
" Shit!! Ini tidak boleh dibiarkan, Thomas, aku butuh bantuanmu!! ".
******
Mycale Pov.
Entah mengapa tiba tiba saja wolf Alex menangis, sungguh aku sangat terkejut, mengapa?? Dann, kenapa Amara gadisku bisa ada disini?? Aku ingin sekali segera bertukar shift dengan Alex dan menanya langsung kepada gadisku mengapa ia berada disini, bukan kan sudah ku perintahkan dia untuk tidak ikut denganku?? namun Alex menolak bertukar shift denganku, ia tidak ingin bertukar shift denganku saat ini, tapi kenapa?? Dan dia tidak berbicara hingga kini.
Aku hanya bisa berdiam diri didalam tubuh Alex, aku melihat gadisku kini sedang mengelus lembut wajah Alex yang masih menangis, oh ya Tuhan!! Aku sungguh merasakan sentuhan hangat itu, sungguh baru kali ini aku kembali merasakanya, tunggu! Baru kali ini?? Lalu yang kemarin kemarin??
Tiba tiba saja para warrior ku bergaduh, mereka nampak khawatir, akupun mencoba mndlink Darvin.
"Darvin?? Apa yang terjadi?? ".
" Alpha, bahaya Alpha!! Dua vampire mengetahui keberadaan kita, kita harus segera berburu!! ".
Jawab Darvin, dan bagaimana ini, gadisku?? Hah?? Kemana Amara?? Kenapa dia menghilang?? Oh Tuhan apa yang terjadi sebenarnya???
******
Amara Pov.
Saat menyentuh bulu diwajah serigala hitam itu Aku merasa nyaman, berasa sesuatu yang berbeda, Iris mata biru laut serigala itu sangat teduh jika dipandang terus menerus, matanya mengisyaratkan kalau ia sangat rindu kepada diriku, kelihatan dari wajahnya yang teduh yang terlihat seperti nyaman berada diposisi seperti ini.
Tapi tiba tiba saja para serigala lainya memberontak entah ada apa dan itu membuat gadis disampingku semakin takut, ah aku sampai lupa kalau aku masih bersama Crystal, Crystal menariku untuk segera pergi dari situ saat serigala yang indah itu sedang memejamkan matanya.
Aku dan Crystal segera berlari kearah rumah kami, Crystal seperti nampak ketakutan sekali, aku bisa melihat dari raut wajahnya yang khawatir.
"Amara!! Ayo cepatlah larinya, aku sangat takut!! ". Ucap Crystal masih menariku.
Aku masih sangat ragu meninggalkan serigala hitam besar itu, entah ada apa, aku sedikit tidak tega meninggalkanya, dia seperti membutuhkanku.
Tidak butuh waktu lama aku dan Crystal pun sudah berada di kawasan desa kami, tinggal sedikit jalan lagi kita akan segera samapai di rumah, rumah sederhana kita.
Aku dan Crystal berhenti berlari, kami menghaturkan nafas kami masing masing agar normal kembali, saat nafas kami sudah teratur. Aku dan Crystal menoleh kebelakang, ternyata kita sudah tidak melihat grombolan serigala itu, mungkin kita berlari sudah cukup jauh sekarang.
"Kenapa kau berani menyentuh serigala besar itu Amara?? Aku yang melihatnya sedikit khawatir, kalo kalo serigala itu memakan lenganmu". Ucap Crystal tiba tiba membuatku menoleh dan terkekeh sedikit.
" Kau ini ya, fikiranKu buruk sekali, kau tidak lihat kah?? Serigala besar itu kelihatan menggemaskan, bukan menyeramkan, hanya tubuh besarnya saja yang membuatnya lebih seram dari serigala pada umumnya, tapi lihatlah wajahnya tadi, sungguh menggemaskan, oh aku ingin sekali merawatnya". Jawab ku membuat Crystal melongo tak percaya.
"Aku tidak habis fikir, hehh, kalau sampai kau merawat serigala itu?? Tinggalah kau di tengah hutan, tidak usah pulang bersamaku! ". Ucap Crystal membuat aku kembali terkekeh, yang benar sana, dia fikir aku tarzan.
" Sudah sudah ayo kita pulang, aku sudah sangat ngantuk sekali". Ucap Crystal dan aku jawab dengan anggukan.
Tapi saat akan kembali melangkah tiba tiba saja aku merasa sakit yang luar biasa di perutku, ada apa ini??
"Ughh". Ucapku tiba tiba sambil spontan memegang dan meremas perutku.
Crystal yang mendengar itu menoleh dan wajahnya berubah menjadi khawatir.
" Amara?? Amara?!!! Ada apa?? Kau kenapa?? ". Tanya nya panik.
" Perutku sangat sakit sekali, seperti ada yang bergerak didalam sana". Jawabku jujur. Aku memang merasakan ada sesuatu yang bergerak didalam perutku.
"Aduhh". Aku kembali meringis membuat Crystal terlihat semakin panik.
" Aduhh, bertahanlah Amara, kau masih sanggup jalan sebentar lagi bukan?? Ayoo kita pulang, aku akan bantu kau berjalan". Ucap Crystal dan meletakan tanganku di pundaknya kemudian ia menuntunku berjalan sedikit demi sedikit.
*******
Author Pov.
Pintu istana terbuka, disana sudah terlihat Ibu, Ayah kaka dan... Tunggu, Amara??.
Mycle berjalan gontai kearah ruang keluarga yang besar ini, dia mencium kening Clora cukup lama, dan beralih ke Diana setelah itu Amara gadisnya.
"Ibu sangat senang kau pulang dengan selamat nak, bagaimana berburumu??". Tanya Clora langsung setelah Mycle duduk tepat di samping Amara.
" Sudah ibu, tapii.. ".
" Tapi apa Mycle?? ". Tanya Bov datar.
" Hah?? Hmmm, tidak ayah, tidak apa apa, aku berburu dengan baik semalam". Jawab Mycle membuat Bov memandang anaknya itu intens, dia tahu ada yang disembunyikan oleh anaknya itu, terlihat dari wajahnya yang seperti menutupi sesuatu.
Mycle menoleh kearah kakak nya dengan wajah yang bertanya.
" Iya aku takut tidur sendirian, jadi aku minta Diana untuk menemaniku tidur semalam". Ucap Amara membuat Mycle menoleh.
Dia tambah bingung sekarang, oke masalah itu bisa ia fikirkan nanti, yang jelas ia harus terlihat baik baik saja didepan kedua orang tuanya, sebenarnya semalam ia berburu hanya sedikit, serigala nya itu Alex tidak fokus untuk mencari santapan makan malamnya, dan sekarang dirinya sangat lemas sekali.
Mycle tiba tiba saja berdiri dan menarik tangan Amara lembut Ikut berdiri disampingnya.
"Kau ingin kemana Mycle?? ". Tanya Clora bingung.
" Aku ingin berdua dengan gadisku ibu". Jawab Mycle datar dan kembali menarik lembut tangan Amara menuju taman belakang tempat dimana ia sering menghabiskan waktu berdua dengan gadisnya ini.
Saat sudah sampai di taman, Mycle membawa Amara untuk duduk dibangku kayu panjang itu, suara kicauan burung dan angin di sore hari ini seperti perpaduan yang sangat cocok untuk dinikmati.
Amara memandang Mycle bingung, cowo disampingnya ini tidak seperti biasanya, ia terlihat sangat murung sekali.
"Mycle?? ". Panggil Amara pelan membuat Mycle menoleh.
"Iya sayang?? ". Jawabnya lembut.
" Kau kenapa?? ".
" Aku?? Aku tidak apa apa apa, memangnya kenapa?? ".
" Apa yang kau fikirkan?? ".
" Aku tidak memikirkan apa apa". Balas Mycle kemudian dia meletakkan tanganya dibalik punggung Amara, dan membawa Amara untuk bersandard id ada bidangnya. Dikecupnya pucuk kepala gadisnya itu.
"Aromamu sangat memabukan". Ucapnya tiba tiba.
" Kau juga". Balas Amara membuat Mycle tersenyum. Tanganya tiba tiba saja mendarat di perut rata Amara, mengelus nya lembut.
"Kapan jagoanju berada disini?? ". Tanya nya.
Amara bangun dari dada bidang Mycle, menoleh kepada pria didepan ya ini.
" Tidak secepat itu Mycle, kita saja belum melakukanya". Ucap Amara tiba tiba membuat Mycle mengerutkan keningnya bingung.
"Kita sudah melakukanya beberapa kali ini Amara, bahkan sebelum aku dinobatkan aku sudah menandaimu". Ucap Mycle sedikit menekan.
" Aaa.. Mmm.. Maksudku, kita belum melakukanya lagi, bagaimana kalau kita coba sekali lagi?? Siapa tau aku bisa saja hamil bukan??, memangnya bermain sekali atau dua kali bisa membuatku hamil?? Belum tentu Mycle". Jawab Amara membuat Mycle berfikir.
"Apa kau ingin kita melakukanya lagi?? ". Tanya Mycle dan dijawab anggukan cepat oleh Amara.
" Baiklah". Jawab Mycle tersenyum kemudian berdiri dan menggendong tiba tiba tubuh kecil Amara ala bridal style dan membawanya kembali kedalam istana menuju kamar mereka dilantai dua.
Saat sudah sampai dikamar mereka, Mycle segera merebahkan tubuh mungil gadisnya itu diatas kasur mereka yang berukuran king size.
Senyum sinis terukir diwajah cantik gadisnya itu tanpa ia ketahui.
.
.
.
.
.
"Malam ini aku akan mendapatkan semuanya Ayah, aku akan mendapatkan semuanya!! Hahahahahaha".
*********
Yeayy update!!!
Gimana part ini?? Seru tak?? Kalo seru jangan lupa tinggalin vote dan comment kalian ya gaiss😘
Aku gatau sih kalian bosen sama ceritanya atau gak, intinya buat kalian yang selalu suport karya aku, terimakasih banyak yaaaa❤❤❤ ******* aku gak ada artinya tanpa kaliann🤗❤
See u next part All😘😘😘