
*
*
Mendapatkan keluhan lebih tepatnya peringatan dari bibir mungil Istrinya Daren merasa bersalah dan bertanya dalam hati apakah cengkramannya begitu kuat?, Daren mengusap lembut dagu istrinya.
Cup... cup.. cup... Cup..
Daren mengecupi dagu yang di cengkramannya tadi dengan penuh ksih kasih sayang serta kelembutan di setiap kecupannya.
" Sorry, sudah tidak sakit lagi kan, Baby?," Tanya Daren dengan hidung menempel dengan hidung istrinya.
Chloe menjauhkan wajahnya dan menggeleng pelan. " Jangan lakukan itu lagi aku tidak suka pria kasar apalagi kau itu adalah suamiku," Kata Chloe.
" Baik. Maafkan aku hmm?, Aku tadi hanya terlalu cemburu jangan mengirim pesan apapun pada pria lain selain aku apa kau mengerti?" Ucap Daren dengan wajah yang begitu serius.
" Ini terakhir kalinya aku mengirim pesan pada Mereka. Kau sudah melihatnya sendiri bukan jika aku mengirim pesan hanya untuk mengakhiri semuanya." Kata Chloe.
" Iya. Maafkan aku, Honey. Aku terlalu cemburu." Ucap Daren mengecupi punggung tangan istrinya.
" Benarkan apa kataku?!.. Tuan Muda begitu plin-plan jika sudah berhadapan dengan Nyonya Muda. Aku sudah tidak terkejut lagi dengan adegan manis selanjutnya." Batin Rendra lalu menekan tombol untuk menurunkan pembatas saat suara decapan menggema di jok belakang.
Dan suara-suara aneh itu semakin terdengar menggema di mobil yang dilajukan Rendra dengan kecepatan sedang. Sang asisten itu hanya bisa mengumpat dalam hati. walaupun sudah mendengarnya musik menggunakan earphone di telinganya tapi ******* erangan Daren dan Chloe terlalu kencang mengalahkan musik yang di dengar Rendra. Dua sejoli yang tidak tahu tempat itu melupakan sosok Rendra dan menjadikan mobil itu sebagai kamar hotel yang Hanya mereka berdua penghuninya.
" Oh Shittt!!,,, Dasar pasangan gak ada akhlak!!.. aku ini manusia yang masih bernafas dengan pendengaran tajam dan penglihatan yang jelas bisa-bisanya mereka bercinta tepat di belakangku!!," Umpat Rendra yang merutuki pasangan suami istri yang menyusuri kenikmatan duniawi itu.
kegiatan panas itu di akhiri erangan kenikmatan dari Daren disertai ucapan cinta kepada Sang istri saat Daren menembakan benih premium di rahim istrinya.
Chloe yang lemas langsung memeluk tubuh polos suaminya posisi Chloe duduk dipangkuan Daren dan merebahkan kepalanya di dada lembab suaminya.
Dengan nafas yang naik turun akibat baru saja pelepasan Daren merapikan rambut istrinya yang basah karena keringat dan mengecup bahu polos Chloe dengan penuh cinta dan puja.
" Itu tadi luar biasa, Baby." Bisik Daren lalu mengecup telinga Chloe.
" Hmm dan aku barusan sadar jika Rendra ada di depan, Aku malu pasti pria itu mendengar ******* kita." Kata Chloe dengan suara lirih karena kelelahan.
" Biarkan saja justru biarkan dia tahu bagaimana nikmatnya bercinta agar pria itu tak jomblo dan termotivasi mencari seorang wanita." Ucap Daren yang tentu saja di dengar Rendra walaupun ada sekat pembatas tapi sekat itu hanya mampu menghalangi pandangan bukan menghalau suara.
" Aku jomblo begini juga karena anda Tuan Muda. Saat saya baru pdkt dengan seorang wanita ada saja perintah anda hingga membuatku jomblo seperti ini dan mentang-mentang sekarang anda memiliki seorang istri anda dengan teganya mengolok ngolok saya?!.. huh sungguh teganya teganya teganya anda pada saya yang jomblo malang ini." Batin Rendra menagis.
Dulu saat Tuanya Begitu Anti wanita semua waktu Tuan mudanya di dedikasikan untuk bekerja dan bekerja. otomatis dirinya sebagai asisten juga terkena imbas dari boss yang gila kerja itu. Jangankan untuk mencari Wanita dan berkencan untuk makan saja dirinya seperti lari maraton di kejar waktu. Dan sekarang boss nya seakan Lupa Apa yang sudah di lakukan pada asisten malangnya ini.
Tidak terasa mobil pun sudah masuki kawasan Mansion. Rendra dengan cekatan turun dan membukakan pintu untuk sang boss. Daren turun dengan Chloe yang berada di gendongannya. Wanita itu terlelap dan Daren tak tega untuk membangunkan istrinya yang tampak kelelahan akibat ulahnya juga.
" Menginaplah disini Ren. Bibi pasti sudah menyiapkan makan malam. aku dan Chloe akan langsung ke kamar jadi nikmatilah makan malamnya." Ucap Daren kemudian melangkah memasuki Mansion dengan tujuan kamar utama.
Rendra pun menunduk sopan dan dengan senang hati akan menginap dan makan malam di sana. Apalagi masakan bibi Murni yang paling the best.
" Yuhuuu!! pasti tuan muda Merasa bersalah karena membuat pendengaranku tercemar dengan suara mereka tadi jadi bersikap murah hati seperti ini sebagai permintaan maaf," Guman Rendra percaya diri dan melangkah memasuki Mansion. Padahal Daren hanya merasa kasihan saja pada bibi karena masakannya akan sia sia jadi Daren menyuruh Asistennya untuk tinggal tapi Rendra mengartikan lain maksud Daren.