Mas Imamku

Mas Imamku
Dion pawangnya(Tamat)



tak terasa kehamilan Dira sudah memasuki bulan 9,ima sudah selalu standby disamping Dira,Dira yang sulit untuk bergerak karna perutnya yang membesar lantaran dua makhluk yang sedang mereka tunggu tunggu.


hari ini Dion menggelar resepsi pernikahan dengan Wina.


''sialan Lo ion,kalau ngak bini gue yang paksa kesini,ngak bakal gue datang ke sini''.marah imam pada sahabatnya.


''lo bawa ngak anak katak lo?''.tanya Dion,soalnya Dion semenjak dari 5 bulan kehamilan Dira,Dion sudah memanggil Dira anak katak,pasalnya?tubuh Dira masih seperti Badan sebelum menikah,cuman perut Dira yang membesar,bisa dibayangkan?.


''ngak mungkin gue ninggalin istri gue lagi,Lo liat tu yang dimeja sana,sambil menunjuk sebuah meja yang duduki oleh keluarga besarnya imam,dan jangan lupakan sianak kataknya dion,Dira yang melihat Dion melihat langsung melambai lambai.


''udah gue balik dulu''.kata imam.


''tunggu,gue mau ngomong sama anak Lo dulu''.langsung menarik tangan Wina untuk berjalan kearah Dira dan famili.


''gimana anak katak,udah siap untuk kerumah sakit?''.tanya Dion pada Dira pasalnya Dion sudah menasehati anak yang masih didalam kandungan Dira untuk tidak lahir sebelum acara dia,Dion sering menjadi bahan ngidam Dira,pernah Dira menelfon Dion jam 3 malam hanya ingin mencubit kedua pipi Dion,padahal Dion sangat males,karna mendapat SMS dari sang bos dia terpaksa datang kekediaman imam,sedangkan imam, tidak pernah mendapat bagian ngidam,Dira ngidam tidak pernah menuntut apapun pada sang suami,terkecuali masalah naik motor setiap mau kemana mana.


''emang udah selesai acaranya?''.tanya Dira.


''udah,tinggal tamu tamu papa''.jawab Dion,imam yang melihat istrinya lebih manja pada sahabat nya itu tidak bisa berkata apa-apa,pernah imam membantah,tapi langsung mendapat hukuman tidur diluar.


''ok boy,mari kita bertemu''.kata Dion sambil mendekati wajahnya keperut Dira.sebenarnya tidak ada yang tau apa jenis kelamin sitwin,karna imam dan Dira merahasiakan dari keluarganya,tapi Dion selalu memanggil boy.


''emang bisa?''.tanya papa Edy yang penasaran dari tadi menonton adegan menantu dan sahabat anaknya itu.


''auws,auws''ringis Dira sambil memegang perutnya.


''hah,jadi benar?''semua terkejut melihat reaksi dari Dira.


''iya,kan gue pawangnya,kok pada bengong,mam,istri Lo mau melahirkan tu''.teriak Dion.


''mas sakit''.imam baru sadar disaat mendengar teriakkan istrinya.


''yaampun sayang.... ayo semua kita kerumah sakit''.sambil mengendong Dira keluar,memasukkan kedalam mobil,langsung menuju kerumah sakit.


sesampainya mereka dirumah sakit,mereka langsung disambut oleh dokter dan perawat yang sudah siaga ,Karena sudah lebih dulu dihubungi oleh papi Indra kalau mereka akan kerumah sakit.


''auws''ringis Dira,tidak banyak yang Dira kata,Dira tidak berteriak dan meraung-raung,dia hanya menggenggam tangan imam dengan kuat,sesekali terdengar suara ringisan dari mulut Dira.


''sabarnya sayang,sebentar lagi''.sambil mengecup kening Dira,dia tidak peduli dengan luka ditangan nya akibat cengkraman tangan Dira.mereka pun sampai diruangan bersalin,dokter langsung memeriksa keadaan Dira.


''ini sudah pembukaan sembilan buk...dengar instruksi dari sayanya?''.kata dokter itu dan langsung memberi perintah pada Dira untuk mengejan,kali pertama dan kedua masih gagal,tapi disaat kali ketiga?.


ooek ooek...terdengar tangis bayi.


''bayinya laki laki dan sempurna''kata dokter sambil menyerahkan pada perawat untuk dibersihkan.


imam terus mencium kening Dira,dan berucap terima kasih dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


''aduh dok,saya sakit lagi''.


''adeknya juga ngak sabar''.sambil menyuruh Dira seperti yang dia lakukan pertama kali.


ooek ooek ooek,tangis bayi kedua pun terdengar.


''bayinya perempuan dan sempurna''.langsung menyerahkan lagi pada perawat,karna dia harus melakukan beberapa hal lain lagi.


''terima kasih sayang''.sambil mencium seluruh wajah Dira,Dira yang lemah hanya melempar kan senyum kepada imam.


Dira sudah dipindahkan keruangan lain,ruangan VVIP yang sudah delapan bulan lalu dipesan oleh imam.


''mana baby baby nya?,Oma mau gendong''.heboh mamy fana dan mama Ratih tidak mau ketinggalan, mereka semua mengerumuni boks bayi.


''sayang sayangnya nenek''.kata mama Ratih.


''ini opa''.kata papi Indra.


''ini kakek sayang''.papa Edy juga unjuk diri,padahal sibayi bayi itu tertidur dan tidak terganggu dengan keributan yang diciptakan oleh opa,Oma,kakek dan neneknya.


''siapa nama cucu cucu kami?''.tanya mama Ratih.


''Darren putra prajangestu dan


Dara putri soetibjo,''jawab imam yang dari tadi hanya diam melihat tingkah orang tua dan mertuanya.


''hallo baby baby ancel....''.keributan kembali melanda dikamar luas itu, kedatangan Andre pasangan,Dion pasangan,Lia,dewa,Raka dan Nando.


''para nenek nenek minggir dulu,ancel dan onti yang cantik dan ganteng mau liat ponakannya''lia langsung menerobos dan diikuti oleh yang lain,sehingga para orang tua itupun tersingkir.


''hiks hiks hiks''.tangis Dira terdengar.


''ngak ada yang perhatiin gue,kalian semua jahat hiks''.kata Dira sambil terisak-isak.


''yaampun sayang...maaf''.imam langsung merangkul Dira.


''siapa bilang kita ngak perduli,kamu tadi lagi tidur karna lelah,jadi kami menjauh agar kamu bisa tidur nyenyak''.kata imam.


''iya sayang,kami semua sayang kok''.tambah mamy,dan memeluk Dira.


setelah dua hari ,dira dan baby twins diizinkan untuk pulang,semua orang sudah membuat penyambutan tamu baru dikediaman imam dan Dira.


''SELAMAT DATANG BABY DARREN DAN DARA''.teriakan semua orang itu membuat sang bayi yang lagi tertidur dipangkuan imam dan Dira menangis karena terkejut.


''kalian mau penyambutan apa kagetin orang sih''.sambil menyerahkan bayinya pada sang nenek,karna dia tidak tau cara untuk mendiamkan sang anak yang terus menangis.


acara penyambutan pun berakhir dengan tertidurnya sitwins,mereka kembali ketempat mereka masing-masing.


tinggallah imam,Dira dan mamy,sedangkan sang nenek harus kembali karna kakek harus keluar kota.


''yaudah kalian istirahat gih,mamy mau siapkan sarapan untuk Dira,agar ASI-nya semakin banyak,cukup untuk 2 baby''.kata mamy dan langsung keluar dari kamar imam dan Dira.


''sayang,mas tidak tau harus melakukan apa untuk menebus segala pengorbanan kamu disaat berjuang untuk melahirkan buah cinta kita''.sambil memeluk pinggang istrinya dengan erat.


''mas sudah melakukan semuanya,mencintai kami,menjaga kami,memberi kami kasih sayang,setia,itulah tebusan yang setimpal untuk kami,jadilah Dady terhebat''.jawab Dira sambil membalas memeluk imam.


''I LOVE YOU mama twin''.kata imam


''I LOVE YOU TOO papa twin''.balas Dira.


''terima kasih mas imamku ❤️''


akhir yang sederhana,tapi kebahagiaan yang sempurna.


terimakasih kasih semua....😘peluk cium.