Mas Imamku

Mas Imamku
pingsan



Dira sudah cantik dengan gaun yang senada dengan sang suami, mereka bersiap akan menghadiri acara pernikahan Andra dan siska.sesampainya mereka dihotel tempat acara diadakan imam tidak pernah melepas kan sang istri,imam tidak membiarkan sang istri jauh walau hanya sejengkal.


acara pun berjalan lancar, kini giliran acara memberi selamat kepada kedua mempelai.


''selamatnya kak,kakak sekarang udah punya istri,jangan lupain Dira nya?,sering sering jengukin Dira,jangan sibuk sibuk banget,ingat,udah ada istri dirumah yang nungguin''dira berbicara sudah seperti ibu yang menasehati anaknya.


''kakak minta maaf kalau selama ini kaka terlalu sibuk, sampai sampai ngak ada waktu buat kamu''memeluk adiknya erat,Dira yang sudah sesegukan didalam pelukan kakaknya entah kenapa jadi diam,tangan yang tadinya melingkar di pinggang andrapun sudah terlepas,imam dan Andra yang menyadari itu langsung membuka sedikit pelukan,untuk saya Andra memegang dengan cepat dan dibantu imam,kalau tidak Dira sudah jatuh tergeletak.


mamy dan semua yang melihat langsung berlari kepelaminan.


''yaampun sayang...Dira kenapa?''tanya mamy panik melihat Dira yang sudah pucat.


''imam bawa istri kamu kekamar''imam menggendong Dira ala bridal style langsung membawa Dira kekamar hotel yang sudah disiapkan untuk mereka,mamy dan mama Ratih mengikuti dari belakang.


''mamy telfon dokter Angga dulu''sambil mengeluarkan hpnya.


''jangan dokter laki laki my''protes imam.


''kamu istri lagi sakit masih saja cemburu''kata mama Ratih pada anaknya.


''tapi kanyaknya Dira ngak butuh dokter Angga jeng''kata mamy seolah menerima permintaan menantunya.


''maksud jeng?''mama Ratih tidak mengerti.


''aku telfon viona saja''langsung menekan kontak dokter viona.


diluar suasana yang tadinya meriah dan ceria kini menjadi ketegangan dan kekhawatiran apalagi bagi sang mempelai pria,adik satu-satunya pingsan dalam pelukannya,sesekali Siska mencoba memberikan usapan lembut ditangan pria yang kini sudah menjadi suami nya itu,untuk sekedar menenangkan.


dikamar,Dira yang masih belum sadarkan diri membuat sang suami kelimpungan,entah apa saja sudah imam lakukan agar istrinya sadar.


tok tok tok,suara ketukan pintu terdengar,mamy langsung berlari kepintu,Ceklek.


''dokter viona,cepat dok periksa Putri saya''mamy fana langsung menarik tangan dokter untuk cepat masuk kedalam.


''bisa saya periksa istrinya pak?''kata dokter itu pada imam,karna imam tidak melepaskan genggaman tangan Dira.


''sayang kesini dulu biar dokter periksa istri kamu''mama Ratih menarik tangan anaknya,karna melihat imam tidak bergerak untuk melepaskan tangan Dira.


''emm''gumam imam, berdiri tak jauh dari sang istri.


''bagaimana dengan istri saya dokter,istri saya sakit apa dok,kenapa istri saya bisa pingsan,saya harus bawa istri saya berobat kemana dok,ap''.


''stop imam''teriak mamy fana dan mama Ratih bersamaan, sehingga membuat pertanyaan2 dari imam pun terhenti.


''sayang...duduk dulu,biar dokter jelas kan''kata mama Ratih sambil menuntun imam duduk disofa dekat tempat tidur,imam pun tidak membantah.


''bagaimana keadaan anak saya dokter?''kini mamy fana bertanya.


''hanya kelelahan saja,mungkin sedang dalam emosional yang berlebih sehingga membuat Dira drob,itu biasa dialami oleh wanita yang sedang hamil apalagi ini masih semester pertama dan...''


''apa dokter bilang tadi? hamil''imam yang dari tadi menyimak penjelasan dokter langsung terlonjak lebih mendekatkan diri untuk memperjelas.


''imam...kamu duduk saja deh,denger penjelasan dokter dulu''kata mama Ratih.


''maaf ma,imam reflex''sambil memegang tengkuknya.


''lanjutkan dokter,maafkan atas sikap anak saya''kata mama Ratih sedikit malu atas sikap imam.


''tidak apa apa buk,emang kebanyakan calon orang tua seperti itu disaat mendengar kabar kalau istrinya hamil''


''jadi benar dok,menantu saya hamil?''tanya mama Ratih seperti orang terkejut,padahal tadi dokter sudah menjelaskan.


''ck,mama malu maluin,tadi dokter sudah katakan kalau Dira sedang hamil''timpal imam.


mama Ratih cengengesan,sedangkan mamy hanya menggeleng geleng melihat ibu dan anak itu.


''agar lebih jelas,bawa saja kerumah sakit,agar keluarga lebih puas,ini saya bawa beberapa resep obat dan juga ada vitamin,kalau begitu saya kembali keklinik saya Bu fana''kata dokter viona.


''tunggu dokter,istri saya belum bangun,dokter buat istri saya bangun dulu''imam menghentikan langkah dokter.


''ck,mari dokter saya antar sampai kedepan''kata mamy fana.


''sebentar lagi istri kamu sadar,kamu hanya perlu temenin Dira saja''mama Ratih langsung menarik tangan imam.


setelah mengantar dokter mamy fana langsung menuju kepesta lagi,papi Indra,papa Edy dan pasangan pengantin semua meminta penjelasan dari mamy,hanya senyuman yang mamy lempar dan mengkode tangan keperutnya, senyuman dan kebahagian pun langsung terpancar dari semua,dan mereka pun kembali semangat dan bahagia menyambut tamu.