Maya

Maya
3



Lazar sedang asik bercanda tawa bersama teman-teman oragnisasinya. Tiba-tiba ekor matanya melihat sosok yang sangat ia sukai. 'Dita' batin Lazar. Setelah melihat sosok itu, ia teringat Ayu dan langsung mengirim pesan kepada Ayu, mengajaknya untuk bertemu. "Yu, lagi dimana?" tulis Lazar. "Baru aja selesai kuliah" jawab Ayu. "Pas tu, pergi makan yuk" ajak Lazar. "Ayo." jawab ayu. Mereka pun pergi ke sebuah tempat makan. Lazar berniat untuk menanyakan tentang Dita hari ini kepada Ayu.


Sesampainya di tempat makan, mereka memesan makanan dan mengambil tempat duduk kosong. "kuliah apa tadi?" tanya Lazar. "biasa, pokoknya ndaq jauh-jauh dari hitung-hitungan" jawab Ayu sambil tertawa. Tak lama kemudian pesanan mereka tiba. "eh, Yu. Dita temenmu kan?" tanya Lazar sambil menyendok makanannya. "iya." jawab Ayu juga sambil menyendok makanannya. "kenalin ke saya dong" pinta Lazar. "hahahaha. wani piro" jawab ayu. "kamu ni, belum kerja udah itung-itungan" timpal Lazar terkekeh. Mereka tertawa bersama.


Ayu adalah tipe cewek yang supel, ia asik untuk di ajak ngobrol, bisa bercanda dan tidak mengambil pusing omongan orang lain tentang dirinya. Hal itu yang membuat Lazar menyukainya sebagai seorang sahabat. Dengan Ayu, Lazar bebas untuk mengatakan apapun dan melakukan hal konyol tanpa harus berfikir, begitupun sebaliknya. Mereka sudah mulai terbiasa dengan sifat masing-masing setelah pertemuan pertama mereka dulu.


"serius ini, kenalin saya ya" Lazar memastikan. "iya, ntar saya bilang ke dia. bawel ahh" jawab Ayu. Mereka pun melanjutkan makan dan mengobrol tentang hal lainnya. Setelah selesai makan dan membayar makanan, mereka pun pulang. "ntar sy maen ke tempetmu" kata Lazar sebelum mereka berpisah. "iya. kasih tahu aja ntar kapan mau dateng" jawab Ayu. "Oke." jawab Lazar. Mereka pun berpisah untuk pulang ke tempat masing-masing.


Lazar yang baru tiba di rumah, ia memarkir motornya kemudian langsung menuju kamarnya. Lazar terus memikirkan Dita dan berharap Ayu akan segera mengenalkan dirinya ke Dita. Lazar tidak sabaran sebab ia memang menyukai Dita untuk waktu yang lumayan lama, akan tetapi ia belum berani secara terang-terangan untuk berkenalan dengan Dita.


Sore harinya Ayu bersiap-siap menuju tempat Dita. Sesampainya disana teman-temannya sudah menunggu. "baru bangun dah ni anak" kata Indah. "tahulah, dia kan tukang tidur" timpal Rahayu. Ayu hanya tertawa mendengar celotehan teman-temannya. Mereka pun mulai mengerjakan tugasnya, tak berapa lama kemudian. "eh, beli rujak yuk" ajak Rahayu. "wah, enak tu. ayok-ayok" jawab Dita. Indah dan Rahayu pergi untuk membeli rujak dan cemilan lainnya. "Dit, tahu Lazar gak?" tanya Ayu setelah Indah dan Rahayu pergi. "nggak" jawab Dita sambil mengerutkan kening. "yang ini" jawab Ayu sambil menunjukkan foto Lazar yang ada di handphonenya. "oh." hanya itu keluar dari mulut Dita. "dia seneng lihat kamu katanya, jadi dia minta di kenalin sama kamu" jawab Ayu. "kok kamu bisa kenal sama dia?" tanya Dita. "waktu itu dia ngechat saya lewat medsos, karena dia tahu saya temenmu" jawab Ayu sambil tertawa. "terus?" kata Dita dengan raut wajah meminta penjelasan lebih lanjut. "terus ya udah, karena dia orangnya asik dan supel jadi ya udah kita kenalan dan jadi temen" lanjut Ayu.


Obrolan mereka terhenti karena kedua temannya sudah kembali dari membeli rujak dan cemilan lainnya. Mereka melanjutkan mengerjakan tugas sambil sesekali bercanda. Setelah rujak dan cemilan habis dan tugas mereka pun telah selesai, mereka akhirnya pamit untuk pulang ke tempat masing-masing.