Maya

Maya
4



Rani bersiap-siap untuk berangkat kuliah, sebab mata kuliah hari ini adalah mata kuliah yang sama dengan Lazar dan kelas mereka akan digabung. Sesampainya di kampus rani langsung bergegas menuju kelas. "Hi, Ran, buru-buru amat" sergah Sinta yang melihat Rani berjalan buru-buru. "Hi, Sin, gak kok, apaan sih" jawab Rani keki. "pasti gak sabar mau ketemu sama Lazar ya" goda Sinta. Rani tidak menjawab karena wajahnya menjadi bersemu merah.


Sesampainya Rani dan Sinta di kelas. "Hi, Ran" sapa Lazar. "eh, hi" balas Rani sedikit salah tingkah. "ngilang aja kamu" lanjut Lazar. "hee, nggak kok, ini kan aku kelihatan" jawab Rani. "duduk sini sebelah saya" pinta Lazar. Beberapa lama kemudian dosen mereka datang. "selamat pagi semua" sapa ibu dosen. "pagi buk" jawab semua mahasiswa. "hari ini ibu gak bisa lama, karena ibu ada rapat, ibu akan kasih kalian tugas kelompok membuat makalah, itu jadi tugas akhir kalian sebelum ujian semester" kata ibu dosen. "bu, maaf, inikan kami dua kelas, boleh kelompoknya dari kelas lain?" tanya seorang mahasiswa. "silahkan kalian atur aja kelompoknya, sama siapa aja bisa. Tugasnya dikumpulin seminggu sebelum ujian semester" lanjut ibu dosen.


"Zar, kelompokan sama aku ya, sama Sinta juga biar pas ber tiga" Rani meminta Lazar setelah kelas bubar. "ok, sip. atur aja. ntar kabarin ya kapan kalian mau ngerjainnya" jawab Lazar. "ok. eh, Zar, makan yuk" ajak Rani. "traktir tapi ya" canda Lazar. "kamu ni, harusnya kamu yang traktir aku" jawab Rani. "yah, kirain kamu mau nraktir aku" jawab Lazar. "lagi kere ni" sambung Lazar sambil berbisik. Rani tertawa mendengar kata-kata Lazar. "ya udah ayok, aku traktir" jawab Rani. "Sin, kamu mau ikut makan ke kantin gak?" tanya Rani ke Sinta. "gah ah, males kalau cuma jadi nyamuk" tolak Sinta sambil ketawa garing. Lazar dan Rani pun pergi ke kantin.


Lazar belum bisa bercerita banyak kepada Rani tentang Dita, sebab Lazar sendiri masih belum begitu yakin dengan perasaannya. Begitupun dengan Rani, ia tidak bisa memberitahu Lazar kalau Rani menyukainya. Rani ingin Lazar tahu kalau Rani menyukai Lazar, tapi Rani juga khawatir kalau ternyata Lazar tidak menyukainya dan malah membuat Lazar menjauh dari Rani. Rani tidak ingin hal itu terjadi. Kenapa urusan hati tidak pernah menjadi sederhana bagi Rani.