
sesampainya dirumah Dira,imam langsung menekan nomor Dira.
"aku udah dibawah,kamu udah siap?"tanya imam kedira,lama tak ada jawaban dari sebrang, imam pun berinisiatif untuk mengetuk pintu,dan tiba tiba pintu pun terbuka sebelum imam menyentuhnya.
"Tante"sambil menyalami fana.
"ada apa ya nak imam,mau ketemu Indra,Indra sudah berangkat tadi dengan papinya kekantor"kata fana seolah olah tidak tau tujuan imam datang.
"bukan Tante,saya ada janji sama Dira"kata imam mencoba menetralkan kegugupan nya.
"Dira lagi dikamar,katanya ngak mau diganggu,mau istirahat,kan besok dia wisuda dan setelah itu disambung dengan acara pertunangan nya,jadi dia milih istirahat aja,ngak mau kemana mana"fana menjelaskan.
"tapi saya telfon tadi pagi dia bilang mau Tante?"imam sedikit memelas,dia tau mamy nya Dira pasti tidak mengizinkan Dira pergi bersama dengan nya.
"mungkin Dira berubah pikiran setelah sarapan pagi tadi"ngeles mamy fana lagi.
"Tante,saya tau Tante tidak mengizinkan Dira saya bawa pergi,tapi saya sungguh ingin anak Tante,saya mencintainya Tante dan Dira pun begitu,Tante jangan egois dong,Dira tidak setuju dengan pilihan Tante"disaat imam masih berbicara dengan mamy fana,Andra pun kembali kerumah Karena ada berkas yang tertinggal dikamarnya.
"hei broe"sambil meninju pundak imam.
dan imam hanya menanggapi dengan senyuman kepada Andra.
"kapan Lo Dateng,mau ketemu gue atau.."
"ngak boleh,Dira udah punya tunangan"potong mamy fana.
"dra,gue serius sama adek lu,lu tau sendiri kan gue kek gimana,ngak main main sama perasaan cewek,gue benar cinta dan sayang sama adek lu"kata imam melow.
"gue tau,tapi gue ngak bisa bantu,gue udah ketemu sama calon tunangannya Dira dan gue suka sama dia,dia tampan,baik sama semua,setia sama sahabat atau pun pacar,pekerja keras,jadi gue setuju dengan pilihan orang tua gue untuk Dira"jawab Andra dan langsung melangkah masuk kedalam rumah untuk mengambil berkas dikamarnya.
sedangkan imam mematung mendengar penuturan dari sahabatnya.
"kamu denger sendiri kan,jadi tidak ada alasan bagi kami menolak dia"kata mamy fana lagi,yang dari tadi terdiam mendengar penuturan dari Andra.
"apa ini yang terbaik,mungkin Dira bukan jodohku,tidak,aku harus tanya sana Dira langsung besok diacara wisuda nanti,kalau dia memilihku,akan kubawa kamu sayang"batin imam.
"kamu ngak kerja hari ini"mamy fana mencoba untuk membuka lagi percakapan.
"tidak,rencana imam akan menghabiskan waktu seharian ini dengan Dira"sambil tersenyum kecut.
"itu tidak mungkin,karna besok acara Wisuda dan pertunangannya,tidak enak kalau nanti dia melihat kalian pergi berdua.
imam datang kekantor,dia uring uringan tak jelas ,Wina dan Dion tak tau harus apa,karna semua yang mereka lakukan tak ada yang benar bagi imam.
selesai dari kantor imam langsung kembali kerumahnya.sudah beberapa kali dia menelfon Dira,tapi tak diangkat hingga membuat imam frustasi,tidak tau harus melakukan apa,disatu sisi dia sangat mencintai dira,dan disatu sisi dia tidak mau merusak persahabatan antara orang tuanya dan orang tua Dira gara gara hal nekat yang dia lakukan,imam menjambak kasar rambutnya.
disaat makan malam imam tak bernafsu,dia hanya mengaduk ngaduk nasinya,papa dan mamanya hanya menggeleng melihat anaknya.
imam terus menerus menghubungi Dira walau tak pernah diangkat.
entah pada jam berapa imam tertidur sambil memandangi foto Dira yang diambil diam diam oleh imam.
paginya,imam yang sudah rapi dengan setelan yang sudah disiapkan mamanya langsung turun untuk sarapan.
"semangat dong nak,mungkin Dira bukan jodohmu"mama Ratih tau harus berkata apa lagi,sedangkan suaminya hanya melihat anaknya.
selesai sarapan mereka langsung berangkat kekampus.
sesampai dikampus imam masih dalam keadaan mod yang tak tentu,karna setelah ini dia akan melihat Dira bertunangan dengan orang lain,mengingat itu semakin membuat hati tak karuan.
disaat sudah sampai ditempat acara wisuda mereka duduk ditempat yang sudah disiapkan.
berbagai macam acara berjalan,tapi tak ada yang mengecoh pikiran imam yang terus memandang foto Dira di hpnya,sekali kali imam mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Dira,tapi tak nampak batang hidungnya.
hingga acara pun selesai,sekarang mereka menuju ketempat acara pertunangan Dira,imam melangkah dengan gontai,andai saja tak dipapah oleh mamanya mungkin imam akan menabrak apa saja yang menghalangi karna tidak fokus.
setelah semua undangan sudah menduduki tempatnya,acara pun langsung dibuka oleh seorang MC.
dan dimulai dengan kata kata sambutan dari papi Dira dan juga dari papa Edy.
tiba tiba MC pun mengumumkan bahwa akan memasuki acara pertunangan.
DEG
"sabar imam,ini baru pertunangan,sebelum janur kuning melengkung,dia masih bisa kau miliki"batin imam mulai menggila.
"dan kita langsung memanggilkan Indira ayu Pratiwi untuk maju kedepan bersama sang pujaan hati"kata MC,sedangkan imam tertunduk tidak kuasa melihat kedepan,hatinya seakan hancur,dia ingin keluar dari tempat itu.
imam pun berdiri ingin melangkah.
"ternyata kamu inginnya dijemput"kata seorang gadis cantik berdiri dibelakang imam,imam mengenal suara itu langsung berbalik dan....