
*
*
*
Kehamilan Chloe sudah memasuki bulan kelima, Daren sebisa mungkin bersabar menghadapi tingkah istrinya yang jauh lebih menyebalkan Selama mengandung. Tapi meski begitu cintanya pada sang istri semakin kokoh saja.
Setiap ada permintaan istrinya yang diluar nalar Daren selalu memikirkan bayi mungil yang ada di perut Chloe dan hal itu membantunya untuk lebih bersabar lagi demi bayi yang sudah dipastikan berjenis kelamin laki-laki itu.
Seperti saat ini Daren menghadirkan koki dari negara turki hanya karena Chloe ingin makan kebab yang terbuat asli dari turki. Tidak memungkinkan membawa ibu hamil itu terbang ke wilayah timur tengah itu menginggat istrinya tengah hamil besar. Daren akhirnya membujuk Chloe agar mendatangkan kokinya saja dan untungnya istri tercintanya itu setuju.
" Apa seenak itu, baby?" Tanya Daren mengusap ujung bibir istrinya. Chloe memakan kebab dengan nilai mahal yang baru dibuat itu seperti belum makan selama tiga hari. Bagaimana tidak mahal jika mendatangkan sang koki saja Daren harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
" Hmm enak banget, Honey. Kau mau coba?" Sahut Chloe menyodorkan kebab yang sudah digigit beberapa bagian itu.
" Tidak. kau saja yang makan melihat mu makan dengan lahap Membuat kenyang." Ucap Daren nenepuk kepala istrinya dengan lembut.
Chloe menarik kembali tangannya yang memegang kebab itu. Dengan pipi yang mengembung penuh makanan ibu hamil itu mencoba tersenyum kearah suaminya dan Kembali fokus ke makananya.
" Kenapa kau begitu menggemaskan hm?" Ucap Daren mengacak pelan rambut istrinya.
Terkadang Daren heran bagaimana istrinya masih terlihat begitu imut dan menggemaskan di umurnya yang akan menginjak dua puluh tujuh tahun.
Melihatnya makan seperti anak kecil dengan pipi mengembung dengan masing-masing tangan yang memegang makanan rasanya Daren ingin menelan hidup hidup istrinya itu saking gemasnya.
" Honey, Aku sudah selesai makan. Terimakasih atas makananya yah." Ucap Chloe bangkit dari duduknya.
Cup. " I love you my husband." Ucapnya riang dan berjalan menuju kamar dengan bersenandung menandakan suasana hatinya sedang sangat bahagia karena keinginannya terpenuhi.
Daren mengelap pipinya yang penuh minyak itu sembari tertawa kecil. Apakah kecupan penuh minyak ini adalah bayaran untuknya dari sang istri? Pikirnya. Daren menggeleng pelan.
*
*
Hari berganti hari tidak terasa kehamilan Chloe sudah memasuki bulan kesembilan dan menurut dokter baby nya akan lahir kurang lebih seminggu lagi. Daren juga sudah mengambil cuti untuk menemani istrinya yang akan melahirkan.
Sore itu Chloe berendam di bathtub dengan cairan aroma terapi disaat lagi menikmati sensasi berendamya perutnya yang dari kemarin sudah mendapatkan kontraksi kini terasa semakin melilit. Rasanya lebih sakit dari kemarin.
" Ini pasti hanya kontraksi palsu seperti sebelumnya. Dokter kan bilang satu mingguan lagi." Kata Chole mengusap perutnya yang terasa sakit.
Lima menit sudah Chloe mencoba membiarkan perutnya karena mengira itu adalah kontraksi palsu tapi semakin lama perutnya semakin terasa sakit begitupun bagian intinya yang seperti mengeluarkan sesuatu.
" Oh No!!." Pekik Chloe yang menyadari mungkin itu adalah air ketuban.
" HONEY!!!! HONEY!!! DAREN!!!" TERIAK Chloe memanggil suaminya yang ada di kamar.
Daren yang sedang di ranjang dengan laptop dipangkuan nya langsung berdiri begitu saja tidak memperdulikan laptop dengan harga selangit itu jatuh. Dipikirannya hanya ada istrinya yang berteriak histeris memanggilnya.
" Sayang," Daren bergegas menghampiri istrinya yang sedang kesakitan. Mengambil Bathrobe untuk Chloe dan mengangkatnya keluar dari kamar mandi.
" Honey, Baby nya akan keluar." Lirih Chloe gemetar.
" Kita akan ke rumah sakit. Bertahanlah, Honey." Sahut Daren dengan wajah khawatir yang tercetak di wajah tampannya.
" No!!! Tidak ada waktu kepala anak mu sudah akan keluar, Daren!!! Arhhh aku tidak bisa menahannya dia akan keluar!! Baringkan aku di ranjang. Cepat!!" Teriak Chloe sembari mencakar leher suaminya.
Daren membaringkan Istrinya keranjang. Daren berteriak pada pelayan agar menghubungi dokter secepatnya.. Daren yang tidak tahu apa yang harus dilakukannya menarik rambutnya kuat. Istrinya sedang kesakitan di depannya dan dirinya tidak bisa membantu apapun.
" Daren letakkan bantal di punggung ku!!" Perintah Chloe yang melihat suaminya hanya gelisah.
Daren dengan cepat menaruh beberapa bantal di belakang Chloe hingga posisi Istrinya nyaman untuk melahirkan.
" Sekarang bantu aku melahirkan. Aku sudah tidak kuat kurasa jagoan kita tidak sabar ingin bertemu orang tuanya." Kata Chloe yang mulai mengejan.
" Sayang aku? Apa yang harus aku lakukan? Astaga Chloe aku. aku melihat kepalanya sudah keluar semua!! Oh God bagaimana ini." Ucap Daren panik tapi tangannya terulur untuk menggapai putranya yang akan keluar..
" Hhoney,, bbaby kita sudah lahir." Ucap Daren bergetar dengan bayi mungil di tangannya dan tidak terasa air matanya menetes begitu saja. Putranya tekah lahir dan dirinya sendiri yang membantu dan melihat baby itu pertama kali.
Tidak lama kemudian dokter wanita datang dengan keringat yang membasahi dahi dokter itu menandakan bahwa sang dokter datang dengan bergegas.
Dokter itu meletakkan alat medisnya dan menyuruh perawat untuk mengambil alih baby mungil yang masih terikat dengan tali pusar itu dari tangan Daren.
" Tuan. Biarkan kami ambil alih. Anda bisa membersihkan darah di tubuh anda dahulu." Ucap sang dokter.
Daren mengaguk tapi sebelum pergi je kamar mandi pria itu menghampiri istrinya. Mencium kening hidung dan bibir Chloe sebagai ucapan terimakasih telah berjuang dan memberinya seorang putra. " I love you so much, Honey. Terimakasih putra kita sangat Tampan perpaduan antara daddy dan Mommynya." Bisik Daren.
Chloe terseyum. " I love you too. Aku tidak mau hamil lagi cukup memiliki Putra kita saja." Ucap Chloe.
" Hmm Cukup memiliki Steven Jhonson sudah cukup. Aku juga tidak tega melihat mu seperti tadi." Sahut Daren Kembali mengecup bibir Chloe.
" Kau memberikan nama putra Kita Steven?
" Hmm Bagaimana menurutmu?" Tanya Daren.
" Bagus. Aku setuju saja dengan keputusan mu" Sahut Chloe terseyum bahagia.
Daren dan Chloe terlihat bahagia dan manis hingga siapa saja yang melihatnya akan iri pada pasangan itu.
Begitupun dengan Dokter dan perawat yang sedang menangani Chloe dan bayinya pun ikutan Baper dengan sikap manis pasangan yang baru saja resmi menjadi orang tua itu.
*
Kabar kelahiran Anak pertama Daren sudah terdengar ke telinga orang tua Daren dan Chloe. Louis dan lillyy terbang ke Indonesia hari itu juga. Sementara David dan Silvie langsung menuju Mansion Daren untuk melihat cucunya.
" Putramu tampan sekali kak. Mirip kalian berdua. Berbeda dengan anak ku yang semuanya mirip dengan Hansel." Ucap Jesslyn yang juga menjenguk dengan membawa triplet yang masih berumur tujuh bulan itu.
Sementara bayi mungil yang dipuji Tampan itu tengah mengeliat lucu di gendongan Grandma nya yaitu mom Silvie.
" Itu karena gen keluarga Rodriguez lebih kuat Honey." Sahut Hansel yang tengah menggendong salah satu bayinya yang bernama Marchel.
" Yah saking kuatnya hingga aku sudah melahirkan lima anak di usia muda." Sindir Jesslyn yang mendapatkan gelak tawa dari semua orang.
*
TUJUH TAHUN KEMUDIAN..
" Steven!!" Teriak Chloe memanggil putranya.
" Yes Mom!" Sahut Steven. Bocah tampan yang berusia tujuh tahun itu menuruni anak tangga dengan tas dipunggung setelah mendengar teriakkan Mommynya yang menggelegar.
" Mommy sudah menyiapkan bekal untuk mu dan sekalian untuk Triplet. Nanti kasih bekalnya pada tiga sepupumu itu." Ucap Chloe memberikan satu kantong berisikan empat bekal pada sang Putranya.
" Oke. Thanks Mom. I love you." Ucap Steven mengecup pipi mommy nya.
" I love you too Honey." Sahut Chloe pada putra tampanya.
" Dan yang ini buat Daddy." Kata Chloe menyerahkan bekal dengan porsi yang lebih besar untuk Daren.
" Thank You Mommy." Ucap Daren menerima bekal dari istrinya.
" Sayang Aku berangkat dulu yah. I love You " Kata Daren menggandeng tangan putranya. Tak lupa memberikan kecupan pada sang istri sebelum pergi.
" I love you too. Hati hati, Honey." Sahut Chloe.
" Okey Mommy. " Jawab Steven dan Daren bersamaan.
Chloe pun tersenyum dengan kekompakan kedua jagoan yang sangat di cintanya.
TAMAT......