Mas Imamku

Mas Imamku
minta maaf



tiga puluh menit sudah mereka menunggu Dira bangun,tapi yang ditunggu tak ada tanda ingin membuka matanya.


''kakak ipar,kami pulang duluannya''kata Lia.


''entah emang ratu tidur,atau kaira menuangkan satu botol obat tidur keminuman dira,dewa aja udah seger tuh''kata Nando yang juga sudah kembali kekafe setelah mendapat laporan dari Raka.


''biar saya antar saja,kasian juga kalau dibangunin''kata imam yang sudah bersiap siap ingin mengangkat Dira.


''yok Li gue anterin lo''kata dewa pada Lia.


''kan gue ada mobil''jawab Lia cepat.


disaat imam sudah memasukkan tangannya dibawah lutut,mata Dira seketika terbuka dan.


'''aaaaaa..''dira kaget dan langsung melayangkan satu kakinya keperut imam,sehingga membuat imam terpental sedikit jauh.


''mau apa kamu,jangan sentuh saya,kurang ajar''kata Dira menggebu gebu.


''ira,,,kita masih disini''kata Lia sambil mendekati Dira.


imam terduduk memegang perutnya yang tadi mendapat ciuman bangun tidur dari Dira.


''lo tadi nyenyak banget tidurnya,jadi kakak ipar ngak mau gangguin kamu tidur,kami udah nungguin kamu bangun lama Lo,coba liat sekarang sudah jam berapa?''dira melihat jam dipergelangan tangan nya,dan beralih melihat kearah imam yang masih duduk dilantai sambil memegang perutnya.


''maaf mas,Dira tadi kaget''sambil mendekat keimam dan memapah imam untuk duduk disofa kembali.


''mas yang minta maaf,tadi mas ngak mau dengerin penjelasan dari sayang dulu''kata imam lembut sambil menyingkirkan anak rambut kebelakang telinga Dira.


''jadi gimana ceritanya?''tanya Dira penasaran sambil melihat kearah dewa,Raka,Lia dan Nando terakhir kembali ke imam.


''nanti mas ceritain,sekarang kita pulang dulu,tadi mas udah hubungin andra''kata imam lagi.


''yaudah yuk balik,udah telat nih,gue mau tutup kafe''protes Raka yang tidak mau melihat pasangan baru itu terus,bisa haredang jiwa jomblonya.


mereka sudah keluar dari kafe,Raka sudah memeriksa keseluruhan kafenya dan menguncinya.


''pulangnya mas anter nya?''tanya imam.


''motor gimana?''


''tinggal aja''potong imam.


mereka pun menuju kendaraan mereka masing-masing,cuman Dira yang meninggal kan motornya.


''tunggu''tiba tiba Kaira datang dengan mamanya.


''ada apa lagi Lo,mau gue lapor polisi''dewa yang sudah naik kemotornya langsung menghadang didepan kaira dan mamanya.


''gu gue mau minta maaf wa''


''gue tau alasan Lo ngelakuin ini kekita''tiba tiba Dira juga sudah berada disamping dewa''


''mak maksud kamu?''tanta kaira.


''kamu suka sama dewa,tapi dewa suka sama gue,dan disaat gue bertunangan dengan mas imam hati busuk kamu juga tak rela,kini kamu ingin membuat kami terjebak dan saling salah paham disaat kamu tau kalau dewa dan Lia udah PDKT,ingin menghancurkan hubungan gue sama lia,tidak selalu orang jahat yang menang,ini bukan sinetron yang selalu membuat keberuntungan pada penjahat,untung author nya baik''jelas Dira sambil melipat kedua tangannya ke dadanya.


''beruntung Lo cuman dikirim ke kampung dan papa tidak mau kasih jajan ke Lo,dari pada kita laporin Lo kepolisi''lia angkat bicara.


''kenapa ngak dilaporin ke polisi aja''nando tidak terima.


''udah ngak apa apa...ingat aja ini juga pertemuan terakhir kita,karna papa tidak membuka akses bagi dia lagi''jelas Lia.


kaira semakin menyesal didalam pelukan mamanya.


''gue kesini cuman mau minta maaf sama kalian''kata kaira tulus.


''kita udah maafin Lo,tapi Lo janji harus berubah.''kata Dira sambil menepuk pundak kaira.


''yaudah yuk kita pulang,ini kunci mobil Lo,gue beri izin Lo naik mobil gue sekali lagi''kaira tidak membantah langsung mengambil kunci mobil dari tangan Lia.


''ayo calon pacar kita pulang''sambil merangkul lengan dewa,dewa dan semua terbelalak melihat tingkah Lia,dewa menyungging senyum tipis dan melangkah mensejajarkan kaki Lia sampai kemotornya.


mereka semua meninggalkan kafe Raka kembali ketempat mereka masing-masing.


didalam mobil,imam dan Dira tidak berbicara apapun,hanya tangan kanan Dira yang digenggam oleh imam dan sesekali mereka saling melirik sampai mereka sampai kekediaman Dira.


imam langsung turun untuk membukakan pintu untuk Dira,padahal Dira sudah melarang imam.


''yeeee...yang lagi belajar jadi calon suami yang baik''entah dari mana munculnya Andra yang tiba tiba sudah berdiri dekat mobil imam.


''iya dong,dari pada Lo,jangan kan belajar jadi calon suami,calon istri aja masih gelap''timpal imam.


''dasar adik ipar ngak ada akhlak,awas Lo gue bawa kabur adek gue''canda andra.


''lo sama,kakak ipar ngak ada akhlak''balas imam.


''udah pulang sana,jangan bilang Lo mau numpang makan malam disini'' goda Andra.


''awas Lo,kalau gue udah nikah dan tinggal disini,gue potong jatah makan Lo''


''emang bisa?''tantang Andra.


''udah...yuk kakak kita masuk''merangkul lengan Andra.


''eh lepasin calon istri gue''imam menarikan tangan Dira.


''apasih Lo,belum nikah aja gini''bantah Andra.


''ngak bakal selesai kalau kekgini''gumam Dira,disaat Andra dan imam masih mau lanjut adu mulut mereka Dira langsung meninggalkan kedua sahabat itu dan masuk kedalam rumah.


''udah pulang Lo sana,ngak ada jatah makan buat lo''timpal andra.


''emang dasar Lo pelit,tunggu?''imam melihat sekelilingnya.


''dira mana?''tanya imam,Andra langsung berbalik meninggalkan imam yang masih bengong.


karna ditinggal sendiri,imam pun masuk kemobil dan meninggalkan kediaman Indra prajangestu,kembali kerumahnya.