Mas Imamku

Mas Imamku
perkenalan



setelah selesai mata kuliah,mereka pun nongkrong ditempat biasa yaitu bakso mang danu.


"Ira,kapan kapan kamu pakek kek kemaren nya?"kata Nando disela makannya.


"kenapa?"Tanya dewa.


"cuci mata"jawab nando menghentikan makannya.


"loe pikir gue kran air pkek acara cuci mata?"jawab Dira jengkel.


"yaelah Ira,,,gue udah bosan liat yang cantik cantik,sexsi,tapi munafik,jadi mata gue ternodai"jawab nando santai lalu memasukkan bakso kemulutnya lagi,yang lain hanya mendengar ocehan Nando.


"syukur loe kemaren Dateng Dateng bawa angin syurga,Adem banget gue liat Lo kemaren,cantik ,udah baik,rajin sedekah,suka bantu yang lemah,dan yang terpenting Lo adalah sahabat gue..."kata Nando luwes


"dari mana Lo tau gue ikhlas ngelakuin semuanya?"tanya Dira menghentikan makannya.


"gue kan udah tau Lo luar dalam"jawab Nando sambil menarik turunkan alisnya


*pluk"mendapat serangan dadakan dari dewa dengan botol Aqua.


"maksud Lo apaan tau luar dalam,Lo pernah ngintipin diranya?"tanya dewa dengan marah.


"mampus gue, salah ngomong lagi"sambil memukul dahinya sendiri.


sedangkan Dira,Lia,Raka,mereka hanya menonton.


"Ira,Lo dipanggil pak Yanto disuruh keruangan ya tuh"tiba tiba datang seorang mahasiswa, setelah mengatakan itu dia langsung pergi.


"ada apaan ya?"tanya Dira menghentikan suapannya.


"gue pergi dulu nya"langsung meninggalkan mereka.


sesampainya Dira didepan ruangan pak Yanto,Dira langsung mengetuk pintu.


tok tok tok


"masuk"suara dari dalam.


"kok suaranya kek bukan suara pak Yanto ya?"batin Dira.


Dira pun mencoba mengintip,karna pintu memnag tidak tertutup sempurna.


Dira menyembulkan kepalanya.


"mana?,ngak ada orang,terus tadi siapa yang ngejawab "gumam Dira.


"saya"


"aaaaaaa"kaget Dira,dan mulutnya langsung dibekap.


"jangan berisik,nanti dikira saya ngapa ngapain kamu lagi"sambil menarik tangan Dira kedalam,dan mendudukkannya di sofa.


"bapak ngapain kesini?*tanya Dira sambil menjauh kan duduknya.


"ini tidak baik buat jantung gue"batin dira


"emm ,kangen"sambil melipat kedua tangan ke dada.


"Mak maksudnya?"tanya Dira.


"bukannya kamu kangen sama saya?"


"PD sekali anda"jawab Dira.


"itu faktanya,semalam kamu kepoin tentang saya?"


"Bu bukan...itu salah tekan aja"jawab Dira gelagapan.


"boleh kenalan?"sambil mengulurkan tangan kedira.


'kan bapak udah tau nama saya"


"kita mulai dengan cara yang lebih baik"


"emang bapak waktu kenalan sama saya bapak mukulin saya."jawab Dira.


"perkenalkan nama saya IMAM SYARiF


SOETIBJO anak Edy soetibjo dan Ratih soetibjo,anak pertama dan terkhir karna saya anak tunggal,pekerjaan Ceo diperusahaan SJK milik orang tua saya dan perusahaan otomotif goes milik saya,status jomblo,tapi sekarang lagi bersama calon istri,kamu?"Dira hanya melongo mendengar penuturan imam."hei"imam melambai lambaikan tangan didepan muka Dira.


"heh"kaget Dira,melihat kearah imam dan cepat berpaling untuk mengindikasikan hatinya.


"sekarang giliran kamu,?"


"apa?"tanya Dira tak mengerti,tanpa melihat kearah imam


"saya tadi sudah memperkenalkan diri,sekarang giliran kamu"fokus kearah dira


"oh,ngak perlu pak" bantah Dira menunduk.


"jangan membantah kalau kamu ingin cepat keluar dari ruangan ini."ancam imam.


"hufs"Dira melepaskan nafas besar.


"ok,


nama saya indira ayu Pratiwi, anak kedua dari Indra prajangestu dan zafana, cukup kan?"kata Dira.


"emm,pekerjaan,status,hobi, kesukaan,cita cita,dan,,,"


"hah,,,apa aja ngak sampe situ tadi.


"pekerjaan bapak kan sudah tau"kata Dira.


"ngak,saya ngak tau"kata imam sok polos.


oh ya,kalau lagi berdua bisa ngak panggilan nya diubah,ngak usah pekek pak,emang saya keliatannya tua banget nya?"


"saya harus panggil apa pak?"...


"emmm,,,,kamu panggil Andra kan kakak,samain aja"gaya pdnya.


"ah,ngak"potong Dira.


"mas imam"kata imam sambil tersenyum.


*deg*jantung Dira seakan berhenti.


"mas imam ajanya,siniin hp kamu"mengulurkan tangannya kedira.


"untuk apa bapak minta hp saya?"


"jangan banyak tanya kalau calon suami yang minta"


"CK,nih"mengeluarkan hp,imam langsung membuka hp Dira yang memang tidak memiliki sandi,dan tak lama imam mengembalikannya.


"udah kan pak,,,saya boleh keluar"Dira tidak tahan dengan degub jantung nya yang semakin meningkat.


"pulang bareng saya"kata imam


"saya bawa motor"jawab Dira.


tinggalin aja,besok saya jemput kerumah"


"hah""


"mau nya apa sih,ngak tau kalau gue udah sesak gini"batin dira.


"ya atau ngak pulang"lagi lagi keluar sifatnya yang ngatur.


Dira padahal biasanya sudah sangat marah,tapi entah kenapa lidahnya kelu,dan tidak bisa mengelak.


"ayok,apa kamu mau tidur disini?"


"pengen gue Jetak ni orang,maksa banget"batin Dira lagi.


Dira langsung bangkit dan keluar mengikuti imam hingga keparkiran dan langsung menuju mobil imam.tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat kejadian itu.


" gue ngak akan rela loe sama yang lain,selain sama gue,Lo milik gue Indira"kata orang itu dengan sedih.