Mas Imamku

Mas Imamku
calon istri Andra



kurang dari lima hari lagi Dira akan sah menyandang status nyoya soetibjo.dalam menunggu beberapa hari lagi itu membuat sang pengantin pria uring uringan,bagaimana tidak?mama Ratih menyita hp imam,imam hanya diberi izin keluar kamar untuk keruangan olah raga,Dion yang ingin menemani imam pun juga diambil alat komunikasinya,betapa frustasinya imam menghadapi sang mama yang selalu memantaunya,rasa rindu yang sudah membuncah pada sang kekasih.


tak jauh berbeda dengan Dira,hp Dira juga disita,sampai untuk perawatan kecantikan mamy fana memanggil orang salon untuk kerumah,sahabatnya datang pun tak boleh bertemu,hanya Lia yang boleh masuk kekamar Dira.


''dasar orang tua yang masih jadul,ini pingit yang bikin hati seperti mau dimutilasi''dira menggerutu.


''sabar...tiga hari lagi juga ketemu,bisa peluk peluk malah mau apa pun terserah kalian kan udah sah''lia mencoba menenangkan Dira.


''lo belum ngerasain gimana rasanya masih enak ngomong,lah gue?pengen kabur aja,bisa gila gue kalau kekgini,jangan kan sama mas imam,sama dewa,Raka dan Nando aja ngak bisa''


''kan tadi mamy udah kasih tau alasan kenapa,ngak boleh liat laki laki lain sebelum sang mempelai pria menggenggam tangan penghulu,nanti kegantengan prianya bisa luntur,dan istri bisa cepat bosan''lia mencoba menjelaskan lagi alasan yang mamy fana bilang tadi waktu mereka sampai.


''itu mah bukan luntur,tapi emang ngak tampan,kalau mas imam dari segi mana pun mau liat dari atas,bawah belakang, tetap keliatan gantengnya''puji Dira untuk calon suaminya.


''uuewk ,pengen Mon**ah gue dengernya.''lia berngidik.


dilantai bawah,dimana dewa,Raka dan Nando berkumpul juga ditemani papi Indra,entah apa yang mereka bahas sesekali terdengar tawa.


''hallo semua...''tiba tiba Andra pulang dari kantor,dan langsung menyapa mereka dengan senyum ceria.


''hallo juga kak''jawab mereka serempak, terkecuali papi yang memicing kan mata melihat tingkah anak pertama nya itu.


''dari sejak kapan nih? udah jumpa Dira belum?''tanya Andra pada mereka sambil ikut duduk bersama.


''raka,matahari cerah banget nya hari ini?''sindir papi indra.raka yang mendapat pertanyaan konyol hanya menggaruk tengkuknya,pasalnya diluar sedikit mendung.


''huc''kode Nando pada Raka kearah Andra yang sedang tersenyum senyum sambil melihat layar hpnya.


''kanyak om cerah, sampai kering tu gigi''balas Raka.


''tapi sayang dilangkahin juga sama adeknya''tambah Nando.


Andra pun mulai melirik sekelilingnya dengan ekor matanya.


''ngak papa dilangkahin bentar,setelah Dira sama imam, kakandra akan nyusul,kalian tenang aja,makan enak kita tahun ini''jawab Dira yang ikutan ngejawab karna dia bukan orang bodoh yang susah mengeri pada kata sindiran.


''emang kamu punya calon?''tanya papi.


''papi ngeraguin Andra,nanti hari acara Dira Andra bawa calon istri andra''jawab Andra.


''paling juga karyawan dikantor''tebak papi lagi.


''tet tot, papi salah''jawab Andra seolah sedang mengikuti kuis.


''ah papi,nanti juga bakal tau sendiri''potong Andra.


''oh ya kak Andra,kak Andra akhir akhir ini sering makan siang dikafe Raka,maaf nya kak Raka ngak tau kalau kakak Dateng,kalau Raka tau bisa Raka ajak ketempat ruangan kumpul kita kak,disana lebih santai makannya,kan Kaka selalu minta Siska yang menyalani kakak,biasa sama kita juga gitu Siska udah biasa sama kita''jelas Raka panjang kali lebar,dia tidak tau saja kalau Andra sudah melihat ekspresi wajah papinya.


''it itu pas kebetulan saja kali,ngak selalu Siska kok,kakak kekamar dulu mau mandi,udah gerah''jawab Andra sedikit gelagapan dan langsung berdiri dan melangkah lebar supaya dapat cepat menghilang dari ruangan itu.


''benarkah itu raka?''tanya papi Indra setelah Andra menghilang dari sana.


''iya om''jawab Raka.


''berarti om sudah ngerti,siapa tadi namanya?''tanya papi lagi.


''siska om''jawab mereka kompak,senyum tipis tersungging dari bibir indra.


''eeee...sitampan tampan,ngobrol apaan sih?''mamy fana juga ikut ngumpul.


''ish mamy,ngak bisa liat daun muda,langsung bilang tampan,papi yang daun tua dicuekin''kata dengan ekspresi ngambek.


''ini tadi mamy buat cemilan didapur'' meletakkan satu piring kue didepan Raka,dewa dan Nando.


''untuk papi ngak ada nih,untuk mereka aja?''tanya papi ketus.


''tante kanyaknya mau ada badai nih''sindir Nando sambil mengambil kue yang mamy fana bawa tadi dan diikuti dewa dan Raka.


''em,enak banget kue buatan Tante''dewa ikut menimpali.


makin mengkerut wajah papi Indra,dan mamy fana menyadari itu,suaminya itu kalau sudah cemburu tidak kenal kondisi,sama panci pun cemburu.


''ini untuk papi,mami bikin spesial,kan papi tidak bisa pakek gula pasir biasa,papi pakek gula khusus,jadi mamy buat khusus untuk papi''sambil menyerah kan satu toples kue yang sama dengan yang mereka makan.


''ih mamy perhatian sekali,jadi makin cinta deh papi''langsung mengambil toples ditangan istrinya.


''kalau udah kekgini,kita kita yang jomblo bagaikan ngontrak ya sob?'' timpal Raka.


''kalian aja,aku udah ada'' jawab dewa.


''sombong Lo,masih juga PDKT''kata Nando.


''emm,mamy keatas dulunya,mau nganterin kue untuk Lia juga''kata mamy dan langsung meninggalkan mereka.