My Alpha's King

My Alpha's King
36



**Gak mau bertele telee....


Langsung ajaaa yaaaa


(SELAMAT MEMBACA😙❣**)


Semakin mendekat keadaan disini semakin mencekam, istana tua itu kini semakin terlihat didepan matanya, berapa jarak lagi dirinya akan tiba disana.


Tidak ingin membuang buang waktu Mycle pun kembali berlari kencang, tidak peduli dengan adanya beberapa vampire didepan sana nanti, yang penting ia harus segera sampai diistana jelek itu dan segera membawa Amara pulang.


Larinya terhenti ketika ia sudah berada tepat didepan gerbang tua yang menjulang tinggi, gerbang ini ditumbuhi beberapa tanaman kecil, juga dililit oldh beberapa akar pohon yang ada disekitar pagar itu.


"Apa pagar ini terkunci Make??". Tanya Alex melalu mndlink.


"Aku tidak tahu lex, kalaupun terkunci, aku tidak mau tahu, bagaimanapun caranya kita harus membuka pagar ini dan segera masuk kesana".


Mata Alex menajam kearah dalam istana, cahaya bulan purnama merah itu semakin terang, dan cahayanya jatuh tepat didalam istana tua itu, bersamaan dengan itu, angin kencang tiba tiba saja datang membuat semua pohon dan dedaunan kering berterbangan.


Alex sedikit menyipitkan matanya yang terkena debu, ia berancang ancang untuk menabrak gerbang tua didepanya ini.


Ia kembali berlari menerobos gerbang yang sudah terbuka paksa karena doronganya, saat akan kembali berlari masuk lebih dalam ke istana itu tiba tiba saja ada serangan dari belakangnya membuat tubuhnya seketika terhempas jauh.


Alex menoleh kearah makhluk yang sudah menyerangnya secara tiba tiba itu. Dan makhluk itu ternyata hewan jelek bersayap besar yang rupanya sangat mirip dengan kelelawar, ya, itu hewan yang sama dengan hewan yang menyerang istananya.


"Hewan itu lagi??". Batin Mycle berucap.


Tanpa sadar hewan itu kembali mendekat dan menyerangnya, Alex pun kembali tersadar, ia tidak tinggal diam, tubuh besarnya melompat guna mencapai sayap hewan jelek itu, ketika berhasil Alex dengan ganas mencakar sayap itu hingga robek dan mengeluarkan darah segar, gigi tajamnya melahap habis kepala hewan itu hingga terlepas.


Ketika hewan hitam itu sudah mati dihadapanya, kini dirinya kembali dibuat terkejut, ternyata hewan itu tidak hanya satu, melainkan ratusan, dan sekarang hewan hewan itu mendekat kearahnya.


"Shit, mereka semua membuang buang waktuku!!". Batin Mycle kesal.


Dengan sangat marah Alex berlari, menyerang asal asalan semua hewan jelek itu, tidak sedikit dari mereka yang sudah terkulai tidak berdaya hanya dengan terkena cakaran tajam Alex disayapnya, tapi hewan hewan itu masih tidak tinggal diam, mereka menyerang Alex dari berbagai sisi, membuat Alex sendiri lama kelamaan mulai kewalahan.


Dalam hati ia meruntuki Athena dewi iblis itu, ia bersumpah, jika terjadi apa apa dengan Amara, ia akan segera membunuh Athena tanpa ampun.


Alex masih dengan emosi nya mencakar habis habisan hewan hewan hitam yang mengepungnya, menyalurkan semua emosi nya kepada hewan hewan itu membuatnya kini semakin kewalahan, sehingga membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan, Alex terjatuh dan itu membuat hewan hitam itu berusaha untuk menyerangnya.


Tapi saat hewan hitam itu hendak menusuk Alex dengan kuku tajam mereka, tiba tiba saja hewan itu terhempas kebelakang.


Alex menolehkan kepalanya kearah belakang, dan ia cukup terkejut menemukan Bov disana, dan dibelakang Bov ada banyak warrior istananya, dan sekarang semua warrior nya itu kembali bertarung menyerang ratusan hewan hitam bersayap itu.


"Ayah??". Ucap Mycle bingung.


"Kau salah sudah datang sendiri kesini, jangan pernah ulangi itu lagi selagi aku masih ada". Balas Bov melalui mndlink.


Mycle tersenyum senang, kalau sedang tidak menjadi Alex, mungkin dengan cepat Mycle akan memeluk ayahnya itu.


"Sudah, tidak usah buang buang waktumu, selamatkan Amara didalam sana, biar hewan hewan ini aku yang urus". Ucap Bov membuat Mycle kembali mengingat Amara.


"Tunggu, sebelum kau kedalam, ambilah ini". Ucap Bov memberikan sebuah kemeja dan celana milik Mycle yang dibawanya dari istana, Mycle sedikit bingung kenapa Bov memberinya ini, tapi tanpa fikir panjang ia mengangguk cepat dan segera berlari kedalam istana tua itu.


Mycle berlari cepat menelusuri lorong istana yang gelap itu, ternyata keadaan didalam istana ini begitu menyeramkan, ia tidak bisa membayangkan betapa merindingnya Amara berada diistana jelek ini.


Mycle tidak ingin membuang buang waktu, ia bertukar shift dengan Alex, kemudian mengenakan salinan yang diberikan oleh Bov kepadanya tadi. Ternyata salinan itu berguna juga, fikirnya.


Ia kembali berjalan pelan, kali ini kearah lorong berwarna merah, angin bertiupan diistana ini semakin kencang, dan tanpa disengaja langkahnya membawanya kesebuah ruangan besar dimana angin angin itu semakin terasa kencang.


Saat langkahnya sdmakin mendekat kearah ruangan itu, Mycle sedikit menyipitkan matanya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat keadaan didalam ruangan itu.


Matanya tertuju kepada dua orang yang tergantung tidak sadarkan diri diatas sana, matanya membulat kala menangkap figur yang ia cari cari sudah terlihat seperti mayat diatas sana.


Pandanganya jatuh kebawah, tepat kepada seorang wanita berambut putih yang terduduk dengam mulut yang seperti berbicara dengan mata terpejam, Mycle mengepalkan tanganya kencang membuat urat urat pada tanganya keluar.


"FANA HENTIKAN SEMUA INI!!". Teriaknya menggelegar dipenjuru ruangan.


Wanita berambut putih itu nampak terkejut dan membuka matanya, keadaan sedikit hening, angin kencang itupun mulai meredah.


Wanita yang ia panggil Fana itu perlahan berdiri, kemudian berbalik kearahnya, Mycle memandang tajam manik mata merah itu.


"Apa yang sudah kau lakukan kepada mate ku?!!". Tanya Mycle tajam.


Athena tersenyum lebar, ia sedikit terkekeh.


"Mycle?? Oh benarkah itu kau?? Sayangku??". Ucap Athena mendekat.


Mycle bergerak mundur untuk menjauhi Athena.


"JAWAB PERTANYAANKU!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA MATE KU?!!!". Teriak Mycle lagi membuat Athena terdiam.


Mata merah itu menoleh kearah atas yaitu kepada Amara dan juga Malik yang tergantung disana.


"Mate mu?? Sungguh?? Bukan kah kau sudah mereject nya??". Tanya Athena membuat Mycle sedikit bingung.


"Oh Mycle apa kau tidak ingat itu?? Bahkan kau mereject nya demi aku".


"TIDAK IBLIS!! AKU TIDAK PERNAH MEREJECT MATE KU!! ITU SEMUA DIBAWAH PENGARUH SIHIR BUSUKMU!!". Ucap Mycle membentak membuat Athena tertawa keras.


"Sudahlah Mycle, kau ini sangat mencintaiku, kau sangat menyayangiku, bahkan kau sampai bertengkar dengan ayahmu itu demi aku bukan?? Ohh sungguh romantisnya dirimu". Ucap Athena berhasil membuat Mycle semakin terpancing emosi.


Matanya kembali tertuju kepada Amara yang tergantung disana, merasa tidak tega Mycle kembali berteriak meminta kepada Fana untuk menuruni Amara segera.


Athena pun mengalah, ia mengeluarkan satu mantra yang akan menurunkan perlahan Amara.


Tapi tiba tiba saja mantranya terhenti, ia kembali menoleh kearah Mycle.


"Tunggu sebentar sayang, diatas sana ada dua orang yang tergantung, dan aku memberimu pilihan, kau ingin mate mu Amara yang kuturunkan atau Malik, kaka kandungmu??". Ucap Athena tersenyum sinis.


Mycle kembali menoleh kearah Malik dan Amara, ia baru sadar jika seseorang yang berada disamping Amara itu ternyata Malik, kakak nya.


"Bagaimana ia bisa disini??? Dan kau?? Apa yang sudah kau lakukan padanya??!!". Tanya Mycle tajam.


Athena tersenyum, kemudian sedikit berjalan mendekat kearah Mycle, ia bisa melihat, tatapan marah pria didepanya itu, ternyata memang benar, Mycle sudah bebas dari sihir hitam nya itu.


"Dua orang diatas sana, mana yang berarti bagimu??". Tanya Athena tiba tiba.


"Apa maksudmu??".


"Oh Make sayang, lihatlah, kau tidak butuh waktu banyak, kau harus pilih salah satu dari mereka, atau--".


"Atau apaa?!!". Tanya Mycle geram.


"Keduanya akan mati". Bisik Athena tepat didepan telinga Mycle.


🖤🖤🖤


Asap tebal sedari tadi tidak henti hentinya bertedbangan menutupi penglihatannya, apa yang sebenarnya terjadi?? Amara sedikit tidak mengerti, ketika ia memejamkan matanya saat berhadapan dengan Fana, mengapa tiba tiba dirinya berada ditempat yang berbeda lagi??


"Apa aku sudah mati?? Apa Fana sungguh membunuhku??". Batinya bertanya.


Dan. Tunggu!


Ia menoleh kebawahnya, dan baru menyadari, ternyata gaun yang dikenakannya berbeda?? Tubuhnya memakai gaun besar berwarna putih, dan luka luka pada tangannya pun menghilang??


"Apakah aku sungguh sungguh sudah mati??!!". Batinya lagi berteriak.


Amara mulai khawatir sekarang, Oh Dewi Bulan, bahkan Amara baru merasa bahagia mengetahui ada malaikat kecil diperutnya itu, dan ia tidak bisa membayangkan betapa bahagianya Mycle saat mengetahui kabar ini.


Rasanya Amara ingin menangis saja sekarang, ia sendiripun tidak tahu keberadaannya dimana sskarang, tempat tempat aneh seperti ini selalu berputar putar seperti kaset rusak, ini semua aneh, untuk apa Dewi Bulan memvawanya ketempat tempat menyeramkan seperti ini???


Amara terduduk dibawah, ia sudah pasrah, mungkin saja memang nasibnya sampai disini, ia melipat kedua kakinya menyatu,dan mdnenggelamkan wajahnya disana, tapi tiba tiba saja suara seseorang mengejutkanya.


"FANA HENTIKAN SEMUA INI!!".


"Mycle?? Itu suara Mycle?? Aku tidak salah dengar, itu suara Mycle!!". Amara mengakat kepalanya, matanya menoleh kebelakang, dan tepat disana ia melihat sebuah layar besar yang menampilkan figur seseorang yang ia tunggu tunggu kedatanganya.


"Mycle??!!".


Amara berdiri dan kemudian berlari untuk menembus layar levar seperti bioskop itu, tapi ternyata tidak bisa, ia tidak bisa menembus tv besar itu.


Amara menempelkan kedua telapak tanganya pada layar besar itu, ia memegang wajah Mycle yang keliahatan sangat marah sekali.


"Apa yang sudah kau lakukan kepada mate ku?!!". Tanya Mycle tajam.


Athena tersenyum lebar, ia sedikit terkekeh.


"Mycle?? Oh benarkah itu kau?? Sayangku??". Ucap Athena mendekat.


"Mycle??". Panggil Amara pelan.


Mycle bergerak mundur untuk menjauhi Athena.


"JAWAB PERTANYAANKU!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA MATE KU?!!!". Teriak Mycle lagi membuat Athena terdiam.


"Mycle?? Aku disini!!". Ucap Amara yang sudah menangis.


Mata merah Athena tiba tiba saja tertuju pada Amara sehingga membuat gadis itupun terkejut dan sontak melangkah mundur kebelakang, dan bertepatan dengan itu layar lebar itupun berubah menjadi hitam.


"Ayolah!! Kumohon, kembali menyala!!". Ucapnya masih terus memukul mukuli layar itu. Amara sudah mulau menangis sekarang, dirinya seperti sedang melakukan game misterius yang sangat menyeramkan, game ini seperti menyuruhnya untuk memecahkan teka teki yang entah tujuanya untuk apa.


Amara menunduk, membuat air matanya mentes dan terjatuh dilantai, dan bersamaan dengan itu, layar besar didepanya itu kembali menyala, membuatnya dengan cepat menoleh, ternyata bukan lagi sosok Mycle dan Athena yang dilihatnya. Tetapi seorang wanita menggunakan gaun hitam yang hendak menaiki tangga di depannya.


Suara kicauan burung gagak tiba tiba terdengar, berbarengan dengan hembusan angin dingin yang menabrak nya, membuat rambutnya yang tergerai itu berterbangan.


Amara seperti sedang menyaksikan layar lebar 3 dimensi, dirinya seperti ikut merasakan apa yang sedang terjadi di layar besar itu.


Wankta bergaun hitam itu masih terus berjalan hingga akhirnya ia tiba diujung tangga,dan suasana tiba tiba saja berubah, dihadapan wanita itu terdapat sebuah kaca besar, yang dapat menampilkan pantulan figur wanita bergaun hitam tersdbut.


Amara sedikit khawatir, saat kaca itu mengarah kepadanya, lama kelamaan semakin jelas, pantulan wanita bergaun hitam itu mengarah tepat dihadapanya.



Amara mengerutkan keningnya bingung, mengapa dipantulan kaca tersebut, wanita itu menggunakan gaun putih yang sangay mirip dneganya, dan rambutnya pun berwarna putih, sangat berbanding terbalik dengan wujud asli wanita bergaun hitam itu.


Tiba tiba saja wajah wanita dicermin itupun menoleh kepadanya, cukup lama mata abu Amara saling bertemu dengan mata Biru milik wanita dikaca itu, sampai tiba tiba saja wanita berambut putih itu tersenyum kepadanya.


"Kau sangat cantik Amara". Ucap wanita itu tiba tiba. Suara nya begitu msnggelegar, seperti wanita itu berbicara dengan menggunakan mic.


"Siapa kau??". Tanya Amara bingung.


"Kau sangat cantik, aku sangat iri padamu, kau begitu suci dan bersih, kau memiliki kekuatan Dewi Bulan, Dewi yang begitu dermawan dan juga baik, sama sepertimu".


"Dan kau, kau memakai kalung berliotin sabit milik Dewi Bulan, kau sungguh wanita yang sangat beruntung, apa kau tahu?? Kau ditakdirkan dneganya, bukan hanya untuk membuatnya menyatu, kau harus ingat itu Amara, tidak boleh merasa takut atau khawatir, kau kuat, kau tidak lemah".


Mata biru wanita itu menatap keatas.


"Lihatlah, indah bukan??". Ucap wanita itu membuat Amara perlahan mengangkat kepalanya ikut menoleh keatas, disana langit biru yang sangat indah, dihiasi dengan berbagai macam warna kupu kupu yang sangat cantik, burung burung berkicauan, pohon pohon saling bertabrakan karena angin sejuk yang dengan lembut menyapa.


"Jika kau melakukan ini semua dengan benar, hasilnya akan seperti itu, namun jika tidak, semua akan berbanding terbalik dari keindahan tadi". Ucap wanita itu lagi tersenyum.


"Ingatlah baik baik Amara, Perbaiki ingatanya Hancurkan sihirnya?  Padamkan api nya Dinginkan jiwanya ".


Tunggu! Kata kata itu seperti sangat tidak asing ditelinga nya, Amara mencoba untuk mengingat ngingat, dimana ia pernah mendengar kata kata itu barusan.


Dan berteptan dengan itu liontin bulan sabit pada kalung yang melingkar dilehernya pun menyala, sangat berkilauan.


Amara mengerti sekarang.


Ia kembali menoleh kepada pantulan wanita dicermin itu, wanita tersebut tersenyum, dan bersamaan dengan itu cermin pun pecah.


Kini kepala wanita bergaun hitam perlahan menoleh kearahnya.


"Athena??". Amara membulatkan matanya saat melihat sosok wanita bergaun hitam tersebut.


Tiba tiba saja Athena tertawa sangat keras membuat layar besar dihadapanya meretak dan kemudian pecah berkeping keping,bersamaan dengan itu cahaya hitam datang dari jauh dan dengan cepat mendekat kearahnya.


Amara merasakan sesuatu menabrak tubuhnya dan tiba tiba saja.....


🖤🖤🖤


Mycle menolehkan kepalanya kembali kepada Amara yang masih setia menutup matanya, keadaan semakin mencekam, ia sungguh merasakan sakit yang teramat dalam melihat gadis yang dicintainya dalam keadaan sangat buruk seperti ini.


Mycle kembali mengepalkan kedua telapak tanganya, dan perlahan tubuhnya pun memerah dan mengeluarkan asap, urat urat besar pada tiap tubuhnya mulai keluar.


Dan kini Mycle berhasil bertukar shift dengan Alex, ternyata bukan hanya Mycle, Alex pun sudah sama geramnya didalam sana, sampai sampai ia tidak bisa menahan lagi amarahnya.


Ia menoleh kearah Athena yang ada disampingnya, wanita berambut putih itu tersenyum, seperti tidak ada kekgawatiran diwajahnya.


Alex berancang acang lalu kemudian berlari kencang kearah Athena yang masih berdiam diri ditempat.


Tapi tiba tiba saja tubuhnya tidak menabrak apapun, ia kembali menoleh kebelakang, ternyata Athena masih utuh, ia masih tersenyum dan tidak berpindah tempat sedikitpun.


Alex kembali berlari hendak kembali menabrak Athena, tetapi masih sama, ia ternyata menembus tubuh Athena, wanita itu kini tertawa jahat, membuat Alex semakin geram melihatnya.


Atheba berjalan kerarah Alex yang sekaeang sedang menggeram.


"Oh Anjing basah, kau kenapa hmm?? Kau sangat kelaparan ya?? Apa kau ingin makanan??". Tanya Athena kepada Alex yang masih menggeram emosi.


"Sialan!! Dia mengataiku anjing basah??!!!". Ucap Alex kepada Mycle.


Athena tersenyum.


"Mengapa kau memilih bertukar wujud menjadi si jelek seperti ini Mycle?? Padahal aku lebih suka melihatmu menjadi manusia". Ucap Athena dengan nada yang dibuat menyedihkan.


Alex semakin geram, ia sagat benci pada Athena, dan rasanya ia ingin mencakar dan melahap habis habisan wanita jelek dihadapanya ini. Tetapi apa daya, sihir wanita ini begitu hebat, bahkan untuk menyentuh nya pun Alex tidak bisa.


Mata hitam pekat milib Alex itu masih memandang tajam iris mata merah milik Athena.


"Sakit!". Ucap Athena tiba tiba. Dan bersamaan dengan iti, Alex merintih kesakitan, tulangnya seperti patah patah, tubuhnya sangat sakit, ini begitu sangat mengerikan.


"Berhenti!"  Ucap Athena lagi, dan itu membuat alex berhenti meringis, ia merasaka  sakit pada tulang tulangnya menghilang, tetali sekarang tubuhnya tidab bisa bergerak.


"Apa yang sudah kau lakukan pada wolf ku??!!". Tanya Mycle melalui mndlink.


"Berbicara padaku melalu wujudmu yang asli, tidak dengan wujud anjing basah ini". Ucap Athena membuat Mycle pun menahan emosi didalam tubuh Alex.


Tanpa Athena sadari, diatas sana, tubuh Amara yang tergantung mengeluarkan cahaya, cahaya yang sangat mengkilat, tetapi karena cahaya itu yang smakin lama semakin menonjol membuat Athena pun menyadarinya.


Ia sedikit terkejut melihat tubuh Amara mengeluarkan cahaya yang begitu kuat, bahkan untuk menembuh penglihatan cahaya itu saja Athena tidak bisa.


Mycle sama terkejutnya dengan Athena, ia menyipitkan matanya karena silau dengan cahaya yang dikeluarkan oleh Amara.


Perlahan tapi pasti, tubuh Amara turun kebawah dengan gerakan melayang.


Dan kini tubuh itu tergeletak dilantai, berbarengan dengan hilangnya cahaya putih tersebut.


Athena menajamkan tatapanya, ia mendekat kearah Amara yang masih memejamkan matanya.


"Ada apa dengan gadis ini?? Mengapa ia bisa mengeluarkan cahaya sekuat itu??". Ucap Athena bingung.


Mycle sedikit khawatir melihat Athena yang mendekat, tetapi ia juga tidak bisa berbuat apa apa, tubuhnya sungguh tidak bisa digerakan.


Mata hitam Alex tertuju pada kalung berliontin bulan sabit yang dikenakan Amara.


"Kalung itu??!". Ucap Mycle pelan tetapi dapat didengar jelas oleh Athena.


"Kalung apa maksudmu Mycle?!!?". Tanya Athena tajam.


Mycle mengerutkan keningnya bingung, apa Athena tidak melihat kalung yang digunakan oleh Amara, kalung itulah yang menimbulkan cahaya seperti tadi.


Mycle mengerti sekarang, ia tersenyum sinis didalam tubuh Alex.


Athena merasa sudah dipermainkan, ia mengeluarkan satu mantra yang membuat tubuh Alex serigala hitam itu tiba tiba saja terngkat keatas sekali, dan kemudian terjatuh sangat kencang kebawah menimbulkan suara seperti patah tulang.


Alex meringis tak tertahan, tubuhnya benar benar remuk, entah mengapa ia selemah ini sekarang.


Mata Amara tiba tiba saja terbuka, kulit pucatnya berubah warna kembali menjadi normal. Ia bangkit berdiri membuat Athena menoleh kearahnya.


"Amara?? Kau-". Belum sempat Athena menyelesaikan kalimatnya, tiba tiba saja tubuhnya terhempas jauh saat Amara mengeluarkan cahaya putih berkilauan kembali.


Saat cahaya itu perlahan menghilang, Athena melihat wujud berbeda Amara, yaitu menjadi serigala putih besar yang sangat bersih dan cantik, serigala itu mempunyai mahkota diatas kepalanya.


Bersamaan dengan itu, chaya bulan purnama merah itupun berubah menjadi pantulan cahaya putih yang berada tepat diatas kepala Cara wolf Amara.



Semua lilin yang sebelumnya menyala didalam ruangan inipun mati, ruangan menjadi bertambah gelap, satu satu penerangnya adalah cahaya putih yang keluar dari atas atap istana tua ini.


Athena menajamkan tatapanya, ia menggeram emosi, semuanya menjadi berantakan, dan ini tidak boleh dibiarkan.


Cara, wolf putih itu tersenyum menang.


"Kita selesaikan ini semua Thena!".


Ucap Amara dalam tubuh Cara yang membuat Athena kembali menggeram. Namun kemudian senyum jahat terukir diwajahnya.


"Tidak secepat itu Amara!! Hahahaha". Athena msngeluarkan satu mantra yang membuat tubuh Alex serigala hitam itu kembali terangkat, pandangan Cara pun mengarah kepada serigala hitam besar yang ada diatas itu, Alex sudah tidak sadarkan diri.


"Selanjutnya?? Kau bisa tebak apa yang akan terjadi??". Ucap Athena menyeringai jahat.


🖤🖤🖤


**Sayang banget akutuh ama kaliann❣❣❣


Love you gengssss


Yaudah sampe situ aja dulu sedih sedihnya


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA❣


jangan lupa Vote and Comment!!


See u next part😙😙❣**