
setelah puas memotret Dira dan dewa dengan gaya yang sudah dia harapkannya,kaira pun keluar meninggalkan mereka begitu saja.
ditempat lain,Lia yang sudah sampai pada tempat untuk menjemput ibu tirinya pun tertipu oleh kaira,setelah menelfon ibu tirinya dan berkata kalau dia tidak kemana mana,dengan mengumpat kaira Lia langsung kembali ke mobilnya,didalam mobil,
Lia mengambil hp dan menelfon kaira,tak lama panggilannya pun langsung diangkat.
''lo bohongin gue?''
''.....''
''apa Lo bilang,bercanda?''lia sangat geram pada kelakuan saudara tirinya itu,Lia langsung mematikan hpnya dan langsung menuju ke kafe Raka.sesampainya Lia langsung menuju ruangan ngumpul mereka,saat ingin membuka pintu Lia berpapasan dengan Raka yang juga sudah selesai rapat.
''dari mana lo?''
ceklek,Lia mendorong pintu dan melangkah masuk.
''habis...''lia dan Raka kaget melihat pemandangan didalam,dewa dan Dira dalam posisi saling memeluk,dan sebagian kancing baju dewa terbuka.
''li...apa ini?''tanya Raka tak percaya.
''ngak tau gue''hati Lia sakit melihat pemandangan didepannya,pasalnya..dewa dan Lia sudah mulai terbuka dan juga sudah merasa saling nyaman.
dikantor,imam yang baru saja selesai rapat langsung kembali keruangan nya dan langsung menghidupkan hpnya.
Ting Ting Ting, bunyi pesan masuk, mata imam seakan akan keluar disaat melihat gambar yang terpampang dilayar hpnya,wajah yang sudah memerah,rahang yang mengeras,tangan yang mengepal.
''kurang ajar'' melempar hpnya Kedinding dan langsung ''pringg'' pecah sudah.imam langsung menyambar kunci mobilnya dan keluar,disepanjang perjalanan nya,tak satu karyawan pun berani menyapa sang CEO,disaat melihat aura kemarahan terpancar jelas diwajahnya.
setelah memasuki mobilnya,tak lain tujuannya kekafe Raka.
dikafe
''uughg''ngeluhan terdengar dari mulut Dira sambil membuka matanya yang masih sangat berat,disaat Dira sempurna membuka matanya.
''aahghh''teriak Dira sampai dewa yang masih malas untuk membuka matanya pun dengan terpaksa membuka matanya lebar dan ''plak''satu tangan lembut menempel dipipi dewa yang terasa perih.
''ra, sumpah gue ngak tau''dewa tidak tau harus menjelaskan bagaimana,sedangkan dirinya juga tidak tau kenapa bisa kejadian begini,dewa melihat kearah Raka yang sudah sangat marah dan setelah itu berpaling kearah Lia jelas menggambarkan dengan sorot mata yang kecewa.
Dira tidak bisa berkata apa apa,dengan memeluk kedua lututnya dan air mata yang terus mengalir,tak suara dari Dira.
''bruakk'' pintu terbuka dengan terpaksa.
Dira hanya menggeleng gelengkan kepalanya,seakan ingin mengatakan''ini semua tidak benar,kami difitnah,dijebak''tapi tidak satu kata pun yang terdengar dari mulut Dira.
''kau''menarik kerah baju dewa dengan kasar.
''saya tau kalau anda menyukai tunangan saya,apa ini cara kau main untuk merebutnya dari ku''teriak imam,Raka langsung melerai keduanya,sedangkan dewa tidak melawan,matanya masih melihat kearah Lia yang sudah menunduk dari tadi.
''kecewa'' itulah yang dewa lihat.
''ini yang kau maksud berkumpul?cuma kau dan dia?''kini tatapan imam mengarah pada Dira,tak ada kata kata lembut lagi yang keluar dari bibir imam.
''tunggu''tiba tiba Raka angkat bicara.
''dari mana bapak tau tentang ini?''tanya Raka.
''kalian tidak perlu tau''jawab imam masih menggebu.
''ka,bukankah ruangan ini kita pasang Cctv waktu kita rencanakan game siapa yang kuat?''kata dewa tiba tiba.ya dulu waktu awal mereka masuk kuliah mereka membuat sebuah game,untuk melihat siapa yang berbuat curang mereka sengaja memasang Cctv.
Raka pun melihat pada pojokan yang mereka pasang Cctv,Raka buru buru mengeluarkan laptop dari lemari diruangan itu.dewa langsung membantu Raka,imam pun ikut bergabung.
Vidio dalam laptop itu berjalan,semua geram melihat aksi yang dilakukan oleh siwanita yang tak lain adalah kaira.
''oooo...berarti dia menyuruh gue untuk menjemput ibunya juga rencana dia,sialan tu anak,papa harus tau ini''geram Lia.
kasus pun terpecahkan.
''hufh''imam melepaskan nafas kasar untuk melegakan hatinya yang sudah berasap.
dan mereka berbalik kearah sofa,betapa kagetnya mereka semua saat melihat Dira tidur meringkuk dan dengkuran halus mengalun merdu.
''dasar,kita lagi pecahin masalah dia,dia malah enak tiduran''cibir Lia.
imam mendekati Dira, menggenggam tangan nya,beribu kata maaf terlontar dari bibirnya,imam tidak tau harus melakukan apa pada gadisnya ini.
''aku makin mencintai mu''gumam imam sambil mengecup punggung tangan Dira.
''kita keluar dulu kakak ipar...''kata Lia sambil menarik tangan kedua lelaki disampingnya.