Maya

Maya
6



Setelah hampir 4 jam mereka berjalan, mereka akhirnya tiba dipuncak bukit. "akhirnya" celetuk Indah. "kita belum sampai wee" timpal Ayu. "hah" jawab Indah dengan raut wajah masam. "iya, tu tempet kemahnya di bawah, jalan lagi kita turun" jawab Ayu. "yahhh, kirain udah bener-bener nyampe" sambung Indah pasrah. Lazar hanya tersenyum melihat tingkah teman-teman Ayu. "yuk ah, jalan lagi, keburu malem ni" ajak Ayu. Tiga puluh menit kemudian mereka akhirnya benar-benar sampai di tempat kemah. "akhirnya" kata Indah yang langsung merebahkan tubuhnya di atas rerumputan. "Yu, kamu sama Dita pergi ambil air ya, aku sama Rian buat tenda, Indah sama Rahayu, siepin logistik dan alat masak" perintah Lazar. Mereka pun mulai bekerja. Setelah tenda berhasil didirikan oleh Lazar dan Rian, Lazar langsung mengambil alat masak untuk membuat minuman hangat. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, hawa dingin sudah mulai terasa.


Matahari sudah benar-benar tenggelam di ufuk barat. Lazar menghidangkan minuman hangat untuk teman-temannya. Indah dan Rahayu sedari tadi sudah menggunakan jaket. Mereka terlihat kedinginan, ditambah stamina yang belum pulih setelah menempuh empat setengah jam perjalanan. "kok kamu gak pake jaket, gak dingin?" tanya Rahayu kepada Lazar. "hee, gak bawa jaket" jawab Lazar. "astaga, kok gak bawa sih" jawab Rahayu terlihat khawatir. "kebal tu kayaknya sama dingin, dari tadi juga ndaq ada kelihatan capeknya" timpal Rian sambil tertawa.


Nyala api unggun yang menghangatkan, suara gemelutuk kayu yang terbakar. Hawa dingin dan embun yang mulai membasahi rerumputan. "eh, eh, main game jujur-jujuran yuk" ajak Indah. "haa" jawab Rahayu dengan mulut menganga. "iya, mumpung lagi suasananya gini, sendu gitu, ya biar kita juga bisa lebih saling mengenal satu sama lain" sambung Indah. "boleh tuh" jawab Ayu. Akhirnya mereka sepakat membuat sebuah permainan, barang siapa yang kalah harus menjawab pertanyaan dari yang lain. "ok, saya mau mastiin dulu, ini antara kita ber enam aja ya, dan apapun yang kita denger malem ini cukup sampai di kita ber enam aja, ok" kata Dita. "sipp" semua mengiyakan. Merekapun mulai bermain, tanpa terasa malam semakin larut. Tertawa bersama, semua terlihat bahagia, semua terlihat menikmati perkemahan. Hingga mereka merasa lelah kemudian tertidur. Menyisakan langit cerah, bintang-bintang, serta cerita yang telah mereka bagi satu sama lain.