Memories

Memories
Kebahagiaan.



*


*


*


Daren mengendarai mobilnya ke Mansion Cumberbath. Daren bungkam selama perjalanan membiarkan istrinya untuk tenang terlebih dahulu dari pembicaraan Chloe dan pria tadi Daren sedikit paham permasalahan itu dan mencoba memahami perasaan Istrinya. Benar benar suami pengertian sekali bukan dan itulah Daren yang mencintai istrinya begitu dalamnya.


" Sorry karena kau harus melihat kekacauan tadi, Honey." Ucap Chloe membuka suara.


Daren mengusap kepala istrinya sembari menyetir. " Apa kau sudah merasa lebih baik?," Tanya Daren.


Chloe mengangguk. " Honey, apa kau tahu alasanku menjadi gadis nakal dengan mengencani banyak pria?, Itu semua berawal dari Kenzy. Aku dan Kenzy menjalin hubungan sangat lama dan di satu sisi aku memiliki sahabat bernama Casandra. Tapi disaat aku ingin merayakan anniversary dan datang ke apartemen Aku melihat kekasihku sedang bercinta dengan sahabat ku sendiri. Tentu aku merasa terhianati dan tidak percaya akan cinta. Aku terus mempermainkan seorang pria dan menggantinya saat aku sudah bosan. Tapi entah sejak kapan aku membuka hati dan sekarang aku sangat mencintaimu. Sangat dan jangan pernah mengkhianati ku dan menjadi bodoh seperti Kenzy yang terjebak dengan wanita nakal." Kata Chloe yang menceritakan keluh kesahnya pada Daren.


Daren menoleh melihat istrinya menarik tangan Chloe dan di kecupnya lembut lalu kembali fokus ke jalan. " Aku tidak akan pernah mengkhianati mu. Aku juga akan berhati-hati dan menempatkan orang untuk menjaga ku agar hal seperti menjebak tidak hadir di hidupku. Aku milikmu seutuhnya. Aku jauh lebih mencintaimu sampai kau tidak bisa membayangkan sebesar apa cintaku untukmu istriku." Sahut Daren sungguh sungguh.


" I Love you. Terimakasih telah menculikku dulu dan bertahan dengan sikap sombong ku." Kata Chloe yang kini bergantian yang mencium tangan besar Daren.


" I Love you too. Aku beruntung menculik wanita sombong sepertimu." Sahut Daren dengan senyum terukir di bibirnya..


*


*


*


Tidak terasa hari berlalu begitu cepat dan waktunya Daren dan Chloe Kembali ke Indonesia. Selama di Finlandia Chloe memanfaatkan waktunya dengan keluarga dengan begitu baik mengetahui Daren tidak bisa berlama-lama meninggalkan perusahaannya.


Tapi saat ingin berangkat ke bandara tiba perut Chloe bergejolak. Chloe mengalami mual yang terus menerus hingga terpaksa mengundur kepulangannya ke Indonesia.


" Sayang. Apa kau sudah mendapatkan mentruasi?" Tanya Lilly memijat tengkuk putrinya.


" Aku sudah tiga Minggu telat. Tapi aku biasa mengalami yang seperti itu Mom." Sahut Chloe.


" Kau pasti hamil sayang. Dulu kan kamu belum menikah dan sekarang kamu sudah menikah dan sudah berulang kali bercinta pasti sudah ada baby di perutmu." Kata Lilly yang merasa yakin dengan diagnosis nya.


" Ini pasti karena masuk angin saja. Mom terlalu berlebihan." Sahut Chloe mengelap mulutnya dengan tisue.


" Kau harus mengetesnya. Mom masih menyimpan beberapa test pack sisa dari kakak ipar mu. Sebaiknya kau cek sekalian." Kata Lilly berjalan keluar menuju laci tempat penyimpanan segala obat untuk mengambil test pack.


Chloe hanya menurut saja menunggu Mommynya Kembali tidak ada salahnya juga mengetesnya siapa tahu memang sudah ada baby di perutnya.


Tidak lama kemudian mom Lilly Kembali dengan membawa empat kotak kecil di tangannya.


" Coba pakai ke empatnya supaya lebih yakin lagi." Pinta Lilly menyerahkan Test pack pada putrinya.


Chloe menerima benda itu dan masuk kedalam kamar mandi menampung air seni nya di cup dan mencelupkan satu persatu ke empat benda tersebut.


Satu menit dua menit tiga menit tidak ada yang berubah dari garis di benda tersebut.


" Hah!! see? Mommy hanya terlalu berharap saja. Aku itu cum---- What?!! Oh Thanks God!! Positif,? I am pregnant?," Lirih Chloe membekap mulutnya rasanya dadanya berdebar hebat mengetahui jika sekarang dirinya sedang hamil.


" Daren pasti senang mendengar berita ini." Guman Chloe yang mengingat suaminya yang sedang menunggu dokter tiba bersama dad Louis di bawah.


Pintu kamar mandi terbuka. Chloe keluar dengan membawa empat test pack tadi. Chloe melihat dokter. Suami dan orang tuanya yang sudah ada di kamar.


Chloe terseyum lebar dan menghambur ke pelukan sang suami.


"Honey, I'm pregnant and you're going to be a daddy soon." Bisik Chloe.


" Kau serius, baby?, Kau sedang hamil anak kita?," Tanya Daren melepaskan pelukan istrinya dan menatap Chloe penuh harap.


" Hmm Aku hamil." Jawab Chloe memperlihatkan empat benda dengan garis dua.


" Oh My!!.. Terimakasih sayang.. Thank you so much." Teriak Daren menciumi bibir Istrinya saking bahagianya dengan kabar tersebut.


" Lepaskan putriku, Daren!. Biarkan istrimu di periksa dokter terlebih dahulu." Ucap Louis yang juga bahagia dengan kabar tersebut dan tidak ingin putrinya yang sedang mengandung itu terjadi apa apa.


Daren pun mengangkat Chloe dan dibaringkan di ranjang untuk di periksa oleh dokter pribadi Cumberbath.


Dokter mengecek nadi dan menanyakan keluhan yang dirasakan Chloe. Setelah beberapa menit dokter itu melepaskan stetoskop nya.


" Nona muda memang sedang mengandung. Untuk lebih jelasnya tentang keadaan sang janin sebaiknya membawa nona ke RS untuk di USG. Selebihnya untuk keadaan nona sangat sehat dan mual itu karena morning sickness. Hal itu wajar dialami ibu hamil di awal kehamilan." Jelas sang dokter.


" Baik. Terimakasih dok atas waktunya." Ucap Lilly.


Lalu dokter itu keluar dengan diantar Pelayan sampai kedepan Mansion.


" Hai Boy. Ini daddy baik baik di perut mommy jangan rewel. Daddy dan Mommy mencintaimu." Bisik Daren di perut istrinya setelah kepergian dokter.


" Boy? Bagaimana jika cucuku adalah perempuan Daren? kau tidak boleh memanggil nya seperti itu sebelum tahu jenis kelaminnya!" Protes Louis.


" Aku yakin dia adalah jagoan, Dad. Aku ini daddynya jadi kita punya ikatan batin tersendiri." Sahut Daren yakin.


" Ya ya si paling punya ikatan batin." Ucap Louis jengah.


" Pokoknya jaga baik-baik putriku dan calon cucuku. Atau biarkan Chloe tinggal disini saja untuk sementara." Ucsp Louis.


" Tidak bisa aku tidak bisa berjauhan dengan Chloe." Jawab Daren cepat.


" Tapi kau akan sangat sibuk bekerja nantinya dan Chloe akan kesepian di rumah." Kata Louis.


" Aku akan mengurangi pekerjaan ku dan meminta mommy silvie menemani Chloe jadi daddy tidak perlu khawatir." Jelas Daren.


" Dad. Aku akan kembali bersama suamiku. Aku juga tidak akan bisa berjauhan dengan Daren. Disana banyak Pelayan dan Mommy Silvie yang akan menemani ku," Sahut Chloe agar daddy mengerti.


" Baik terserah kalian saja. Asal harus menjaga diri baik-baik." Putus Louis.


" Makasih Dad." Kata Daren.


Lilly dan Louis pun keluar kamar setelah mengecup dahi putrinya. Membiarkan pasangan itu untuk berbicara berdua mengenai calon baby mereka.


*


*