Maya

Maya
11



Keesokan harinya.


Setelah mereka sarapan bersama, Papa Sinta mengajak Lazar dan Roki untuk pergi memancing. Mereka menyiapkan alat pancing dan umpan yang akan mereka bawa. Setelah persiapan selesai mereka bersiap menuju danau untuk memancing. “saya ikut ya om” pinta Ayu tiba-tiba. Semua menatap ke arah Ayu. “emang kamu bisa mancing?” tanya Lazar. “ya nggak sih, cuma mau lihat, jadi penonton” jawab Ayu cengengesan. Mereka tertawa mendengar jawaban Ayu. “ya udah, ayo ikut aja, biar rame, kan jadi seru” kata Papa Sinta. Mereka ber empat pun berangkat menuju danau.


Rani dan Sinta duduk di teras depan vila sedangkan Mama Rani menemani adik Rani bermain di dalam. “eh, semalem Lazar nanyain siapa cowok yang aku suka” kata Rani kepada Sinta. “masak? Terus-terus” jawab Sinta penasaran. “ya gak ada terusnya, aku gak berani bilang ke dia” jawab Rani. “kenapa sih? Harusnya tu kalo kamu emang beneran suka sama Lazar, ya udah sih bilang aja” jawab Sinta. “ya gak segampang itulah, Lazar juga pernah bilang ke aku kalau dia suka sama cewek lain” jawab Rani. “oh ya?, siapa?” jawab Sinta. “ada cewek, namanya Dita. Dita itu temennya Ayu, jadi Lazar deket sama Ayu awalnya karena Lazar suka sama si Dita itu” jawab Rani. “astaga, terus gimana?” kata Sinta tidak percaya. “tapi si Dita itu udah punya cowok” jawab Rani. “ya berarti gak masalah dong kalau kamu bilang ke Lazar kalau kamu suka sama dia” jawab Sinta. “aku gak tahu apa Lazar mau sama aku atau nggak” kata Rani dengan suara pelan. “ya kan kamu belum coba, bilang aja, siapa tahu Lazar juga bisa suka sama kamu” jawab Sinta meyakinkan Rani. Rani hanya menunduk tidak menanggapi jawaban Sinta lagi.


“yeeyy, strike” kata Roki bersemangat. Itu ikan pertama yang mereka dapatkan dan itu hasil dari pancingan Roki. “ayo om, Lazar, masak kalah sama Roki” kata Ayu menyemangati. Lazar tak mau kalah, beberapa menit kemudian umpannya dimakan oleh ikan, Lazar menggulung benang pancingnya, melawan ikan yang sedikit bandel menarik umpan Lazar kesana kemari. Setelah beberapa lama, ikan tersebut pun menyerah. “wuuuuwww” teriak Lazar yang mendapat ikan pertamanya. Semua bersorak. Beberapa menit kemudian Lazar kembali mendapatkan ikan, kali ini lebih besar dari ikan pertamanya. “skor sementara, Lazar dua, Roki satu, dan om nol” kata Ayu. Mereka semua tertawa mendengar ucapan Ayu. Beberapa lama kemudian Papa Sinta akhirnya mendapatkan ikan pertamanya. Ayu heboh bertepuk tangan dibarengi dengan tawa Papa Sinta. Waktu menjelang siang, mereka pun selesai memancing. Papa Sinta mendapatkan ikan paling banyak disusul Roki dan terakhir Lazar yang hanya mendapatkan dua ekor ikan. Mereka pun bersiap kembali ke vila untuk makan siang.


Sesampainya di vila, makan siang mereka telah siap. Mereka semua berkumpul untuk makan siang bersama. “dapet berapa om?” tanya Rani. “om dapet paling banyak dong” jawab Papa Sinta bangga. “iya, Lazar sama Roki nggak ada apa-apanya dibanding om kalau soal memancing” tambah Ayu. “Lazar sama Roki dapet berapa emang?” tanya Rani. “Lazar cuma dapet dua, Roki lumayanlah dapet empat” jawab Ayu. Lazar hanya cengengesan mendengar percakapan teman-temannya. Setelah makan siang, mereka beristirahat karena cuaca hari ini sangat panas. Mereka hanya bermalas-malasan di vila sambil mengobrol ringan. Sore nanti mereka sudah harus kembali ke rumah.