
*
*
*
*
Satu bulan berlalu. Hubungan Daren dan Chloe semakin kuat dan tak terpisahkan keduanya sama-sama tidak bisa berjauhan terlalu lama. Daren juga sudah mengenalkan Chloe kepada keluarganya. Tidak jarang juga Chloe akan berkunjung ke Mansion Utama hanya untuk belajar memasak bersama Mom Silvie. Daren puas dan senang melihat kedekatan Istrinya dan sang Mommy bahkan Jesslyn sang adik juga sangat dekat dengan Chloe. Cintanya berlabuh pada wanita yang tepat yaitu Chloenya.
Ngomong-ngomong soal mom Silvie dan Dad David orang tua Daren itu sudah berkunjung ke Finlandia satu Minggu yang lalu untuk menemui Besanya secara resmi. Hanya saja Daren masih ada pekerjaan yang harus diurus jadi tidak bisa ikut serta mengunjungi mertuanya.
" Sayang," Bisik Daren memeluk Chloe yang berdiri di depan kaca besar menempelkan beberapa lingerie dengan warna berbeda memilih yang cocok untuk dipakainya.
" Hmm?" Sahut Chloe yang fokus menatap kaca.
" Temani aku mandi yah?." Pinta Daren yang memang baru pulang dari kantor.
" Nggak ah aku sudah mandi, Honey. Kau mandi saja sendiri!" Tolak Chloe yang sudah selesai memutuskan lingerie warna apa yang akan dipakainya. Yaitu lingerie warna biru tua yang begitu Sexy lingerie yang akan mengekspos bagian tubuh Chloe.
" Ayolah sayang, aku ingin dimandiin." Rengek Daren sembari menyelusuri leher Chloe dengan bibirnya.
" Honey, Please deh ya kamu itu bukan bayi lagi!" Kata Chloe melepaskan tangan Daren yang melingkar di perutnya lalu mulai melepaskan Bathrobe nya untuk diganti dengan lingerie pilihannya.
Chloe dengan santai mengganti baju dinas itu di depan Daren karena itu sudah biasa dilakukannya. Tapi tentu saja itu tidak biasa bagi Buaya lapar seperti Daren. Pria yang memang sedang menginginkan pergumulan panas dengan istrinya itu semakin menegang dengan benda miliknya yang sudah mengeliat ingin di keluarkan dari sangkar ketika melihat tubuh toples istrinya. Bahkan birahinya semakin memuncak saat Chloe berhasil memakai lingerie tanpa dalaman yang memperlihatkan dua benda bulat di dada yang tercetak jelas. itu begitu hot Dimata Daren.
Daren memegang kedua pundak Chloe dari belakang dan memutar agar menghadapnya.
" Why?, Kau harus mandi dulu, Honey. Banyak debu yang menempel ditubuhmu," Ucap Chloe.
" Aku bekerja di ruangan ku dan itu tidak ada debu, baby." Sahut Daren sembari menarik pelan benda bulat kecil di dada istrinya dari balik lingerie yang dipakai Chloe.
" Itu terlalu Menggemaskan untuk ku abaikan, Baby." Sahut Daren tanpa tasa bersalah. Pria itu justru menggerakkan ujung jarinya pelan untuk menggoda dang istri. Dan ulahnya berhasil Chloe mulai mendesah merasakan tangan Daren yang nakal di area dadanya.
" H-honey, Kau harus mandi dulu!" Ucap Chloe terbata.
" Aku bisa mandi setelah melakukan olahraga dengan mu, Baby." Sahut Daren dengan suara berat begitu sexy. Daren mengangkat Chloe ke atas meja rias dan merobek lingerie itu dengan satu kali tarikan. Daren berlutut dan memainkan lidahnya untuk memuaskan istri tercintanya. Chloe menggila dengan hanya mendapatkan servis dari permainan lidah Daren yang lihai itu. Chloe menjambak rambut Daren dan sesekali menekan kepala Daren untuk bisa merasakan yang lebih.
Daren tersenyum puas dan bangkit dari berlututnya dan melahap habis bibir Chloe tanpa melepaskan celananya Daren mengeluarkan miliknya yang sudah siap tempur dan melesatkan pada milik Chloe.
" I Love you." Ucap Chloe sembari menangkup wajah Daren yang bergerak pelan maju mundur.
Daren terseyum dan Kembali mencium bibir Chloe. lima menit bercinta di meja Daren pun membawa Chloe ke ranjang dan melanjutkan permainan di atas ranjang king size yang nyaman untuk bergerak sesuka hatinya itu dengan durasi yang begitu lama.
*
*
" Baby, aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan yang penting jadi Kita bisa pergi ke Finlandia secepatnya." Kata Daren setelah selesai dengan percintaan panas nya.
" Really?, Kalau begitu bisakah kita ke Finlandia besok?, Aku sudah sangat merindukan Mom dan Dad." Kata Chloe.
" Hmm kita akan ke sana besok pagi. Ingat ketika Kita disana kau dilarang berbicara dengan para mantanmu,!" Kata Daren yang belum apa apa sudah terlihat cemburu dari nada bicaranya.
" Baik Tuan sesuai perintah!" Jawab Chloe mengecup dagu Daren.
Merasa puas dengan jawaban istrinya Daren merasakan kelegaan di hatinya. Pria itu memeluk erat tubuh mungil istrinya.
" I love you. I Love you so much." Lirih Daren mengecup kepala Chloe berkali kali.