Maya

Maya
19



10 hari setelah kepergian Ibunya, Ayu kembali beraktifitas seperti biasanya. Hari ini Ayu pergi ke kampus untuk konsultasi skripsinya. “kamu kemana saja” kata Ibu Dosen ketika baru melihat Ayu. “maaf Bu, saya ada sedikit masalah keluarga” jawab Ayu menunduk. “terus gimana penelitian kamu?” tanya Bu Dosen. “sudah selesai Bu, untuk itu hari ini saya mau konsul” jawab Ayu. Ayu menyerahkan dokumen penelitiannya kepada Ibu Dosen. “baik, ini sudah cukup bagus, silahkan kamu analisis dulu” kata Bu Dosen setelah membaca dokumen penelitian Ayu. “baik Bu” jawab Ayu yang kemudian pamit pergi kepada Bu Dosen.


Setelah dari kampus, Ayu langsung pulang menuju kosnya untuk mengerjakan analisis hasil penelitiannya. Baru saja Ayu tiba di kosnya dan membuka pintu, Rani tiba-tiba datang. “hi, kamu kemana aja?” tanya Rani langsung. “eh, Ran. Gak kemana-mana kok” jawab Ayu. Ayu mempersilahkan Rani masuk kemudian membuat teh untuk Rani. “gak kemana-mana, tapi ngilang semingguan” jawab Rani. Ayu hanya membalas Rani dengan senyuman. Rani memang belum tahu mengenai kabar Ibu Ayu telah meninggal. Rani mengira Ayu sedang sibuk melakukan penelitian di sekolah.


“gimana skripsimu?” tanya Ayu. “Alhamdulillah udah ACC, minggu depan aku bisa ujian” jawab Rani terlihat bahagia. “oh ya, wah. Selamat ya” jawab Ayu memberikan selamat kepada Rani. “makasi ya” jawab Rani. “kamu kemana makanya semingguan ini kok gak pernah kelihatan” tanya Rani masih penasaran. “10 hari yang lalu Ibu ku meninggal” jawab Ayu. “innalillah, maaf, aku gak tahu” jawab Rani kaget. “iya, gak apa-apa” jawab Ayu tersenyum. “terus sekarang gimana?” tanya Rani. “gimana apanya?” jawab Ayu yang bertanya balik kepada Rani. “ya, gimana semuanya, kuliahmu?” lanjut Rani. “ya, gimana ya. Kayaknya aku nunda wisuda tahun ini, tapi aku mau kejer ujian dulu supaya semester depan gak bayar SPP lagi” jawab Ayu. Rani yang mendengar itu menjadi sedih.


Rani kemudian menuju rumah Sinta dan menghubungi Roki untuk menemuinya di rumah Sinta. Sesampainya di rumah Sinta, bersamaan dengan Roki yang juga baru sampai. Rani menceritakan tentang kesepakatannya dengan Lazar kepada Sinta dan Roki. Sinta dan Roki kaget setelah mendengar cerita Rani. Mereka tidak tahu sama sekali tentang kabar itu. Mereka pun setuju untuk ikut membantu Ayu. Sedangkan Lazar menghubungi Rahayu. Lazar dan Rahayu kemudian bertemu di kampus. Disana juga ada Dita dan Indah. Mereka ber empat kaget setelah mendengar cerita Lazar, mereka juga sama sekali tidak tahu mengenai bahwa Ibu Ayu telah meninggal. Mereka ber empat pun setuju untuk membantu Ayu.


Setelah itu Lazar pergi ke kos Ayu untuk menemuinya. Sesampainya disana Lazar melihat Ayu sedang serius mengetik, Ayu terlihat fokus mengerjakan analisis hasil penelitiannya. “hi” sapa Lazar. “eh, hi” jawab Ayu yang sama sekali tidak menyadari kedatangan Lazar karena ia sedang melamun.