Mas Imamku

Mas Imamku
itu memang dia



malam pun tiba.


setelah makan malam,keluarga Indra kembali kekamar untuk bersiap siap pergi keacara dikediaman Edy soetibjo.


papi dan Andra sudah siap,tinggal menunggu mamy dan Dira, sebenarnya mamy sudah siap,cuman mamy membantu Dira bersiap.


"Pi,kita masuk kekamar saja lagi yuk,tidur."kata Andra pada papinya.


"sabarlah an..emang gitu kalau kandidat wanita,dia yang berbuat salah kita yang harus mengaku salah,mereka serba benar,jadi kita sebagai laki laki harus sabar,apalagi dalam menghadapi kaum wanita"kata papi santai.


"sok tau papi,mamy ngak pernah telat dalam berdandan, malahan mamy yang nungguin papi,pakein baju kepapi,jas,dasi,sampai sepatu pun mamy yang pakein,"kata Andra seolah mengejek papinya


"heh,tawa papi.


kamu juga akan ngerasain juga nanti kalau udah punya istri,bakal ada yang melayani kamu,ingetin kamu kalau kamu salah,intinya kamu nya harus cari calon istri dulu,baru akan ada yang "belum selesai papi bicara"ekhem"


suara dari tangga,dan sontak mereka berdua melihat kearah tangga,tanpa sadar papi dan Andra berdiri terpesona saat melihat Dira yang sedang melangkah turun dari tangga,gaun yang indah berwarna biru dongker dibawah lutut,senada dengan baju Andra,rambut yang digerai saja,karna untuk menutupi pundaknya,karna Dira tidak nyaman,hanya ada jepitan mutiara disisi kanan.sangat sederhana kita lihat,tapi semua terlihat indah ditubuh Dira.


"lap ngilernya Andra,papi"kata mamy fana.


"wow Beby nya papi"melangkah ingin memeluk dira.tapi langsung dihadang oleh mamy.


"papi,plus deh,pulang aja nanti peluk peluk,nanti bisa berantakan semua kena ngilernya papi tuh"sambil menuntun Dira turun.


"my,biar Andra saja"Andra pun tak mau kalah.


"gini nih,kelakuan laki laki kalau liat yang bening bening."kata mamy.


"kalau mamy gandeng Dira,masak Andra gandeng papi..."


"ok,kamu jaga adik kamu,jangan sampai lepas nanti waktu disana, awas kamu kalau sampai terjadi apa apa sama anak mamy"ancam mamy.


"my,Andra anak mamy juga Lo,kok udah kanyak anak pungut sih"kata Andra sedih.


"udah dong...jadi berangkat ngak nih"potong papi.


"dek,kamu jangan jauh jauh dari kakaknya nanti,mau kemana pun bilang sama kakak ok?"


"berbisik ketelinga Dira.


"emm"gumam Dira.


kak pegangin Dira terus,mamy suruh sepatu hak tinggi lagi nih"


"ok tuan putri"kata Andra sambil tersenyum manis.


mereka pun berangkat dengan mobil masing masing,Andra dengan Dira,papi satu mobil dengan mamy.


sedangkan ditempat acara,tamu sudah mulai ramai berdatangan,kolega bisnis dari pak Edy dan imam,temen arisan mama Ratih,temen kuliah imam,orang kantor semua diundang termasuk OB yang pekerja paling rendah.


banyak dari pebisnis yang mengandeng anak gadis mereka yang cantik untuk mendekat kan dengan imam, karena yang mereka tau imam tidak memiliki pasangan.


tapi imam hanya menanggapi dengan ramah saja,dan berlalu dengan alasan ingin menyambut tamu yang lain.


dari tadi imam celingukan kekiri dan kanan,sekali kali melihat jam ditangannya,dan itu tak luput dari penglihatan Dion.


"bro"menepuk pundak imam.


lagi cari apa,dari tadi gue liat Lo kanyak cari seseorang, spesial mam?" tanya Dion.


"diem Lo.


siandra udah Sampek belum?"tanya imam pada Dion.


"belum deh kanyaknya, soalnya kalau dia sudah sampai,pasti hubungin gue"


"coba loe hubungin deh,kan ini mau mulai"kata imam lagi.


Dion pun tak membantah,dia langsung mengeluarkan hpnya,tak sengaja mata Dion tergerak kepintu utama.


"tu yang ditunggu tunggu udah nongol"kata Dion sambil memukul tangan imam.


wih,bawa cewek dia,cantik banget lagi"


imam pun melihat kearah pintu utama,dia sudah melihat Andra,papi Andra dan juga mamynya,tapi cewek yang digandeng andra?


"oh ya siandra emang ada adek cewek,ngak tau gue kalau adiknya cantik banget"timpal Dion lagi,tapi imam seakan membeku dan jantung yang sudah tak karuan melihat kearah keluarga Indra,walau fokusnya kedira.


Dira yang merasa ditatap pun tak jauh berbeda dengan imam,jantung yang sudah berdisco,kaki yang sudah merasa sakit karna memang Dira tidak pernah memakai yang namanya hak tinggi,padahal sepatu Dira ngak tinggi banget,tapi kalian Taulah.


tak sengaja mata mereka pun bertemu,deg deg deg


"itu memang kamu"nyakin imam.


"oii..."Dion memukul pundak imam,imam pun tersentak.


terpesona boleh sama cewek,tapi dikondisikan dong,,,nyokab Lo manggil noh"kata Dion jengkel,sudah dengan cara lembut dia memanggil imam,tapi tak digubris oleh dia.


"ia bawel"jawab imam dengan mata yang melotot kedion,dan langsung meninggalkan Dion menuju orang tuanya.