
sepeninggal nya Dira dan teman temannya,imam langsung dikerumuni oleh mahasiswi cantik,yang sudah dari tadi ingin menyapa imam,tetapi mereka takut pada Dira.
"pak...kota temenin ajanya makan nya"kata seorang cewek dengan suara yang mendayu.
"sama saya saja pak,"kata cewek yang lain,dan masih banyak lagi yang mencoba ingin berbicara langsung dengan imam.
tapi imam tidak peduli,dia sibuk dengan hpnya.seperti menulis sesuatu setelah itu menghapusnya lagi.
karna merasa sangat brisik,imam pun melangkah menuju keruangan dosen.banyak mahasiswi yang kecewa karna sikap imam.tapi tidak menyulutkan tekad mereka yang ingin menjadi kekasih bahkan jadi selingkuhan juga boleh.
sesampainya di ruangan para dosen,imam langsung disambut oleh pak Yanto,karna pas kebetulan dia yang paling tua diantara dosen laki laki yang lain,tak jauh berbeda dengan yang dikantin tadi banyak dosen wanita yang curi curi liatin kearah imam,mereka tidak menampakkan Hura Huranya,tapi niatnya sama, ingin menggoda.
"sebenarnya sebentar lagi tugas masuk ibuk Jenita,tapi beliau tidak masuk hari ini karna ada acara dirumahnya,dari pada kosong kelas,jadi saya hubungi pak Edy kemarin untuk menggantikan bapak saja,karna pas kebetulan mereka juga dikasih tugas untuk meminta tanda tangan bqa,perihal tentang hal yang bapak terangkan kepada mereka kemarin,dan nanti mungkin bapak akan kami minta penilaian sedikit pak,untuk menambahkan nilai-nilai materi mereka,karna berhubung sebentar lagi mereka akan wisuda."jelas pak Yanto,sedangkan imam hanya menyimak apa yang pak Yanto katakan.
"khem"dehem imam pelan.
kalau begitu saya permisi ingin menuju kekelas pak,tapi bisa pak Yanto antarkan saya,"kata imam dengan ekspresi yang biasa,tegas.
"oo .pasti pak,bapak tidak tau dimana kelasnya"kata pak Yanto dengan wajah yang ceria.
"ngak pak"potong imam,dia teringat akan sesuatu,imam mengeluarkan henfonya dari saku jasnya,dan menekan satu nomor .
imam melatakkan ketelinga ya sambil menunggu jawaban dari seberang.
dikelas,Dira tengah mengobrol dengan para sahabatnya, mereka tidak lagi membahas masalah dikantin tadi,entah hal apa yang mereka bicarakan terkadang terdengar tawa dari mereka,dewa yang tadi mod nya jelek kini sudah seperti biasa.
drrrrtttt drrrrtttt...tiba tiba hp Dira berbunyi,Dira langsung melihat nama penelfon.
"ada perlu apa ni orang"batin Dira.
"kok ngak diangkat"?tanya Lia, karena Dira hanya melihat layar ponselnya yang menyala.
"emm"masih fokus ke hpnya.
"oo..ini kak Andra telfon,gue angkat dulunya"sambil bangkit dari duduknya ingin keluar dari kelas.
"gue angkat ngak ya? setelah Dira sudah diluar.
Dira pun menekan tombol hijau,dan meletakkan hp ketelinganya.
"ha halo pak"kata Dira agak ragu.
"...."
"hah,ngak bisa pak"bantah Dira
"..."
"kan disana ada dosen dosen yang lagi ngak masuk pak"
"...."
"saya lagi sibuk ini pak"jawab Dira lemes
"...."
"bapak jangan main ngancam turunin nilai dong,,,ia deh saya kesana sekarang"langsung dimatikan dari seberang,setelah mendengar perkataan Dira.
"hufh,ngak ada kata sopan sopannya ni orang,untung ganteng.
UPS"Dira langsung menutup mulutnya.
apasih gue,merepotkan yang ada"langsung berjalan meninggalkan kelasnya.
"mana sih lama banget"imam celingukan kekanan dan kiri,dan tak lama senyum tipis terukis dibibir imam.