berbuat apa apa, untuk apa Mycle?? ". Ucap Clora lagi.
"Lalu untuk apa kalian mencariku kemarin?? Mengapa tidak kalian biarkan saja aku mencari mate ku sampai kutemukan dia, mengapa kalian membawaku kembali ke istana terkutuk ini??! ". Tanya Mycle akhinya membuka suara. Clora kembali menghela nafas panjang sebelum menjawab.
"Dalam keadaanmu yang seperti itu?? Dengan keadaanmu yang sehancur itu apa ibu akan membiarkanmu terus melanjutkan mencari Amara??! Kami menemukanmu dalam keadaan kacau Mycle, dan itu sangat tidak memungkinkan untuk kau meneruskan pencarian Amara". Ucap Clora mencoba menjelaskan membuat Mycle kembali terdiam. Matanya lagi lagi mengeluarkan cairan bening yang meluncur mulus di pipinya dan turun melewati rahangnya yang mengeras.
Clora sebenarnya tidak kuat melihat Mycle yang seperti ini, ia sudah tidak tahan lagi, tanpa sadar air mata Clora pun ikut menerobos keluar tanpa wanita baya itu sadari.
Clora berpindah posisi kini berhadapan dengan Mycle yang masih memandang kosong kearah depannya. Dengan berat hati Clora melayangkan tangannya menyentuh keras pipi kiri Mycle sehingga terlihat jelas cetakan jemarinya di pipi mulus pria itu.
Mycle memegang pipi kirinya yang terasa perih dan panas, tamparan Clora barusan terasa seperti bara yang sangat panas menyentuh wajahnya.
Mycle mendongakkan kepalanya menatap Clora yang kini juga menatapnya tajam dengan air mata yang tidak mau berhenti keluar dari mata indah milih wanita baya cantik didepannya itu.
"Sadar Mycle!! Kau tidak bisa terus seperti ini, kau ini seorang Alpha!! Kau ini seorang Alpha besar!! Mau dikemanakan rakyat rakyatmu Mycle??!! Selain Alpha... Kau ini seorang, Ayah... ". Ucap Clora sedikit berat saat akan memberitahu kalau memang Mycle saat ini adalah seorang Ayah.
Jeda beberapa detik. Mycle masih berfikir keras dengan kalimat terakhir yang Clora ucapkan, apa maksudnya?? Dirinya seorang Ayah?? Ayah??
" Apa maksudmu ibu??! ". Tanya Mycle membuat Clora sedikit bingung untuk menjawabnya. Tapi mau bagaimanapun juga Mycle harus segera mengetahui tentang ini, karena bisa saja informasi tentang dirinya yang sudah menjadi Ayah akan membuat pria itu bangkit kembali.
" Iya Mycle, kau adalah seorang Ayah sekarang, Amara, Amara mate mu, ia sedang mengandung anak kau Mycle".
Deg.
"Pernyataan Clora barusan berhasil membuat waktu seakan berhenti didetik itu juga, dan tiba tiba saja hatinya terasa sangat sakit saat mengingat apa yang sudah ia perbuat kepada wanitanya yang ternyata sedang dalam kondisi mengandung anaknya, darahnya, keturunannya.
Mycle mengacak rambutnya frustasi, wajahnya memerah, urat urat pada pelipis dan juga lehernya semakin tercetak jelas, Clora yang melihat itu sedikit panik, tetapi ia yakin, ini adalah yang terbaik.
Tiba tiba saja Mycle berdiri membuat Clora sedikit mundur.
"Aku harus segera mencari Amara ibu!! ". Ucap Mycle semangatΒ membuat Clora tersenyum senang melihatnya. Ia berhasil kembali membangkitkan jiwa Mycle yang hilang.
Clora menggunak semangat, Mycle tersenyum, ia merasa bersyukur mempunyai ibu sebaik dan sehebat Clora. Ibunya itu dari dulu memang selalu menyelesaikan masalah besar seperti ini dengan tenang dan juga sabar.
Mycle mendekat mencium pipi kanan Clora sekilas, dan berlanjut mencium punggung tangan ibunya itu untuk berpamitan. Setelah itu ia berjalan cepat keluar kamar besar ini, dan tepat tiba diambang pintu, Mycle bertemu dengan Bov yang hendak masuk kedalam kamar.
Bov nampak terkejut dengan penampilan anaknya yang bertambah buruk saat ini, ia semakin merasa bersalah dengan apa yang sudah ia perbuat kepada Mycle, ingin rasanya ia memeluk anak laki laki bontot nya itu, tapi mengingat kesalahanya membuatnya merasa malu sekarang, ia tahuM Mycle pasti akan membencinya.
Mycle memandang datar Bov, cukup lama sampai membuat Clora merasa khawatir kalau kalau anak dan suaminya itu kembali bertengkar, tapi beberapa detik kemudian Clora dibuat terkejut sekaligus terharu melihat Mycle yang tiba tiba saja memeluk Bov erat.
Bukan hanya Clora, Bov pun merasa demikian, tapi hatinya merasa bahagia sekarang, karena ia tahu Mycle tidak membencinya, ia membalas pelukan anaknya itu, mengelus lembut punggung berotot milik Mycle yang tidak jauh beda denganya.
Mycle melepas pelukannya dan memandang Bov dengan lembut, bibirnya menyunggingkan senyum yang sangat manis.
"Terimakasih sudah menjadi Ayah yang hebat untuku". Ucapnya tiba tiba membuat Bov merasa terharu, Clora yang menyaksikan itu kini kembali meneteskan air matanya. Tanpa mereka sadari pun Diana sejak tadi juga memerhatikan itu dari jauh, diapun juga begitu, merasa bahagia kini adik dan ayahnya tidak lagi seperti musuh yang lapar untuk saling membunuh.
Bov menepuk pelan pipi kiri Mycle yang sudah ditumbuhi beberapa bulu bulu kecil sama sepertinya. Ia mengangguk singkat kemudian menepuk pundak anaknya itu.
"Jangan pernah melakukan kesalahan bodoh lagi untuk yang kedua kalinya Mycle. Kau satu satunya anak lelaki ayah yang bisa ayah yakini selain Malik kakakmu, kau adalah anak laki laki ayah yang bertanggung jawab, kau adalah Alpha Mycle, derajatmu sama sepertiku sekarang, bukan hanya Alpha, tapi kau ini juga adalah seorang Ayah! Maka jadilah ayah terhebat didunia selain aku! ". Ucap Bov dengan suara beratnya tetapi terdengar sangat lembut dan penuh kasih sayang dinada nya.
Mycle sedikit tersentuh, niatnya untuk mencari dan membawa pulang kembali Amara semakin kuat, ia semakin bertambah semangat. Ia tidak mau menjadi orang bodoh dengan membiarkan anak dan istrinya diluar sana dalam keadaan tidak baik baik saja. Mycle tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika sesuatu terjadi pada Amara dan anak mereka.
Setelah berpamitan kepada Bov dan juga Diana, Mycle dengan cepat mndlink Darvin untuk memberitahu kalau ia akan segera berangkat untuk mencari Amara, dia menyuruh Darvin untuk membawa beberapa warrior nya dan juga ia akan mengajak Darco atas perintah Bov, sebenarnya Bov ingin sekali ikut untuk mencari Amara tetapi ia harus tetap berada di istana untuk berjaga, menjaga Clora istrinya dan juga Diana anaknya, begitupun juga dengan Crystal.
Tapi saat akan berjalan menuruni anak tangga, tiba tiba saja suara gaduh dari depan membuatnya berhenti, tidak hanya Mycle, Bov, Clora dan juga Diana mendengarnya.
"TUTUP SEMUA PINTU DAN JENDELA ISTANA!!! ". Teriak salah satu warrior menggema, para maid dan juga omega terlihat panik dan berlalu lalang untuk menutup semua pintu, jendela dan celah celah istana, Mycle dan Bov yang melihat itu terlihat bingung, ingin memastikan apa yang sedang terjadi, Mycle pun memutuskan kebawah, dengan Bov dibelakangnya.
Ditemukannya Darco yang kebetulan akan menaiki anak tangga.
"Alpha Mycle?? ". Ucap Darco sambil membungkuk saat melihat Mycle yang baru saja turun dari tangga. Dilanjutkan dengan Bov yang juga baru datang.
"Apa yang terjadi Darco?? ". Tanya Mycle dan Bov bersamaan.
Darco sedikit terlihat masih mengatur nafasnya, ia seperti sehabis berlari maraton.
"Begini Alpha, diluar tiba tiba saja datang makhluk aneh yang sangat menyeramkan, makhluk itu mencoba untuk masuk kedalam istana, tapi dengan cepat kami menutup pagar, dan sekarang mereka sedang berusaha mencari celah untuk menerobos masuk Alpha, dan jumlah makhluk aneh itu banyak sekali". Jelas Darco membuat Mycle dan Bov semakin bingung.
" Bagaimana jenis makhluk itu". Ucap Mycle yang langsung berjalan kearah jendela besar yang berada diruang keluarga, dan disana ia dapat melihat para warrior nya yang kini sedang berusaha membunuh makhluk aneh berwarna hitam itu.
Bentuknya seperti kelelawar, hanya saja ini berukuran besar, dan mempunyai taring yang begitu panjang juga tanduk dikanan kirinya, Mycle mengerutkan keningnya bingung, ia baru pertama kali melihat hewan seperti itu.
Tidak mau memperlambat waktu untuk mencari Amara, Mycle memutuskan untuk ikut membantu para warrior nya disana, Bov dan juga Darco yang melihat Mycle keluar istana pun terkejut, mereka dengan cepat menyusul Mycle, tapi langkah Bov terhenti saat suara Clora terdengar dari belakangnya.
"Bov!! ".
Bov terpaksa menghentikan langkahnya, dibelakang terdapat Clora, Diana dan juga Crystal.
" Apa kau akan ikut membunuh semua makhluk aneh itu Bov?? ". Tanya Clora yang kini terlihat panik, Bov berusaha untuk tetap tenang, ia tidak ingin membuat Clora bertambah khawatir dan ketakutan.
" Sayang, dengarkan aku, aku selalu mengatakan ini kepadamu, aku adalah mantan Alpha di pack ini Clora, tanggung jawabku masih berjalan selama aku masih hidup, sebagai mantan bukan berati aku tidak ikut membantu dalam masalah yang menimpa Black Moon Pack. Kau sudah menjadi istriku lebih dari puluhan tahun Clora, aku harap kau lebih mengerti". Ucap Bov membuat Clora terdiam, yang dikatakan suaminya itu memang benar, ia tidak bisa berbuat apa apa lagi sekarang.
"Baiklah, hati hati". Ucap Clora membuat Bov tersenyum senang, ia mengecup cukup lama kening istrinya itu lalu mulai kembali melangkahkan kakinya.
" Hewan apa sebenarnya yang sedang berusaha masuk ke istana ini?? ".
π€π€π€π€
Bau asap menyeruak masuk ke indera penciuman ya, baunya sangat khas seperti bunga yang dibakar, Amara tambah dibuat bingung, Amara akhirnya memberanikan diri untuk membuka perlahan matanya yang terasa berat. Sesaat setelah ia tidak mendengar suara apapun, itu membuat ia sedikit merasa lebih aman, mungkin saja pria pria itu sudah pergi dari dekatnya.
Perlahan tapi pasti, kelopak mata abu itu kini terbuka sempurna, pantulan chaya dari atap yang bolong itu langsung masuk menusuk tepat di iris mata abunya membuat kembali menutup mata, Amara menolehkan kepalanya kesamping, dilihatnya ada beberapa lilin yang menyala dipojok ruangan, lilin dan cahaya diatas itu hanya satu satunya penerang diruangan ini.
Amara merasa merinding sekarang, dirinya kini berada ditempat yang sangat menyeramkan, berbeda dengan tempat sebelumnya, cahaya itu membawanya ketempat yang menyeramkan lebih dari tempat tempat sebelumnya, Amara sangat berharap kalau tempat ini adalah dimensi lain dari cahaya itu, tidak nyata.
Suara sepatu menyentuh lantai kini terdengar di telinganya, Amara merasa takut sekarang, apa pria itu datang lagi?? Tapi suara deru langkahnya berbeda, kali ini seperti suara sepatu heels yang menyentuh lantai.
Amara merubah posisinya menjadi duduk, kepalanya terasa sangat pusing, pandangannya sempat kabur saat berubah posisi, tetapi dengan cepat ia mengubah kembali pandangannya yang kabur.
Suara langkah heels itu semakin terdengar mendekat, Amara mencoba untuk tenang, walaupun nyatanya susah, dari ujung lorong didepannya, terdapat sebuah pantulan bayangan seseorang mendekat, dan itu menambah ketakutan pada dirinya, ia tidak bisa menyembunyikan rasa khawatir nya sekarang, dalam hati ia terus memohon seseorang untuk datang menolongnya.
"Mycle kumohon tolong aku!! ".
Bayangan itu kini semakin dekat, hingga munculah sosok tersebut, seorang wanita dengan gaun panjang serba hitam, rambut berwarna putih, dan kupluk yang menutupi kepalanya, wajahnya masih menunduk, membuat Amara tidak bisa melihat jelas wajah seorang gadis tersebut.
Amara semakin tidak bisa tenang, dikiranya sudah melayang kemana mana sekarang, ia masih terus melihat wanita berambut putih yang kini mendekat kearahnya.
Saat sudah satu meter didepanya, wanita itupun mengangkat kepalanya perlahan, menatap Amara yang masih setia memandangnya, ruangan ini terasa sangat mencekam bagi Amara, bulu pada kulitnya seketika berdiri.
"Cara?? Kau dimana?? Kumohon kemarilah, aku sangat ketakutan". Batin Amara menangis.
Wanita berambut putih itu kini sudah menampilkan wajahnya sangat jelas tepat didepan wajah Amara.
Amara sedikit terkejut, ternyata wanita yang dilihatnya ini...
"Kkk--kaau Fa--fana?? Kau adalah Aa--athena?? ".
Wanita itu seketika tertawa keras membuat siapapun yang mendengarnya akan merinding bukan main, bahkan bisa saja berteriak ketakutan. Tapi tidak dengan Amara, ia kini menangis ketakutan, mengingat bayangan dua wanita yang dilihatnya di hutan aneh itu.
Amara memejamkan matanya, seketika terlintas wajah pria tampan yang akhir akhir ini membuat hatinya terasa sakit untuk mengingat pria itu.
"Mycle, tolong aku".
---continued---
π€π€π€π€
bonus pic Athena.