Maya

Maya
20



Ayu memberitahu Lazar bahwa ia akan menunda wisuda karena alasan biaya. Lazar sudah mengetahuinya dari Rani. “kamu gak perlu nunda wisuda” kata Lazar. “tabunganku udah habis” jawab Ayu. “aku udah ngomong sama temen-temen, dan mereka bersedia untuk membantu kamu” jawab Lazar. Ayu kaget mendengar jawaban Lazar. “kamu udah berjuang sampai saat ini, jadi jangan hanya karena masalah biaya kamu gak jadi wisuda” lanjut Lazar. Ayu kemudian menangis dan Lazar pun memeluk Ayu untuk menenangkan. Rani yang melihat kejadian itu langsung pergi. Rani memang berada disana, tapi belum sampai di kamar Ayu karena Rani melihat ada Lazar disana. Rani pergi sambil menangis.


Ayu berterima kasih kepada Lazar atas semua hal yang Lazar lakukan untuk Ayu. Lazar mengangguk kemudian menghapus air mata Ayu yang membuat Ayu mematung. Mereka berdua saling pandang untuk beberapa waktu. Ayu yang lebih dulu tersadar atas situasi itu langsung berdeham dan sedikit menjauh dari Lazar. Lazar yang salah tingkah juga langsung menjauh. Mereka kemudian terdiam karena salah tingkah dan tidak tahu harus bagaimana. Akhirnya setelah beberapa lama saling diam, Lazar pamit untuk pulang. Ayu hanya mengangguk.


‘tuh kan jadi gak fokus’ keluh Ayu kepada dirinya sendiri. Setelah Lazar pergi Ayu mencoba untuk melanjutkan analisis hasil penelitiannya, tapi entah kenapa ia tidak bisa konsentrasi dan terus memikirkan sikap Lazar kepadanya. Ayu pun memilih untuk menonton film yang ada di laptopnya untuk mengusir pikiran-pikirannya tentang Lazar dan terlebih karena Ayu tidak bisa fokus melanjutkan analisis penelitiannya.


Sesampainya di rumah, Lazar langsung menuju kamarnya. Momen ketika Lazar dan Ayu saling pandang untuk beberapa waktu saat itu berputar dikepalanya. Lazar merasa waktu seakan berhenti saat itu. ‘astaga, kok kepikiran dia terus ya’ batin Lazar yang sedari berangkat pulang dari kos Ayu sampai di kamarnya Lazar terus memikirkan Ayu. Lazar kemudian mengambil laptop, membuka file skripsinya. ‘kerjain skripsilah, daripada kepikiran terus’ batinnya. Lazar pun sibuk mengerjakan skripsinya.


Ayu akhirnya tertidur seteleh pikirannya merasa lelah meninggalkan film yang masih berputar di laptopnya. Lazar pun juga akhirnya tertidur setelah ia tidak bisa mengalihkan pikirannya dari Ayu dengan laptop yang masih menyala menampilkan file skripsinya. Begitupun dengan Rani, yang juga akhirnya tertidur dengan mata yang basah.


‘Hati itu sesuatu yang sangat sulit untuk di tebak. Kemana hati itu akan berlabuh, manusia tidak akan pernah mengetahuinya. Hati selalu punya cara sendiri untuk menunjukkan keberadaannya dan dengan rasa yang berbeda untuk setiap hal. Beberapa orang sering menyalahkan perasaannya atas sebuah kejadian padahal perasaan yang dirasakan itu tidak salah. Hati hanya bekerja sesuai dengan fungsinya. Perasaan bahagia, senang, sedih, takut, sakit, bersalah, dan sebagainya adalah bentuk dari hati itu sendiri bahwa hati bekerja sesuai dengan fungsinya. Hal yang lebih penting dari semua itu adalah bagaimana seseorang menyikapi setiap hal yang terjadi baik itu ketika merasa senang atau merasa sedih. Kita tidak bisa melawan hati, tapi kita bisa belajar menyikapinya.’ (Anonim).