
dari imam tau kalau Dira hamil,imam selalu memantau dan mengawasi Dira apa pun yang Dira lakukan dan Dira makan,beruntung bagi imam diawal kehamilan Dira tidak ngidam seperti kebanyakan wanita hamil lainnya,satu yang paling disukai Dira,yaitu kemana mana kalau mau pergi tidak mau naik mobil,Dira hanya mau naik motor,dan membuat sang calon Deddy kelimpungan menghadapi sikap istrinya,seperti hari ini,rencananya mereka akan memeriksa kandungan Dira yang sudah memasuki 6 bulan,tapi kalau dilihat dari ukuran perut Dira seperti sudah memasuki bulan kedelapan itu karna Dira mengandung bayi kembar,awalnya imam tidak percaya,dia sampai membawa Dira tiga dokter kandungan sekaligus.
''sudah siap sayang''tanya imam sambil menyerahkan helm kedira.
''udah mas,tapi...''jawab dira.
''kenapa?apa mau naik mobil?''bibir imam sedikit terangkat disaat menanyakan itu.
''bukan''jawab Dira.
''terus apa?''
''boleh kah kalau Dira yang bawa motornya?''
''hah,ngak ngak,kamu cukup duduk dan peluk mas''
''bagaimana bisa peluk,perutnya udah segedek ini,kalau mas duduk dibelakang kan mas bisa peluk dira''jawab Dira enteng.
''ngak,kalau gitu kita naik mobil saja,mas ngak mau kamu bawa motor seperti kemaren waktu kamu minta kerumah mama''
''bilang aja mas takut''dira membalas jutek,imam sudah pernah memberi untuk Dira bawa motor,karna Dira yang selalu merengek,tapi diwaktu Dira membawa motor,imam yang duduk dibelakang terus berteriak kepada setiap pengendara yang melintasi mereka,imam meminta maaf atas ketidak nyamanan yang Dira ciptakan dijalan raya,Dira membawa motor dengan ugal ugalan.
kalau imam tidak mengizinkan Dira selalu memberi alasan kalau itu keinginannya si twins,imam pun langsung menyetujui karna takut nanti anaknya ngeces.
''yaudah kalau mas ngak ngizinin,Dira masuk lagi aja,ngak isah periksa sekalian'' meninggalkan imam sambil menghentak hentakan kaki nya.
''hufh''imam bingung harus menghadapi sikap bumilnya itu.
''oh iya!,kenapa gue bisa lupa sama sucunguk dua itu''imam tersenyum senang bagaikan baru mendapat tender.
imam langsung menekan salah satu kontak dihpnya.
''ok,gue percaya sama kalian''imam mematikan hpnya dan masuk kedalam rumah kembali untuk memanggil sang istri yang lagi ngambek.
''sayang...ayo kita berangkat''imam mendekati istrinya yang lagi makan ketela rebus,itu salah satu makanan favorit Dira sekarang.
''ngak,mas pergi aja sendiri''balas Dira jutek.
''mas ngak papa kok duduk dibelakang, kamu yang bawa motor nya''rayu imam.
''benernya?''
''emm,cepet mas udah kangen banget sama sitwins''kata imam menyemangati,padahal dia sudah menuangkan bensin kedalam api.
''oh jadi cuma sama twin nya saja kangen sama aku ngak, pantas mas ngak mau nurutin kemauan aku tenyata udah ngak kangen,ngak mau pergi,mas pergi aja sendiri''
''yatuhan,maksud mas ngak gitu sayang...mas kangen kalian bertiga, kalau kamukan bisa mas pegang,bisa mas cium''sambil memperagakan kata katanya.
''tapi kan mereka enggak,kita cuman liat mereka sebulan sekali sayang,masak kamu ngak kangen?''
''yaudah yuk berangkat,nanti telat,mamy udah buat janji,mas sih kelamaan pakek ngelarang segala,kalau mas ngak ngelarang pasti kita udah,bla BLA bla...''imam hanya menanggapinya dengan senyuman tulus kepada istrinya yang tidak henti hentinya itu berceloteh.
''pakek jaket dulu''sambil menyerahkan jaket pada Dira.
''untuk apa?kita naik mobil saja,aku mau rebahan''jawab dira langsung mendekati mobil.
''sabar mam,sabar...''sambil membuka pintu mobil untuk Dira dan terus mengembang kan senyumannya.
'BATAL'
imam mengirim pesan kepada sahabatnya.