Maya

Maya
25



Beberapa lama kemudian jagung bakar pesanan mereka datang. Mereka menikmati jagung bakar sambil melihat pemandangan sunset yang sangat indah. Dita menaruh jagung bakarnya, ia merasa sudah kenyang, tiba-tiba Dita iseng melempar Lazar dengan pasir pantai. Lazar yang kaget karena hal itu ikut melepas jagung bakarnya kemudian ikut melempar Dita. Tak mau kalah, Dita kembali melempar Lazar kemudian berlari. Lazar mengejar Dita sampai tangannya menjangkau tangan Dita, kemudian Lazar menarik tangan Dita. Lazar terpeleset karena berpijak diatas pasir, ia pun terjatuh dengan tangannya yang masih memegang tangan Dita. Dita ikut tersungkur dan mendarat di atas tubuh Lazar. Mereka berdua menertawakan kebodohan mereka. Mereka kemudian terdiam saling pandang setelah menyadari ada keanehan, tapi Dita justru tersenyum dan berkata kepada Lazar. “berat” kata Dita. “aku belum ambil nafas dari tadi” jawab Lazar. Dita tertawa kemudian turun dari atas tubuh Lazar dan membaringkan tubuhnya disamping Lazar. Dita merasa sangat lega dan sangat senang, ia tidak menyangka bahwa ia akan merasa sesenang itu ketika bersama Lazar.


Matahari telah terbenam sepenuhnya, langit mulai gelap. Mereka kemudian memutuskan untuk pulang. “yuk, udah malem” ajak Lazar. “yuk” jawab Dita. Setelah mengantar Dita sampai kos-annya, Lazar langsung pamit pulang. “sekali lagi, makasi banyak ya” kata Dita. “iya ah, makasi mulu” jawab Lazar sambil menarik hidung Dita. “aww, sakit” keluh Dita. Lazar hanya tersenyum kemudian pamit dengan mengelus kepala Dita. Dita tidak bereaksi apa-apa, buatnya perlakuan Lazar padanya terlalu ‘aneh’. Dita kemudian masuk ke kamarnya setelah Lazar pergi.


Setelah membeli kopi dan cemilan Lazar duduk di teras depan kamar Ayu sambil menunggu Ayu membuat kopi. Mereka kemudian duduk bersama. “udah dari mana?” tanya Ayu. Lazar hanya nyengir. “malah nyengir” kata Ayu ketus. “tadi abis dari pantai sama Dita” jawab Lazar akhirnya. “haaa” kata Ayu kaget dan heran. “iya tadi gak sengaja ketemu, ternyata kos-annya Dita tu didepan kos-annya temenku, terus dia nyuruh aku mampir ke kosnya, ya udah mampir jadinya” cerita Lazar. “terus” tanya Ayu penasaran. Lazar kemudian menceritakan ketika dia bersama Dita kepada Ayu. “wah, wah, kayaknya Dita mulai baper tu sama kamu” kata Ayu setelah Lazar selesai bercerita. “gak tahu dah, aku juga ngerasa nyaman pas sama dia tadi” jawab Lazar. “kamu masih suka sama Dita?” tanya Ayu. “mungkin” jawab Lazar. “lah, terus Rani gimana?” tanya Ayu lagi. Lazar tidak menjawab, lebih tepatnya ia tidak tahu harus menjawab apa. Lazar sendiri juga belum benar-benar mengerti perasaannya. Lazar tidak tahu kepada siapa sebenarnya yang lebih ia sukai.