
Dita, Ayu, Indah, dan Rahayu berada di kampus untuk mengurus berkas-berkas untuk keperluan wisuda. Dua bulan lagi mereka akan wisuda dan seminggu lagi mereka akan di yudisium. “setelah wisuda, jangan pada ilang ya” kata Indah tiba-tiba. “iya, mungkin akan jarang kita bisa ngumpul lagi” lanjut Rahayu. “gak gitu kok, pasti tetep bisa ngumpul” kata Ayu. “tapi pasti susah, apalagi besok pada kerja dan udah sibuk masing-masing” kata Indah. “udah ahh, kok jadi kayak drama sih” kata Ayu. “yeee, kamu tu ya” kata Indah kepada Ayu. “ya, jangan terlalu dipikirin ahh, tergantung kita aja, kalau masalah ketemu pasti masih bisa kok” kata Ayu. “kalo Ayu kan emang udah sibuk dari dulu” celetuk Dita. Setelah selesai mengurus berkas, mereka menuju kos-an Dita. “kalian duluan dah, aku sama Rahayu mau beli cemilan” kata Indah. “ok” jawab Ayu dan Dita.
“Yu, minta nomornya Lazar dong” kata Dita setelah mereka sampai di kos. “emang dari kemarin pas kalian pergi jalan-jalan, kalian gak tukeran nomor” jawab Ayu. “gak. Dia juga gak minta nomorku” jawab Dita. Ayu kemudian memberikan nomor Lazar kepada Dita. “menurutmu dia gimana sih?” tanya Dita lagi. “Lazar?” tanya Ayu. “iya, siapa lagi coba” jawab Dita. “gak tahu juga sih gimana, yang pasti dia asik orangnya” jawab Ayu. “yee, kamu ni, padahal kamu kan deket banget sama dia” Dita merasa tidak puas dengan jawaban Ayu. “ya, aku gak tahu, tapi selama aku kenal dia, ya dia baik, asik, perhatian” jawab Ayu sambil nyengir. “kenapa emang?, kamu suka sama Lazar?” tanya Ayu kepada Dita. “ya belum tahu sih, asik sih orangnya, dia juga lucu” jawab Dita. “oiya, hubungannya dia sama Rani gimana sih?” tanya Dita lagi. “gak tahu juga sih, tapi mereka bilang ke aku ya mereka temenan, Lazar udah lebih dulu kenal sama Rani daripda sama kita” jawab Ayu. Dita tidak menanggapi lagi karena melihat Indah dan Rahayu datang.
Setelah selesai mengurus berkas, Lazar pergi ke kos-an Ayu. Sesampainya disana Lazar tidak melihat motor Ayu dan pintunya tertutup. Lazar coba untuk mengetuk pintu tapi setelah berkali-kali mencoba tetap tidak ada jawaban. ‘kemana lagi ni anak’ kata Lazar. Karena tidak menemukan Ayu di kos-annya, Lazar akhirnya memutuskan untuk pulang. Selang beberapa lama setelah Lazar pulang, Rani baru tiba di kos-an Ayu dan Rani juga tidak menemukan siapa-siapa disana. ‘mungkin dia belum pulang’ kata Rani yang kemudian pergi dari sana menuju rumahnya.