
Sepulang dari pendakian bersama itu mereka berencana untuk kembali pergi liburan bersama. Dari semua cerita yang telah tersampaikan malam itu, mereka menjadi lebih mengenal satu sama lain. Sebagai sahabat mereka menjadi lebih mengerti tentang kekurangan dan kelebihan masing-masing. Terlebih untuk Lazar, ia bisa lebih mengenal Dita secara lebih luas. Menurut Lazar, Dita adalah cewek pinter, baik, sedikit jutek, tapi yang lebih penting, Lazar tahu ternyata Dita sudah mempunyai kekasih. ‘minggu depan jalan lagi deh, kemah’ batin Lazar.
Tiga hari kemudian.
“Zar, weekend ada rencana gak?” tulis Rani dalam pesannya. Beberapa lama kemudian Lazar membalas. “ada sih, pengen kemah gitu, tapi belum tahu kemana dan mau ajakin siapa” balas Lazar. “wah, pas banget dong” balas Rani. “pas? Pasar murah?” balas Lazar. “yeeee, kamu tu, jadi weekend ini aku ada rencana mau pergi ke pulau apa gitu namanya, lupa, di ajak sama Sinta sih, kamu ikut yuk” pinta Rani. “kemah?” tanya Lazar, “iya, paling nginep di homestay deh kayaknya, soalnya sama keluarganya Sinta” jawab Rani. “waduhh, kalo acara keluarga, gak deh, gak enak” jawab Lazar. “ayolah, kamu ajak temenlah juga biar lebih rame, Sinta sama keluarganya gak masalah kok” balas Rani. “ngajak siapa ya?” balas Lazar. “ya siapa aja deh, nanti aku ajak Roki deh, biar ada temen cowok” balas Rani. “kalau aku ngajakin temen cewek, boleh?” balas Lazar. “siapa?” tanya Rani. “ada temen, asik kok orangnya” balas Lazar. “hmm, ya udah deh, yang penting kamu mau ikut ya” balas Rani pasrah. “ok, besok aku kabarin lagi” balas Lazar. “ok” balas Rani.
Ayu sedang membersihkan kos-annya yang semenjak ujian semester lalu tidak pernah ia bersihkan secara menyeluruh. Beberapa lama kemudian tiba-tiba Lazar muncul di depan kos-annya. “eh, kok kamu tiba-tiba kesini” Ayu kaget melihat Lazar. “boleh dong, main” jawab Lazar santai. “main, hmm, mending kamu bantuin aku ni bersihin kamar” jawab Ayu. “wahh, aku kesini udah kayak FCS yak” jawab Lazar. “ha? FCS, apa tu?” jawab Ayu. “hehe, freelance cleaning service” jawab Lazar. Ayu pun tertawa sampai pipinya terasa sakit. “ini sapu, kamu sapu aja dulu, aku mau bikin kopi” jawab Ayu masih dengan sisa tawanya.
Setelah selesai membersihkan kamar, Ayu dan Lazar duduk didepan teras sembari menikmati kopi. “eh, Yu weekend, kamu ada acara gak?” tanya Lazar. “belum ada, kenapa?” jawab Ayu. “ikut yuk, aku diajakin sama temen liburan gitu” jawab Lazar. “ada apa kamu tiba-tiba ajakin aku liburan?” jawab Ayu sambil tertawa. “ya gak ada, ngajak aja sih, mau gak?” jawan Lazar. “ya udah ayok, bosen juga kalo di kos sendirian” Ayu mengiyakan. “eh, jadi gimana tu kamu ke Dita?” tanya Ayu tiba-tiba. “ya, gak gimana-gimana” jawab Lazar. “yakin gak gimana-gimana?” goda Ayu. “ya kan, dia udah punya pacar” jawab Lazar. “aku males deketin cewek kalau dia udah punya pacar, gak enak, besok kalau dia udah putus sama pacarnya, baru aku mau deketin” sambung Lazar. “yakin gak mau nyoba” Ayu masih menggoda lazar. “lah, ngapain. Yang penting sekarang saya udah kenal sama dia, cukuplah itu dulu” jawab Lazar. “ya, ya, ya” jawab Ayu sambil tertawa. “udah ah, aku mau pulang, kopi juga udah habis” kata Lazar sambil mengambil kunci motornya. “hati-hati” jawab Ayu masih dengan sisa tawanya.