Memories

Memories
Bertemu Mantan.



*


*


*


" Berapa lama kau disini, Daren,?" Tanya Louis pada menantunya.


" Paling lama hanya bisa dua minggu, Dad." Jawab Daren.


" Jangan terlalu Fokus ke pekerjaan saja. Istrimu Perlu perhatian dan cepat buatkan cucu untuk kita. Aku dan Daddymu menantikan cucu dari kalian berdua."Kata Louis.


" Kalau membuatnya sih setiap malam kami tidak pernah absen hanya saja belum di kasih saja sama yang di atas. Kami juga tidak buru buru toh daddy David sudah memiliki cucu dari Jesslyn begitupun dengan Dad Louis sebentar lagi Anak, Asher dan Jupiter juga akan lahir." Sahut Daren yang belum terlalu memikirkan soal anak karena mungkin istrinya masih belum siap dan butuh waktu sebentar lagi. Daren juga tidak ingin Chloe tertekan akan hal itu.


" Meskipun begitu kita semua juga menantikan seorang cucu dari kalian." Kata Louis.


" Udahlah Dad nanti kalau sudah waktunya Chloe di kasih kepercayaan untuk hamil pasti kalian juga akan mendapatkan cucu dari aku dan Daren." Sahut Chloe menengahi pembicaraan dari Suami dan Daddynya.


" Jangan Stres dan terlalu capek Chloe." Kata Lilly menasehati putrinya.


" Justru aku tidak memiliki pekerjaan disana Mom. Kerjaan ku hanya mengganggu Daren bekerja. Aku seorang pengangguran disana." Sahut Chloe lesu menginggat di Indonesia Dirinya tidak memiliki kegiatan jika dulu dirinya bekerja di kantor daddy tapi kali ini berbeda karena Daren tidak mengijinkan dirinya bekerja di kantor pria itu. Lebih tepatnya pria itu tidak mengijinkan dirinya bekerja sama sekali.


" Kalau begitu kau bisa menjadi sekertaris Daren di kantor bukan?." Tanya Lilly.


Chloe menggeleng" Pemilik perusahaan melarang diriku bekerja disana, Mom." Jawab Chloe melirik sinis suaminya yang menampilkan wajah santainya tanpa terusik dengan ucapannya yang sedikit menyindir pria itu.


" Eitt! Mana bisa begitu Daren. Chloe pasti bosan jika tidak memiliki kegiatan di rumah. Biarkan dia menjadi sekertaris mu. Chloe sangat kompeten karena jabatan itu adalah jabatannya di kantor dulu" Kata Lilly yang mengerti bagaimana bosanya saat tidak memiliki kegiatan dirumah saat belum ada bayi di tengah tengah mereka.


" Aku hanya tidak ingin Chloe capek Mom. Tapi jika itu justru membuat Chloe stres baiklah aku akan mengangkatnya sebagai Sekertaris ku." Ucap Daren yang mengalah.


" Nah gitu kek dari kemaren kemaren. Kalau gini kan aku tambah cinta mati kepadamu," Kata Chloe sumringah dan mengecup pipi suaminya gemas..


" Lagi sayang. Disini." Ucap Daren menepuk bibirnya dengan telunjuk.


Daren terkikik geli dan mencium paksa bibir Chloe tepat di depan mertuanya tanpa malu.


" Cih.. Dasar mantu tidak tidak punya akhlak. Ayo sayang kita lanjutkan saja kegiatan kita tadi di kamar." Kata Louis menarik istrinya kedalam kamar meninggalkan sepasang pengantin baru yang sedang bergulat romantis di sofa itu.


*


*


Malam itu Daren menikmati makan malam di sebuah restoran yang sering dikunjungi Chloe sewaktu kuliah dulu.


" Kau dulu sering kesini bersama siapa?" Tanya Daren dengan nada yang tidak suka karena sudah pasti Chloe datang bersama seorang pria ke restoran ini.


" Dulu ya bersama teman kuliah dong, Honey. Pakai nanyak lagi." Sahut Chloe enteng.


" Cowok atau cewek?.


" Cewek dan Cowok. Lagian itu zaman dulu banget masih saja kamu tanyain nanti ujung ujungnya ngambek cemburu lagi." Kata Chloe yang sudah tahu arah selanjutnya jika pembicaraan ini terus berlanjut.


" Aku kan cuma nanya lagian aku tidak akan cemburu dengan hal seperti itu." Elak Daren yang lain dari isi hatinya yang sebenarnya sudah ada bibit api yang menyala.


" Itu baru suamiku yang dewasa dan tidak berfikiran sempit." Puji Chloe mengangkat jempolnya kearah Daren.


" Iya dong cemburu itu adalah tindakan kekanakan dan berlebihan apalagi karena masa lalu cih itu bukan gayaku." Sahut Daren membusungkan dadanya penuh percaya diri.


Chloe mencibir dalam hati karena perkataan Daren tidak sesuai fakta yang ada. Daren begitu cemburuan jangankan Manusia kucing saja di cemburui oleh pria berusia tiga puluh delapan tahun itu.


" Chloe?! Kau kah itu?," Panggil seorang pria yang mengagetkan Chloe dan nasib sial dirinya bertemu Kenzy dan Griffin disini. Chloe lalu melihat kearah Daren yang sudah merubah ekspresinya menjadikan suram.


" Hah!! Baru saja bilang cemburu adalah tindakan kekanakan tapi Sekarang entah apa yang akan dilakukan suami antik ku itu," Batin Chloe sembari menghela nafas berat.