Mas Imamku

Mas Imamku
TUA



Dira diantar kerumah oleh Andra,dan Andra langsung kembali ke kantor.saat mereka sudah memasuki pekarangan rumah,mamy fana sudah menunggu diteras.


Dira keluar dari mobil dan langsung menghambur kepelukan mamynya.


"lelah banget kanyaknya anak mamy?


kenapa,ada masalah?"


"bukan my,"


"mamy tau,kamu ngak nyaman kan seperti ini,jadi kamu sudah coba ngomongin sama kak Andra?"


"sudah"


"bagaimana katanya,*?


"terserah sama Dira,tapi Dira akan coba kok my"


"emm,kamu nanti harus belajar pake yang runcing juga tu,masak pakek dress atau gaun,liat kekaki pakek sepatu..."


"EA my,nanti Dira belajar"


"oh nanti malam mau ikutkan?"


"ikut my"lemas


"yaudah nanti mamy bantu kamu siap siap"


yang semangat dong,masak anak cantik cemberut"


"mamy udah makan siang?"


"belum,mamy tau kamu akan pulang,jadi mamy nungguin kamu, biar bareng,oh ya,wisuda kamu masih lama?"


"ngak my,seminggu lagi"


"yaudah mandi dulu sana,habistu kita makan"


"EA my"


Dira pun meninggalkan mamynya,dan langsung menuju kekamarnya.


sesampainya Dira dikamar,dia langsung merebahkan tubuhnya ke kasur empuknya.


"telfon balik ngak ya..."sambil membolak balikkan hpnya.saat Dira lagi bimbang antara telfon atau tidak,jarinya tak sengaja menekan tombol hijau,dira langsung gelagapan.


sedangkan dikantor imam,


selesai makan siang yang dipesan oleh Wina,imam hendak melangkah keruang rapat.imam,Dion dan diikuti oleh Wina.


disaat Dion sudah membukakan pintu untuk imam,tiba tiba hp imam berdiring.


dreeettt dreettt...


imam membelalakkan matanya disaat melihat sang penelfon,tanpa ragu langsung menekan tombol hijau dan meletakkan ketelinganya dengan hati yang berdisko.


"kalian masuk duluan,saya angkat telfon dulu"meninggalkan Dion dan Wina dan mereka langsung masuk keruang rapat,


"aneh,melihat ekspresi siimam,siapa yang telfonnya, kanyaknya dia gugup banget"batin Dion.


sedangkan imam menjauh mencari tempat aman.


"ha hallo?"kata imam sedikit terbata dan


tak ada jawaban dari seberang.


hallo?"kata imam.


sedangkan Dira.


"aduh,gimana nih,langsung diangkat lagi"menjauhkan hpnya.


",kok gue yang minta maaf sih,Dira Lo jangan jadi manusia begok dong...kan dia yang dulu nelfon kesini"batin Dira sambil memukul kepalanya.


"hufh,rileks Dira"sambil menenangkan dirinya.


"pak"Dira mencoba untuk membuka lagi,tapi masih tak ada suara dari sana.


"yasudah,saya matikan nya pak,maaf menggangu"Dira ingin mematikan hpnya,tapi.


"eh,tunggu tunggu"kata imam diseberang dengan cepat.


"EA pak?"


"saya tadi kekampus kamu"kata imam dengan kaku.


"ada perlu apanya pak?"


"tidak,,, sebenarnya saya ingin..."selagi imam bicara,suara ketukan di pintu kamar Dira terdengar.


"tok tok tok.


sayang mamy masuknya...?"


"bentar my"jawab Dira yang masih terhubung dengan imam.


"pak sudah dulunya,saya dipanggil mamy"


"oh yasudah,saya juga akan menuju keruangan rapat"kata imam.


lama menunggu.


"kok ngak dimatiin pak?"tanya Dira.


"kamu saja yang matikan"kata imam.


"ngak enak pak,kan saya yang telfon,lagian bapak yang lebih tua"mendengar kata tua keluar dari mulut Dira imam dengan reflek mematikan hpnya.


"Tut"


"hah,kok langsung dimatiin,ngak ada salam penutupnya gitu"kata Dira kecewa,sambil melihat layar hpnya yang telah gelap,dan menelungkup kan badannya.


tok tok tok..


"sayang...kamu lagi ngapain sih,mamy masuk nya."langsung memutar gagang pintu dan memutarnya.


"sayang kamu Kenapa?"disaat melihat anaknya.


dan langsung mendekati Dira.


"mamy,ada apa my?"


kata Dira sambil membalikkan badannya dan duduk disamping mamynya.


"ngak ...mamy pikir kamu udah mandi"


"oh maaf my,kalau gitu Dira mandi sekarang"langsung berlari kekamar mandi.


"dasar anak itu."langsung keluar dari kamar Dira.


selesai mandi dan rutinitas lainnya,Dira langsung turun kebawah.


"maaf my telat"langsung duduk disamping mamynya.


"ngak apa apa sayang"meletakkan nasi yang sudah lengkap dengan lauknya.


"makasih my..."langsung menyambut piringnya.


"emm"gumam mamy,karna lagi menguyah makanan.


setelah itu tak ada lagi yang bersuara hingga makan siang yang hampir sore pun selesai.