
Ayu bangun karena alarm ponselnya berdering, ia kaget kemudian melihat ponselnya dan baru sadar ketika Ayu melihat jam, jam 07:30. Ayu langsung berlari ke kamar mandi, ia tidak akan sempat mandi, jadi Ayu hanya menggosok gigi dan mencuci muka. Setelah selesai ia langsung menyalakan laptopnya memastikan bahan presentasinya sudah siap dan tidak ada yang kurang. Setelah memastikan tidak ada yang kurang Ayu memasukkan laptop ke dalam tas, juga memasukkan berkas-berkasnya. Kemudian ia berganti pakaian dan langsung menuju kampus. Hari ini Ayu akan ujian proposal pukul 08:30, dan Ayu bangun kesiangan. Sesampainya di kampus Ayu langsung menuju ruang sidang, disana sudah ada beberapa mahasiswa yang sedang menunggu, mereka juga akan ujian proposal hari ini.
“pasti baru bangun dah ni anak” celetuk Indah. Dita, Rahayu, dan Indah sudah ada disana menunggu Ayu. Mereka ingin mendampingi sahabatnya yang akan ujian. Ayu hanya nyengir untuk menanggapi celetukan Indah. Lazar kemudian datang bersama Rani. “hi”sapa Lazar pada semuanya. Rani disamping Lazar tersenyum. “oh ya, kenalin ini Rani” lanjut Lazar mengenalkan Rani kepada teman-teman Ayu. Rani mengenalkan diri pada Dita, Rahayu, dan Indah. 10 menit kemudian nama Ayu dipanggil untuk memasuki ruang sidang. Ayu pun bergegas memasuki ruang sidang. “doain ya” kata Ayu sambil berjalan memasuki ruang sidang.
Mereka duduk di kursi tunggu sambil menunggu Ayu selesai sidang proposal. “kalian kapan ujiannya?” tanya Lazar kepada Dita, Rahayu, dan Indah. “aku besok sama Dita besok, Indah Lusa” jawab Rahayu yang duduk bersebelahan dengan Lazar. “kalau kalian?” tanya Indah. “wahh, kita belum-belum” jawab Lazar dan Rani mengangguk.
Setelah acara syukuran kecil-kecilan mereka, Lazar dan Rani pamit untuk pulang duluan. Lazar dan Rani harus mengerjakan skripsi mereka agar mereka bisa lulus tahun ini. “Zar, aku mau ke perpus ya” kata Rani kepada Lazar setelah mereka meninggalkan kantin. “oh, ya udah, aku pulang ya, mau ngetik di rumah aja” jawab Lazar. Mereka pun berpisah, Rani menuju perpustakaan dan Lazar pulang ke rumahnya. Setelah bertemu dengan Ayu dan teman-temannya, Rani menjadi semakin lebih mengenal Ayu. Rani merasa tidak perlu khawatir dengan kedekatan Lazar dan Ayu. Rani juga merasa sepertinya dia harus lebih banyak bergaul dengan Ayu untuk meminta pendapat atau menceritakan tentangnya kepada Ayu seperti yang Lazar lakukan kepada Ayu.