
Ayu sedang bersama Dita, menunggu Dosen untuk konsultasi skripsi. Setelah beberapa lama menunggu Ayu dipanggil oleh Dosennya. “ok, ini udah bagus, minggu depan kamu sudah bisa ujian proposal” kata Ibu Dosen kepada Ayu ketika mereka sudah berada di ruangan Dosen tersebut. “beneran Bu.” Ayu memastikan dengan wajah berbinar. “iya, silahkan kamu urus untuk kelengkapan ujian proposalnya” lanjut Ibu Dosen. “baik Bu, terima kasih banyak Bu” kata Ayu yang kemudian pamit untuk mengurus kelengkapan ujian proposalnya. “Dit, proposal ku di ACC” kata Ayu bersemangat kepada Dita. “yang bener?” tanya Dita heran dan ikut senang. “iya, minggu depan disuruh ujian, sekarang disuruh lengkapin dlu syarat ujiannya” kata Ayu. “syukurlah, doain ya semoga aku juga bisa di ACC hari ini” jawab Dita. “sippp, semangat ya” kata Ayu menyemangati.
Malam harinya Ayu sudah bersiap-siap untuk mengerjakan bahan presentasi proposalnya. Baru saja Ayu membuka laptop dan mengeluarkan berkas proposalnya, tiba-tiba Lazar datang. “Hi, sibuk banget kayaknya” sapa Lazar ketika baru sampai dan melihat Ayu didepan laptop. “eh, hi, sini-sini masuk” ajak Ayu bersemangat. “ada apa ni, bahagia banget kelihatannya” jawab Lazar. “iyalah, minggu depan aku mau ujian proposal” jawab Ayu. “wahh, cepet banget di ACC-nya” jawab Lazar. “iya dong” jawab Ayu sambil tertawa bahagia. Kemudian Ayu pergi membuat kopi untuk Lazar dan dirinya.
‘itu anak kenapa akhir-akhir ini sering sekali bersikap manis ya’ batin Ayu setelah Lazar meninggalkan kos-nya. Ayu merasa ada yang salah dengan sikap Lazar kepadanya dan ada yang salah dengan perasaannya terhadap Lazar. Akan tetapi lebih dari pada itu Ayu merasa senang akhirnya Lazar bisa membuat komitmen dengan Rani.