My Alpha's King

My Alpha's King
06



Amara Pov.


Setelah selesai menguncir rambutku dan mempoles kan makeup tipis pada wajah ku, segera lah aku keluar kamar dan menemui ibuku yang sedang duduk sambil menonton tv, awalnya aku tidak mengizinkan karna aku takut kalau ibuku masih sangat lemas untuk berjalan, tapi dia memaksa dengan alasan bosan dikamar.


"Ibu sudah makan bubur yang Mara buat kan?".


"Sudah nak, ibu juga sudah meminum obat yang kau siapkan tadi jadi tidak usah khawatir, kau sekarang berangkat saja segera ke kantormu nanti kau bisa telat kalau terus terusan mengurusi semua keperluan ibu". Ucap Ibuku kepadaku yang sedang berada didapur menyiapkan keperluanya itu mulai dari makan siang dan obat yang akan diminum sore nanti.


"Tidak apa ibu, aku tidak ingin kau berjalan jalan untuk mengambil makan juga minumnya, aku tidak akan telat bu, percayalah padaku".


"Kau memang keras Mara". Ucapnya lagi.


"Keturunan Ayah bu".


"Yaaah memang buah jatuh tidak jauh dari pohonya".


"Yaa sama seperti wajahku yang cantik ini, bukankah ini keteurunan mu?? Hmm??". Ucapku sambil berjalan kearah ibuku dengan nampan ditanganku yang berisi roti juga selainya dan obat obatan.


"Hahaha kau bisa saja". Ucapnya sambil mengelus puncak kepalaku.


"Hahaha, kalau begitu aku pergi kekantor dulu bu".


"Yaaa, segeralah nak, nanti kau bisa telat kalau berangkat terlalu lama".


"Aku pamit, kau jangan lupa makan makanan yang sudah kusiapi dan meminum obatmu!". Ucapku sambil mencium puncak kepala ibuku dan segera berjalan keluar rumah.


"Semoga harimu menyenagkan". Ucapnya kepadaku yang sudah didepan pintu.


"Kau juga ibu". Teriaku dari kejauhan dan segera keluar dari kontrakanku yang kecil namun nyaman buatku dan ibu.


Saat sedang berjalan di trotoar menuju halte bus untuk menunggu bus yang akan mengantarku kekantor tiba tiba saja tanganku ditarik oleh seseorang, ohh tangan ini sungguh hangat sekali.


Aku menolehkan kepalaku kebelakang, dann


"Kau??".


"Lama sekali kau berdandan, apa kau ingin tampil cantik didepan pria pria lain hmmm!!??".


"Apa maksudmu??". Ucapku kesal sambil melepas secara paksa genggaman tangannya itu dipergelangan tanganku.


"Sudahlah, ayo ikut aku". Ucapnya lagi sambil kembali menarik pergelangan tanganku, oh, dasar pria dengan pemaksaanya.


"Hei heii apaa apaan ini, lepaskan, kita akan ada meeting 25 menit lagi". Ucapku sambil berusaha memberhentikan langkah kami.


Dia memberhentikan langkahnya dan menoleh kearahku.


"Kau ingat?? Akulah CEO nya, akulah yang bebas mengatur waktu kapan dan dimana kita akan meeting, dan meeting kita akan aku undurkan besok, sekarang kau ikut aku". Ucap Mycle sambil kembali menarik tanganku.


"Heii, ehh lepaskan". Ucapku lagi sambil berusaha berhenti melangkah, namun sia sia, tenaganya lebih kuat dibanding tenagaku, akupun mengikuti saja kemauanya dan dia membawaku menuju mobil mewahnya yang mahal yaitu Aston Martin One-77 yang kuyakini hanya beberapa orang saja yang mempunyai ini.


Setelah mempersilakan aku masuk kekursi penumpang dibagian depan dia segera berjalan mutar dan masuk ke kursi pengemudi, sebelum menyalakan mesin mobilnya, dia memcondongkan tubuhnya kearahku dan dengan cepat aku menjauhkan tubuhku dari tubuhnya sambil memejamkan mataku.


Tidak ada yang terjadi, dia tidak menyiumku tidak juga memeluku, dengan pelan pelan aku membuka perlahan mataku dan aku melihatnya sedang memasangkan seatbelt ku, aku malu sendiri karna sudah mengira dia akan menciumku.


"Tidak usah khawatir, aku tidak akan menciumu lagi walau sebenarnya aku ingin sekali, sebentar lagi bibirmu itu tidak akan pernah kering lagi! Aku pastikan itu". Ucapnya sambil mengheluskan jempol nya kepada bibirku lalu diciumnya jempolnya itu dan setelah itu dia menyalakan mesin mobilnya dan menjalankanya entah kemana aku tidak tahu.


*******


Mycle Pov.


"Darvin, tolong sampaikan kepada pak Andro kalau aku tidak ingin diantar hari ini, aku akan membawa mobilku sendiri". Ucapku melaluin Mndlink.


"Baik Alpha maksudku Make, akan kusampaikan kepada pak Andro".


"Terimakasih Darvin".


"Sama sama Make".


Setelah memberi tahu Darvin agar menyampaikan kepada pak Andro kalau hari ini aku tidak ingin diantarkan karna aku akan menjemput mateku, sedikit bercerita, pak Andro adalah supir pribadiku, aku mengenalnya karna dulu dia telah menyelamatkan aku ketika Pack ayahku diserang beberapa werewolf liar yang entah datang dari mana.


Aku yang tidak tau apa apa hanya berusaha menemui ayahku yang sedang bertarung, niatku untuk membatunya, tapi aku tidak sadar kalau ada wolf liar dibelakangku dan posturnya lebih besar dari yang lain, walau masih sangat besar wolf Ayahku, tiba tiba saja aku merasa tubuhku tekhuyung ketanah dan terlempat sangat jauh.


Kukira aku akan terjatoh dan kepalaku berdarah namun aku merasa kalau tubuhku melayang, setelah kulihat kebawah ternyata ada wolf silver yang membawaku dan itu adalah pak Andro, dia dulu penjaga dari pack Silver Moon tapi karna difitnah telah membunuh luna di pack itu akhirnya diapun diusir, karna telah menolongku ayahkupun mempercayaiku kepadanya hingga sampai sekarang aku terus bersamanya.


Setelah memarkirkan mobil Aston Martin One-77 ku tepat samping gang kecil dekat rumah Amara akupun mematikan mesin mobilnya dan menunggu gadisku itu keluar, tapi setelah berpuluh puluh menit aku menunggu gadisku itu tetap tidak keluar, akupun memilih keluar dari mobil dan ingin menemuinya langsung kerumahnya itu.


Tapi saat aku melihat dia keluar ku urungkan niatku dan bersembunyi dibalik tembok belakang gedung samping gang nya, ketika dia lewat kutarik pergelangan tanganya membuatnya menoleh dan terkejut.


"Kau??". Tanya nya bingung.


"Lama sekali kau berdandan, apa kau ingin tampil cantik didepan cowo cowo hmmm??". Ucapku membuat kedua alisnya terangkat.


"Apa maksudmu??".


"Sudahlah, ayo ikut aku". Ucapku lagi sambil kembali menarik pergelangan tanganku.


"Hei heii apaa apaan ini, lepaskan, kita akan ada meeting 25 menit lagi". Ucapnya sambil berusaha memberhentikan langkah kami.


Akhirnya akupun menghentikan langkahku membuatnya juga ikut berhenti, setelah itu aku menoleh kepadanya.


"Kau ingat?? Akulah CEO nya, akulah yang bebas mengatur waktu kapan dan dimana kita akan meeting, dan meeting kita akan aku undurkan besok, sekarang kau ikut aku". Ucapku sambil menarik kembali tanganya.


"Heii, ehh lepaskan". Ucapnya lagi sambil berusaha berhenti melangkah, namun sia sia, tenagaku lebih besar dibanding tenaganya hahaha, untuk melepaskan tanganya dari genggamanku saja dia tidak bisa apa lagi untuk lepas dari pelukanku.


Setelah itu kubawa dia masuk kedalam mobilku dan sebelum menjalankan mobilku, aku memasangkan seatbelt nya terlebih dahulu untuk menjaga keselamatanya, namun saat kudekatkan tubuhku ke tubuhnya dengan cepat dia menjauhkanku dan memejamkan matanya.


Hahaha sunggu lucu, dia kira aku akan menciumnya mungkin, tapi aku tidak mau untuk sekarang, tapi suatu saat akan kujamin bibir itu tidak akan pernah kering.


"Bodoh kau mike, kenapa kau tidak ***** saja bibirnya!!".


"Kau? alex?? Darimana saja kau wolf tengil, kenapa kau tidak nongol nongol difikiranku lagi??".


"Huhh, kau kangen denganku hmm??, aku beberapa hari ini sedang beristirahat karna tubuhku sangat sakit, entah mengapa aku tidak tahu, apa kau tidak merasakanya??".


"Tidak".


"Yaah sudahlah, aku kembali tidur, ingat!! Jangan kau apa apakan gadisku!!". Ucap Alex.


"Dia gadisku juga bodoh".


Setelah mndlink Alex dan menyalakan mesin mobilku akupun menjalankan mobilku menuju istanaku, yaa, aku akan membawa Amara ke istana untuk mengenalinya dengan lingkungan istana kami, karna sebentar lagi istana itu akan menjadi rumahnya.


Sepanjang perjalanan dia tidak berhenti bertanya tanya akan dibawa kemana dirinya, aku tidak perduli, aku hanya fokus menyetir kedepan, ingin sekali aku melumat bibirnya yang bawel itu, tapi aku urungkan.


Setibanya kami dikawasan hutan yang menunjukan pohon pohon lebat dan rimbun, dan hanya terdengar suara merdu dari burung yang sedang bersantai diranting ranting pohon, tidak seperti dikota yang sangat amat berisik dengan suara kendaraan juga keriuhwan masyarakat.


Saat aku menoleh kesampingku, aku melihat gadisku itu sedang terlelap dengan kepala yang bersender dikaca jendela mobilku, aku menghentikan mobilku sesaat, dan melepas jasku dan kulipat rapih setelah itu kuletakkan dibawah kepalanya untuk menjadi bantal agar kepala gadisku tidak sakit.


Sesampainya didepan gerbang istana, aku melajukan mobilku kedalam kawasan istana dan memberhentikanya tepat didepan pintu masuk, setelah itu aku menoleh kesamping dan melihat gadisku itu masih tertidur sangat pulas, aku tidak tega untuk membangunkanya, setelah itu aku turun dan menggendong Amara ala bridal style kedalam istana.


Aku berjalan melewati lorong istana menuju kamarku yang berada dilantai 2 istana.


Aku melihat didalam istana ini sangat sepi, pada kemana orang orang ini?


"Hana? Apakah ibu dan ayahku belum pulang?". Tanyaku kepada salah satu kepala pelayan disini yang kebetulan melewatiku.


"Tidak Alpha, Luna Clora dan Alpha Bov belum kembali keistana Alpha, Luna Clora tadi bilang dia ingin berkunjung ke pack sahabatnya, dan akan kembali sore nanti". Ucap Hana menjelaskan dan hanya kujawab dengan anggukan.


"Maaf Alpha, apa yang sedang kau gendong itu adalah calon Luna kami??". Tanya nya sambil menoleh Amara yang sedang tertidur ditanganku.


"Iyaa, ini calon Luna kita, cantik bukan??".


"Iya Alpha, sangat cantik, dan kelihatanya dia baik".


"Tentu, kalau begitu aku masuk kekamarku dulu, kau siapkan makan malam untuk kami juga ayah dan ibu nanti".


"Baik Alpha". Ucap Hana sambil menunduk hormat dan berjalan kebawah untuk kembali ketugasnya.


Setelah didalam kamarku, aku membaringkan tubuh mungil Amara diatas kasurku yang berukurang King size itu.


Setelah kubaringkan, dia sempat mengulet dan merubah posisi tidurnya kesamping, huh, sangat lucu sekali mateku itu, ingin sekali aku mengklaimnya sekarang, tapi aku tetap harus sabar dan menunggu waktunya.


*****


Ssriiingggg...


"Expelliarmus....".


Tiba tiba cahaya menyilaukan itu muncul didepanku.


"Siapa dia??".


Dengan hati hati aku melangkahkan kakiku menuju cahaya putih yang berkedap kedip diujung sana.


Tanpa kusadari, kakiku ini bergerak dengan sendirinya melangkah kemana saja yang diingin.


Sssrrriiinggg..


Cahayanya hilang.


"Kemana cahaya itu?". Ucapku sambil menoleh kekanan dan kekiri, tapi hanya ada angin sejuk dan suara tetesan air , seperti tetesan air keran yang jatuh kebawah.


Dimana sebenarnya aku ini?? Apa aku sedang bermimpi?.


"Amara". Tiba tiba saja ada yang memanggilku, suaranya sangat merdu dan lembut.


"Siapa yang memanggilku??".


"Amara...".


Kutolehkan lagi kepalaku kekanan dan kekiri, namun aku tidak menemukan siapa siapa, semuanya hanya gelap.


Tiba tiba saja cahaya itu kembali datang tepat didepanku dan berubah menjadi cahaya biru yang sangat indah.


Aku menutupkan mataku dengan tangan karna cahaya itu sungguh menyilaukan mata.


Setelah cahaya itu sedikit redup, kubuka mataku, dan betapa terkejutnya aku saat didepanku ada wanita yang sangat sangat cantik seperti peri peri yang kulihat difilm bahkan lebih cantik dari itu.


Ini sangat nyata.


"Siapa kamu??". Tanyaku kepadanya dan dia hanya tersenyum.


"Selamat datang Amara". Ucapnya lembut.


"Apa maksudmu selamat datang?? Aku dimana?? Apa kau sudah menyuliku kesinii??".


"Hahaha tidak Amara, kau memang kubawa kesini tapi setelah ini kau akan kembali ke dunia".


"Dimana aku sekarang??".


"Kau tidak perlu tahu dimana kau berada Amara, yang ingin kusampaikan sekarang adalah, kau harus bersiap siap, kau adalah gadis yang kupilih, dan aku yakin, pilihan ku tidak salah, kau harus melakukan tugasmu dari sekarang Amara, hanya kaulah yang bisa merubah untuk memimpin Packnya, karna suatu hari akan datang, hari dimana packnya akan terkepung dan akan ada pertarungan hebat didalam packmu, kau harus bersiap siap".


"Siapa dia? Mate? Pack? Pertarungan?? Apa maksudmu?? Sebenarnya apa yang kau katakan, dan mengapa harus aku?? Kenapa aku yang kau pilih?? Aku tidak mengerti dengan ucapanmu barusan!!".


"Kau pasti akan mengerti Amara, aku percaya kepadamu". Ucapnya sambil tersenyum.


"Sebenarnya kamu siapa??".


"Aku adalah dewi bulan". Jawabnya masih terus tersenyum dan tiba tiba saja cahaya itu kembali muncul dan terbang keatas langit bersamaan dengan hilangnya wanita cantik itu.


"Heh?? Kemana kau dewi bulan??".


Dewi bulan?? Ohhh, apakah ini nyata?? Atau apakah aku sedang bermimpi???


Tiba tiba saja ada sesuatu yang jatoh dari langit tepat diatas kepalaku.


"Kalung?".


******


Haaaaaciiimmmmm


Uuh lagi flu nih:(


Maaf yaaa semuanyaa aku baru update lagi:(kan kemarin aku udah bilang tuh mau up besok atau up malemnya, tapi taunya ga up ya?? Maaf ya:(


Itu karna tugas aku numpuk banget senumpuk numpuknya:( terus ditambah aku sakit demam, mungkin kecapean kali ya aku juga gatau.


Tapi sekarang udah lumayan enakan cuma tinggal flu nya doang:(


Jadi cerita gini ko hehehe:v


Jadi intinya maaf ya semuaa, maaf bangettttt!!!πŸ™πŸ™πŸ™


Kalian jangan bosen yaa baca My Alpha's King nya, aku bakal usahain ko sering sering up deh✌.


Maaf ya kalo banyak typo nya hehe, buru gtu ngetiknya.


Jangan lupa vote and comment yaaπŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ˜™πŸ˜™


See u next part AllπŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’œ