
sudah 4 hari berlalu pernikahan imam dan Dira berlalu,tak kegiatan berlanjut disaat menjelang malam karna kondisi pinggang imam yang masih sakit akibat tragedi malam pertama mereka, dan belum ada rencana bulan madu karna imam yang sangat sibuk dikantor,hari ini imam harus kembali kekantor karna ada investor yang ingin bertemu,kini imam dan Dira sudah tinggal dirumah mereka sendiri,hadiah dari mama Ratih.
''sayang mas berangkat dulunya''sambil mengecup kening Dira.
''mas nanti makan siang barengnya?''tanya Dira.
''boleh,nanti mas jemput''
''ngak usah mas,Dira pergi diantar sopir aja''
''yaudah deh,mas berangkat dulu nya''
setelah kepergian imam,Dira langsung kedapur untuk melihat apa yang akan dia masak.
sesampainya dikantor imam terlebih dulu menuju keruangan Dion,dan dia melihat Wina juga tidak ada dimejanya.
Ceklek
imam terkejut melihat pemandangan didepannya.
ekhem,, dehem imam hingga membuat dua manusia yang lagi bercumbu ria itu terkejut.
''ck,ganggu Lo,kenapa ngak ketuk pintu dulu''kata Dion sambil melepas rangkulannya pada pinggang Wina.
''dasar Lo berdua,buat mesum dikantor gue''kata imam sambil duduk di sofa.
''cas dulu bos,kanyak bos ngak dapet,bos malah enak bisa lebih lepas,gue?''
''makanya auto cepat dinikahin,jangan langsung ditelanjangin''balas imam,Wina pun berangsur menjauh dan keluar dari ruangan Dion,malu? pasti,apalagi dipergoki oleh bos sendiri,tapi tidak berlaku bagi Dion,dia bahkan mengobrol seperti tidak terjadi apa-apa,dan imam tidak melihat kejadian tadi.
''dasar benge Lo,kalau Lo beneran suka nya dilamar,nikahin ion,Wina itu gadis yang baik, kalau Lo sampe nyakitin dia,Lo berhadapan sama gue''kata imam dengan ekspresi wajah serius.
''iya iya... ni rencana nya malam sabtu kita mau lamaran kok,gue udah TAUBAT''kata Dion sambil menekan kata taubat.
''kita?''
''iya,gue udah kasih tau sama Tante dan om kok,Lo aja yang lagi sibuk belah duren''
''belah duren apaan,ngak tau aja Lo yang terjadi sama gue''batin imam.
''gue ngak liat Lo sama Wina dihari pernikahan gue?''
''gue sama Wina Dateng kok,cuman Wina lagi diapet dia ngak nyaman,jadi kita ngak sempat ucapin selamat''
alasan aja lo,oh nya mana berkas yang bekerja sama dengan PT Langsa?''
''gue udah Tarok dimeja lo''
''tau gini ngak usah keruangan Lo,apes gue pagi pagi liat orang mesum''langsung meninggalkan ruangan Dion,dan menuju keruangan ya,imam melewati meja Wina,cewek itu terlihat malu.
......................
dikantor Andra,Andra baru saja keluar dari ruang rapat bersama anggota agensinya.
''jon,keruangan gue sekarang''kata Andra pada sambungan telepon nya.
tok tok tok
''masuk''kata Andra.
''gimana apa sudah kamu siapkan semuanya?''tanya Andra pada Joni asistennya.
''sudah tuan,tuan tinggal menjemput nona Siska,dan baju yang tuan pesan juga sudah dikirim''jelas Joni.
''emm,terima kasih Jon,kamu boleh kembali bekerja''
''permisi tuan''
''emm''gumam imam tapi bisa didengar oleh Joni.
''kamu bilang ngak ada uang,kamu pikir saya bodoh,kamu kan kerja dikafe,terus gajinya kamu kemanain hah,dasar anak ngak tau diri,cepat kasih uang bulan ini''bentak wanita itu.
''ngak ada lagi Tante,Siska udah kasih jetante semua,sisa dari Siska bayar kontrakkan''jawab Siska sesegukan.
''kamu jangan bohong''sambil menjambak rambut Siska.
''stop,apa yang anda lakukan''sambil menarik Siska kedekapannya.
''heh siapa kamu?jangan ikut campur''kata ibu yang dipanggil Tante oleh Siska tadi.
''saya akan ikut campur kalau anda mencampuri hidup saya''kata Andra tegas.
''heh,saya aja ngak kenal sama kamu,urusan saya sama keponakan saya ini''sambil menunjuk Siska.
''oh jadi Siska keponakan anda,ada urusan apa anda,saya denger tadi anda meminta uang kepada nya?''tanya Andra.
''itu urusan saya sama dia,selama ini dia udah numpang dan makan gratis dirumah saya,jadi wajar dong kalau dia bayar''
''jadi ini kontrakan punya anda?''
''bukan,sebelum dia ngontrak dia tinggal dengan saya,eee enak aja dia setelah dapat kerja ngak mau banyar utang''
''kan Siska kerja dirumah Tante sebagai pembantu,dan tidur pun digudang''siska angkat bicara.
''ooo mentang mentang ada yang belain berani jawab kamu''
''siska juga punya mulut Tante,selama ini Siska diam Tante jual semua harta peninggalan bapak,sepersen pun ngak Tante kasih untuk Siska dan toko bapak sampai bangkrut''
''heh,itu ada hak Tante juga dong,ayah kamu itu suami adek Tante,jadi wajar dong''kata Tantenya Siska.
''ok cukup,saya sudah mengambil rekaman Vidio tentang pembicaraan anda dan Siska tadi,saya bisa laporin ini kepolisi atas perbuatan anda terhadap keponakan anda''ternyata Andra tadi merekam semua tanpa mereka sadari.
''apa maksud kamu?''tanya tantenya Siska dengan marah.
''kalau anda tidak berhenti mengganggu Siska,saya jamin,Vidio ini akan aman,tapi,kalau anda masih mengganggu Siska bahkan menemui Siska Vidio ini akan sampai ke tangan polisi,dan selajutnya anda tau kan apa?''ancam Andra.
''berani sekali kamu mengancam saya,emangnya kamu siapa?''tanya wanita itu meremehkan.
''anda tidak perlu tau siapa saya,tapi anda harus tau kalau saya lebih bisa melakukan yang tidak bisa polisi lakukan,kalian, keluarlah''kata Andra,dan muncullah lima orang berbadan tegap dan menakutkan.
''iya tuan''kata kelima orang itu,Tante Siska menelan ludah dengan kasar,Siska pun sama dia tidak tau siapa sebenarnya lelaki ini, yang dia tau Andra kakaknya Dira dan waktu diajak keacara Dira, Siska melihat rumah mereka bak istana.
''gimana?apa anda mau tugas apa yang mereka pegang masing-masing,satu yang harus anda tau,mereka haus darah,gimana?''tanya Andra dengan seringai menakutkan bagi yang melihatnya.
''sis,tolong tante''tante Siska bersimpuh dikaji Siska.
''tante mau pulang,tapi Tante ngak punya uang,Tante janji setelah ini Tante tidak akan mengganggu hidup kamu lagi''kata Tante memohon.
''tapi Siska tambah sedikitnya Tante,soalnya uang Siska cuman Siska tinggal untuk membeli makanan,Tante bangun jangan seperti ini''sambil membantu tantenya berdiri,dan Siska masuk kekamarnya mengambil uang merah selembar.
''ini Tante,padahal kan uang yang Siska kasih tadi udah cukupkan untuk balik ke kampung,bahkan bisa buat beli oleh-oleh lagi''kata Siska polos,dia tidak tau saja salah satu pendengar disitu tersenyum meremehkan.
''jadi anda mencoba pemalakan kepada keponakan Tante lagi?
brenden...''panggil Andra,dan salah seorang dari mereka maju,Tante Siska langsung pucat,disaat lelaki itu mendekat.
''kasih''kata Andra,dan brenden langsung memegang tangan tantenya Siska dan meletakkan segepok uang.
''itu cukup''
''cukup''jawab wanita itu dengan mata yang berbinar.
''silakan anda pulang ketempat anda,anda tau resikonya kalau anda muncul lagi didepan saya,Siska dan juga mereka''tanya Andra.
''tau''kata terakhir wanita itu,setelah itu dia dengan cepat melangkah meninggalkan kontrakan Siska.