
Hari-hari berlalu, tanpa terasa ujian semester telah usai.
"eh, kita jadi liburan naik bukit gak?" tanya Indah. "iya nih, mumpung baru abis ujian semester, refresh otaklah yuk" tambah Rahayu. "Yu, kamu kan udah pernah tu naik, jadi kamu lebih tahu" sambung Indah. "gimana Dit?" tanya Indah. "kalau aku sih ayo aja" jawab Dita. "iya, aku sih mau aja, tapi aku gak berani kalau cuma kita berempat aja, mana kita cewek semua lagi" timpal Ayu. "ya udah, ajak siapa kek gitu temen kelas kita tu yang cowok-cowok" kata Indah. "ajak Rian aja" kata Rahayu. "iya ya, ajak Rian, kalau ada Dita pasti dia mau ikut" sambung Indah. "ok, aku juga ajak temen ya satu orang biar berdua mereka cowok" kata Ayu. "siapa?" tanya Rahayu. "ada deh, ntar aku kenalin, asik kok orangnya" jawab Ayu. "iya udah, kita juga asik-asik aja kok" kata Indah.
Sesampainya di rumah, Ayu langsung chat Lazar. "hi, minggu-minggu ini sibuk gak?" tulis Ayu. Beberapa lama kemudian Lazar membalas. "gak, belum ada rencana mau ngapain. Kenapa?" balas Lazar. "asikkk, ikut yuk, naik bukit, sama temen-temen aku, ada Dita juga loo" balas Ayu. "wahh, asik tu, ayoklah, emang rencanya kapan?" balas Lazar. "minggu depan" balas Ayu. "ok, berapa orang?" tanya Lazar. "ber enam sama kamu" balas Ayu. "udah ada perlengkapan?" balas Lazar. "belum ada, kamu aturin ya, buatin list apa aja yang perlu di siepin, ntar aku share ke temen-temen aku" balas Ayu. "ok" balas Lazar.
Dua hari kemudian.
Hari keberangkatan.
Mereka berkumpul di kos-an ayu. "oh ya, kenalin ini temen aku, Lazar" Ayu memperkenalkan lazar kepada teman-temannya. "oh, ini yang namanya lazar" batin Dita. "memang cantik ni anak" batin Lazar sambil menatap Dita. "ok, udah siep semua kan perlengkapannya?" tanya Ayu kepada teman-temannya. "udah" sahut mereka barengan. "sipp, jadi pas ni boncengan. Aku kan bawa motor, boncengan sama Indah, Dita sama Rahayu di bonceng sama Rian sama Lazar ya" kata Ayu. "aku sama dia aja" kata Rahayu sambil menunjuk Lazar. "ok" balas Lazar. Setelah semua siap merekapun berangkat.
Dua jam perjalanan menuju titik pendakian, mereka akhirnya sampai. Mereka memarkir motor sesuai dengan instruksi pengelola bukit kemudian melakukan registrasi. "ini berapa lama dakinya yu?" tanya Indah. "terakhir kesini sih sampe 3-4 jam-an gitu dah" jawab Ayu. Setelah registrasi dan menerima kantong sampah dari petugas mereka memulai pendakian. "Yu, kamu depan ya, ni sama rian, biar aku di paling belakang" kata Lazar. "ok" jawab Ayu. Mereka berjalan berbaris Ayu berada paling depan, kemudian dibelakangnya ada Dita, Rian, Indah, Rahayu, dan terakhir Lazar. Baru lima belas menit berjalan. "tunggu-tunggu" kata Indah. Mereka semua berhenti. "kenapa Ndah?" tanya Ayu. "gerah, mau buka jaket dulu" jawab Indah. Semua tertawa mendengar jawaban Indah. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. "Yu, ntar didepan tu ada kali mati, istirahat disana dulu ya" kata Lazar sambil melihat jam tangannya. Mereka sudah hampir satu jam berjalan. "ok" jawab Ayu. Beberapa menit kemudian mereka tiba di kali mati yang dimaksud Lazar. "ok, kita istirahat disini dulu ya" kata Ayu. Indah, Dita, dan Rahayu langsung duduk, wajah mereka terlihat merah karena sinar matahari yang lumayan terang menembus pepohonan. "aduhh, capek banget" celetuk Indah. "iyalah capek, jalan gini, tidur aja kita bisa capek" timpal Rahayu. Mereka semua tertawa lagi.