Mas Imamku

Mas Imamku
hari pertunangan



ruangan yang tadinya riuh kini senyap dari suara seketika.


imam masih terpaku pada sosok yang berdiri didepannya,dengan balutan kebaya modern dengan warna yang senada dengan baju yang dipakai oleh imam.


"apa mas imam tidak ingin bertunangan dengan ku?".tanya Dira.


*glek*imam menelan ludah nya untuk membasahi kerongkongannya yang sudah mengering.


"apa ini sungguh?,bukankah dia akan bertunangan hari ini?, kenapa dia berada didepan ku?''. banyak pertanyaan yang berputar dikepala imam.


"mas imam ku...".panggil Dira lagi dengan lembut,imam yang tadinya terpaku pun tersadar.


"ia sayang?".jawab imam spontan.


membuat semua mata yang tertuju pada mereka tersenyum,tak terkecuali keluarga Dira dan imam.


"hei,kalian apa mau berdiri disitu atau naik keatas panggung,cepat pakaikan cincin pada Dira,lama amat dah,kita udah pada lapar tau?".tiba tiba terdengar suara cempreng Andra.


pukh


"sakit my...".sambil mengusap kepala nya yang kena tapikan dari sang mamy.


"diem aja kenapa?".timpal mamy.


"apa ini sungguh?".Tanya imam kepada Dira.


suasana yang tadinya sedikit berisik oleh ulah Andra dan mamy fana kini kembali hening lagi karna mereka sudah kembali fokus pada imam dan Dira.


"emm".gumam Dira sambil melemparkan senyum tipis.


"ayok".imam langsung menyambar tangan Dira dan menariknya keatas panggung.


"dan sekarang,acara yang kita tunggu".suara MC kembali terdengar.


mamy fana dan mama Ratih maju kedepan untuk menyerahkan cincin pertunangan mereka.


setelah acara pertukaran cincin,dan ucapan selamat dari para tamu,kini imam dan Dira kembali bergabung kemeja keluarga mereka,kini keluarga imam dan Dira sudah duduk satu meja.


"ekhem,


mam,kering tu gigi".goda Andra,sedari tadi senyum terus mengembang dari wajah imam.


"awas Lo".ancam imam.


"ngak boleh kejam kejam sama kakak ipar,ntar gue pecat Lo jadi Adek ipar gue".kata Andra lagi.


"gue udah ngak takut".jawab imam.


"huh,tadi aja Lo hampir guling guling dilantai liat Dira mau tunangan".goda Andra lagi.


imam pun beralih kesebelah dira.


"sayang...kamu cantik".bisik imam ditelinga dira,membuat pipi Dira merah seperti tomat.


setelah acara selesai,kini mereka sudah berada diparkiran.


"om,imam boleh bawa Dira kesatu tempat?".izin imam pada papi Dira.


"boleh,,,asal jangan sampai sore".jawab Indra sambil melipat tangannya di dada.


"siap om".sambil tertawa kecil.


"ayo sayang".langsung menggandeng tangan Dira.


"mau kemana?".Dira tidak tau kalau imam sudah meminta izin sama papinya.


"ikut aja".


"tidak usah...mas sudah dapat izinnya".sambil membuka pintu mobil untuk Dira.


tak ada suara antara keduanya didalam mobil,sesekali melihat kearah dira dan tersenyum, tangan imam menggenggam tangan Dira,sedangkan satu lagi memegang setir.


"kamu harus menjelaskan ini pada mas".kata imam sambil melihat kearah Dira sekilas dan kemudian dia langsung beralih ke arah depan lagi.


"emm".gumam Dira sambil tersenyum.


tibalah mereka pada suatu tempat.


imam langsung membuka pintu untuk Dira.


"silakan tuan putri...".


"lebai''.kata Dira.


danau?''.disaat Dira melihat sekelilingnya.


"em,ayo''.menarik tangan Dira untuk duduk disebuah bangku kayu.


''sering kesini''. tanya Dira.


''kadang kadang,kalau lagi ingin ketenangan aja''.dira hanya mangut mangut.


''jadi kamu juga kompak untuk ngerjain mas?"


sebenarnya gini...''.


flashback on


disaat makan malam.


Dira hanya mengaduk nasi yang ada di piring tanpa tak bernafsu untuk makan.


''dira...kok ngak dimakan nasinya?''.tanya mamy.


''mamy udah tau kenapa,mamy beneran jodohin Dira sama anak temen mamy,Pi..ini kok udah main dijodohin sih,kan Dira punya pilihan sendiri...''.rengek Dira lagi, berharap orang tuanya membatalkan pertunangan besok.


''nerima aja napa?''.timpal Andra.


''kenapa ngak kakak aja,kalian ngak ngertiin Dira''.langsung meninggalkan meja makan.


''oi,si imam yang bakal jadi tunangan kamu,masih ngak mau?''.kata Andra,spontan membuat Dira kembali kemeja makan untuk memperjelas.


''dasar ni anak satu,ngak bisa diajak kompromi''.sambil melempar tisu kearah Andra.


''maaf my''sambil menggaruk tengkuknya.


''udah makan dulu,setelah itu papi jelasin''


Dira pun duduk kembali dan melanjutkan makan malam.setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga.


mamy pun menjelaskan kalau semua itu rencana mamy dan mama Ratih.


flashback


''jadi aku diancam untuk tidak memberi tau pada kamu, kalau ngak mau pertunangannya dibatalin''kata dira cengengesan.


''mulai sekarang panggil mas ok?''


''ok mas imam ku''sambil mendirikan jempolnya.


''yaudah yuk pulang,nanti calon papi mertua marah''


mereka pun pulang,imam mengantar Dira terlebih dahulu.