
hari ini imam rencananya pulang lebih awal,dan lagi tak banyak yang dikerjakannya hari ini,hanya menemui 3 Klayen,dan memeriksa laporan.
sesampainya dirumah,imam langsung mencari keberadaan istri tercintanya,kekamar,ruang keluarga,dapur,semua sudah imam periksa tapi tidak menemukan banyangan sang istri.
''bik,dimana istri saya''tanya imam pada bibik yang sedang mengeluarkan sayuran yang akan dia masak untuk makan malam.
''tadi kebelakang bilangnya den''imam langsung meninggalkan dapur dan menuju pintu belakang.benar saja,istrinya sedang duduk dipinggir kolam ikan sambil melemparkan umpan ikan Sambil tersenyum bahagia.
imam langsung mendekat dan 'GREB' imam langsung memeluk Dira dari belakang.
''mas,,,sudah pulang?''tanya Dira.
''emm,kangen''sambil mengeratkan pelukannya.
''mas malu ih dilihat bibik''dira mencoba melepaskan pelukannya imam,tapi semakin Dira bergerak semakin kuat pelukan itu.
''sayang...''kata Dira manja.
''emm,sebentar saja''jawab imam sambil menenggelamkan kepalanya keleher Dira.
''mas geli ih,oh nya!,tadi mamy telfon,katanya ada acara makan malam,katanya ada yang mau dibahas sama papi''kata Dira.
''ok,yaudah kita kekamar,mas belum mandi,tadi pulang langsung cari sayang,kangen''manja imam.
Dira pun merangkul suaminya menuju kamar.
''mas mandi aja,Dira siapin baju dulu untuk mas''
''sayang,,,mandi bareng yuk?''rengek imam.
''aku udah mandi mas...''
''mandi laginya?''
''ngak,udah masuk sana''sambil mendorong imam kedalam kamar mandi.
setelah selesai mandi imam tidak menemukan istrinya dikamar.
Ceklek,suara pintu terbuka,dan menampilkan sang istri.
''dari mana sayang?''tanya imam.
''tadi kedapur,bilang sama bibik biar ngak masak banyak,kalau kita mau makan malam bersama''jelas Dira.
''mas kok belum pakek baju?''
imam bukannya menjawab malah mendekat dan langsung menangkap wajah Dira.
'Cup'
''mas ingin,apa boleh?''tanya imam berat yang sudah bergelora.
Glek' Dira gugup,dia hanya melihat mata suaminya yang sudah sangat berhasrat.
''ta tapi kita mau makan malam gimana?''tanya Dira.
''sebentar saja,kan masih ada waktu sejam lagi,apa boleh?''tanya imam lagi,Dira pun tak ingin menjawab,dia memberi kode dengan memejamkan matanya.''lakukanlah''seolah itu yang ingin Dira sampaikan.imam yang melihat lampu hijau langsung melah*p bibir sang istri, yang awalnya lembut kini sudah mulai sedikit lebih tergesa gesa,tangan imam yang sudah masuk kedalam baju Dira,bibir yang tadi menempel kuat saling ******** kini turun keleher Dira yang putih.
uughg,terdengar lenguhan dari mulut Dira,imam membawa Dira ketempat tidur.
Bhuk
imam langsung menangkal pakaian Dira,sedangkan dia hanya memetik jari langsung los,toh dia masih memakai handuk sepinggang,adegan pun terus berlanjut.
''sayang...apa kau bisa kondisikan tubuhmu agar tidak melakukan tendangan mendadak,kalau pertama memang sakit, tahannya....kalau tidak tahan sayang bilang''
''lanjut mas,kenapa mas berhenti?''kata Dira sedikit jutek karna dia sudah on.
''jaga jaga aja sayang, jangan Sampek seperti malam pertama,lanjutnya...''imam pun melanjutkan aksinya,hingga tiba pada saat imam akan menembus dinding yang masih bertembok itu.
''ssssttt,sakit mas''kata Dira.
''apa sayang tidak sanggup,mas akan berhenti''kata imam.
''lanjutkan saja''kata dira,adegan pun berlanjut des**an des**an kenikmatan terdengar hingga imam tumbang disamping dira.
''sayang,jangan tidur,jangan lupa makan malam''kata Dira sambil mengambil handuk yang imam tadi dan melilit ditubuhnya.
sssttt,desis Dira disaat dia melangkah.
''apa sakit sayang?,tunggu''imam langsung mendekati Dira dan mengangkatnya ala bridal ke kamar mandi,Dira pun tidak melawan,dira langsung mengalungkan dileher imam.
''mas keluar dulu''usir Dira.
mandi bareng aja sayang biar cepet''kata imam.
''janjinya cepet,masih sakit ni mas''rengek Dira.
''eee...mas kok ikut''dira kaget disaat imam juga ikutan masuk kedalam bathub.
''maas...jangan aneh aneh nya,mereka tunggu kita lo''dira kembali mengingatkan suaminya.
''aku cuman bantu kamu kok'',imam membantu Dira untuk membilas hingga bersih.
''sayang duduk saja''imam meletakkan Dira dipinggir tempat tidur.imam mengambil semua kebutuhan istrinya hingga selesai.
''sudah siap?,yuk sayang''tanya imam.
mereka pun berangkat dengan tangan saling menautkan sampai direstoran yang sudah mamy fana kabari.
''malam semua,,,maaf kami telat''dira membuka suara,sambil berjalan mendekati meja besar penuh untuk mereka.
''sayang,kok jalanmu aneh?''tanya mama Ratih.
''ma,,jangan ditanya,liat wajah menantumu sudah merah''kata papa Edy.
''jangan beri alasan telat dengan kata macet,basi''kata Andra.
''kok tau?ini nih kalau udah kecium calon manten''kata imam sambil menarik kursi untuk Dira duduki.
''hai sis?''ternyata disana juga ada Siska.
''sekarang panggil kakak''protes Andra.
''ogah''jawab dira.
''udah kita makan dulu,setelah itu baru kita lanjut,ok?''kata mamy fana.
semua pun makan hanya terdengar dentingan sendok.
''sayang coba ini''kata imam sambil menyuapi Dira.
''enak?''dira hanya mengangguk karna mulut nya penuh dengan makanan.dan begitulah seterusnya.
''ck,hei,kalian lagi sakit nya?kok suap suapan terus dari tadi?''kata Andra yang jengah melihat pengantin baru itu.
''cirik bos?makanya cepat tuh yang disamping dihalalin biar juga ngerasain''jawab imam cuek,dan tetap menyuapi istrinya.
''my,kenapa pengantin bengek ini pakek diundang sih,bikin panas aja?''kata Andra ngadu.
''makan dulu,besok kamu mamy nikahin juga''andra pun tidak menjawab lagi,dan semua pun fokus makan hingga selesai.
''nak Siska,mamy udah tau tentang kamu, mamy dan papi mengembalikan keputusan pada kamu,mamy ingin kamu me jadi Putri mamy mendampingi anak mamy dalam suka dan duka,kamu ngertikan maksud mamy?''
''ngerti tante''jawab Siska.
''ganti,mamy, panggil mamy,papi''
''kita juga,mama Ratih dan papa edy''sambung mama Ratih.
''kamu sudah tidak sendiri lagi sayang''andra menatap penuh cinta pada Siska.
''sis,kamu harus banyak stok sabar, kak Andra itu kulkas berjalan,kaku,ngak romantis orangnya,sama kanyak yang disamping aku''sambil mengkode lirikan mata kearah imam.
''siapa bilang mas ngak romantis sayang?''tanya imam tak terima.
''ya akulah,kan aku yang rasain,sama halnya dengan kak Andra,kan tiap hari aku temui tapi dia sibuk terus,rasa rasa aku ngak ada dirumah''kata Dira berkaca kaca.
''maafin kakak dek...''sambil melingkari meja makan untuk sampai memeluk adiknya.
semua yang disana jadi terbawa suasana melihat drama adik kakak itu.
''aduh...kok jadi melow semua,bukannya malam ini kakak mau lamar siskanya?udah sana,ajak Siska nikah,biar aku cepet dapet ponakan''goda Dira.
''eh,salah dong,kakak yang nunggu keponakan dari kamu,kamu kan yang duluan nikah,masak kakak yang baru rencana nikah untuk cepet buat keponakan,sis apa setor keponakan buat Dira dulu?''kata Andra dan membuat yang disana tertawa,Siska tertunduk malu.
Plak,Andra dapat salam sayang dari papi pada pundaknya.
''ngomong itu disaring ndra,awas kalau kamu berani macem-macem dulu''ancam papi.
''bercanda Pi...''sambil mengusap pundaknya.
''siska putri Will you marry me?''sambil membuka kotak cincin dan dalam keadaan berdiri dengan lutut jadi penyangga.
semua hening melihat kearah Siska,apa yang akan gadis itu jawab.
1
2
3
''emm''hanya itu dan anggukan yang bisa Siska lakukan,tapi membuat orang berada dimeja itu mengucap syukur dengan kompak.