
Lazar sedang berbaring dikamarnya, asik memainkan ponsel. Mencoba membunuh waktu sebab ia tak kunjung tertidur. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Lazar iseng membuka medsos, mencari seseorang atau tepatnya siapa saja yang sedang online. 'siapa tahu ada yg bisa di ajak chating tengah malam begini' pikirnya. Ia melihat daftar orang yang sedang online, yang sebagian besar tidak ia kenal.
Setelah beberapa lama bolak balik melihat profil orang-orang yang sedang online tersebut akhirnya ia menemukan satu orang. Ia tahu orang tersebut tapi ia tidak mengenalnya. Orang tersebut kebetulan satu kampus dengannya, dan yang lebih kebetulan lagi orang itu adalah sahabat dari orang yang ia sukai. 'kebetulan banget ni, mumpung dia online, coba-coba ah, siapa tahu bisa dapet info tentang Dita' pikirnya. Lazar pun akhirnya mengirim pesan kepada orang tersebut. "hai! kenalin, sy Lazar, bener ini dengan Ayu?" tulis Lazar pada kolom chat.
Setelah Lazar mengirim pesan tersebut ia senyum-senyum sendiri, berharap pesannya akan di balas oleh Ayu. Beberapa lama menunggu pesan Lazar tak kunjung di balas, bahkan sampai Lazar akhirnya menyerah. 'semoga besok di balas' batin Lazar dan ia pun akhirnya pergi untuk tidur.
Keesokan harinya Lazar bangun kesiangan, 'untung hari ini gak ada kuliah' Lazar berkata pada diri sendiri. Lazar adalah pria yang cerdas, baik, dan rajin. Sehingga walaupun ia insomnia ia tidak pernah bangun kesiangan seperti sekarang. Lazar pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah keluar dari kamar mandi Lazar pergi ke dapur untuk membuat kopi.
Setelah kopi jadi, ia duduk di teras rumah sembari menikmati kopinya. Baru saja ia menyeruput kopi dan membakar rokok, Lazar teringat pada chat semalam yang ia kirim kepada Ayu. Lazar mengambil Handphonenya di dalam kamar. Lazar mengaktifkan handphonenya dan melihat ada notifikasi dari Ayu.
Setelah beberapa lama mereka saling berbalas pesan, Lazar menyimpulkan bahwa Ayu orangnya asik, sehingga ia memberanikan diri untuk mengajak Ayu bertemu. Ayu juga berfikir sama dengan Lazar, sehingga ia setuju ketika Lazar mengajaknya untuk bertemu. Mereka pun membuat janji untuk bertemu.
Hari janjian mereka pun tiba, mereka janjian untum bertemu di sebuah kedai dekat kampus mereka. Lazar mengambil jaket kemudian berangkat menuju kedai tersebut. Sesampainya disana, ternyata Ayu belum tiba, Lazar pun mencari tempat duduk kosong. Setelah itu pelayan kedai mengampiri Lazar. "permisi mas, ini buku menunya, silahkan dipilih mau pesan apa" kata pelayan kedai. "oh. nanti aja mbak, saya lagi nunggu orang" timpal Lazar. "ok, nanti kalau sudah mau pesan, tinggal panggil saya aja mas". balas pelayan kedai. "iya mbak" kata Lazar.
15 menit kemudian Ayu akhirnya tiba. "aduh maaf telat mas, tadi ada saya kerjakan dulu soalnya" kata Ayu setelah ia menghampiri Lazar. "iya, gak apa-apa, saya juga baru sampai kok" balas Lazar. Ayu pun duduk di kursi depan Lazar, kemudian Lazar memanggil pelayan kedai tadi. "saya pesen mie ayam bakso sama es jeruk. kamu mau pesen apa mbak ayu" kata Lazar. "samain aja mas. hehe" jawab ayu.
Mereka pun mulai mengobrol, saling bertanya dan bercerita satu sama lain. Pesanan mereka akhirnya tiba, mereka mulai makan sembari melanjutkan obrolan. "memang asik anaknya' batin Lazar. Setelah pertemuan pertama itu mereka jadi lebih mengenal satu sama lain.