
Sore harinya mereka bersiap untuk pulang, mereka mengepak barang-barang dan membersihkan vila. Setelah selesai mengepak barang dan bersih-bersih, mereka menaikkan barang mereka ke dalam bus. Sebelum mereka berangkat, mereka berfoto bersama untuk mengabadikan momen mereka. Lelah berfoto dengan berbagai macam gaya mereka akhirnya berangkat pulang.
Setelah dua jam perjalanan mereka akhirnya sampai di rumah Sinta. Lazar, Roki, Rani, dan Ayu pamit untuk pulang dan mengucapkan terima kasih kepada keluarga Sinta. Roki mengantar Rani pulang ke rumahnya, sedangkan Lazar mengantar Ayu ke kos-annya. “minggu depan kita udah masuk kuliah ya?” tanya Lazar pada Ayu dalam perjalanan menuju kos Ayu. “iya, kuliah lagi deh, liburan berakhir” jawab Ayu. Sesampainya di kos Ayu, Lazar langsung pamit untuk pulang. “makasi ya, udah mau ikut” kata Lazar sambil mengusap kepala Ayu. Ayu yang kaget dengan sikap Lazar yang tiba-tiba jadi salah tingkah. “eh, iya, makasi juga udah ngajakin” jawab Ayu. Lazar pun berangkat pulang. Ayu masih berdiri ditempatnya setelah Lazar pergi, memikirkan sikap Lazar beberapa detik lalu. ‘kok tiba-tiba tu orang bersikap kayak gitu’ batin Ayu.
Sesampainya di rumah, Lazar langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dan beberapa lama kemudian Lazar tertidur. Sementara itu, sesampainya di rumah Rani merasa lelah, namun matanya masih belum mengantuk. Rani memikirkan perkataan Sinta kepadanya tentang Lazar. ‘apa aku bilang aja ya sama Lazar kalau kau suka sama dia’ batin Rani. Rani sebenarnya sudah beberapa kali memikirkan untuk menyampaikan perasaannya kepada Lazar, tapi hingga sekarang Rani masih belum berani. Rani menghembuskan nafas, Ia merasa cemas dengan pikirannya sendiri. Ditempat lain. Ayu juga belum bisa tidur, tiba-tiba saja bayangan ketika Lazar mengusap kepalanya terus berputar di otaknya. Ayu merasa sikap Lazar sedikit berubah kepadanya, Lazar menjadi lebih perhatian kepadanya. ‘astaga, Ayu, apa yang kamu pikirin’ batin Ayu.
Keesokan harinya.
Rumah Lazar.
Sesampainya di rumah, Lazar langsung menyuruh Ayu untuk duduk di ruang tamu sembari Lazar memanggil Ibunya. “Ma, kenalin ini Ayu, temen aku” kata Lazar mengenalkan Ayu kepada Ibunya. “Ayu, tante” kata Ayu sambil menyalami Ibu Lazar. “saya Dian” kata Bu Dian menyambut tangan dari Ayu. “bentar ya, ibu buatin minum dulu” kata Bu Dian. Setelah Bu Dian kembali dari membuat minuman, mereka asik mengobrol. Bu Dian bertanya kepada Ayu dan menceritakan banyak hal kepada Ayu. Lama mengobrol Ayu diajak untuk makan siang bersama. Setelah makan siang, Ayu pamit untuk pulang dan Lazar mengantar Ayu pulang ke kos-annya.