
kelaspun selesai,begitu sang dosen menghilang dibalik pintu,para compreng pun langsung membrondong Dira dengan banyak pertanyaan.Dira mencoba menghidupkan hpnya yang sengaja dimatikan,dan keningnya langsung berkerut melihat ada panggilan dari pak imam
dia tidak mungkin menghubungi kembali,mengingat temen temennya yang lagi kepo pada perubahannya.
"bagaimana ceritanya ni Ira,loe mau pakek kek beginian,"sedangkan para cowok hanya mendengar,apalagi sidewa tak berkedip sedetikpun.
secara gue orang yang paling tau loenya?"Dira hanya mendengar penuturan sahabat nya itu.
"secara,,, yokab loe minta tolong waktu foto keluarga aja repotnya minta ampun,"cerita Lia.
"Ra,is beautiful..."kata Raka sedikit genit.
"is najis"sahut Dira spontan.
"beda banget loe Ra, cantik,gue ngak tau kaloe loe seseksi ini ,kalau gue jadi pacar Lo,gue kurung lo"timpal Nando.
"uueek...pengen muntah gue"jawab Lia.
"dewa,Lo ada kresek ngak,buat nampung muntahan silia"Raka mencolek dewa,karna dia liat dewa dari tadi hanya melihat Dira.
"em"kaget dewa.
"kondisi kan dewa...kalo jodoh ngak akan kemana"bisik Raka kedewa.
"apasih Lo"
taring tring...hp Dira berdering,Dira langsung melihat layar hpnya.
"kak Andra"langsung menjawab.
ia kak,Dira keluar sekarang,baru aja selesai nih,tunggu bentarnya.
"gue duluannya"kata Dira sambil tersenyum kearah sahabatnya.
"yah loe udah ngak asik Ra"kata Lia.
'udah dijaga kanyak putri raja loe sekarang"kata Nando lagi.
"lebai lu pada,gue duluannya"langsung keluar.
dijalan waktu Dira hendak menuju keparkiran,banyak cowok yang menggoda Dira,ada yang bersiul,ngombal, ada yang foto Dira diam diam,mereka tidak percaya kalau itu adalah siDira tomboi,Dira cuek aja,sampai Dira melewati geng sikaira.
"eh eh eh...ada ngerasa sok cantik nih sekarang?"kata kaira.
"cantik dari mana sih kai...kalau diliat liat cantikan sicet dirumah gue"sambut angel.
"ia ya ya...mata para cowok aja yang keseleo"
sampailah dia diparkiran,Dira melihat kakaknya sedang bersandar di pintu mobil.
"maaf kak,lama nunggunya"?
"ngak kok baru aja"tersenyum,sambil menyapu kepala Dira dengan gemes.dira langsung masuk ke mobil,karna pintu mobil sudah dibuka oleh Andra,dan Andra juga masuk duduk dibalik kemudi.
tak lama berhentilah satu mobil disamping mobil mereka, bersebelahan dengan Dira.pas dengan reflek Dira melihat kearah mobil itu,diwaktu yang bersamaan keluarlah seseorang yang baru baru ini Dira kenal,Andra tidak sempat melihat karna dia lagi memasang setbled ya."ngapain dia kesini,apa ada hubungannya sama dia hubungin gue tadi?"batin dira.
Andra langsung menghidupkan mobilnya dan keluar dari parkiran.
imam menunggu didekat mobilnya,sambil melihat kekiri dan kanan,sekali kali dia melirik jam ditangannya.
"apa dia ngak kekampus"imam mencari letak motornya Dira.
"motornya ngak ada,apa coba gue telfon aja lagi"sambil mengeluarkan hp disaku jasnya.
"aduh mam...kenapa Lo udah kek orang bodoh sih, seharusnya Lo tanya kejelasannya Dulu,baru dijemput,kalau gue telfon,gue bilang udah dikampus ngapain...?"imam bermonolog sendiri.
"pak imam..."?tiba tiba ada cewek yang mendekati imam.
"ya"imam langsung mengenali siapa cewek itu.
oo temennya dirakan?"tanya imam pada cewek itu.
"ia,saya Lia, temennya Dira,ada perlu apa bapak disini,pasti ada hal.."belum selesai Lia bicara imam langsung bertanya.
"dira ada kekampus ngak?"tanya imam.
"emm"kaget Lia
Dira?"tanya Lia lagi.
"iya"kata imam dengan senyum mengembang.
'"baru aja pulang,katanya dijemput kakaknya"jelas Lia.
"OOO...yaudah kalau gitu saya permisi dulu"sedikit kecewa,dan imam mulai tidak nyaman,banyak ciwik ciwik yang melihat dan tebar pesona pada imam.
"iiii ngeri"batin imam, langsung masuk mobilnya.
"terima kasihnya lia"kata imam,lewat jendela mobilnya yang sengaja dibuka,Lia hanya mengangguk dan melemparkan senyum tipis.
"ada perlu apanya tu pak imam sama Dira,?
bodoh ah, nanti gue tanya sama Dira aja langsung."