Mas Imamku

Mas Imamku
kalau marah berarti ia



didalam mobil,Dira yang seperti orang gundah yang membolak balikkan hpnya dari tadi,dihidupkan,dimatikan,itulah yang dilakukan Dira,Andra yang melihat tingkah aneh adiknya mencoba mencairkan suasana,sebab dari tadi mereka Tak ada yang mengeluarkan satu katapun.


"ekhem,


bagaimana hari ini"?tanya Andra,masih fokus kedepan.


"maksudnya,"?,jawab Dira sambil melihat kearah Andra.


"yaa,,,reaksi sahabat kamu,waktu liat kamu berubah."


"hufh..."melepaskan nafas berat.


ngak nyaman banget kak kekgini,,,enakkan kek dulu,baju ketutup,ngak repot,cowok pada genit genit"jawab Dira lagi dengan lemah.


"jadi kamu mau nyaman,ngak mau cantik"?tanya Andra lagi masih tak melihat kearah Dira.


"kak,kalau boleh jujur ni ya,,,Dira menghentikan ucapannya.


kak,gimana setelah wisuda nanti baru Dira ubah gaya Dira,,,"tanya Dira ragu.


Andra tidak menjawab.


"kakak..."panggil Dira lagi,sambil membalikkan badannya kearah Andra.


"emm"gumam Andra.


"ih kakak"sambil melipat kedua tangannya kedada.


"kalau kakak boleh aja,tapi gimana sama mamy dan papi,kamu ngak liat pancaran bahagia dari mata mereka"


"sebenarnya,,,mamy udah bilang ia,tapi kata mamy akan bilang juga sama papi,Dira janji kok akan berubah"


"yayaya,,"sambil menyapu kepala Dira dengan tersenyum.


tapi tetap ya..."


"tetap apa kak?"


"kakak antar dan jemput kamu kuliah,terkecuali kakak lagi ngak bisa"


"terserah kakak aja"kata Dira tersenyum kearah Andra.


"oh nya dek,nanti malam ada acara dikediaman om Edy,kamu ikutkan,ingat loh kamu selama ini ngak pernah ikut acara penting kekgini loh dek."


"pasti ada dia dong,ya pasti adalah kan dirumah dia"batin Dira.


"dek...kamu kenapa,jangan bilang ngak mau ikut lagi"?


"pasti aku ikut kak"


"oh,atau jangan jangan kamu ada tiw tiw nya sama siimam?"


"hah"


ngak lah kak,,, kakak apaan sih"sambil membuang wajah kearah jendela.


"marah niyee..


"ngak"


"berarti kalau marah ia"


"ngak marah kok kak,,,"sambil tersenyum.


sedangkan keadaan dikantor imam,setelah dari kampus dan mendapat kan hasil zonk,maksudnya yang mau dijemput ngak ada orangnya.imam langsung kembali kekantor tanpa makan siang,sedih entah,kecewa apalagi,salah dia juga tidak jelas dengan orang yang mau dijemput.


tok tok tok


"masuk"


"emm..


tolong pesankan makanan untuk saya"


"emang pak bos tadi, bukannya keluar untuk makan siang nya?"


"sebenarnya ia,tapi tidak jadi"dengan wajah yang tampak kecewa.


"pak bos mau makan siang sama pacar pak bosnya,tapi ternyata pacarnya pak bos udah makan sama cowok lain"tebak Wina,dan langsung mendapat tatapan tajam dari sibos.


"bercanda pak,kalau tidak ada lagi saya mau pesan makanan untuk pak bos,"langsung sedikit berlari kearah pintu.


dan tanpa Wina sadari kalau Dion sudah berada didepan pintu inginasuk keruangan imam, dan


"bruk"tubuh Wina bertemu dengan Dion,dan dengan sigap Dion menangkap tubuh Wina,mata mereka saling beradu.


"aduh,,,jantung gue"batin mereka berdua.


satu detik


dua detik


tiga detik


"ekhem"mereka langsung kaget,sambil membenarkan tampilan, gelagapan keduanya.


"sudah adegan pandang pandangan nya?


Wina saya lapar,dan kamu masuk"sambil menunjuk Dion .


"siap pak"kata keduanya lagi.


Wina langsung menuju mejanya,sedangkan Dion masuk dan menutup pintu.


"ada apa"?tanya imam.


"om bilang kita disuruh nginep dirumah malam ini."


"emm,mama udah hubungin aku tadi pagi."


"berarti om ditugasi buat hubungin gue,Tante yang hubungin Lo"kata Dion.


"mungkin"jawab imam tidak semangat.


"Lo kenapa,kek lemes banget lu,ngak sarapan lu tadi pagi?


dan tadi bukannya lu pergi makan siang ?"


"ngak jadi"jawab imam lemah.


"kanyaknya gue bakal punya Kakak ipar nih"


"apa lu bilang,kakak ipar dari Hongkong,ketemu aja ngak jadi"


"hahaha tawa Dion,mendekat keimam.


sayang banget lu,tenang...kalau jodoh ngak kan kemana,yang penting lu usahanya yang gigih,biar ngak kesasar lagi jodoh lu"sambil menepuk nepuk pundak imam.


"ia,kesasar kek lu,kalau lu bukan jodoh yang kesasar,tapi Lo yang sesat."kata imam menampik tangan Dion.


"itu bukan kesasar mah,kalau itu alamat palsu"kata Dion sambil ketawa.dan bunyi ketokan pintu,ternyata Wina mengantar makanan pesanan imam,


"udah keluar lu sana,ganggu aja,gue mau makan,bentar lagi rapat"


Dion pun tak membantah,tapi sampai di pintu dia membalikkan badannya.


"semoga sukses sama kakak iparnya,oh nanti malam diundang ngak?..."Dion langsung membuka pintu dengan cepat dan menutupnya,karna imam sudah mengangkat vas bunga ingin melempar kearah Dion.