Mas Imamku

Mas Imamku
tanggung jawab



keluarga Dira disambut antusias oleh Tante Ratih mamanya imam.tak lama MC pun membuka acara,yang pertama naik keatas panggung papanya imam.


"saya berdiri disini terutama ingin memperkenalkan anak Kami,karna sudah 5 tahun putra kami jauh,dia berhasil merintis bisnisnya sendiri,dan juga saya selaku owner di perusahaan SJK,akan menyerahkan seluruh kekuasaan yang saya pegang kepada putra kami, IMAM SYARiF SOETIBJO"kata psk Edy dengan lantang,dan imam pun maju dengan kemeja warna coklat tua dan jas silver yang sangat cocok ditubuhnya.dia maju dengan gagahnya.


banyak anak dari kolega kolega bisnis dan staf kantor,juga tamu tamu penting terpesona melihat seorang imam.


"malam semuanya"imam langsung membuka dengan ramah dan tak lupa senyumnya yang memperlihatkan lesung dipipi kiri dan kanan.


"saya imam SYARiF SOETIBJO,selaku putra dari bapak Edy soetibjo mengucapkan terimakasih kasih kepada semua karna masih bernaung diperusahaan SJK,semoga kerja sama kita semakin maju"riuh tepuk tangan terdengar dari seluruh tamu undangan.


"mari menik mati hidangan yang telah tersedia"kata MC.


Dira dan keluarganya pun duduk dimeja yang sudah terkhusus untuk keluarga mereka,jantungnya yang dari tadi seperti sedang tauran berhasil sedikit dia alihkan pada makanan yang terhidang.


selagi asik Dira mencoba hidangan yang tersaji,tiba tiba dia terkejut.


"maaf kami telat"kata buk Ratih yang langsung mengisi kursi kosong di meja itu,diikuti oleh om Edy dan juga imam.


"ya biasalah tuan rumah,kami mengerti"kata papi Indra,dan senyuman dari mamy fana dan Andra,sedangkan Dira Dira mengalihkan dengan pura pura minum.


"oh ini anak gadis kamu yang waktu kita ketemu disalonkan ?"tanya Ratih.


"EA Ratih"kata fana dengan tersenyum.


"oh imam,coba kenalan lah sama Dira,siapa tau kalian cocok"kata mama Ratih dengan spontan.


"ukhuk"berbarengan tersedak antara Dira dan imam.


"kompak"kata Andra sontak.


sedangkan fana dan Ratih sedang menepuk nepuk pundak anak mereka masing masing.


"mereka emang udah Deket kok"kata Andra lagi.


"oh ya..."dapat sambutan senang dari mama Ratih.


"kok kamu ngak cerita sama mama?"tanya Ratih pada imam.


"kok kamu tau dan ngak kasih tau mamy?"kata fana pada Andra.


"my...kan orang nya masih hidup,kenapa harus Andra yang bilang"kata Andra santai.


sedangkan Dira dan imam diam tak tau harus seperti apa,dan apa yang harus mereka jawab.


sekarang semua mata tertuju pada mereka.


"jadi ngak ada yang mau bicara diantara kalian berdua.


mulai interogasi dari papa Edy,sedangkan papi Indra hanya melihat kearah Dira dan imam.


"sse sebenarnya bukan ketemu yang kek gimana mana,ketemu ngak sengaja"kata imam gugup.


"masak,pakek acara makan siang bareng dikafe" kata Andra seperti tanpa dosa.


"benarkah?..."tanya mamy fana


"kalau itu ada tugas dari kampus my,"Dira pun menceritakan tentang tugas itu"dengan menunduk.


"apa sih kak,emang ia itu"kata Dira sedikit memelas.


"apa sih,kalian emang ngak jujur"kata Andra protes,sedangkan yang lain hanya mendengar perselisihan dua adik kakak itu.


"heh mam,tanggung jawab Lo,masak Lo cuman diam"kata Andra spontan.


"apa???"teriak papi,mamy ,mama,dan papa serentak.sehingga membuat sebagian tamu melihat kearah mereka,meja mereka agak jauh dari meja tamu tamu yang lain,jadi pembicaraan mereka sulit untuk terdengar kan,terkecuali ya cerita seperti tadi,mereka serempak berteriak kaget.


"jadi kalian udah"kata mamy fana dengan wajah bingung,seakan meminta penjelasan dari Dira dan imam.


"Andra apa yang Lo maksud?"tanya imam .


"my,,,semuanya,bukan kesitu,maksudnya mereka bukan pernah kwik kwik,kalau dia berani ngelakuin itu sama dira udah gue habisin Lo dari kemaren."sambil melihat kearah imam,dan imam pun membalas melototi Andra.


"hufh"mereka serempak bernafas lega.


"tapi kalau mereka udah ngelakuin itu,juga bagus"kata mama Ratih tiba tiba.


"maksud kamu apa Ratih"tanya fana dengan marah.


"kan kita bisa langsung nikahin mereka"jawab mama Ratih santai.


hahahaha


membuat semeja itu tertawa,terkecuali Dira dan imam,mereka sudah seperti pencuri yang ketangkap basah.


"sudah sudah...kalian jangan menggoda mereka terus,kita kan bisa dengar langsung penjelasan dari mereka."kata papi mencoba mereda,karna dia sudah sangat kasian melihat putrinya yang mati kutu.


"EA,mending kita bahas ini untuk pertemuan kedua keluarga kita berkumpul nanti,lagian sekarang ada banyak tamu,tapi ingat,kita harus memiliki satu waktu untuk bertemu"kata papa Edy.


"yasudah,mari kita lanjutkan makan lagi"kata mama Ratih,dan disetujui oleh yang lain,sedangkan imam dan Dira,yang jantungnya sudah tak karuan, mencoba untuk bersikap biasa.


acara pun selesai, setelah mengucapkan selamat kepada imam,banyak para tamu yang sudah meminta izin kepada pemilik acara,untuk kembali ketempat masing-masing,tak terkecuali juga keluarga Dira.


"aduh fana,,padahal aku masih kangen sama kamu,sama putri cantik kamu ini,nanti kalau kesalon hubungi aku juga dong,biar kita barengan gitu"kata mama Ratih,sedang kan mamy fana yang mendengar Ratih memuji Dira hanya tersenyum.


"EA,pasti nanti aku hubungi,yaudah kami pergi dulunya.


sedangkan Dion,imam dan Andra sedang tertawa disudut ruang.


"loe adik ipar mulai sekarang harus patuh sama gue"kata Andra menggoda imam.


"apasih loe"imam seakan mem bantah.


"jangan loe kira gue ngak tau,loe suka sama adik gue,bahkan sebelum adik gue berubah jadi cewek yang sesungguhnya"


"sok tau loe,udah pulang sana,kanyaknya keluarga loe udah mau pulang tu"elak imam.


"loe ngusir gue adik ipar?"teriak Andra,yang membuat orang yang masih berada disana melihat kearah mereka.


imam pun langsung berlari dari sana,Andra langsung menuju kearah keluarganya,sedangkan Dion hanya tertawa melihat tingkah imam dan Andra.


"jadi adiknya siandra yang membuat loe tersenyum senyum beberapa hari ini"gumam Dion.