My Alpha's King

My Alpha's King
18



Author.


"Bagaimana Darvin?? Apa kau sudah mendapat kabar tentang Mycle?? Apa dia belum juga mengabarimu??". Tanya Bov melalui mndlink.


" Belum Alpha, saya sudah mndlink ratusan kali tapi Alpha Mycle tetap tidak menjawab saya".


Darvin, Bov beserta Warrior Warrior lainya sudah berkeliling hutan samoai tengah malam namun tidak ada tanda tanda Mycle dan Amara berada. Sebenarnya kemana mereka? Apa yang terjadi dengan mereka??


Bov dan Darvin berencana untuk mencari Mycle juga Amara di Silver moon pack, karna mereka sedikit curiga kalau kejadian ini semua ada sangkutanya dengan Silver moon pack.


"Alpha apa kau yakin kita mencari Alpha Mycle dan Luna Amara di pack Silver moon?? ". Tanya darivin melalui mndlink.


" Aku yakin Darvin, sudah kau ikut saja denganku, kita kesana juga bukan untuk bertarung atau perang, kita kesana hanya bertanya, jadi kau tidak perlu khawatir ". Jawab Bov tegas.


" Baik Alpha".


Bov dan juga Darvin kembali melanjutkan jalanya menuju Silver moon pack.


"Alpha?? ". Panggil Darvin tiba tiba menghentikan langkahnya.


" Bahaya Alpha kita tidak bisa melanjutkan jalan kesana, sebaiknya kita berputar balik, ini cukup bahaya buat kita Alpha, hanya dengan membawa puluhan Warrior tidak cukup, kau bisa kenapa kenapa". Ucap Darvin dengan nada panik.


"Berbahaya?? Kau tidak perlu khawatir Darvin, sudah kubilang kita ini bukan ingin bertarung kau mengerti?? Kalau memang kau tidak mau ikut dengan ku tidak apa apa kembalilah keistana, Jagalan Flora istriku, biar aku saja yang mencari Mycle dan Amara dengan Warrior Warrior ini". Ucap Bov dan setelah itu berlari sangat kencang melanjutkan jalanya yang masih tetap menuju silver moon pack.


" Hahahaha kau ini sangat keras kepala rupanya Bov, tidak hilang ternyata sifat jelekmu itu". Batin seorang yang sedari tadi mengikuti mereka diam diam.


********


"Ughhhh". Leguhan gadis itu sangat kencang menandakan sakit yang dirasanya sangat parah.


" Lihat dia sudah bangun".


"Apa dia hanya pingsan?? Huh ku kira dia sudah mati".


" Wajahnya cantik sekali ya".


"Apa dia putri kerajaan?? ".


Bisikan bisikan itu sangat jelas dikedua telinga Amara, siapa orang orang itu?? Wajahnya sangat tidak jelas, matanya masih kabur entah kemana membuat pandangannya menjadi buram.


" Apa dia sudah sadar?? Ah syukurlah kalau dia sudah sadar, hei kalian kenapa ramai ramai disini?? Pergi keluarr!! Kalian itu berisik, kalau gadis ini pingsan lagi karna mendengar suara kalian bagaimana?? Cepat cepat keluar!! ". Ucap perempuan itu mengusir anak anak kecil yang sebelumnya mengelilingi Amara.


" Huh kau sangat pelit, lagi pula kan kami yang menemukan gadis cantik itu! ". Ucap salah satu anak kecil itu tidak Terima.


" Iya benar!! ". Salah satunya menambahkan.


" Heh kalian ini ya, aku ini kan hanya ingin mengobatinya, kalau kalian masih disini terus nantinya dia malah tambah sakit bagaimana??". Ucap perempuan itu menjelaskan.


"Hmm yasudah yasudah, kita main keluar saja yuk". Ucap anak anak itu lalu pergi keluar dengan teman temanya yang lain.


Setelah itu perempuan yang baru saja menyuruh adik adiknya itu keluar menoleh kearah Amara yang masih memegangi kepalanya, sepertinya gadis yang ditemukan adik adiknya dijurang ini masih sangat membutuhkan istirahat yang cukup.


"Apa kau baik baik saja gadis?? ". Tanya perempuan itu memegangi pundak Amara.


Amara menoleh kearahnya dengan mata yang masih mengerjap ejap berusaha memnormalkan penglihatannya agar lebih jelas.


" Kau siapa?? ". Tanya Amara pelan, penglihatan nya sekarang sedikit membaik, saat sudah sepenuhnya penglihatanya itu kembali Amara pun mengedarkan pandanganya keseliling, dia seperti berada di suatu gubuk kecil dengan atap dan alas yang hanya menggunakan daun pisang dan dedaunan dedaunanlainya, dimana dia??


"Dan... Aku dimana?? ". Tanya nya lagi.


" Hmmm aku Crystal gadis, dan kau?? Namamu siapa?? ". Tanya nya balik.


" Aku Amara, dan dimana aku sekarang?? ".


" Ah haha aku hampir lupa dengan pertanyaanmu, hmm kau ini sedang berada dirumahku, tepatnya di desa Bavarian". Ucap Crystal memberitahu.


"Desa Bavarian?? ". Ulang Amara.


" Ya Amara". Ucap Crystal tersenyum.


Tiba tiba saja Amara terdiam, dia berusaha mengingat terakhir kali dirinya berada sebelum sekarang ini berada di desa Bavarian.


Tapi ternyata usahanya siaa siaa dia tetap tidak mengingat kejadian sebelumnya.


"Apa kau baik baik saja?? Amara?? ".


Amara kembali menoleh kepada Crystal.


" Crystal?? Dimana kau menemukan aku terakhir kali?? ". Tanya Amara membuat Crystal sedikit bingung untuk menjawabnya.


" Menemukanmu?? Hmmm, sebenarnya bukan aku yang menemukanmu, tetapi adik adiku, mereka bilang mereka menemukanmu dibawah jurang rawan di desa kami". Ucap Crystal menjelaskan.


"Awalnya kami fikir kau sudah mati, tapi ternyata kau masih hidup". Lanjutnya tersenyum.


" Hmm mengapa aku bisa tidak sadarkan diri ya?? ". Bingung Amara sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.


" Jangan dipaksakan untuk mengingatnya dulu, kau ini perlu istirahat".


"Tidak bisa. Rasanya ada yang harus kutemui saat ini, tapi aku tidak tahu itu siapa.".


" Apa kau tidak punya keluarga?? ". Tanya Crystal penasaran.


" Aku tidak tahu aku punya saudara atau tidak ".


" Sungguh?? Dari penampilanmu, kurasa kau punya keluarga, bahkan mungkin keluargamu sangat kaya".


"Aku tidak tahu, aku tidak mengingat apapun dan siapapun saat ini, tapi ada sesuatu yang sangat mengganjal dihatiku, rasanya sesak sekali, dan tubuhku juga sangat lemas seperti baru saja berlari maraton". Ucap Amara bercerita.


" Hmmm kalau begitu kau kembali istirahat, jika kau sudah merasa enakan, aku akan membantumu untuk menemukan keluargamu". Ucap Crystal mendorong pelan tubuh Amara hingga kembali berbaring diatas alas daun pisang tersebut.


Amara berusaha memejamkan matanya dan kembali tertidur.


Gelap..


********


Amara berjalan kearah kotak besar berwarna putih yang berada didepannya, kotak itu sangat harum seperti bunga sedap malam, aromanya sangat menyengat sekali, tapi kotak apa itu??


Saat sampai didepan kotak itu Amara melihat kedalamnya.


" Mayat?? ". Tanya nya dalam hati.


" Apa kotak ini peti?? "


"Bangun sayang, apa kau tidak sayang dengan ibu?? Apa kau tidak memikirkan Amara?? Apa kau tidak memikirkan anak anakmu?? ". Ucap seorang perempuan sambil menangis kearah peti itu.


Amara kembali memperhatikan wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dan awet muda di umurnya yang mungkin sudah masuk kepala 4, wanita itu terus menangis kearah peti yang sangat wangi itu.


Dengan perasaan penasaran Amarapun berjalan mendekat kearah peti dan melihat dengan jelas siapa orang yang berada didalam peti itu, dan ternyata didalam peti tersebut terdapat seorang pria tampan dengan rambut berwarna coklat keemasan dengan menggunakan kemeja hitamnya yang membuatnya semakin terlihat menawan.


Tiba tiba saja Amara tersenyum dan ingin sekali menyentuh pria itu, Amara membungkukan badanya dan berusaha menggapai wajah mulus pria yang berada didalam peti itu, tapi saat ingin menyentuhnya tiba tiba saja pria itu membuka matanya sehingga membuat Amara terkejut dan memundurkan tubuhnya.


Pria itu menoleh kearahnya dan memandangnya dengan pandangan yang sendu, tatapannya seolah seperti berkata 'aku merindukanmu'.


Tiba tiba Amara merasakan sesak dibagian dadanya, sebenarnya apa yang terjadi dengan pria itu?? Apa dia baru saja mengalami mati suri??i


Iris mata biru laut pria itu bertemu dengan Iris mata berwarna abu milik Amara, dan tiba tiba saja pria itu menghilang begitu saja bersama peti nya dengan cahaya putih yang begitu saja lewat di depannya.


"Apa ayah akan pulang lama lagi?? ". Ucap anak kecil yang tiba tiba saja Amara lihat di depannya ini kepada seorang pria paruh baya dihadapan anak itu yang sedang menggunakan baju loreng dominasi Coklat tua dan muda dan hijau.


Pria itu berjongkok untuk mensejajarkan tingginya seperti anak kecil di depannya itu.


" Tidak Amara sayang, ayah akan pulang cepat, kau tidak boleh sedih oke?? Kau kan bersama Ibu jadi Anak Ayah yang cantik ini tidak boleh kesepian, mengerti??.".


"Tapi apa Ibu bisa untuk aku ajak bermain bola?? ". Tanya anak itu membuat Ayahnya terkekeh pelan.


" Kau ini perempuan Amara, masa kau ingin bermain bola??? Bermain bola boleh, tapi jangan sering sering, karna kau ini anak perempuan Ayah yang paling cantik, bukan anak laki laki Ayah yang tampan". Ucap pria itu tersenyum seraya mengelus lembut pundak kepala anaknya.


"Hehehehehe, apa Ayah ingin mempunyai anak laki laki yang tampan?? ". Tanya Amara kecil.


" Hmmmm tidakk, kalaupun dikasih ya Ayah pasti Terima biar kau ada temanya, tapi kalau memang tidak dikasih ya tidak apa apa, karna Ayah sudah punya kamu, putri Amara yang cantik". Ucap nya sambil memeluk putri kecilnya itu dengan erat.


" I love you Ayah". Ucap Anak itu dan langsung melingkarkan tanganya dileher ayahnya tersebut.


"I love you too Amaraku sayang".


" Ayah?? ". Ucap Amara tanpa sadar dengan air yang sudah meluncur dari mata melewati pipi mulusnya.


*******


Mycle mengedipkan matanya berkali kali, berusaha menerima pantulan cahaya matahari yang keluar dari jendela besar didepanya, badanya terasa sangat sakit sekali. Untuk bergerak kekiri atau kekanan saja terasa sakit, Mycle mencoba memgingat kejadian terakhir yang membuat tubuhnya sakit seperti ini.


Ah dia baru ingat, suatu benda besar yang tidak terlihat didepannya dan membuat dirinya menghantam benda keras itu sehingga tubuhnya sakit sakit seperti ini, tapi benda apa itu?? Dan mengapa benda itu tak terlihat olehnya??


Oh Mycle sudah cukup pusing sekarang ini dan dia tidak mau memikirkan benda sialan itu yang hanya membuat kepalanya bertambah pusing. Yang harus ia fikirkan saat ini adalah Amara! Gadisnya..


Mycle mengedarkan pandangannya keseliling, dia merasa asing dengan tempat aneh ini, ini bukan kamarnya, bukan juga istananya, lalu dimana ini??


"Alex?? Dimana kita??". Tanya Mycle melalui mndlink.


" Alex apa kau mendengarku??".


"Alex dimana kau??!!". Tanya nya sekali lagi yang sudah mulai emosi.


Kemana serigala hitam itu?? Dan mengapa dirinya sudah berganti shift saja dengan Alex tanpa ia sadari, sebenarnya apa yang terjadi ketika dirinya tidak sadarkan diri?? Dan siapa yang membawanya ketempat aneh ini??


Mycle berusaha membangkitkan tubuhnya walau masih terasa sangat sakit tapi ia terus berusaha untuk bisa berdiri.


Mycle berjalan pelan pelan kearah pintu yang tertutup diruangan itu, saat akan membuka pintu Mycle merasakan ada yang aneh disekelilingnya, tiba tiba saja hawa panas disekelilingnya, sangat panas... Mycle mencoba sekali lagi untuk membuka pintu ruangan itu dan.. Berhasil.


Dilihatnya kekanan dan kekiri, tempat ini seperti gedung tua yang tidak berpenghuni kelihatan dengan akar akar pohon yang menempel disetiap tembok dan lantai yang sangat kotor.ucap


Mycle berjalan kearah kirinya, dan tepat didepanya terdapat tangga yang sangat panjang bentuknya memutar dan itu sangat jauh, dan dia baru tersadar kalau dirinya sekarang berada ditempat yang tinggi.


Mycle menghela nafas panjang, dengan tubuhnya yang sudah remuk seperti ini, haruskah ia turun melalui tangga itu??


"Oh Dewi Bulan, apakah ini rencana terbaikmu??". Tanya nya dalam hati.


" Darvin?? Apa kau mendengarku??.... Darvin?!!". Sudah cukup emosi saat ini dan dia memilih pasrah saja, dengan sekuat tenaga Mycle berjalan menuruni anak tangga satu persatu dengan tangan yang bertumpu pada pinggiran tangga yang sudah diselimuti oleh tumbuhan tumbuhan kecil.


Mycle menahan sakit dibagian pundak juga dadanya yang menghantam benda besar, saat sudah dipertengahan jalan tiba tiba Mycle merasakan ada orang dari belakang yang mencoba mengikutinya.


Namun saat dirinya menoleh kebelakang ternyata Nihil tidak ada apa apa disana, apa mungkin hanya perasaanya saja??


Mycle tidak perduli dengan itu, ia tetap melanjutkan langkahnya kebawah, dia tidak boleh menyerah begitu saja, ia harus pulang dan minta bantuan Darvin juga ayahnya Bov untuk bantu menyari Amara, dia sangat yakin serigala putih yang ia lihat malam itu adalah Amara gadisnya.


Sekali lagi, Mycle merasakan ada yang mengikutinya dari belakang, dia sudah merasa kesal saat ini, apakah orang itu ingin bermain main denganya??


"HEIIII SIAPA KAU??!! TIDAK USAH MENGINTAIKU SEPERTI INI!! KELUAR!!! ". Teriak Mycle cukup emosi, tetapi tetap tidak ada siapa siapa, dirinya seolah seperti orang stress yang berbicara sendiri, tapi saat akan melanjutkan kebelakangnya, justru ia malah menemukan orang yang sangat mustahil bisa ada disini.


" Aa.. Amara?? ". Ucap nya sedikit terbata bata.


" Iya aku Amara sayang". Ucapnya tersenyum.


Dengan sisa tenaganya Mycle berusaha berjalan sedikit cepat untuk mencapai wanita kesayanganya, wanita yang ia sangat cintai yang berada hanya 3 meter di depan yang dan... Berhasil, Mycle segera memeluk Amara sangat erat mencium puncak kepala gadis itu dan juga mencium dalam dalam aroma dari lekuk leher Amara.


"Jangan kemana mana lagi Amara". Ucap Mycle pelan, suaranya seperti sudah tidak bertenaga.


" Tidak akan sayang".


Tiba tiba Mycle terdiam dengan posisinya yang masih memeluk Amara, kenapa dia merasa seperti tidak puas?? Kenapa dia merasa seolah yang ia peluk saat ini bukan gadisnya, kenapa dia merasa memeluk Amara hanya terasa hambar bukan sehangat biasanya.


"Apakah gadis yang sedang ia peluk sekarang sungguh Amara?? Gadis yang dicintainya?? ".


*******


Halooo para readers setia Mycle Alpha's King❤❤❤❤


Salam dari Autrhor manis yang updatenya ngeret wkwkwk maap yaa.


Sebelumnya aku mau nanya?? Kalian udah tau belum si kalau aku ini kan masih sekolah ya bu pak, jadi aku ini masih disibukan sama tugas ughh😩


Tapi tenang aja, kesibukan tugas aku gabakal bikin semangat aku patah buat nulis kisah Mycle dan Amara yang kalian tunggu tunggu, apa benar begitu?? Hehehe aku harap iya bener😂 (ngarep).


Tapi aku beneran berharap banget lho kalian beneran nungguin cerita aku:( maksudnya cerita Bella dan Edward ehh Mycle dan Amara maksudnya😁 bercanda dikit ke ih jan serius serius banget: v


Garing banget ga si aku??


Yaudah ah biar makin lama ga makin garing mending aku udahin aja wkwkw


Jadi jangan lupa Vote and Comment my Alpha's King yaa💜💜


Jangan bosen baca cerita aku ya teman teman❣❣


See u next part All😘😘❣


Sekedar info.


Btw aku ngetik diketik detik penghabisan batre HP aku lho wkwkwkwk