Mas Imamku

Mas Imamku
Andra lagi kasmaran



pergi kebutik untuk fitting berjalan tak sesuai rencana,itu disebabkan oleh mama Ratih yang harus menemani papa Edy untuk urusan bisnis keluar kota selama dua hari.


''tunggu mama,kalau mau fitting,soalnya mama ingin melihat bagaimana menantu mama sebelum dan sesudah dimike over ok''itulah yang selalu mama Ratih pesan,sedangkan mamy fana ok ok aja.


akhirnya mereka sampai dibutik,imam dan Dira pun langsung memasuki kamar ganti masing-masing,yaiyalah bisa langsung dinikahkan mereka kalau satu ruang ganti.


tak butuh waktu lama imam keluar dan diikuti oleh Dira,mata imam tak berkedip melihat Dira dengan baju pengantin bak ratu dikisah dongeng anak anak.


''awas mam...ntar matanya keluar, ngilernya dilap tu udah kanyak air terjun derasnya''ejek mama Ratih.


imam yang jengkel kepada mamanya pun mendekati Dira dan langsung merangkulnya.


''ma,hari ini aja nya nikahnya''kata imam sambil memelas.


pluk


''apasih ma,kalau gegar otak imam gimana?sadis banget sama anak sendiri''kata imam yang masih menggosok kepalanya karna kena tas terbang milik mama Ratih.


''anak ngak tau diri,tau gini mama jodohin sama janda yang ngebet nikah kamu''balas mama ratih.dira dan mamy fana juga karyawan dibutik itu tak percaya melihat tingkah kedua ibu dan anak itu.


''sayang,kamu mau mama cari laki laki yg lain ngak?aduh aku jadi ngak rela kamu sama anak mama yang kaku itu,suka marah,cuek''


''astaqfirullah ma....seharusnya mama Pepet terus,ini kok mama yang coba pisahkan,dan lagi ngak bakal mau Dira,iya kan sayang?''tanya imam sambil menaik turunkan alis tebalnya.


''udah Dira ganti dulunya...''dira langsung meninggalkan mereka,dengan wajah yang sudah memerah karna malu digoda sama mama Ratih dan juga imam tadi.


imam dan Dira sudah mengganti pakaian mereka dan mereka menunggu dua wanita yang masih sibuk bahas ini itu sama pemilik butik.


''kita langsung ketempat cincinnya mam''kata mama Ratih memerintahkan imam untuk membawa mereka ketempat cincin yang sudah mereka rekomendasikan pada pemilik toko.


imam yang menjadi supir pun pasrah,Dira tak diizinkan duduk disamping imam.


''berasa kanyak supir gue hari ini''gumam imam.


''setelah dari situ kita cari perlengkapan kita untuk nantinya jeng ratih''tambah mamy fana.


''kita keliling mall hari ini,kamu jangan jauh mam,bantuin pegang belanjaan nanti''kata mama Ratih lagi.


''sayang,habis nikah kita tinggal diluar negri ajanya?''tanya imam


''kenapa?''tanya Dira.


''biar jauh dari mara bahaya''jawab imam lemes.


''enak saja kamu mau bawa anak saya keluar negri,kalau kamu berani,saya potong burung kamu''ancam mamy fana.


''iih''semua merinding mendengar penuturan mamy fana,apalagi siimam sudah pucat pasi dan keluar keringat dingin,perkataan mamy fana jangan dianggap remeh,karna imam pernah mendengar kisah masa lalu calon mertuanya itu yang melakukan segala cara untuk mempertahankan wilayahnya,parang,gergaji,kapak sudah menjadi pakaian sehari harinya.


makin gemetar lutut imam saat mengingat cerita Andra dulu,jauh sebelum imam mengenal Dira bahkan AYUDINA.


dikantor Andra , Andra yang masih sibuk memeriksa berkas berkas yang menumpuk diatas meja dan sesekali melirik jam tangan mahalnya,lalu mencoba fokus kembali pada berkas didepannya.


''lama sekali waktu makan siang''gumam Andra.


mudah mudahan dia hari ini masuk,dan saya tidak perlu menjaga rumahnya menunggu dia keluar''andra berbicara sendiri.


anak buah Andra sudah menemukan anak perempuan yang ayahnya pingsan didepan mobil Andra yang sedang melaju,terjadi beberapa tahun lalu,tapi dia berjanji akan menjaga anak kecil yang terus menangis disamping jasad ayahnya, walau pun bukan salah Andra,tapi dia merasa tak tenang disaat mengingat gadis kecil itu,dan setelah itu dia kehilangan jejak dimana keberadaan sigadis.


waktu makan siang pun tiba,Andra langsung merapikan mejanya dan langsung meraih kunci mobilnya.


Andra langsung meninggalkan kantornya dan menuju kekafe Raka,karna gadis yang selama ini dia cari bekerja di tempat sahabat adiknya itu.taknbutuh waktu lama,Andra langsung memarkirkan mobilnya dan langsung memasuki kafe dan menuju sebuah meja kosong yang menghadap arah dapur.


''mau pesan apa pak''datang seorang pelayan pria menghampiri meja Andra,karna dia melihat Andra yang celingukan sepeti mencari sesuatu.


''emmm...sebelumnya bisa panggilkan temen kamu yang bernama siska?''tanya Andra.


''oh bisa,sebentar saya lihat dulu pak''pelayan itu langsung meninggalkan Andra.


selepas kepergian pelayan pria tadi Andra kembali tersenyum senyum.,hingga dia dikagetkan dengan suara seorang wanita, sebenarnya wanita itu menyapa dengan suara yang biasa saat menyapa pelanggan,andranya aja yang lagi heng.


''oh''andra refleks.


''maaf bapak ingin pesan apa,soalnya temen saya bilang tadi kalau bapak memanggil saya''jelas Siska dengan sopan.


''maaf,bisa kita bicara sebentar?''tanya Andra.


''maaf pak,saya sekarang masih jam kerja,bisa langsung sampaikan bapak mau pesan apa?''tanya Siska lagi yang mulai tak nyaman dengan Andra yang terus menatapnya.


''kamu sukanya apa?saya pesan itu saja apa makanan kesukaan kamu''jawab Andra,Siska mulai jengah dan dia pun tidak ingin protes,dan keluarlah ide.


''ok bapak tunggu sebentar,makanan kesukaan saya yang bapak pesan akan datang''kata Siska lagi.


''emm''jawab Andra,Siska langsung membalikkan badannya dengan senyuman rahasia nya.


''eh sis,tunggu''tiba tiba Andra memanggil dia kembali.


''ia pak?''


''setelah siap kamu bisa kembali lagi kesini?''tanya Andra.


''akan saya usahakan pak''jawab Siska cepat,ingin sekali dia langsung menghilang dari tamu didepannya ini.setelah gadis itu menghilang dari pandangannya karna sudah memasuki daerah dapur.


tinggallah Andra yang tersenyum penuh makna.


babang Andra sudah ehem ehem nih,mau nyusul Dira dan imam😍