Maya

Maya
22



Sesampainya di kantin mereka langsung memesan cemilan dan minuman. Sambil menunggu pesanan mereka mengobrol satu sama lain. Setelah cemilan dan minuman disajikan, Lazar mengambil amplop dari dalam tasnya. Lazar kemudian menyerahkan amplop tersebut kepada Ayu. “ini” kata Lazar sambil menyodorkan amplop. “apa ini?” tanya Ayu heran dengan amplop yang akan dikasih oleh Lazar. “udah ambil aja dulu. Itu hadiah dari kami semua” jawab Lazar. Ayu menerima amplop tersebut dengan mata berkaca-kaca. Ayu kemudian mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada semua teman-temannya. Ayu merasa sangat senang memiliki teman-teman seperti mereka.


“udah ah, kayak lagi maen drama aja” celetuk Indah yang matanya juga berkaca-kaca. “bilang aja kalo kamu juga ikutan sedih, dasar” balas Rahayu. Mereka semua tertawa. Indah dan Rahayu memang tidak pernah ‘akur’ selalu saja ada yang mereka ributkan. Bahkan hal sepele sering mereka debatkan. “bilang aja kalo kamu suka sama Lazar” celetuk Indah kepada Rahayu. “terus? Emang gak boleh?” jawab Rahayu. Lazar yang menjadi objek menjadi salah tingkah. “kamu gak lihat, tu pacarnya Lazar” jawab Indah sambil menunjuk Rani. “ya biarin sih, suka kan bukan berarti harus bisa jadi pacar” jawab Rahayu sewot. “dasar pelakor” Indah mengatai Rahayu. “sirik aja sih” jawab Rahayu tidak kalah sewotnya. Mereka semua hanya bisa tertawa mendengar perdebatan antara Indah dan Rahayu.


Wisata air terjun itu telah menjadi favorit bagi warga lokal maupun turis yang datang ke pulau mereka. Dibawah air terjun telah dibuat kolam yang bersusun, sehingga memudahkan pengunjung yang ingin mandi atau sekedar duduk bersantai. Lazar kemudian memesan sate dari penjual yang berada disekitar sana. Mereka duduk di tepi kolam sambil menikmati pemandangan dan menikmati para wisatawan lain yang terlihat asik bermain air. “mas, sini saya foto” kata seorang pengunjung menawarkan diri untuk memfoto Lazar dan Rani. Mereka kemudian berfose dengan berbagai macam gaya, Rani terlihat sangat senang ketika itu. Setelah puas berfoto Lazar dan Rani mengucapkan terima kasih kepada wisatawan tersebut. Tak lama kemudian makanan pesanan mereka datang. Mereka kembali duduk sambil menikmati makanan yang mereka pesan tadi.