My Alpha's King

My Alpha's King
29



(**Budayakan untuk Vote dulu sebelum baca ya gais)


🎶I Won't Give Up-Jason Mraz🎶


Author**.


Clora melangkahkan kakinya menaikinya anak tangga satu persatu, sejak kejadian Amara diseret secara paksa oleh anak laki lakinya itu, Clora dan Bov mencoba untuk menenangkan suasana pesta Crystal dan juga Darvin hingga kembali berjalan dengan lancar, ia dan juga Bov menyamping kan dulu masalah Amara kali ini, ia nyakin gadis itu akan baik baik saja ditangan anaknya, walaupun yang mereka tau anaknya sekarang bukanlah seperti yang biasanya.


Dan pagi ini Clora berniat ingin menemui Amara dikamarnya, ini masih sangat pagi sekali, bahkan matahari pun baru menunjukan setengah badannya.


Clora sudah berada di lantai dua, dilihatnya kamar Mycle dan Amara sudah terbuka, ia segera mencepatkan langkahnya, dan masuk dengan tanpa permisi kedalam kamar itu, dilihatnya kosong, tidak ada Mycle ataupun Amara diranjang, tapi kupingnya mendengar suara rintisan seseorang dari balkon, dengan cepat Clora berjalan kearah balkon dan melihat Amara yang merasa kesakitan sambil memremas perutnya. Dengan cepat Clora menghampiri Amara dan membantu gadis itu untuk menopang tubuh.


"Amara?!! Kau kenapa sayang??!! ". Tanya Clora panik.


"Aku tidak tahu ibu, entah mengapa perutku tiba tiba saja sangat sakit sekali, seperti ada yang bergetar hebat disana, dan itu rasanya sangat perih, aku tida mengerti apa yang terjadi". Jelas Amara sambil masih meremas kecil perut ratanya itu.


Clora dengan pelan membantu Amara berjalan kearah kasur king size milik gadis itu dan juga Mycle.


Clora dan Amara mendudukan bokong mereka diatas kasur, dengan pelan Clora mengelus lembut perut Amara, berniat untuk membantu meringankan sakit pada gadis itu.


"Apa kau makan sesuatu sebelum perutmu sakit Amara?? ". Tanya Clora memandang Amara bingung.


Amara menggeleng cepat " Tidak ibu, aku tidak memakan apapun, sejak sore itu sampai pagi ini aku hanya dikamar bersama Mycle, aku tidak menyentuh makanan atau minuman sedikitpun". Ucap Amara membuat Clora mengerutkan keningnya bingung.


"Hmmmm mungkin saja perutmu sakit seperti ini karna kau belum makan Amara, apa kau ingin aku ambilkan makanan?? ".tawar Clora membuat Amara kembali menggelengkan kepalanya.


" Tidak ibu, aku tidak lapar".


"Amara?!! Kalaupun kau tidak lapar kau harus tetap makan!! Apa kau ingin sakit seperti ini teruss?? ". Tanya Clora sedikit menaikan nada suaranya membuat Amara merasa bersalah.


"Jadi, izinkan aku mengambilkan makanan?? ". Tanya Clora membuat Amara menganggukan kepalanya. Clora tersenyum senang dan mengelus lembut rambut panjang Amara, kemudian bangkit berdiri keluar kamar untuk mengambil beberapa makanan yang sudah tersedia di meja makan.


Amara menundukan kepalanya, menatap bingung keperut ratanya itu.


"Apa benar aku hanya telat makan saja dan oleh karena itu perutku jadi sakit?? ". Gumamnya sedikit ragu.


Lagi lagi fikiranya kembali tertuju pada laki laki itu, Mycle. Rasanya seperti mimpi, baru saja kemarin itu dirinya kembali dalam pelukan hangat Mycle, tapi pagi ini seolah ia sudah terbangun dari mimpi indah itu dam kembali kepada kenyataan yang pahit ini. Bahkan melihat laki laki itu bersama wanita iblis yang selama ini merebut posisinya dihati Mycle.


" Amara?? ". Panggil seseorang membuat lamunan Amara pudar, kemudian gadis itu menoleh ke sumber suara, dan ternyata itu Diana dengan tangan memegang nampan berisi beberapa makanan, susu dan juga buah disana. Diana berjalan pelan kearah Amara kemudian meletakan nampan itu tepat disamping Amara.


" Tadi memang ibu yang mengambilkan ya, cuma tiba tiba saja dia dipanggil oleh Ayah, dan kebetulan juga aku yang lewat, jadi dia meminta tolong kepadaku untuk mengantarkannya padamu". Jelas Diana seakan bisa menebak raut wajah Amara yang bingung.


Amara tersenyum kecil.


"Terimakasih Diana". Ucapnya lembut.


" Iya sama sama sayang". Jawab Diana tak kalah lembut.


Amara mengambil nampan berisi makanan itu dam meletakkan dikedua pahanya, perlahan dia mulai memakan makanan yang telah dibawakan Diana.


Diana memperhatikan Amara dengan senyum yang tidak pudar, tapi tiba tiba saja matanya tertuju pada tangan Amara yang memegang sendok, pergelangan tangan itu berwarna biru gelap, bahkan melihatnya saja Diana sudah meringis.


"Astaga Amara!!!! Lenganmu kenapa??!! ". Tanya Diana histeris membuat Amara menoleh kearah tanganya yang masih biru memar karena cengkraman tangan Mycle yang terlalu keras kemarin. Dengan cepat ita meletakan tanganya kebelakang.


" Tidak usah disembunyikan Amara, aku sudah melihatnya". Ucap Diana membuat Amara menghela nafas panjang, benar juga, untuk apa ia menyembunyikan nya, jelas jelas Diana sudah melihat dengan sangat jelas.


"Apa ini ulah perbuatan Mycle kepadamu?? "  Tanya Diana mulai curiga.


Amara nampak ragu untuk menjawab, tapi perlahan ia menganggukan kepalanya membuat Diana menghela nafas gusar.


" Sekarang ada dimana dia?? ".


*******


Dikota.


Mobil Mustang berwarna hitam itu melaju dengan kecepatan diatas rata rata menuju suatu tempat yang sangat penting untuk datangi saat ini.


Mycle membelokan stir kemudi nya masuk kedalam gedung besar yang sudah sangat terkenal itu, sudah sangat lama sekali dirinya tidak pergi kesitu, bahkan untuk sekedar mengecek perkerjaan karyawan pun tidak, ia hanya menyerahkan ini semua kepada Alan, manager di perusahaanya, ia tidak pernah ingin turun tangan sendiri, apa lagi semenjak datangnya Amara. Tapi sayang pria itu kini sudah tidak ingat degan gadis yang telah membuatnya lupa dengan apapun. Ia justru sudah membawa gadis yang tidak seharusnya ia bawa.


Mycle membuka pintu mobil kemudian berjalan memutar untuk membukakan pintu penumpang. Banyak mata menatap mereka bingung, banyak mata dari mereka juga yang terang terangan menatap Mycle kagum, pria tampan itu kini kembali menginjakan kakinya dikantor ini.


Fana keluar saat pintu sudah dibukakan oleh Mycle, gadis itu tersenyum manis kepada pria yang ada dihadapanya ini. Tanganya dengan genit melingkar erat ditangan kokoh milik Mycle. Dan itu tidak membuat Mycle sedikitpun merasa risih.


Kimi Fana da juga Mycle sudah berjalan memasuki gedung Culles Group ini, banyak para karyawan yang menyapa Mycle sopan, tapi yang disapa justru hanya memberikan senyum tipis yang benar benar tipis, bahkan hampir tidak terlihat. Dan itu memang sudah biasa terjadi, jadi tidak masalah.


Mycle menuntun Fana menuju lift khusus. Fana sedari tadi hanya menampilkan senyum manisnya merasa bangga dirinya kini sangat diperhatikan dengan orang penting didalam kantor ini, dan itu membuatnya sangat bahagia. Mycle yang melihat Fana tersenyum pun mengerutkan keningnya bingung.


"Mengapa kau tersenyum sedari tadi sayang?? ". Tanya nya lembut membuat Fana menoleh.


"Apa aku tidak boleh tersenyum?? ". Tanya nya balik.


" Boleh, maksudku, kau seperti sangat bahagia sekali hari ini".


Fana terkekeh kecil kemudian tangan kirinya perlahan terangkat menyentuh rahang kokoh milik Mycle dengan lembut.


"Tentu bahagia sayang, sekarang kau dan aku sedang berada di kota ini, oh sungguh aku sangat merasa bahagia". Ucapnya tersenyum senang, membuat Mycle ikut tersenyum melihat gadis yang dicintainya juga tersenyum. Kemudian Fana perlahan mendekatkan mulutnya ke kuping Mycle.


" Hanya kau dan aku sayang, hanya kau dan aku, hanya kita". Bisiknya tersenyum nakal.


Mycle mengerutkan keningnya hingga, belum sempat bertanya, pintu lift sudah terbuka. Mereka pun kembali melanjutkan jalanya menuju ruang meeting dimana salah satu perusahaan California akan mengadakan Deadline.


Sebelum memasuki ruangan Mycle menoleh sebentar kepada gadis yang berada disampingnya ini.


"Sayang, kau tunggulah diruanganku, bersantai santai lah disana sampai meeting ku ini selesai, setelah itu aku akan menjemput mu disana". Ucap Mycle lembut membuat Fana tersenyum kemudian mengangguk cepat.


Mycle tersenyum senang, ia mengecup sekilas bibir merah lipstik milik Fana, kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan yang sudah berisikan beberapa orang yang menunggunya.


******


Setelah selesai acara meeting nya Mycle segera menemui Fana yang berada di ruangan kerjanya, pria itu melihat gadis yang dicintainya sedang terduduk dengan ponsel yang berada di tanganya. Mycle tersenyum manis, gadis didepannya itu sangat cantik. Ia berjalan perlahan kearah Fana, menunduk menenggelamkan wajahnya dalam lelekukan leher jenjang Fana.


Sadar akan perlakuan Mycle Fana hanya tersenyum sinis, ia menikmati sentuhan lembut Mycle kepadanya.


" Hmm? ".


" Aku ingin membeli beberapa pakaian dikota, lagi pula pakaian ku sudah sangat sedikit, semakin hari banyak pakaian ku yang terbuang karna sudah beberapa rusak, dan selagi kita dikota, aku ingin membeli beberapa pakaian ku lagi, apa kau ingin menemaniku?? ". Tanya Fana memandang Mycle dengan puppy eyes miliknya.


Mycle tersenyum dan mengecup lembut bibir sexy milik Fana itu.


" Tentu saja ratu ku". Ucapnya membuat Fana tersenyum senang.


Dan disinilah sekarang mereka, Fana dan Mycle berada di salah satu butik terkenal ddikota Los Angeles. Butik berbintang lima ini menampilkan beberapa jenis dress yang sangat cantik cantik membuat mata para kaum wanita berbinar binar, sama seperti Fana sekarang ini.


Saat memasukan ruangan khusus di butik itu dengan cepat Fana berlari ke beberapa rak dress dan juga gaun indah disana, dan Mycle ia mendudukan bokongnya di salah satu sofa besar yang sudah tersedia khusus disana, Mycle sengaja memesan satu ruangan khusus untuk gadis yang dicintainya itu memeiliki beberapa pakaian. Ia tidak ingin menemani Fana berbelanja dengan beberapa orang didalam satu ruangan yang sama.


Fana terlihat sangat antusias sekali memilih beberapa dress disana, Mycle hanya tersenyum senang melihatnya. Tapi tiba tiba saja matanya tertuju pada satu gaun putih polos dengan warna merah pudar dibawahnya. Gaun yang sangat mencolok dari beberapa gaun lain disana, ia merasa sangat tidak asing dengan gaun itu. Gaun yang sangat indah, dan tiba tiba saja satu wajah melintas didalam fikiranya. Gadis itu, Amara.


Dengan cepat Mycle menghempas jauh jauh wajah gadis itu dalam fikiranya, ia tidak ingin mengecewakan gadis yang ia cintai sekarang, yaitu Fana. Lagi pula mengapa harus wajah gadis itu yang terlintas fikiranya saat melihat gaun indah itu.


Mycle berjalan kearah gaun tersebut, mengambilnya dari gantungan, senyumnya mengembang, kemudian ia berjalan kearah Fana yang masih sibuk mempertimbangkan dress yang ia sedang pilih.


"Ah, Mycle, menurutmu bagusan gaun yang mana?? Yang biru ini atau merah?? ". Tanya Fana sambil memperlihatkan gaun yang sangat ramai kepada Mycle, membuat Mycle yang melihatnya saja sedikit gerah.


Mycle menggeleng, kemudian memperlihatkan gaun putih itu kepada Fana.


" Tidak, itu tidak cocok denganmu, bagaimana gaun ini?? ". Tanya Mycle membuat Fana mengerutkan keningnya bingung.


" Tidak Mycle, aku tidak suka gaun itu, sangat simple sekali, dan gaun itu terlihat tidak menarik, hanya polos, aku tidak suka Mycle". Jawab Fana membuat Mycle sedikit kecewa, kemudian ditaro nya kembali gaun itu ketempat asalnya. Ia mengelus lembut rambut halus Fana.


"Baiklah, lanjutan kembali memilih gaun mu, aku akan kembali menunggumu disana". Ucap Mycle membuat Fana memantulkan bibirnya.


" Apa kau marah denganku Mycle?? ". Tanya nya membuat Mycle terkekeh.


" Tidak sayangku, sudah kau lanjutkan kembali kegiatanmu ya, kalau suda selesai kembali temui aku". Ucap Mycle lembut kemudian berjalan kembali kearah sofa besar itu lagi.


*******


Angin pagi terasa sangat sejuk menyentuh kulit kulitnya, berdiri seorang wanita di balkon kamarnya itu. Wanita itu tersenyum manis saat melihat dirinya. Mendekat, pria itu melingkarkan tanganya keperut rata milik wanita cantik didepannya.


"Akankah perut ini segera membesar??". Tanya nya seraya meraba rabakan tangan kekarnya didepan perut rata gadis itu.


"Tidak mungkin secepat itu Mycle".


"Hmmmm, yaa aku mengerti, tidak apa apa, yang terpenting kau sudah seutuhnya menjadi miliku sekarang". Ucap mencium leher jenjang gadis itu cukup lama meninggalkan kiss mark disana.


"Apa kau bahagia bersamaku Amara??".


"Aku bahagia Mycle, sangat bahagia". Ucap Amara tersenyum membuat Mycle mengangkat kedua ujung bibirnya, dan diciumnya sekilas bibir kecil Amara.


Degg..


Oh tidak, ini mimpi.


Mycle mengatur nafasnya yang tidak beraturan, mimpinya barusan seakan seperti mimpi buruk, ia tidak pernah membayangkan mimpi itu sebelumnya. Itu terlihat sangat nyata, gadis itu, gadis itu matenya??


Tidak!  Bukan, Amara bukan matenya, jelas jelas matenya adalah Fana, gadis cantik didepan ya itu.


Fana berjalan kearah Mycle dengan wajah yang terlihat bingung melihat Mycle yang kini keringetan dan nafas yang tidak teratur.


"Heii kau kenapa sayang?? ". Tanya Fana mengusap lembut kening basah Mycle.


Mycle membenarkan posisi duduknya, menatap wajah Fana lekat, gadis cantik didepan ya ini, ia sangat mencintai gadis ini, ia tidak ingin mengecewakan dan membuat sakit hati gadis yang dicintainya, matenya.


Dengan gerakan cepat Mycle mendekap tubuh kecil Fana kedalam pelukannya, menenggelamkan kepala gadis itu pada dada bidangnya.


Fana yang mendapat perlakuan itupun hanya bingung.


Mycle melepaskan pelukan mereka, menatap Fana lembut.


"Aku sangat mencintaimu Fana". Ucapnya tiba tiba membuat Fana tersenyum.


" Ada apa denganmu Mycle?? ". Tanya nya penasaran apa yang terjadi dengan pria didepan ya ini.


Dengan ragu Mycle berkata jujur kepada Fana, menceritakan tentang mimpinya barusan.


" Aku sungguh tidak mengerti mengapa aku memimpikan itu sayang, sungguh aku tidak mengerti". Ucapnya mengacak acak rambutnya gusar.


Fana mengeraskan rahangnya, tanganya terkepal kuat.


Tidak!! Rencananya belum gagal, belum.


Fana memegang tangan Mycle lembut.


"Dengarkan aku sayang, gadis itu, gadis licik itu, sekarang sedang berusaha merebutmu dariku, dia berusaha merebutmu dengan sihir jahatnya". Ucap Fana dengan mata yang tiba tiba saja berkaca kaca.


" Dia ingin merebutmu dariku Mycle, dia ingin mengambil mu, hiksss Ayah dan Ibumu sudah terpengaruh dengan sihirnya, semua orang di istana mu sudah terpengaruh sihirnya hikss ibumu dan ayahmu bahkan membenciku sekarang Mycle, hikss". Ucap Fana terisak membuat Mycle mengeraskan rahangnya menahan emosi.


Dengan cepat tubuh gadis didepannya itu kembali ia dekap dengan sangat erat.


"Aku tidak akan membiarkan gadis licik itu memisahkan kita sayang, kau lah gadis yang aku cintai, hanya kau, aku berjanji pada mu, dengan cepat aku akan membuang jauh jauh gadis itu dsri istanaku!! ". Ucap Mycle membuat Fana tersenyum licik didada bidang milik Mycle.


" Sungguh malang nasibmu Amara, hahahaha, memangnya kau bisa apa huh?? Jelas akulah pengendali permainan ini, kalian hanya serigala serigala bodoh yang sangat gampang sekali terpengaruhi sihir ku hahahaha".


Batinnya tertawa jahat, tapi tiba tiba satu suara terlintas diindera pendengarannya.


"Tidak akan iblis!! Kau yang akan musnah!! ".


*****


cantik ya Amara wkwkwk



See u next part❤💕