Maya

Maya
2



Ditempat lain, Rani duduk melamun didepan teras rumahnya. Ia sedang banyak pikiran, namun entah pikiran tentang apa yang paling mengganggunya. Ujian semester sebentar lagi akan di gelar. Itu salah satu hal yang membuat Rani melamun malam ini. Hujan turun sejak sore dan belum mau beranjak hingga malam ini. Setelah merasa lelah, Rani akhirnya memutuskan untuk pergi tidur. Ia pun menuju kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Tak berapa lama ia pun terlelap.


Keesokan harinya Rani terbangun setelah Mira membangunkannya. "tumben ini anak belum bangun sampai jam segini" batin Bu Mira. "Ran, kamu nggak kuliah?" tanya Bu Mira sembari membangunkan Rani. "Nggak Bu, nanti siang baru aku ada kuliah" jawab Rani. "ya udah, setidaknya kamu tetep harus bangun pagi, nggak baik kalau anak gadis bangun siang" lanjut Bu Mira. Rani pun bangun dan langsung menuju kamar mandi. "langsung turun ya, ibu udah siapin sarapan" pesan Bu Mira sebelum ia keluar dari kamar Rani.


Setelah selesai mandi, Rani turun menuju dapur untuk sarapan. Ia tidak menemukan siapa-siapa disana sebab jam sarapan keluarganya memang sudah selesai. Ayahnya sudah berangkat ke kantor dan adik-adiknya sudah pergi ke sekolah. Rani mengambil nasi kemudian menaruh lauk dipiringnya. Ia sarapan sendiri. "Ran, ntar abis sarapan, anterin ibu ke pasar ya" pinta Bu Mira. "iya, bu" jawab Rani. Selesai sarapan Rani bersiap-siap untuk mengantar Bu Mira ke pasar. Dua jam berkeliling di pasar membeli kebutuhan dapur Ibu dan anak itu pun akhirnya pulang.


Setelah obrolan itu Rani dan Sinta menuju ke kelas untuk kuliah. "Hai! Ran" sapa Roki. "eh, hai juga Ki" jawab Rani. "ntar abis kuliah jalan yuk" ajak Roki. "maaf ya Ki, aku gal bisa, aku mau fokus belajar, bentar lagi kan kita mau semesteran" jawab Rani. Roki pun beranjak pergi. Roki memang menyukai Rani, tapi ia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya sebab ia tahu bahwa Rani menyukai Lazar. Perkuliahan pun dimulai. Dosen menjelaskan materi kemudian membagi kelompok untuk diberikan tugas sebagai nilai tambahan sebelum ujian semester dimulai.


"Ran, kenapa kamu gak nerima Roki aja sih, dia ganteng kok" ucap Sinta setelah selesai kuliah. "ya kan kamu tahu kalau aku suka sama Lazar, jadi gak mungkin aku nerima Roki" balas Rani. "emang Lazar suka sama kamu" jawab Sinta sedikit kesal. Rani hanya terdiam tidak menanggapi perkataan Sinta. Rani memang tidak tahu apakah Lazar menyukainya atau tidak, walaupun mereka memang sedang dekat akhir-akhir ini. Rani tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada Lazar karena sikap Lazar belum menunjukkan tanda-tanda dan terlebih Rani adalah perempuan. Mereka berada di satu jurusan namun berada di kelas yang berbeda. Mereka saling mengenal sejak ospek kampus sehingga mereka menjadi dekat. Rani menyukai Lazar sudah lama dan semakin kesini Rani semakin menyukai Lazar.